
Setelah menempuh setengah hari perjalanan, Xiang Yu dan rombongan sampai dipemberhentian pertama di kota utama. Kota utama ini cukup ramai oleh pedagang karena di kota ini adalah pembehentian terakhir untuk sampai ke kota kerajaan.
Ngomong-ngomong kota ini namanya Yellow Spring, Xiang Yu dan lainnya sedang mengisi logistik mereka dikota ini. Sebab setelah melewati kota ini untuk sampai dikota selanjutnya mungkin sampai malam, ya itu yang dikatakan kusir kereta.
Mereka berlima sedang beristirahat disebuah bar. Meja mereka cukup ramai, dengan uang seratus gold cukup memenuhi satu meja dengan makanan.
Mengobrol santai sambil berbagi pengalaman mereka masing-masing. Tapi untuk para wanita seperti Alice dan Rin, pengalaman tiga orang cabul tidak berguna.
"Hais saudaraku, kau memiliki selera yang buruk," Whitey mendesah wajahnya sangat kecewa saat melihat Luo Xiu gagal menggoda seorang wanita. "Taruhan akan tetap sama, satu gold perorang. Nah, sekarang giliranku." Whitey berdiri, ia berjalan kearah seorang wanita yang cantik sedang meminum tehnya
Sementara Xiang Yu dan Luo Xiu yang melihat dari kejauhan melihat Whiey dengan penasaran.
"Menurutmu apa dia akan berhasi?" tanya Xiang Yu
"Kemungkinan, kau lihat mereka sedang mengobrol ... sigh dia memakai trik pendekatan perlahan." Luo Xiu terlihat pasrah melihat Whitey, ia mengambil satu koin dari Alice dan menaruhnya dimeja, sepertinya dia memang pasrah dalam game ini.
Sebenarnya para lelaki cabul ini sedang memainkan sebuah game, dimana mengharuskan mereka berkenalan dengan wanita. Adapun sistem penilaiannya, mereka harus mendapatkan nama, berpegangan tangan atau salaman, dan ... paling ekstrim pelukan.
"Sialan, dia sedang berpegangan tangan!"
Tampaknya kekalahan Luo Xiu sudah dipastikan, dia benar-benar berwajah gelap sekarang setelah Whitey memegang tangan gadis cantik itu sambil tersenyum penuh kemenangan saat kembali ke meja. " Aku benar-benar sial, aku kehilangan saat pertama kali taruhan."
"Sekarang giliranku!" kata Xiang Yu. "Persiapkan gold kalian, aku yang akan menang di game ini."
"Aku mendoakanmu kalah~"
"Sigh~ keberuntunganmu tidak akan lebih tinggi dariku!"
Saat Xiang Yu ingin berjalan kearah gadis yang ia targetkan. Sebuah keributan terdengar di pintu bar. Dia berbalik dan melihat apa yang terjadi.
Disana, enam petualang sedang melihat kebawah. Seorang gadis menunduk dibawah lantai sambil mengis.
Tapi semakin Xiang Yu melihatnya, semakin buruk perasannya.
Masalahnya, gadis itu hanya mendapatkan kutukan dari enam petualang itu. Pembericaraan mereka pun sengaja diperkeras supaya seluruh bar mendengarnya.
"Kumohon Tuan, bantu aku, kumohon ambil uang ini dan selamatkan desaku!" Gadis itu menangis, wajahnya kotor dipenuhi ingus. "Desaku akan hancur, Tuan, Kumohon." Desaknya ia masih tidak ingin pergi sama sekali
"Diam! Apa kau tidak lihat kami sedang makan!?" bentak salah satu petualang itu
"Ta-tapi ... bukankah Engkau ingin menolongku? Yang lain sudah menolak. Kumohon .... tidak ada waktu lagi,"
Gadis itu terlihat lesuh, menunduk kepelanya dengan putus asa. Lalu sampai seorang petualang menghampirinya.
__ADS_1
"Bahkan kalau kau ingin membayar dengan tubuhmu, aku takut tidak ada yang mau menerima permintaanmu!"
"Aku mengerti..."
"Aku bisa 'menghangatkan kasurmu' nanti,"
Tatapan para petualang seperti anjing liar yang menemui betina, mereka menjilat mulut mereka yang meneteskan air liurnya. Betapa brengsek dan hina orang seperti itu, membuat Xiang Yu ingin mencongkel mata dan menarik lidahnya lalu memotong lidah mereka menjadi bagian terkecil dengan pisau ****.
Gadis itu benar-benar bertemu jalan buntu, para petualang tertawa keras-keras memandang rendah kehidupan lemah dihadapannya. Petualang itu melihat gadis dihadapannya setelah ia meminum birnya, lalu berkata: "Walau pun kau menjadi budak sekalipun, itu tidak akan cukup."
"Tapi .... kumohon,"
Dengan kegigihan Gadis itu terus bertanya lagi dan lagi, dia tahu kalau hasilnya sama saja. Tapi dia tidak ingin menghancurkan harapan desanya.
"Kau menjengkelkan!"
Petualang itu menarik sang Gadis dengan kekuatannya, matanya dipenuhi kemarahan. Dia mengangkat tangan kanannya mengayunkan kuat.
Namun.....
Sebelum petualang itu menampar Sang Gadis, sebuah tangan menghalanginya.
Tatapan membunuh dari Pria muda yang muncul entah dari mana membuatnya gemetar. Tangannya yang dipegang Pria muda itu tidak bisa terlepaskan, walaupun sudah memakai tenaga yang besar.
Puchi!
Tinju keras Pria muda itu dengan mudahnya menerbangkan petualang yang jelas tentang kekuatannya.
"Apa kau tidak apa-apa, Nona?" suara Pria muda itu sungguh menenangkan, tentunya ia pun membantu Gadis itu berdiri dengan meraih tangannya. "Kau tidak perlu bersujud kepada orang brengsek seperti itu lagi," Pria itu mengambil selembar kain disakunya
"Tu-tuan...."
Gadis itu masih mencerna stuasi yang berubah secara tiba-tiba, dia tidak mengerti dan masih tersentak kaget.
"Jangan panggil aku seperti itu, panggil aku, Xiang Yu." Pria muda itu tersenyum. "Bersihkan wajahmu, itu terlalu ..." Ia menyodorkan sapu tangannya
Para petualang di bar menjadi diam, mereka tentu tahu siapa petualang yang Pria muda itu tinju. Jiao Peng, itu namany, petualang yang baru dipromosikan menjadi peringkat A+ disetiap keterampilannya.
Tidak ada yang berani dengan Jiao Peng, tapi Pria muda yang muncul dari antah berantah berani meninjunya dengan keras.
"Kau ********!!"
Jiao Peng tampaknya akan mengeluarkan sekumpulan asap saat mendengus. Tatapannya dipenuhi marah dan malu, ia jelas tidak menerima penghinaan seperti itu.
__ADS_1
"Aah, maaf-maaf, tanganku kepeleset." Xiang Yu menggaruk kepalanya sambil tersenyum bodoh
Jiao Peng benar-benar marah kali ini, dia mengambil pedang yang ada dipunggungnya lalu berlari kearah Xiang Yu. Kecepatan Jiao Peng bukan main-main ia langsung berada dihadapan Xiang Yu. Tebasannya sangat kuat dan cepat, tapi dihadapan Pria muda itu, serangan Jiao Peng hanya menebas angin kosong.
Tentu, Xiang Yu memanfaatkan moment untuk memeluk pinggang Gadis itu sambil menghindar. Ini dua syarat sudah terpenuhi kemenangan mutlak, itulah yang dipikirkan, pertama pegangan tangan dan kedua pelukan.
"Tidak cukup!"
Perbedaan keduanya jelas, reaksi Xiang Yu melebihi satu detik untuk melihat lintasan dari serangan Jiao Peng.
Berapa kalipun Jiao Peng menyerangnya, Pria muda itu bisa menghindar dengan langkah sederhana.
"Kenapa... kenapa aku tidak bisa mencapaimu!?"
Di dalam kegilaan Jiao Peng, dia menyerang dengan membabi butai, terus dan terus, menghancurkan setengah bar tapi masih sia-sia. Semburan energi kasar ia keluar dengan upaya bisa merobek Pria muda itu menjadi dua dan menggatung kepalanya di pintu bar.
Tapi yang ia rasakan adalah Pria ini mempermainkannya, dia menghindar sambil memeluk seorang gadis seperti orang yang berdansa.
"Terlalu buruk~" kata Xiang Yu, tatapannya terfokus pada Jiao Peng.
"Kau!!!"
Jiao Peng akan meledak sekarang, tekanan tak terlihat memenuhi seluruh bar. Ia tidak segan untuik mengeluarkan semua kekuatannya.
Bahkan walaupun ia harus mengorbankan nyawanya, cukup untuk membunuh Pria ini untuk menghilangkan rasa malu.
Ini serangan pamungkas Jiao Peng, dia mengeluarkan seluruh kekuatannya.
Tapi...
"Game Over."
Pria muda itu memukul perut Jiao Peng hingga tertunduk lemas, bahkan baju besi yang dipakainya pun bengkok karena pukulan itu menyisakan tanda kepalan tangan.
Tidak sampai disitu, Pria muda itu menerkam wajah indah Jiao Peng dan menghantamkan ke lantai dengan keras hingga tertanam di tanah.
Senyum dingin terbentuk diwajah Pria muda itu setelah terkena semburan darah dari mulut Jiao Peng.
Dia menikmati dirinya meninju wajah lawannya tanpa perlawanan. Para petualang yang menonton berkeringat dingin melihat adegan tanpa ampun itu. Terlebih senyum yang merobek wajah itu, seperti iblis, mungkin kalau wujudnya bukan manusia para petualang itu akan menjerit takut.
"Aah~" Pria itu mendesah setelah menarik tinjunya yang masih dipenuhi darah segar. "Ya, sangat menyenangkan, sungguh, apa ada yang mau?"
Xiang Yu mendongak, pandangannya menyapu sekeliling, tentu saja para petualang yang mengigil ketakutan lebih memilih keluar dari bar.
__ADS_1