
Dengan perlahan Xiang Yu membuka matanya, visinya yang sedikit kabur mengharusknnya mengucek mata lalu berkedip beberapa kali. Ini desa pemberentian pertama, tidak jauh lagi dari kota Black Stone setelah melewati desa berikutnya.
Dia terbangun karena suara pedagang yang ramai menawarkan barangnya.
Melihat keluar gerbong, ia dapat melihat gerbong para saudagar yang penuh akan barang. Pria muda itu terus memperhatikan kegiatan para pedang itu dengan bosan.
Sebenarnya kota Black Stone adalah kota netral jadi banyak pertukaran yang berbagai macam dari negara lain. Baik itu dari buah-buahan, peralatan tempur, dan perhiasan kota Black Stone menjadi poros pertukaran barang itu.
Tentu, menjadi kota netral harus meningkatkan keamanan di kota agar tidak menimbulkan 'konflik'.
"Woi, mau makan siang ga?" Luo Xiu menepuk pundak Xiang Yu yang sedang melamun. "Kalau kau ingin mencari makan sendiri Alice bakalan kasih duitnya."
"Tentu, aku ingin mencari sesuatu." balas Pria muda itu sambil mengangguk. "Tan, menta gold."
Alice melihat Xiang Yu, tatapannya yang setajam silet mem buat Xiang Yu keringat dingin. "Satu gold, aku memberimu satu gold."
"Ayolah lima puluh gold, aku ingin mencari peralatan masak." Xiang Yu mengeram tidak puas sambil melihat Alice dengan mata yang memohon. "Tante, ya ya..... kumohon pleaseee."
"Stop! Berhenti bilang TANTE! Aku masih muda tau!" Alice merasa geram dengan sebutan Tante yang melekat padanya saat di desa Emilia. Sejak dirinya bermain dengan beberapa anak kecil, dia disebut tante daripada kakak. "Sepuluh gold! Tidak bisa naik lagi."
"Ya mba!"
Alice memberi lima gold dengan enggan. Dia masih geram dengan sebutn TANTE seperti itu, maka setelah memberi gold pada Xiang Yu dia mendengus.
"Kalian jangan lupa kita akan berkumpul kembali di disini." kata Alice, Gadis itu menatap sekilas temannya
"Ya Tante~" Mereka bertiga menjawab saat yang bersamaan.
Xiang Yu melihat Luo Xiu dan Whitey berjalan munuju bar terdekat, sementara Alice dan Rin sibuk melihat batu mulia yang indah. Dia sendiri melihat lapak-lapak pedagang yang ramai dengan orang. Berjalan sebentar, langkahnya menuntunnya entah kemana menulusuri jalan.
"Hai, kembali!"
Seorang penjual makanan berteriak kepada seorang gadis kecil yang mencuri ubi dan roti. Ia mengejar dengan sekuat tenaga menerobos orang-orang yang menghalangi jalannnya. Wajahnya sangat geram oleh Gadis kecil itu.
Sayang sekali kalau Gadis malah menabrak Xiang Yu secara tidak sengaja. Dia mengeram kesakitan sambil memegangi kepalanya lalu melihat kebelakang, kearah penjual yang munyusulnya.
"Tuan— Ah, akhirnya kau tertangkap bocah sialan ini."
Tangan kecil gadis itu dipegan dengan kuat, dia diangkat dengan satu tangan. Melihat wajah yang merah karena marah Gadis kecil itu berusaha memberontak dengan kuat.
__ADS_1
Gadis kecil itu diseret paksa, ia berusaha menggerakan badannya, memutar ataupun mengenjang sekalipun tidak membuahkan hasil.
***
Disebuah gang yang gelap, ditanah yang lembab dan bau busuk yang menyengat.
Gadis itu tergeletak, matanya membuka menutup nafasnya pelan. Tubuh kecil yang penuh luka lebam karena pukulan membuatnya mengerang kesakitan saat dia berusaha untuk duduk ditanah yang basah.
Rambut peraknya yang panjang kotor karena lumpur, mata biru terangnya yang indah itu menatap langit gelap yang dipenuhi bintang.
Tangannya mengeluarkan suhu dingin ektrim yang dapat membekukan tanah.
"Ibu bilang, aku anak yang pintar dan cantik. Tapi, kenapa Ibu membuangku? Ibu bilang, aku orang yang hebat. Tapi kenapa Ibu menganggap tidak berguna? Padahalkan aku tidak salah apa-apa ..... ya, aku hanya dianggap monster dimata mereka, sampai-sampai aku ingin dibunuh."
Gadis itu bergumam dengan kesedihan hidupnya.
Saat ia menundukan kepalanya, seseorang berdiri dihadapannya. Ia mendongak perlahan sampai mata mereka bertemu. Itu adalah orang yang ia tabrak tadi saat melarikan diri tadi.
Kenapa dia disini? Apa dia akan memukulku seperti Penjual tadi? Tunggu.... aku ingin mati. Ya.... biarkan aku mati. Pikirannya menjadi gila saat Pria itu berjongkok dihadapannya, mata yang menatapnya dengan dingin.
"Siapa namamu?" Pria itu bertanya, nadanya sangat datar seolah tidak memiliki emosi
"Elysia Ethiru." Gadis itu berbicara dengan sisa tenaganya
Pertanyaan sepele ini membuat Gadis itu membuka matanya lebar-lebar. Dia melihat Pria itu untuk beberapa saat, tidak peduli apa, dia benar-benar ingin hidup tapi bukan kehidupan yang seperti ini.
"Ya, aku berusaha untuk hidup." Elysia mengangguk pelan melihat Pria itu. "Tuan, apa kau ingin aku menjadi 'pelayan'mu?"
"Ikutlah denganku." Pria itu menyodorkan tangannya
Tangan kecil dan letiknya itu menggenggam Pria itu, dia melihat Pria itu dengan penasaran apa dia tidak jijik menggenggam tangan kotornya.
"Namaku Xiang Yu. Kau harus memanggiliku Kakak Xiang nanti."
Gadis itu hanya mengedipkan matanya dengan wajah yang bingung. Sejenak ia ragu-ragu sebelum mengangguk pelan.
"Ini, bersihkan wajahmu." Xiang Yu memberikan sapu tangannya. "Kita akan membeli beberapa pakaian yang layak nanti."
Elysia mengambil sapu tangan itu, membersihkan wajahnya yang kotor oleh lumpur.
__ADS_1
Xiang Yu melirik sebentar, melihat Gadis itu, kulit yang putih mulus walaupun Gadis itu tampak terawat ditambah dengan wajahnya yang imut.
"Terima kasih." Gadis itu mengembalikan sapu tangan Xiang Yu
"Tidak usah dipikirkan, simpan itu." Xiang Yu sedikit tersenyum.
Kruuuk~
Suara perut gadis itu bunyi cukup keras membuatnya tersipu malu dan memalingkan wajahnya. Dia berharap Xiang Yu tidak mendengar sesuatu yang memalukan itu.
"Apa kau lapar?" tanya Xiang Yu melirik ke Gadis itu yang diam-diam mengangguk. Ia menuntun Gadis itu ke sebuah restoran yang cukup istimewah dari segi interiornya.
"Ayo masuk."
Menuntun Gadis itu masuk kedalam, orang-orang yang di dalam melihat mereka dengan jijik. Tentunya Gadis itu hanya menundukan kepalanya menghindari tatapan dari orang sok elitis
Duduk di salah satu meja kosong, Xiang Yu berinisiatif untuk memanggil pelayan. Dan seorang pelayan pria datang dengan enggan.
"Tolong, saya ingin—"
"Saya minta maaf Tuan, kami memiliki peraturan dimana seorang gelandangan tidak bisa masuk disini dikarenakan dapat 'menggangu' pelanggan." Pelayan itu menyela dengan wajah bersalah, dia melihat Elysia yang duduk dibangku.
"Aku punya enam gold tolong sajikan makanan yang terbaik." Xiang Yu tidak menerima alasan seperti itu, dia menyodorkan goldnya begitu saja dimeja.
Jumlah yang begitu banyak!
Harga rata-rata di restoran ini hanya sekisaran sepuluh hingga dua puluhan silver. Tapi Pria ini mengeluarkan enam gold dengan entengnya.
"Tuan, tolong tunggu." Tentu sebagai pelayan dia mengerti peluang, ia pergi ke ruang managernya.
Tidak menunggu lama, Pria klimis dengan kumis tebal terawat menghampiri Xiang Yu. Seperti para pedagang lainnya, senyum menghiasinya seakan melihat domba gemuk.
"Maaf palayankan saya tadi, tuan." Dia menunduk memberi hormat. "Enam gold ini cukup untuk membeli semua hidangan yang luar biasa dan sangat nikmat." Pria itu mengambil gold Xiang Yu dengan cepat. "Aku Merchant Alvian, menjamu Anda secara khusus."
Alvian menepuk tangannya, serangkaian pelayan berbaris mendorong troli makanan. Satu, dua, tiga..... itu bahkan lebih dari sepuluh.
Para pelanggan menatap meja Xiang Yu dengan tidak percaya, makanan yang memenuhi meja itu sungguh menggoda selera. Yang membuat masaloahnya adalah semua makanan iu tidak ada di buku menu.
"Makananlah." kata Xiang Yu pada Elysia dengan pelan.
__ADS_1
Gadis itu melihat Xiang Yu dengan tidak percaya. Dia seperti menerima mukjizat yang benar-benar istimewah.
Walaupun Gardis itu malu-malu ia memakanan dengan lahap dengan mata yang bersinar. Dia tidak memperdulikan orang yang melihatnya makan dengan cepat dan rakus. Sementar Xiang Yu memakan Steak dengan perlahan, melihat perut gadis itu membulat kekenyangan membuatnya tersenyum.