Pieces of Hope

Pieces of Hope
Mari Kita berteman!


__ADS_3

Tes pertama berjalan lancar, itu hanya tes pengukuran kekuatan setiap individu lalu diberi label sesuai kekuatan yang ditampilkan dengan menggunakan Stone Power. Jelas dalam lebel ini memiliki peran khusus yang akan memisahkan antara yang unggul dan tidaknya.



Untuk Xiang Yu dia tidak ingin repot-repot untuk menunjukan kekuatannya, dia berfikir untuk membodohi semuanya dalam tes ini sehingga dia mendapatkan nilai sedikit dibawah rata-rata.



'Alangkah baiknya kalau aku bisa menjadi karakter figuran biasa dalam sekolah.'



Ini adalah ide awalnya dia, namun saat kekuatannya terekspos sebelumnya beberapa orang dengan karakter protagonis memperhatikannya.



Ya, terutama Putri Yu Ji, putri dari Viscount Yu Xinggjuan dan memasuki wanita tercantik seperti Regina Elice yang ia temui. Dua wanita tercantik ini jelas menjadi perbicaraan hangat saat tes masuk berselang dan beberapa dari lelaki bahkan nekat untuk mengungkapkan perasaannya.



Saat mereka bertemu kontak mata di ruang tunggu Yu Ji tersenyum hangat kepada Xiang Yu, hanya saja Xiang Yu langsung membuang mukanya seolah dia memang tidak tertarik dengannya.



Diruang tunggu kloter pertama yang berisi seratus orang sedang menunggu untuk melakukan tes kedua, yaitu tes akademik.



"Tes selanjutnya adalah penilaian akademik, silahkan memasuki ruangan dan duduk di tempat yang kami sediakan kami sudah membagikan kertas untuk tes akademik ini diatas meja." Seorang guru memberi informasi diruang tunggu dengan suara yang kencang



Saat memasuki ruangan Xiang Yu menempati tempat duduk di paling pojok kiri. Ia melihat soal yang ada di kertas yang di atas meja lalu menaruhnya kembali.



"Aturan saat tes akademik ialah tidak ada niatan mencontek dalam menjawab jawabannya dan apabila terdapat jawaban yang sama nama perserta itu akan dicoret langsung dinyatakan gagal."



Xiang Yu merasa soal ini tidak mudah untuk dijawab, hanya saja dia perlu memikirkan alasan yang pasti dalam jawabannya ini.



Pertama, dalam menggunakan kekuatanmu apa kau akan melindungi orang lemah tidak bersalah?



Tentu saja dia bukan pahlawan yang memiliki perasaan hal seperti itu.



Kedua, Apa kau akan meninggalkan kawan seperjuanganmu saat hidup dan mati dipertaruhkan?



Mungkin dia harus memilih opsi ekstrim seperti 'mari kita mati bersama sialan!'



Ketiga, apa kau percaya dalam kejahatan dan keadilan?


__ADS_1


Itu adalah hal tabu yang biasa kita bicarakan, kebaikan akan selalu berjalan bergandengan dengan kejahatan.



Tiga soal menjebak bagi orang yang memiliki idealisme pasti memiliki jawaban yang biasa seperti orang lainnya bercita-cita menjadi seorang pahlawan pasti memiliki jawaban yang sama.



Selama setengah jam tes berakhir dan kertas soal yang berisi jawaban dikumpulkan menjadi satu untuk diperiksa. Para calon murid menungu namanya disebutkan untuk melakukan tes akhir.



"Sebelum itu, unuk murid yang dinyatakan lulus nanti tolong segera menuju ruang tunggu tes berikutnya di ruang latihan pertempuran. Sekarang saya akan mengumumkan siapa saja yang lolos di tahap ini." Suara pengawas itu bergema membuat suasana menjadi menegang. "Pertama, Gilbert Wilson! Kedua, Eve Rose! Ketiga, Xu Huang! ...."



Dari seratus orang sekarang hanya tersisa dua puluh lima orang yang akan melanjutkan sesi terakhir dan nama Xiang Yu berada paling terakhir dalam daftar itu!



Xiang Yu mengikuti rombongan ke ruang tunggu lainnya.



"Halo!"



Seorang wanita energik dengan senyum hangatnya menyapa Xiang Yu, dia adalah Yu Ji yang selalu memperhatikan Xiang Yu seolah dia sangat tertarik padanya.



"Apa?" Xiang Yu menjawab dengan dingin sambil melihat Yu Ji dengan malas




Ruangan menjadi sunyi ... bahkan untuk rombongan yang baru datang dengan Yu Ji pun terbengong mendengar perkataan Yu Ji.



"Tunggu, aku lebih suka pria, maksudku aku seorang gay!"



'Alasan macam apa itu?!!!! Apa kau mengakui kalau kau gay! Aku masih suka melihat wanita yang memiliki semangka, melon, dan bakpao!!!' Batinnya berteriak kencang saat tidak dapat memikirkan alasan yang cocok untuk menolaknya secara langsung.



Para calon murid memandang rendah Xiang Yu saat dia secara acak mebuat alasan yang tidak masuk akal.



"Kenapa? Gaypun bisa berteman dengan wanita, bukan?"



Wanita ini aneh ... ya jelas aneh, dia seperti tidak peduli dengan krumunan yang melihatnya dan mendekatkan wajahnya kepada Xiang Yu sehingga mundur beberapa langkah karena panik.



"Mm... sepertinya kau memang gay, ya." Yu Ji mengelus dagunya sambil melihat Xiang Yu dari atas kebawah. "Mm... tak apa, aku ingin berteman denganmu!" Dia tersenyum lagi sambil memegang tangan Xiang Yu.

__ADS_1



Ini pemaksaan sepihak!



Wanita ini jelas memiliki motif sendiri mendekati Xiang Yu bahkan dia tidak ragu-ragu memegang tangan Xiang Yu dan terus tersenyum pada saat yang bersamaan.



"Oh ya, siapa namamu?" Yu Ji bertanya sambil melihat Xiang Yu lagi



"Xiang Yu." Suara Xiang Yu sedikit bergetar jelas dia tahu dia sedikit malu diperlakukan seperti ini dan ia hanya membuang mukanya lagi



"Hahaha kau pria yang lucu ya." Yu Ji tertawa melihat wajah merah Xiang Yu. "Mm... apa kau ingin menjadi lawan tandingku nanti? Ku dengar selain melawan pelatih pertempuran, kita bisa membuat permohonan untuk pertandingan sesama calon siswa,"



Senyum pada wajah Yu Ji sekarang terlihat menyeramkan seperti Iblis yang menyamar menjadi malaikat, dia melihat Xiang Yu seperti mangsanya dan siap untuk menerkamnya sekarang juga.



Xiang Yu melihat senyum Yu Ji entah kenapa merasa takut di dalam dirinya sendiri membuatnya tanpa sadar menelan ludah sendiri.



"Karena kau diam saja, aku akan menganggap mengiyakan kali ini!" Yu Ji tertawa kecil sambil menutup mulutnya lalu melihat Xiang Yu dengan senyum cerah lagi.



"Tunggu! Ini pemaksaan sepihak, aku jelas akan menolaknya!" Xiang Yu berusaha menjauh dari Iblis yang menyamar ini yang membuat dia diperhatikan tajam karena cemburu dan iri oleh calon murid yang mengidolakan Yu Ji.



"Ooh? Sayangnya tes akan dimulai sekarang,"



Tidak lama seorang pengawas tes pertempuran memasuki ruang tunggu dengan pakian armor lengkap.



"Untuk kalian yang lolos tes akademik, saya ucapkan selamat dan selamat datang di tes terakhir yaitu tes pertempuran yang akan menentukan kalian dapat lolos atau tidak. Mungkin kalian tau, kalau di kota ini School Magic and Knight adalah cabang pertama yang didirikan, jadi untuk tes pertempuran ini akan ada di tes langsung oleh pelatih tertinggi di School Magic and Knight yang ada di Emperor. Mungkin, kalian bisa di tempatkan disana kalau saja memenuhi kriteria beliau."



"Tidak usah banyak membuang waktu lagi, kalian dipersilahkan masuk."



Pintu perlahan terbuka, tangan Xiang Yu menghalau cahaya menyilaukan dari ruangan latihan itu.



Saat pandangannya terfokus lagi, seorang ksatria putih berdiri sambil megangi pedangnya ... aura wibawa dan rasa hormat terasa disekitar ksatria itu. Dibalik topeng ksatria yang menutupi wajahnya, mata tajamnya melihat calon murid dengan ganas.



"Baiklah, tes pertempuran akan dimulai!"

__ADS_1


__ADS_2