
Pagi-pagi Xiang Yu sudah bangun dan bersiap untuk bekerja lagi, setelah pamit dengan ibunya ia langsung bergegas.
Menulusuri santai setiap distrik, sambil melihat para petualang, cuaca cerah yang sangat membahagiakan. Bahkan ada beberapa orang pinggiran yang menyapa Xiang Yu, dan Xiang Yu membalasnya dengan senyum hangat.
Tidak ada yang tahu sebuah anomali besar terjadi di tengah kota. Sebuah lingkaran energi berwarna hitam muncul dan semakin membesar, sebuah tangan raksasa keluar dari sana disusul kaki lalu menampakkan wujudnya yang menyeramkan sambil berteriak keras yang menyiptakan gelombang kejut.
Hampir semua bangunan di tengah kota runtuh seperti sedang disapu.
Awan kabut meninggi, banyak korban yang berjatuhan karena tidak siap dengan bencana seperti ini.
Suasana semakin kacau, banyak orang berlari untuk menyalamatkan diri mereka sendiri, perasaan dominasi seperti itu sudah membuat orang akan mematung saat melihat eksistensinya.
Xiang Yu tidak dapat membantu, napasnya berderu kencang, matanya terbuka lebar, kakinya seolah-olah tertancap kedalam tanah, dan tubuh sudah merasakan hawa dingin yang menyebar. Saat melihat adegan seperti tadi sudah menguras nyalinya.
Dia hanya seorang Porter, orang yang bertugas mengangkut barang para petualang, dan selama memasuki hutan dia tidak pernah sekalipun melihat monster seperti ini.
Monter itu mengumpulkan bola energi di mulutnya yang semakin padat dan besar. Melemparkannya secara tidak langsung mengarah pada Xiang Yu.
"Sial bergeraklah!"
Xiang Yu memukul kakinya berkali-kali rasa takutnya sangat dominan, setelah melihat bola energi yang meluncur kearahnya dia berusaha mati-matian untuk berlari.
Ledakan besar tidak dapat dihindari, Xiang Yu terpental keudara karena area ledakan yang kuat itu hingga membuat kawah yang dalam. Semua penglihatannya sudah kabur tertutup darah, setengah badannya tertimpa puing-puing bangunan.
Nafasnya semakin berat— sementara itu untuk menggerakan satu jaripun tidak bisa, dia hanya bisa melihat sebagian kota hancur, dan beberapa petualang terkenal mulai bermunculan unuk menghentikan monster itu.
"Apa aku akan mati"
'"Sungguh menyedihkan, bukan? Aku bahkan tidak bisa membuat ibu bahagia. Bagaimana perasaan Ibu setelah melihat anaknya mati seperti ini?"
"Ciih! Aku memang anak yang memalukan."
Perlahan matanya tertutup, sebuah ingatan terlintar dalam otaknya, semua hal dia melihat dirinya sendiri sedang bertarung seekor naga hitam yang kuat.
Ingatan itu terus mengalir hingga menyebabkan otaknya panas, mengerang kencang terus menerus sambil memegangi kepalanya yang kesakitan.
Ingatan dari kehidupan sebelumnya, terlihat jelas di hadapan wajahnya, seolah-olah dia melihat kembali dirinya dimasa lalu. Semua informasi tentang Ilmu beladiri, mantra sihir, penilitian, dan memasak dalam kehidupannya yang dulu ingat dengan sekejap!
Di akhir ingatannya, seorang wanita muda cantik dengan rambut terurai mengulurkan tangannya kepada Xiang Yu sambil dibarengi senyum hangat. Sementara Xiang Yu hanya melihatnya dengan heran sambil berusaha menjaga kewarasannya. "Kau seharusnya sudah bangun, kan?"
__ADS_1
Mendengar kalimat itu Xiang Yu langsung tersentak.
Tubuhnya dipenuhi dengan kekuatan yang meluap-luap berwarna emas.
"Setelah waktu berlalu, aku tidak tahu, apa aku dibangunkan kembali atau dilahirkan kembali. Sial, dewa ataupun dewi selalu memegang nasib makhluk rendah sepertiku."
"Tetapi, dengan semua ingatan ini, itu sudah membantuku,"
Saat kembali sadar struktur tulang mulai memperbaiki diri dengan Vitalitas yang menggebu-gebu seperti itu dia bisa pulih dengan cepat. Selanjutnya dia mulai menyingkirkan puing-puing yang menutupi setengah badannya.
Setelah menyingkirkan puing-puing itu, Xiang Yu melihat sekitar, keadaan yang memperhatinkan di pusat kota.
Tidak jauh dari Xiang Yu berdiri, seorang wanita menggunakan jubah penyihir tergeletak sambil berkata pelan. "Tolong ... Tolong aku...", Xiang Yu bergegas memeriksa kondisinya Luka besar terlihat dipinggulnya membentuk bulatan besar, membuat genangan darah disekitar.
Wajahnya sudah pucat, dia diambang kematian sama seperti Xiang Yu tadi
"Karena aku PRIA sejati yang berbudi luhur, aku akan menyelamatkan Gadis ini."
Cahaya emas menyelimuti tubuh gadis itu, segera luka yang ada ditubuhnya mulai meregenerasi dengan cepat, lalu memulihkan keadaannya walau tidak sepenuhnya.
Wanita itu membuka matanya, mengedipkan matanya berkali-kali melihat visinya yang kabur semakin jelas. "Terima Kasih!" suaranya masih pelan, walau begitu dia masih menunjukan senyum cerah. "Aku harus memusnahkan Behemoth!"
Dia berusaha berdiri sambil memegangi lukanya, melihat monster yang bernama Behemoth itu matanya semakin tajam.
Setelah mendengar perkataan Xiang Yu, wajah Gadis itu memerah, tangannya mengepal erat. "Kalau Behemoth tidak dihentikan akan semakin banyak korban yang akan berjatuhan!"
"Kau seperti anak kecil dengan pola pikir seperti itu. Aku sudah menyelamatkanmu, lalu kau ingin mati lagi, jadi tolonglah hargai usahaku!" balas Xiang Yu dengan dingin menatap Gadis itu. "Ya sudahlah, pergi-pergi," tambahnya sambil memberikan isyarat untuk pergi
"Kau!!!" mata Gadis itu semakin tajam. "Selamat tinggal! Aku berhutang nyawa, kalau kita bertemu sekali lagi aku akan mebayarnya dengan segala yang kumiliki!"
"Buat apa kau berbicara seperti itu? Padahal kau akan mati lagi, sigh aku menyesal menyelamatkanmu."
Xiang Yu melempar pandangannya sambil menyilangkan tangannya, seolah-olah dia sudah tidak peduli gadis itu.
"Kau!" wajah Gadis itu semakin memerah, seperti tidak mau menghabiskan waktu oleh Xiang Yu, Gadis itu langsung terbang kearah area pertempuran.
"Hump! Entah kenapa gadis jaman sekarang dikasih hidup malah meminta mati."
Xiang Yu melihat kearah pertempuran kembali, melihat Behemoth tertekan secara alami Monster itu langsung melebarkan sayapnya lalu terbang menjauh. Instingnya seperti hewan, saat merasa kuat dia akan mendominasi dan saat terpojok dia akan lari terbirit-birit.
__ADS_1
Bagaimanapun, itu sudah cukup untuk mengakhiri pertempuran yang mengerikan pada hari ini.
Tanpa basa basi Xiang Yu memilih pulang kerumahnya, walau hanya pusat kota yang terkena dampaknya Xiang Yu masih khawatir dengan Ibunya.
Dia berlari kencang sampai dirumahnya, Ibunya sedang berdiri di pintu sambil memegangi dadanya, wajahnya mengeras dengan keringat dingin di wajahnya.
Melihat baju Xiang Yu yang berumurwn darah, Ibu Xiang Yu tidak dapat menahan air matanya, dia bergegas kearah Xiang Yu walau harus terpincang-pincang.
"Ibu! Kumohon jangan memaksakan dirimu!" Xiang Yu menenang Ibunya sambil tersenyum kecut
Tangan Ibunya meraih pipi Xiang Yu dan berkata :
"Bagaimana aku bisa tenang! Anakku yang tersayang dalam bencana besar, sementara aku hanya menonton anakku mati."
Suasana menjadi sungguh emosional karena Ibu Xiang Yu yang terisak-isak.
"Tenang-tenang ibu, kalau kau semakin nangis aku takut wajah cantikmu akan semakin berkerut," saat Xiang Yu melontarkancandaan seperti itu, Ibunya langsung berhenti lalu mencubit pinggul Xiang Yu dengan keras.
"Apa masalahnya! Walau aku sudah keriputpun aku masih Ibumu, kau tahu!"
"Ah ya ya, ampun!" Xiang Yu meringis kesakitan sambil mengusap pinggulan. "Ibu tolong tutup matamu, aku mempunyai hadiah untukmu?"
"Apa? Saat kritis seperti ini pun kau punya hadiah?!" Ibunya jelas kaget apa yang dia lakukan ditengah kota hanya tuhan yang tahu, tetapi karena itu anaknya dia mengikutinya.
"Jangan mengintip,"
Sebuah cahaya emas kemerahan menyelimuti tubuh Ibu Xiang Yu, setelah Xiang Yu memegang tangan Ibunya.
Perasaam hangat dan menenangkan.
Warna kulit ibunya kembali seperti dulu, mengungkapkan putih susu mengkilap, energi dalam tubuhnya pun semakin terus meningkat dengan cepat, membuatnya pulih ke keadaan awalnya.
Ibunya tampak sangat muda dan energik dengan wajah yang cantik, mata yang indah, serta tubuh mana yang ramping siapapun pria itu akan jatuh cinta melihat Ibu Xiang Yu.
"A-apa yang kau lakukan, Nak!" melihat kondisinya yang sudah pulih Ibu Xiang Yu, menutup mulutnya seolah-olah tidak percaya dengan dirinya sendiri.
"Rahasia!" Xiang Yu hanya tersenyum polos dan menjawab dengan ambigu. "Aku yakin kedapannya kita tidak akan kesulitan." kata Xiang Yu pelan.
Melihat anaknya yang masih berumur pertengahan 15 tahun hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum bahagia.
__ADS_1
Kebahagiaannya sudah tercukupi, dengan melihat anaknya selamat dari tragedi besar, sementara bonusnya adalah tubuhnya sudah pulih kembali.
Bagaimana dia harus membalas kebaikan anaknya? Sementara, Dia hanya bisa menyampaikan kasih sayang seorang ibu saja.