
Membuka pintu perlahan, ruangan tampak gelap karena minimnya pencahayaan, bau buku usang memenuhi ruangan. Xiang Yu melihat Pria di depannya yang sedang membaca laporan, Pria itu tidak berubah walau sudah dua belas tahun dari ingatannya saat masih kecil.
Merasakan kehadiran Xiang Yu, Pria itu mendongak sambil mendesah pelan. Tidak tau apa yang dipikirkan Pria itu, matanya mengungkapkan perasaan bersalah tapi tidak bisa berbuat banyak. Sementara Xiang Yu menunjukan ekspresi dingin saat mereka tatap muka.
Hening sejenak ....
"Apa kau sudah lama?" tanya Pria itu. "Duduklah, tunggu beberapa saat untuk semuanya berkumpul." Ia kembali membaca buku laporan dengan tebal 5 inc itu
Tidak banyak berkata, toh Xiang Yu malas membalas perkataan Pria itu. Ia merasa terlalu menjijikan untuk melihatnya apalagi disini, diruangan yang menyisakan mereka berdua.
"Tuan," sosok gadis muncul nafasnya tersengal-sengal, itu Rin wajah cantiknya penuh dengan keringat. Sampai dia melihat Xiang Yu matanya melebar tidak percaya.
"Ti-tidak mungkin, tidak mungikin, tadi kau tidak ada dibelakangku dan kau ketinggalan jauh!" Gadis itu tersenyum gila melihat Xiang Yu sedang duduk santai
"Eh, Gadis gila, kau tampak kelelahan. Kemari duduk dulu sini," Xiang menepuk-nepuk sofa dengan wajah polos. "Aku tidak menyangka kau datang begitu cepat."
"K-kau!"
Rin tampak akan meledakan sekarang, namun setelah melihat tiga orang datang ia berusaha tenang. Tiga orang ini termasuk jajaran atas School Magic and Knight, tidak usah diragukan lagi, mereka bahkan memiliki julukan masing-masing.
Misalnya Luo Xiu, dia dijuluki Flame Emperor karena kekuatan pedang api crimsonny yang luar biasa. Lalu disebelahnya Whitey, Super Warrior karena fisiknya yang besar dan kekutannya yang kuat, dia bisa menahan segala serangan salama tameng ditangannya. Dan yang terakhir, mawar sekolah Knight and Magic, Alice Kayla, dia spesialis dalam penyembuhan dan serangan element kayu ... ngomong-ngomong dia setengah Elves.
"Sepertinya semua disini." Pria itu berdiri. "Aku tidak melakukan basa-basi, aku punya lima slot untuk pergi Zona Monster. Tentu saat kalian disana finansial kalian terjamin, seratus gold perorang untuk perjanan ini dan saat sampai kalian memiliki asrama yang menampung kalian berlima." Ia memandang mereka berlima sambil bersandar di tepi meja. "Kalian tahu sendiri bahaya yang akan dihadapi, aku tidak memaksa kalian."
"Untuk apa kami dikirim ke sana, Kepala Sekolah Nie Yan." Tanya Alice sambil mengangkat tangannya
__ADS_1
"Kalau kau ingin aku berbicara kasar, kalian akan menjadi pranjurit garis depan. Dan, kalau kau ingin aku berbicara halus, kalian akan menjadi prajurit terhormat." balas Nie Yan membuat jeda sejenak lalu tersenyum. "Mana yang kau pilih?"
"Kalian bisa memutuskan sendiri ikut atau tidak,"
"Aku tidak keberatan soal perjalanan ini." seru White, ia orang pertama yang tidak memiliki keluhan. "Bagaimana pun, Zona Monster merupakan tempat pelatihan nyata yang cukup ekstrim."
"Aku setuju, Brother Lil White ini." Luo Xiu mengangguk setuju. "Terlalu membosankan latihan dengan boneka tempur."
Dua orang setuju begitu, sementara dua gadis yang memikirikan dengan keras pro dan kontrak pergi ketempt yang berbahaya itu. Hanya Xiang Yu yang tampak tidak peduli dengan tawaran tidak berguna itu.
Setelah beberapa saat para gadis itu mengangguk setuju, hanya tinggal Xiang Yu yang belum memutuskan.
"Aku tidak keberatan. Toh, Ibu sedang disana." Xiang Yu juga ikut lagipula akademi ini cukup membosankan menurutnya.
Duke Nie Yan menghela napas.berat. "Baiklah, pemberangkatan kalian besok pagi, persiapkan barang yang perlu hari ini." Dia melihat arlojinya dan tersenyum. "Yap, waktu makan siap sudah hampir habis, kalian bisa membubarkan diri." Sambungnya sambil mengambil kembali buku laporan, tapi berbeda judul
"Oh ya, Xiang, aku perlu berbicara sebentar denganmu."
Saat Xiang Yu ingin keluar dia dipanggil kembali oleh Duke Nie Yan. Ia berbalik melihat Duke Nie Yan dengan dingin.
"Apa?" Katanya datar. "Aku harus tidur siang, cepat berbicara."
"Sepertinya kau membenciku juga," ujar Duke Nie Yan. "Aku tidak punya hal-hal lain, aku hanya ingin melihatmu yang tumbuh besar sekarang."
"Kalau kau ingin melihat Xiang Yu yang polos dan imut, yang mengagumi dirimu, kau bisa pergi tidur dan mimpi indah." cibir Xiang Yu, Amarahnya ada dipuncak saat melihat Pria itu. "Kau, Pria sialan yang pernah kulihat. Saat Ibu sekarat oleh serangmu, kau hanya menatap dingin dan tidak berperasaan berusaha melindungi Wanita L*cr itu yang tersenyum bahagia."
__ADS_1
Ingatan masa kecilnya diputar kembali seolah baru kemarin ia mengalami masa itu. Ia ingat Ibunya ditarik paksa dan dilempar keluar dengan keras.
Xiang Yu kecil yang didekap erat, berusaha memahami sesuatu, tapi hanya satu yang pasti Wanita dibalik Pria sialan ini tersenyum puas penuh kemenangan.
"Aku bodoh saat itu—"
Tidak sempat menyelesaikan perkataanya, tinju keras Xiang Yu langsung mendarat di pipi orang yang disebut 'Ayah' itu. Amarahnya menggebu-gebu saat melihat Duke Nie Yan terkapar dilantai. Ia menduduki tubuh besar Duke Nie Yan sambil menarik kerah kemejanya.
"Ini untuk IBUKU!" Tinju kerasnya mengenai pipi kanan Duke Nie Yan. "Kau hidup dengan penuh glamor dan keistimewahan, sementara Ibuku kedinginan di jalanan!" Tinju terakhir mengenai tulang lunak hidung
Nafas Xiang Yu tidak teratur karena amarah, dia mengutuk keras Pria yang ada dihadapannya ini. Tidak peduli itu kepala sekolah atau orang yang disebut ayah. Di hadapannya hanya Pria sialan yang membuang istrinya bagaikan barang.
"Kau pikir menyelesaikan ini semua hanya dengan maaf!?"
"Kami hidup disana, berjuang untuk hidup. Sementara kau, tertawa dengan segelas anggur ditangan menikmati pesta!"
Kanan, kiri, kanan, kiri. Ia meninju tanpa jeda dengan kuat menghancurkan wajah tampan Duke Nie Yan.
Terlihat Duke Nie Yan sediri tidak mau melawan, Pria itu pikir itu memang pantas, dia sudah memikirkan hal terburuk tentang ini juga.
Ini amarah yang ia pendam selama belasan tahun, dan sekarang, dia meninju Pria yang dulu pria yang pernah ia panggil Ayah itu dengan bebas.
Sampai amarahnya merasa reda, dia kembali sadar lalu menghela nafas dalam. Setelah itu melihat Duke Nie Yan sudah tidak berbentuk manusia lagi.
"Kuaifikasi apa yang membuatmu berbicara maaf itu mudah?"
__ADS_1
Dengan hati yang puas dia melangkah keluar ruangan.