
Xiang Yu terbangun dari tidurnya. Di sebuah ruangan berdinding kayu dan beratap genting yang sederhana. Ia memegangi kepalanya itu masih merasakan nyeri, melihat kesamping, ia menemukan air minum disamping lampu tidur yang berada diatas laci.
Ia meminum air itu, pandangannya teralihkan keluar jendela.
Langit tampak cerah dengan matahari yang bersinar terang dan banyak orang tertawa dibawah sana. Xiang Yu menghela nafas panjang, ia turun dari tempat tidurnya lalu berjalan kearah pintu yang sedikit terbuka.
— Dia berjalan menuruni tangga, sepertinya semua orang siap untuk sarapan.
"Kau seharusnya tidak memaksakan diri." seru Luo Xiu. "Aku tidak mengerti kenapa, namun setelah kau membaca epos itu kau mendadak demam tinggi."
"Ya, sampai-sampai My Princess Ely merawatmu semalaman." cetus Whitey, dia tampaknya sudah akrab dengan Elysia
Xiang Yu tersenyum kecut, dia duduk dibangku yang kosong. Semua sarapan dengan tenang dan sesekali obrolan yang mengundang tawa.
***
Di tanah lapang yang hanya dikeliling rumput hijau dihalaman belakang rumah Mu Yu, sekarang latihan baru Elysia akan dimulai hari ini. Lagipula perjalanan mereka harus berhenti sementara gara-gara dia.
Menurut Xiang Yu menstimulasikan stuasi yang tegang adalah yang paling cocok untuk latihan bertahan.
"Ingat, tugasmu hanya menghindar bagaimanapun caranya."
"Um!"
Si gadis kecil itu tampak bersemangat, ia menyakinkan dirinya untuk serangan yang akan datang.
Xiang Yu berlari kencang kearah si Gadis kecil, pedangnya sudah siap kapanpun untuk dihunuskan.
Dentang!
Serangan horizontal diterima dengan baik, namun si Gadis kecil itu terpental oleh momentum Xiang Yu. Ia menutup matanya saat membuka Xiang Yu sudah hilang.
"Kesalahan pertama, kau seharusnya melihat musuhmu baik keadaan siap maupun tidak siap."
Pria itu muncul lagi dibelakang, melakukan tendangan cambuk kearah pinggang Elysia. Si gadis itu terpental jauh dengan cepat dan kulit halusnya bergesekan dengan tanah.
Seakan tidak memberi Elysia untuk fokus kembali, Xiang Yu berlari dengan cepat menyusul.
Pria itu hendak meninju perut Elysia, namun dengan segala usaha Elysia merubah momentum, mungkin tubuhnya bereaksi tanpa memungkinkan untuk berpikir. Itu bagus, semakin lama pola menghindarnya semakin baik, pengontrolan tubuhnya, dan pembacaan serangan.
Xiang Yu tersenyum melihat si Gadis kecil yang sedang mengatur napasnya, peluh diwajahnya tidak menutupi tatapan tajam penuh akan kosentrasinya.
__ADS_1
"Sepertinya kau semakin terbiasa, Ely."
"Aku tidak berpikir begitu, aku merasa seperti akan mati kalau tidak menghindar."
"Ya, kalau itu menurutmu, mari kita lanjutkan."
Gerakan Xiang Yu semakin meningkat, ia menyerang dengan agresif dan tanpa ampun. Namun, hampir sebagian besar gerakannya ditangkis maupun menghindar, tampaknya hasil latihan mulai terlihat.
Disetiap gerakan Xiang Yu semakin meninggi, dia sekarang menggunakan gerakakan Akrobatik yang indah. Tanpa ampun ia menyerang si Gadis kecil hingga terluka, pelatihan seperti ini terlihat ia ingin sekali membunuh Elysia.
"Eh, aku tidak mengira kalau postur bertahanmu semakin solid dan gerakanmu semakin lincah."
"Ya, ini juga dorongan dari Borther Xiang."
"Ma, kau melakukannya sangat baik."
"Tentu, ayo kita lanjutkan."
"Baiklah kalau kau merasa termotivasi."
Sementara itu, Luo Xiu, Whitey, Rin, dan Alice yang melihat peningkatan tajam Elysia hanya bisa menghela nafas. Mereka sadar kalau saja latihan dengan metode stuasi yang mengancam nyawa itu sungguh bermanfaat.
Menurut mereka postur bertahan si Gadis kecil itu sungguh baik dari waktu ke waktu. Mereka melihat cara menghindar yang sederhana hingga mustahil sekalipun mengingat cepatnya tebasan Xiang Yu.
"Ya. Metode ini sepuluh kali lebih efektif daripada cara pengajaran akademi yang terbilang kaku." Alice mengangguk setuju. Ia masih ingat masalah di sarang manticore yang memicu hal tidak masuk akal.
"Tapi, untuk seperti itu, kita harus mengeluarkan semua kekuatan dan potensi kita untuk berkembang." Rin menghela nafas panjang
"Itu sepadan Rin, kau tahu semua pejuang dan penyihir harus meningkatkan kekuatannya di masa depan. Dunia ini, kekuatan dihormati, kau tahu sendiri." Whitey tampak serius melihat latihan Elysia
Kembali lagi ke Xiang Yu.
Ia tidak berkeringat sama sekali, bahkan tidak terlihat lelah. Sementara si Gadis kecil sudah kehabisan nafasnya, ia tersengal-sengal seakan paru-parunya akan meledak.
"Apa kau ingin berhenti?" tanya Xiang Yu, ia memeringkan kepalanya sambil menyeringai.
Elysia hanya menggelengkan kepalanya, walau sudah mencapai batasnya ia masih ingin bergerak. Otot ditubuhnya berasa sakit yang ngilu.
Seluruh otot yang sebelumnya tidak terpakai itu menjadi aktif sekarang.
"Karena kau ingin melanjutkan akan kuberi saran kali ini. Untuk menghindarmu sendiri tidak ada masalah, namun kau terlalu kaku dalam menghindar. Untuk mengatasi itu, kau harus meningkatkan reaksimu ataupun menebak pola serangan yang akan datang." kata Xiang Yu sambil menyarungkan kembali pedangnya. "Kau harus tahu, mecepatan reaksi cukup mempengaruhi pertempuran satu lawan satu seperti ini. Karena jalur serangan yang akan datang dapat kau prediksikan secara tepat, dalam hal ini kecepatan reaksimu harus lebih 0.5 detik untuk menghindar dengan pasti serangan lawan."
__ADS_1
"Lalu menebak pola serangan itu apa Brother Xiang?"
"Kau perlu stimulasikan bayangan melawan musuhmu dalam pikiran. Dalam serangan pertama pertama musuhmu, cara menghindarinya serangan lawan, dan menyerang balik dengan cepat dan efektif. Kau harus mensimulasi pola serangan yang kemugkinan besar terjadi baik itu sepuluh bahkan hingga ratusan kali."
Walaupun penjelasan Xiang Yu sedikit rumit, Elysia berusaha mencerna dan mengangguk pelan.
"Baiklah, aku akan meberimu contoh." kata Xiang Yu sambil mendesah. "Serang aku dengan kemampuan terbaikmu."
Seperti yang disuruh Elysia berlari kencang ke Pria itu, bersiap untuk menghunuskan pedangnya secara vertikal saat mendekati Pria itu.
Sling
Ujung pedang Pria itu hampir menusuk lehernya, dengan jarak yang dekat seperti itu mungkin lehernya akan tertusuk saat pertarungan nyata.
"Ini namanya menebak pola serangan, aku dapat tahu seranganmu dari mensimulasikan pertarungan denganmu, baik aku menyerang duluan maupun kau menyerang terlebih dahulu." Xiang Yu menyarungkan kembali pedangnya.
"Aku mengerti, itu seperti kita membayangkan pertempuran yang akan terjadi."
"Ya seperti itu. Mari lanjutkan, serang aku lagi."
Dengan perintah Xiang Yu si Gadis kecil itu menyerang lagi dengan pedang esnya, serangannya cepat dan kuat. Namun, serangannya tidak ada yang mengenai tubuh Pria itu sama sekali, dan lagi, serangannya hanya menghindar ke samping dan ke belakang sesekali ia membelokan serangan Elysia. Gerakanya sungguh sederhana, tidak ada gerakan sia-sia dalam menghindar seakan dia tahu arah serangan datang.
"Berhenti." Katanya. "Tadi namanya kecepatan reaksi. Untuk contohnya, kita stimulasikan yang ini dahulu."
Elysia menghentikan serangannya, mundur beberapa langkah, ia memperhatikan semua gerakan tubuh pria itu.
"Sebagai pengingat, kalau hanya menebak secara acak .... aku tidak bisa menyelamatkanmu."
Semburan niat membunuh yang kuat membuat Elysia mundur beberapa langkah. Matanya bergetar ketakutan melihat senyum yang lebar seakan merobek wajah Pria itu. Jantungnya seakan lupa untuk berdetak, dia tidak bercanda kali ini, kalau saja latihan tadi menggunakan niat membunuh yang kuat ini mungkin si Gadis kecil sudah mati dalam serangan pertama.
Di balik senyum gila Xiang Yu, ia menyiapkan pedangnya.
[Sword Aura], [Divine Protection], [Son of Light] — [Percing Slash]
Catatan Author :
maaf aku belum sempat bikin ekstra Chapter, aku sibuk cari kerja yang berpengasilan tetap T_T)/
jadi kang taman cmn dipanggilnya jarang.
btw THANKS YG VOTE KEMARE!!!
__ADS_1
INGET LIKE, COMMENT, LOVE, AND VOTE KALAU BISA SHAREEEE