Pieces of Hope

Pieces of Hope
Reedion and Night


__ADS_3

"Kalau Kakek menanyakan soal itu, apa aku harus menanyakan pada Sang Dewi?" Xiang Yu membalas sambil memasang poker face



Kakek itu tertawa dengan keras sesekali menepuk pahanya, jelas Xiang Yu tidak serius menjawabnya. Lalu dia duduk disamping Xiang Yu melihat para murid yang sedang berlatih tandig menggunakan pedang kayu.



Tatapannya penuh kekosongan, seperti sedang kengenang sesuatu yang pahit dalam hidupnya.



"Aku ingat. Disini dulu hanya sekolahan tidak terurus dan hanya memiliki beberapa siswa untuk diajarkan dan sempat ditutup lalu dibuka kembali. Tapi semua murid yang lulus memilikir karir yang cukup gemilang. Baik dari bidang militer, politik, dan seni semuanya hampir terkenal. Salah satu yang paling menonjol dulu adalah Duke Nie Yan dan Dukess Zhao Yufei,"



"Dua orang yang dijuluki Taring Ritania ini sangat menakutkan dalam peperangan. Nie yan yang dijuluki Flame Emperor dan Yufei sebagai Grand's Magister sangat ditakuti para musuh saat dulu bahkan sampai sekarang."



Kakek itu berhenti sejenak mendesah pelan sambil memejamkan matanya seolah mencoba mengingat sesuatu dalam kepalanya yang berisi rambut putih panjang.



".......Sekarang, perbedaan sangat jelas, tidak ada yang menonjol dari mereka semua."



Xiang Yu melihat Kakek itu tidak menunjukan apa-apa, tidak berbicara dan terus mendengarkan dengan seksama tentang turunnya keterampilan murid-murid yang diterima sekolah ini. Seolah Tidak ada hal yang membanggakan lagi disini.



Ia juga tahu kalau murid disini memang tidak ada standar tinggi sama sekali bahkan orang yang memasuki jajaran ranking sekalipun. Sebagai orang yang beringkarnasi juga mengerti kalau keterampilan sihir dalam dunia ini sungguh ketinggalan.



Jadi Xiang Yu meresponnya hanya anggukan pelan mendengar cerita yang terus berlanjut. Tidak ada kisah yang tidak Kakek itu ceritakan. Pahitnya berjuang saat sekolah bobrok hingga yang direformasi menjadi sekarang ini.



"Kau tahu semua. Seolah kau yang mengajar mereka ketimbang kau seorang yang hanya tukang bersih disini."



"Hahaha masa jabatanku sudah usai. Tidak adalagi, aku hanya ingin bersantai daripada mengurus anak-anak nakal."


__ADS_1


"Ya. Setidaknya untuk orang tua seperti anda 'Mungkin' akan menakuti para siswa."



Kakek itu menyadari sinisme Xiang Yu. Kekuatan yang berusaha ia tekan ke tingkat paling normal hingga diangga manusia normal sungguh menyulitkan tapi dengan pandangan Xiang Yu berhasil diketahui.



"Kakek benar. Karena manusia akan terus menurun dalam keterampilan sihir. Akan kutunjukan Kakek sesuatu."



Xiang Yu mengumpulkan Sihirnya di telapak tangannya, perlahan menciptakan dua sosok kecil berwarna hitam dan putih seperti peri. Tapi bentuk seperti itu lebih tepat seperti spirit alam yang tidak bisa terlihat maupun dirasakan.



"Reedion dan Night."



Kedua spirit itu terbang mengelilingi Xiang Yu menyebarkan cahaya emas dan hitam. Kakek itu kelihat sedikit mengangkat alisnya dia tidak mengerti pikiran Xiang Yu saat menciptakan Reedion dan Night.



"Fungsi dari mereka. Reedion untuk melihat segalanya 'Mata Tuhan' baik dimana aku berada dan objek yang aku lihat dari yang terkecil hingga terbesar akan langsung dikirim langsung kedalam otakku."




"Night, akan menyimpulkan pilihan terbaik yang akan dipilih olehku saat Reedion menyampaikan ke otakku atau aku secara alami melihatnya. Tidak termasuk kedalam tindakan bunuh diri dan hanya berfungsi menganalisis dalam pertempuran pengguna."



Kakek itu mengelus dagunya meneliti sosok kecil dihadapannya lalu berpikir sejenak tentang efek dari penjelasan Xiang Yu. Secara akal sihir hanya satu skill yang dapat melakukan itu hanya saja metodenya sudah menghilang.



Walau bukan skill tipe pertempuran dia juga tahu kalau dengan penglihatan 'Yang Maha Tahu' dan penyimpulan yang terbaik dalam terpempuran itu sudah cukup mengubah arus perang baik besar maupun kecil. Dengan kedua skill itu Jendral tertinggi dapat memutuskan perintah secara langsung dengan tepat dalam peperangan.



"bagaimana aku mengetesnya?" Kakek itu menguapkan auranya yang megah sambil tersenyum acuh tak acuh



"Silahkan." Xiang Yu mengeluarkan aura hitam kemerahan sambil tersenyum juga.

__ADS_1



Sementara Reedion and Night hilang di angkasa, Xiang Yu menghempaskan gelombang kejut yang langsung mengenai Kakek itu hanya saja itu mudah ditahan tanpa bergerak sedikitpun.



"Kau harus hati-hati dengan tulang tuamu itu." Xiang Yu langsung menghentakan  dengan kecepatan hypersonic dan langsung meyerang. "Tinju Naga Gaya Kesatu!"



Boom!



Serangan luar biasa membuat gelombang kejut lainnya, membuat orang yang latihan melihat kearah mereka berdua. Ketika, serangan lurus Xiang Yu berhasil ditahan dengan satu tangan saja.



"Haa, kau terlalu semangat anak muda. Aku akan memulainya dengan dengan 20% kekuatanku!"



Kakek itu mendorong Xiang Yu menjauh, saat kehilangan keseimbangan dan fokus Xiang Yu, ia menyerang dengan sangat halus karena kecepatan yang melebihi suara.



Sayangnya, dengan bantuan Reedion and Night serangan itu mudah diketahui jadi Xiang Yu mudur beberapa langkah untuk menghindar. Seketika,  pertarungan menjadi sengit kembali saling menyerang dan bertahan. Para murid yang melihat pertarungan mereka menghentikan aktivitasnya dan menyaksikan duel yang sangat menakjubkan.



Semakin lama Kakek itu bertarung dengan Xiang Yu, dia merasakan aura yang padat dan menindasnya sedikit membuat gemetar.



Melihat gerakan menghindar fleksibel dan terus tahu arah serangan yang Kakek itu lancarkan Xiang Yu bisa menghindar semua dengan mudah sambil menyerang balik Kakek itu.



——— Antara banyak orang yang melihat kegaduhan ini, Duke Nie Yan melihat dari balik jendela kantornya.



"Dia masih sangat muda, bisa mengimbangi Kakek tua itu."



Walau suaranya acuh tak acuh tapi ekspresinya menunjukan kehangatan.

__ADS_1




__ADS_2