
Xiang Yu tidak dapat menolak Yu Ji bahkan dia harus pasrah dengan keadaan saat ini yang semakin membuatnya terus digoda oleh Yu Ji.
"Ya, aku tidak terbiasa dengan kata penyambutan dalam hidupku. Jadi, bisakah kita mulai?" Ksatria itu menyiapkan pedangnya dan berjalan menuju sudut lapangan
Pengawas sudah memegangi daftar nama peserta yang sudah disiapkan dan mulai menyebutkan satu persatu nama yang di dalam daftar.
"Pertama! Edwin Douglas!"
Seorang pria tinggi dengan wajah mengantuk memasuki lapangan latihan ia tidak membawa senjata sama sekali untuk melawan ksatria itu.
"Apa kau ingin memulai memulai tanpa memakai senjata sama sekali?"
"Aku spesialis dalam meninju," Edwin menjawabnya dengan malas seolah dia ingin menyelesaikan tes ini dengan cepat. "Apa kau akan memulai atau tidak? Kau tahu aku mengantuk."
Ksatria itu menghela nafas panjang sambil menyiapkan pedangnya.
Keduanya sudah bersiap untuk menyerang, hanya saja mereka menunggu kapan yang menyerang pertama untuk memulai pertandingan ini. Karena Edwin tidak menunjukan gerakan untuk menyerang Ksatria itu memutuskan untuk maju terlebih dulu.
Saat jarak Ksatria itu dan Edwin bertemu gelombang kejut tercipta, pedang yang hendak diayunkan Ksatria itu tertahan oleh gerakan Edwin yang tiba-tiba.
"Cukup bagus," Ksatria itu memuji Edwin. "Tidak jarang ada yang dapat menahan seranganku." Tambahnya seraya mendorong Edwin menjauh dan mengejar kembali
Saat Edwin kehilangan keseimbangan, kerah baju ditangkap oleh Ksatria itu dan hendak membantingnya ke tanah, tetapi sayang gerakannya dihentikan lagi.
Edwin menggunakan momentum Ksatria itu untuk menyerang balik melalui celah terkecil dekat ketiak dan langsung meninju Armor besi itu.
Sekarang giliran Edwin yang memulai serangan dengan celah terbuka jelas dari serangan sebelumnya dia meninju pinggang Ksatria itu dengan kuat hingga badannya pun mengikuti arus tinju Edwin.
Xiang Yu yang melihat rangkaian gerakan Edwin tidak bisa, tidak mengangguminya gerakan yang terlihat acak seperti itu ternyata mengandalkan momentum musuh untuk menyerang balik.
__ADS_1
'Gerakannya sangat halus saat menghalau serangan pertama dan kedua tadi, tetapi kalau saja dia tidak bisa memprediksi serangan mana yang akan ia terima, aku takut dia akan kalah dengan mudah.'
Saat jarak terbuka dari pukulannya tadi ia langsung menempel lagi pada Ksatria itu, membuat serangkaian serangan cepat di titik buta membuat Edwin semakin leluasa menyerang.
Ketiak, leher, pangkal paha, dan pinggang dia seperti melilit Ksatria itu dengan serangannya.
'Aku tidak tahu bela seni apa ini, hanya saja yang menarik darinya adalah kecepatan serangan yang mencegah orang menyerang lebih dahulu ... aku menduga dia tidak sekedar membaca serangan yang akan datang, dia juga memprediksi setiap serangan yang akan datang dari Ksatria itu.'
Xiang Yu melihat pertarungan yang semakin panas sampai pada akhirnya Ksatria itu berhasil menahan serangan Edwin.
"Kau tampak menikmati, kan?"
Tanpa angin apapun Edwin menunduk ketanah sambil memegangi perutnya menahan rasa sakit.
Xiang Yu yang melihat kejadian inipun mengerutkan keningnya, masalahnya adalah kecepatan tangan dan gerakan Ksatria itu tidak normal sama sekali.
Menurut analisisnya dibutuhkan kecepatan yang diluar nalar untuk melakukan hal seperti itu, bagaimana tidak? Pertama Ksatria itu mundur dengan cepat menciptakan jarak kecil lalu menyerangnya dengan kecepatan yang tidak bisa dilihat orang biasa.
"Mm... itu gerakan tipuan yang sangat berbahaya,"
""Ada juga yang lainnya, dia tidak hanya serangan tipuan, aku yakin dia tidak menunjukan kekuatan aslinya dalam hal kecepatan dan kekuatan."
Xiang Yu melihat Yu Ji yang sedang bergumam pelan. Sepertinya dia serius melihat pertarungan ini bahkan matanya pun menajam.
"Ya, kau benar," Xiang Yu mengangguk pelan
Saat Edwin dipindahkan pengawas siap memanggil nama berikutnya lagi untuk memulai tes ini.
__ADS_1
.....
Semua bakat khusus muncul satu persatu di dalam tes pertarungan ini dan dinyatakan lulus, bahkan untuk seorang wanita yang elegan dan cantik seperti Yu Ji dan Regina Elice pun menjadi sosok yang barbar diatas arena sana.
Kalian dapat berfikir saat wanita yang biasa menjaga sikapnya berubah menjadi liar disana, memukuli Ksatria itu dengan ganas seolah bukan saja kecantikannya saja yang menyegarkan mata. Tetapi, dibalik itu terdapat sosok yang menyeramkan yang membuat Xiang Yu ketakutan.
Terlebih semua penonton akhirnya tahu, kalau dewi mereka sama jahatnya dengan monster yang kamukflase.
'Aku pernah berfikir, kalau saja Ibu adalah orang yang menakutkan dalam hidupku ... sekarang aku yakin semua wanita sama saja menakutkannya!'
'Sekarang aku dalam masalah besar! Yu Ji pasti akan menyeretku dan memukuliku saat dia bosan, kan?'
Semua citra wanita cantik, elegan, dan mura senyum hilang saat melihat Yu Ji memukuli Ksatria itu tanpa ampun dengan kekuatan sihirnya. Tidak! Dia yakin Yu Ji hanyalah Penyihir jahat yang menyenbunyikan dirinya.
Bahkan setelah keluar dari arena pertempuran dia memakai senyum cerah lagi sambil berjalan anggun melewati krumunan. Terutama dia senyum kepada Xiang Yu yang semakin membuat Xiang Yu mundur beberapa langkah kebelakang.
Sampai nama Xiang Yu dipanggil, dia merasakan tatapan seseorang dari podium yang semakin menganggunya.
"Xiang! Kau harus semangat! Ingat kita akan jadi teman sekelas,"
Suara Yu Ji terdengar jelas sambil tersenyum cerah menyilaukan untuk yang melihatnya. Tetapi, itu berbeda bagi Xiang Yu ... itu adalah senyum horor yang mengatakan 'Kita akan bertemu lagi cepat atau lambat .... Little Shit'.
Para penggemar jelas iri kepada Xiang Yu, mereka juga ingin disemangatkan oleh dewi mereka sendiri, hanya saja mereka hanya menatap tajam sambil mengutuk Xiang Yu secara diam-diam.
"Mohon bimbingannya, Master!" Xiang Yu memberi hormat lalu menyiapkan pedangnya
Ksatria itu mengangguk pelan sambil melirik pedang Xiang Yu. "Ya. Mari kita mulai sekarang,"
Saat jarak mereka bertemu bentrokan padang di tengah-tengah arena menyiptakan gelomang kejut yang lumayan besar.
__ADS_1