Pieces of Hope

Pieces of Hope
Wanita Gila Lainnya


__ADS_3

Karena monsternya dibunuh oleh orang lain, Xiang Yu memasang wajah cemberut saat menghampiri rekan timnya. Perasaan kesal seperti anak kecil yang diambil orang dewasa tergambar jelas di wajah. Kemudian ia melihat Alice yang sedang berbincang dengan seorang pria, sepertinya pembicaraan mereka cukup serius.


"Dengan adanya perwakilan dari Tanah Suci, kami sangat berterima kasih." kata Alice sambil menunduk hormat


Pria itu buru-buru membetulkan posisi Alice yang setengah membungkuk dan berkata. "Tidak perlu sampai seperti itu, kami hanya menjalankan tugas yang diberikan."


"Maka baik-baik saja, kami serahkan kepada Anda." Alice berbalik dan pergi


Sekarang desa Emilia ada ditangan yang tepat, jadi tim Xiang Yu bisa melanjutkan perjalanan mereka ke Zona Monster nantinya.


Xiang Yu tidak terlalu memikirkan kondisi seperti ini, toh perannya disini sudah selesai saat Perempuan itu memotong kepala Lizardman Lord Abe.


Dia kembali ke rumah kayu sendirian.


***


"My Lady."


Semua Satria tertunduk memberi hormat pada seorang Perempuan yang baru saja datang.


"Perkenalkan, Aku Irine Waltz." Katanya dengan sopan. "Aku mengucapkan terima kasih untuk kalian semua sudah menahan serangan dari monster Lord." Dia sangat tulus dalam mengatakan terima kasih


"Tidak, tidak, jangan seperti itu." Alice buru-buru menyanggah. "Tolong jangan terlalu sopan nona Waltz."


Alice tersenyum canggung melihat sosok perempuan dihadapannya. Bagaimanapun, ia tahu keluarga Waltz yang terkenal melahirkan bakat-bakat dengan kekuatan seperti monster.


Dari lima kelurga terkenal, Waltz adalah yang terkuat baik dalam bisnis, politik, dan militer mereka menguasai empat puluh persen dari bangku parlemen.


"Tenang saja," Irine tersenyum


Dihadapan senyum indah Irine yang seperti cahaya, hati Whitey dan Luo Xiu seolah ditarik keluar dengan paksa. Mereka melihat Irine seperti melihat malaikat yang baru saja turun lalu menembakan panah asmara.


Di depan keindahan yang mengguncangkan dunia dua mesum itu hanya melihat dengan mata berbinar.


Rin yang melihat dua mesum ini hanya menggelengkan kepalanya lalu bertanya "Apa Anda tahu penyebab serangan ini, nona Waltz?"


"Penyebab serangan ini sedikit berhubungan dengan Zona Monster." nada bicara Irine sedikit sedih

__ADS_1


Rin benar-benar bingung dengan pernyataan ini, apa hubungannya Zona Monster dan aktivitas monster yang diluar zona. Tidak mungkinkan kalau Zona Monster itu bisa membuat monster menyerang manusia dengan agresif.


Menurutnya itu mustahil kecuali ada indikator luar yang menyebabkan ini semua terjadi.


"Oh ya, apa pria yang menggunakan sweater hitam itu anggota kalian?" Irine bertanya tentang Xiang Yu, dia penasaran dengan kekuatan Pria itu yang menjadikan monster Lord sebagai samsak tinju.


"Un! Tentu, dia baru saja pergi." Alice buru-buru menganggukan kepalanya. "Apa ada sesuatu, Nona?"


"Tidak ada," Irine melambaikan tangannya.


Irine melirik kearah rumah kayu, ia menemukan Xiang Yu yang sedang berbicara dengan warga desa. Ia berpikir cukup disayangkan dengan bakat yang sebesar itu tidak ada di Tanah Suci. Mungkin dia merasa kalau Xiang Yu bisa meningkat pesat disana.


Dia tersenyum tipis.


Dia memiliki pemikiran liar, dia ingin sekali merekrut Xiang Yu untuk Tanah Suci.


Xiang Yu sendiri menyadari Irine yang melihatnya, dia terlalu malas melihat perempuan yang mengacaukan mangsanya.


"Maaf menunggu lama," Emilia datang dengan membawa teko berisi Air dan menaruhnya di lantai. "Selamat dinikmati,"


Xiang Yu melirik Emilia yang menyajikan khusus untuknya. Ia tersenyum lalu meminum air itu. "Segarnya,"


"Un! Semuanya selamat, mereka mulai beristirahat di dalam." balas Emily dengan penuh semangat. "A-apa Tuan ingin istirahat juga?" Wajahnya memerah saat mengatakan hal seperti itu.


"Tidak usah," Xiang Yu buru-buru menolak gagasan itu


Matahari terbit secara perlahan memunculkan cahaya yang hangat. Pemandangan mayat Lizardman yang terbunuh berserakan dimana-mana. Tentu, dia ingat gagasan untuk olahan daging kadal tidak terlupakan.


Ia mulai mencari Lizardman yang tidak terlalu tua maupun muda, setelah itu dia 'membedah' satu persatu untuk diambil dagingnya.


Semua orang memiiki pandangan aneh saat melihat Xiang Yu.


"Dia ini benar-benar...." tidak jelas yang dikatakan Rin, hanya saja ekspresinya sangat rumit


"Itu ... apa yang dia lakukan?" Whitey yang kembali sadar melihat 'kegiatan' Xiang Yu


"Dia akan memakan itu." Rin menjawab pelan sambil menahan rasa mual yang akan keluar

__ADS_1


"Sungguh? Apa kau serius tentangnya?" Luo Xiu terperangah mendengar jawaban Rin


Rin menganggukan kepalanya, beberapa hari bersama Xiang Yu dalam perjalanan misi dia memiliki sedikit pemahaman tentang Pria itu. Orientasinya terhadap makanan sedikit menyamping.


Dia harus mengakui walaupun monster, itu masih daging yang luar biasa nikmat.


"Beberapa restoran mewah bintang satu sampai bintang tiga menggunakan daging monster sebagai menu utamanya." kata Irine tampaknya ia tidak terlalu terkejut. "Banyak penggemar makanan yang mengatakan, kalau daging monster lebih lezat dan lebih mengandung energi."


Irine menghampiri Xiang Yu dengan pensaran, tapi hanya mendapatkan udara dingin. Baginya sangat jelas kalau Pria ini sangat marah padanya.


Dia diabaikan begitu saja, baru kali ini dia diperlakukan seperti itu oleh seorang pria. Biasanya pria manapun akan luluh hanya dengan melihatnya.


Xiang Yu berbeda.


Bukan saja dia mengabaikan Irine, dia juga memberikan tatapan permusuhan seakan dia tidak menginginkan kehadiran Perempuan itu. Itu juga yang membuat Irine semakin berani mengganggunya.


"Pergilah pengganggu." kata Xiang Yu nada kesal


"Apa kau masih marah tentang tadi?" balas Irine sambil tersenyum


"Pikirkanlah!" Ia mendekati Irine berdiri satu langkah di depannya. "Tolong jangan ganggu aku, aku terlalu malas melihatmu."


"Kalau begitu aku akan mengganggumu." Irine melangkah sambil tersenyum


Mereka berhadapan dengan sangat dekat, satu inchi lagi mereka bisa saja berciuman. Bahkan sekarang mereka bisa merasakan deru nafas masing-masing.


Xiang Yu berpikir kesialan macam apa yang dia temui hari ini. Pertama, mangsanya diambil oleh Perempuan ini, Kedua Perempuan ini menjadi begitu gila daripada Yu Ji, dan Ketiga senyum Perempuan ini sungguh menyebalkan.


"Aku akan memberimu lima puluh gold dan izinkan aku meninjumu sekali."


Irine tertawa mendengar pernyataan Xiang Yu, Pria ini, sungguh benar-benar unik. Orang lain mengagumi wajahnya yang cantik, sementara dia, Xiang Yu, ingin membeli wajahnya untuk dijadikan karung tinju.


"Aku bayar mukamu seratus gold untuk sekali tamparan."


"Deal!"


Xiang Yu langsung setuju begitu saja seolah harga dirinya hanya seratus gold. Seperti orang tidak tahu malu dia menyiapkan diri, sebuah pelindung berwarna biru tipis menyelimuti tubuhnya.

__ADS_1


"Gold frist and you can puch now."


Sekali lagi Pria ini sungguh membuat Irine tertawa lepas sampai-sampai dia memegangi perutnya sendiri dia bener-benar menyukai Xiang Yu sekarang.


__ADS_2