
Prolog.
"Aku bukan penjahat dalam kehidupan ini. Aku melakukan apa yang ingin aku lakukan, karena dalam kehidupan ini tidak memiliki pilihan." — ???
Zona Monster.
Orang bilang adalah tanah terkutuk.
Wajar banyak orang yang berkata seperti itu. Tidak salah, karena daerah ini berisi jutaan jiwa manusia yang mati entah itu sebagai pahlawan, seorang pecundang, ataupun penjahat yang bercampur dengan para monster.
Anehnya banyak orang yang membanggakan diri dengan pergi kesana untuk mempertahankan hidupnya sendiri atau alasan untuk bertambah kuat.
Tentu, banyak warga biasa maupun para Ksatria yang terhormat mau mendapatkan pamor secara singkat melalui berbagai macam cara, namun di Zona Monster adalah satu cara tercepat dari segala cara yang ada.
Hanya saja, itu fatamorgana.
Nyatanya setiap kali atau setiap menit akan ada nyawa melayang dalam kelompok saat memusnahkan monster.
"Kau seharusnya tahu, monster disini cukup kuat dan memiliki sedikit kecerdasan bukan?" Salah satu seorang ksatria yang membawa panah. Dia mencabut anak panah yang tertancap kedalam tubuh Troll, monster besar yang seperti kadal namun memiliki duri besar dipunggungnya.
"Ya tentu, maaf, aku mengacaukan semuanya." jawab Seorang yang membawa perisai dan pedang satu tangan. Dia tampak bersalah kepada timnya.
"Lupakan, Luo Ming. Semuanya selamat, kita ada untuk bahu-membahu!"
Archer itu bernama Luo Ming, dia menatap orang yang membalasnya, lalu berbalik dengan dingin tanpa berkata.
"Kumpulkan jarahan sebagai bukti kita menaklukan mereka!"
"Ya bos!"
"Ya!"
...
Dalam kelompok sepuluh orang, mereka konsisten membantai para Troll dengan mudah dan cepat. Dengan serangan formasi yang solid dan rotasi yang saling melengkapi mereka seperti sekolompok pembantai.
"Ketua Lei, waktu sudah sore, kita harus mencari tempat aman."
Seseorang bawahan melapor stuasinya.
Ketua Lei melihat kearah matahari, ia tahu dengan masuknya malam hari para monster akan lebih ganas dan menggila tetutama saat mencium bau darah.
"Ayo pergi, kita akan melanjutkan besok ke dalam desa troll." ucap Ketua Lei. Ia menyarungkan pedangnya dan berjalan berbalik setelah melihat anak buahnya sudah mengumpukan bukti pembunuhan. "Wei An, pastikan belakang aman, kita tidak tahu para troll akan datang lagi atau tidak, kota sudah terlalu banyak membunuh mereka." Ia melirik Wei An yang sedang membersihkan Dagger dari darah.
__ADS_1
"Tentu."
Keterampilan Wei An adalah melacak dan pembuhan instant, ia cocok untuk mengintai serta serangan diam-diam. Dengan ketarampilannya ia bisa memastikan peluang hidup rekan timnya bisa aman.
Ditambah dengan kemampuannya yang bisa mehilangkan hawa keberadaan semakin lengkap sebagai seseorang Assasin.
"Hui An, kau harus bisa mengandalkan tameng dan reflekmu, saat kau lengah antara hidup dan mati adalah seperti benang tipis, jangan sampai kau diam atau terkejut untuk beberapa saat itu akan membahayakan." tegas Ketua Lei, ini adalah moment saat para anggotanya meneri ceramah rutin setelah pertempuran. Sebagai ketua kelompok, ia harus memastikan keselamatan anggotanya.
"Kau, Yao Yao, saat kau ragu melemparkan sihirmu karena tertutup, cari celah dengan bagian atau sasaran lain untuk mengurangi tekanan Hui An." Ia menengok kepada Seorang gadis yang memegangi tongkat sihir.
"Luo Ming, targetkan daerah vital saat kau menembak! Aku sudah berulangkali mengingatkanmu!"
...
Banyak sekali PR yang harus dibenahi Ketua Lei, jujur mereka adalah siswa Akademi yang bahkan baru beberapa minggu berjalan di tanah ini.
Para murid akademi ini datang untuk merasakan langsung perbedaan monster yang ada di dunia luar Zona Monster dan di Zona Monster. Tentu akan banyak akademi yang akan datang nanti, karena perjalanan mereka sungguh jauh pastinya terlambat.
Sesampainya di basis Okoron, kelompok Ketua Lei datang ke bagian managemen guild terdekat untuk melaporkan misi.
"Aah, akhirnya aku dapat hidup tenang kembali." Hui An berkata dengan nada riang. Ia duduk di bangku sambil meregangkan tubuhnya. "Yao Yao, apa kau ingin berjalan-jalan nanti?"
Yao Yao melirik Hui An dengan senyum riang juga. "Kalau kau ingin pergi jalan-jalan, pergilah, sekalian pergi yang jauh." Senyum yang diiringi nada yang dingin membuat Hui An mendesah.
"Itu lebih bagus, kau mengerti hal yang harus kau ketahui."
Melihat Ketua Lei datang dengan sekantong uang besar, anak-anak Akademi ini sungguh bahagia melihatnya.
Pembagian hasil secara merata adalah suatu kewajiban karena mereka semua berkontribusi dalam pembunuhan itu.
Tak selang beberapa menit ketua Lei datang dan duduk. Ia melihat sekelompok pemuda yang mengenakan seragam Akademi.
"Sepertinya kita kedatangan rekan baru." Dalam diam Wei An melirik kelompok itu
"Bukannya kau terlalu provokatif?" Hui An dengan pelan
"Apa? apa perlu aku menyambut mereka?" Wei An tertawa kecil. Tentu ia tahu bagaimana yang lebih baik, itu hanya ungkapan becandanya saja.
Nyatanya, setiap orang kuat menatap kelompok itu merasakan sesuatu yang dingin dipunggung mereka. Hawa keberadaan yang menakutkan diiringi sebuah rasa intimidasi.
Dengan adanya kelompok itu dalam Guild, semuanya hening, tidak ada ucapan provokatif atau tatapan menghina dari mereka semua.
"Kita sudah selesai, ambil bagian kalian masing-masing. Besok kita akan latihan individu dilapangan." Ketua Lei menyerahkan masing-masing gold. "Jangan sampai Telat!"
__ADS_1
Dia pergi begitu saja, meninggalkan yang lainnya.
"Hai, Jenius. Apa kau ingin latihan Ekstra?" Wei An memanggil Luo Ming. "Tentunya ada komisi."
Luo Ming melirik Wei An. Dia tahu tentang apa yang dimaksud, bahkan sekelas Zona Monster akan selalu ada yang namanya pertarungan ilegal.
Bagaimanapun, itu adalah hal yang lumrah dimasyarakat, pertarungan yang disukai karena hadiah yang tinggi.
"Tenang, kau akan menemui orang kuat disana " Wei An berusaha menyakinkan Luo Ming. "Arti menjadi kuat adalah melawan orang kuat, kalau kau memegang pemikiran suci, ya kau boleh menolak, namun kau harus berpikir realistis, di medan perang kekuatan dan otak yang di dampingi hal suci akan membuatmu lemah di depan musuh." tidak ada yang salah dari perkataan Wei An, mungkin di pertarungan resmi semua orang kuat ada untuk partisipasi hanya saja itu tidak semuanya terlibat.
Setelah memikirkannya dengan lama, Luo Ming mengangguk pelan. "Ayo pergi, aku ingin tahu bagaimana pertarungan ilegal itu dilaksanakan."
Wei An tersenyum tipis disudut bibirnya, ya, setidaknya ini akan seru.
Oh ya, kalau Luo Ming akan bertarung dia mungkin akan bertaruh kepada Luo Ming. Hal yang mendasar, karena ia tahu kemampuan asli orang tersebut.
"Baguslah!"
Mereka berdua berjalan keluar kantor Guild.
Luo Ming dituntun Wei An ke restoran terkenal di kota Zona Monster. aneh melihat Wei An terlihat akrab dengan rute yang bahkan orang lain tidak dapat berpikir 'Apakah disini ada pertarungan ilegal?'
Dengan menuju kearah toilet, Wei An menekan salah satu tembok.
Sebuah pintu rahasia yang dihiasi batu cahaya disetiap sisi lorong.
Hawa dingin dan samar-samar teriakan keras terdengar.
"Apa kau yakin?"
Wei An menatap dengan provokatif dan nada merendahkan sambil melirik Luo Ming.
(Maaf aku menghilang selama setahun... Haa, setelah aku baca ulang, sungguh memalukan.
Ya, memalukan dengan banyak plot hole yg banyak. S*al, apa aku harus menjelaskannya di next Book?
Oh ya, Arc itu terdiri dari beberapa Chapter bisa 1-30 tergantung isi yang ingin ku sampaikan serta point dalam masalah yang ingin dibahas.
Satu lagi, dalam Arc ini bukan hanya dari sudut pandang Protagonist aja, tapi bisa dari sampingan atau Villains itu sendiri, karena aku terinspirasi dari kata-kata "Kita Adalah Villains dalam kehidupan orang lain."
sekian terima kasih, saya akan melanjutkan Novel ini, dan oh ya On going aku akan merilis novel lain jg genre MMORPG, maybe... ditunggu aja intinya sih...)
(Dan lagi, saya ingin sekali untuk menyelipkan suatu Gambar di setiap Arc entah 2/3 tergantung berapa pentingnya aku mendeskripsikan karakter dan suasana tersebut, agar pembaca dapat merasakan, namun novelku kurang laris, jadi aku mengurungkan niat itu karena memakan biaya.)
__ADS_1