Pieces of Hope

Pieces of Hope
Hal Klise Yang Ditunggu


__ADS_3

Tubuh si Gadis di selimuti aura biru cerah yang cantik lalu terapung ke udara lalu menyebabkan ledakan gelombang kejut yang kuat.


Suhu udara menurun derastis menyebabkan angin dingin menderu diwilayah itu dengan kuat.


Mata si Gadis kecil itu terbuka dengan cahaya baru, auranya pun berubah drastis saat menapakan kakinya ditanah. Seperti ratu es yang baru saja terbangun, dia menatap sang manticore dengan dingin.


Setiap telapak kakinya melangkah tanah menjadi beku.


Dengan anggunnya ia melambaikan tangannya keatas, ratusan jarum es tercipta dilangit siap untuk dijatuhkan kapanpun sesuai kehendaknya. Namun .... ia menunda itu, ia melihat monster itu acuh-acuh seakan kematian hewan itu sudah ditetapkan.


Tangannya yang diturunkan kebawah membuat hujan jarum es menimpa sang Manticore dengan kejam dan bengis. Siapapun yang melihat ini akan ketakutan yang dalam, masalahnya adalah hujan jarum itu seperti tidak akan berhenti sampai disitu masih ada terus menerus.


Dibalik kabut debu yang tebal, sang Manticore tertusuk diberbagai tempat ditubuhnya tanpa ada celah sedikitpun.


Kejam.


Sebelumnya ia memainkan nyawa si Gadis kecil sekarang dia yang mati.


Absolut Zero memang seperti namanya, si Gadis kecil ini sudah seperti ratu es yang dingin dan kejam.


"Aku tidak mengira ini akan sangat kuat." Elysia bergumam sendiri setelah melihat kekuatannya


——— disana, Alice melihat dengan tidak percaya, ia cukup yakin kalau si Gadis kecil itu sudah mati disana.


Keadaan ini membuatnya terkejut, siapa sangka si Gadis kecil bisa bertahan dengan fisik yang tidak terlatih sama sekali. Dan lagi, es yang muncul, itu tidak wajar dari apa yang kelihatannya dia tahu tantang penyimpangan element yang sangat ekstrim.


Percaya saja tidak cukup, tapi dia melihat kejadian ini langsung yang tidak bisa patahkan dengan argumen kosong tak berguna.


Ia melirik Xiang Yu yang tersenyum puas melihat si Gadis kecil yang terbangun lagi seakan ini adalah hal yang ia tunggu dari tadi.


"Adegan klise yang indah...."


Xiang Yu bergumam pelan melihat Elysia mulai melancarkan serangan kepada para Manticore.


"Apa ini yang ingin kau tunjukan?" Alice bertanya tiba-tiba. Tatapannya masih dingin seperti sebelumnya. "Kalau kau ingin melakukan hal seperti itu, lebih baik kau lakukan sendiri."


"Heeh? Kau tidak mengerti konsep yang diterapkan pada manusia."


"Apa maksudmu?"


"Manusia, makhluk yang tidak lepas dengan harapan. Mereka berdoa dan membuat harapan untuk orang lain maupun dirinya sendiri...."


"Aku tidak mengerti omong kosongmu!" Alice menyela tidak mau mendengar bualan Xiang Yu

__ADS_1


"Harapan dia, Elysia Ethiru, sesuai arti namanya kemerdekaan hidup abadi. Dia ingin menjalani hidup yang baik, tidak seperti sebelumnya dijalanan yang kumuh itu." Pria ini tidak memperdulikan perkataan Alice, dia tetap melanjutkan omongannya. "Untuk tetap hidup, kau harus kuat. Maka aku memberinya harapan untuk hidup dengan menjadi kuat."


Xiang Yu melambaikan tangannya seakan memberi tanda perburuan telah selesai. Manticore yang di bunuh oleh si Gadis kecil ditumpuk menjadi gunung dengan bantuan esnya, kemampuan kontrol sihirnya sungguh luar biasa diusia dini.


"Kau harus tahu, setiap manusia pasti memiliki harapan." Katanya


Senyum tipis menghiasi wajahnya saat si Gadis kecil berlari menghampiri mereka dengan wajah berseri-seri. Dia tidak marah dengan metode latihan seperti ini, mungkin dia pikir ada suatu alasan khusus.


"Apa perasaanmu?" suara Pria yang menyambutnya sungguh ia nantikan.


"Guh... lebih baik dari sebelumnya, Kak!"


Senyum bahagia si Gadis kecil meruntuhkan logika Alice yang mematung melihatnya.


"Aku melihat seorang putri salju dimimpiku, dia tersenyum— cantik saja tidak bisa di deskripsikan. Putri salju itu membawaku ke istanah esnya yng megah...."


Elysia bercerita tentang bagaimana cara dia bisa mendapatkan kekuatannya. Sepertinya dia kembali menjadi anak kecil yang hyper aktif setelah adegan klise itu.


"Baiklah-baiklah, mari kita pulang." Xiang Yu menaruh sweaternya ke pundak si Gadis kecil sambil tersenyum, baju gadis itu sudah robek sana sini, akan terlalu memalukan jika orang lain melihatnya. "Tunggu! Aku lupa mengambil daging Manticore untuk dijadikann bukti."


Xiang Yu turun ke bawah ia berlari menghampiri mayat para Manticore yang saling tumpang tindih. Mengeluarkan pedangnya dari Dimensional Gate lalu mengambil beberapa daging, tanduk, ataupun ekornya.


"Sebenarnya kemampuan apa itu?" Alice yang masih mematung bertanya-tanya kepada dirinya sendiri sambil melihat Elysia. "Aku belum pernah melihat casting penyihir yang begitu cepat seperti tadi."


"Tante?"


Karena dipanggil tante ia kembali sadar dan tersenyum kecut salah tingkah.


"Ely, kau seharusnya memanggilku, Kakak tahu." Alice menjadi khitmad berusaha membujuk si Gadis kecil dengan perlahan. "Coba panggil Kak Alice,"


"Tapi... kata Abang Xiang, manggil tante ke orang yang bawa busur." kata Elysia dengan polosnya


Alice memijat dahinya dan memandang tatapan polos si Gadis kecil. Dia ingin sekali mencubit pipi Elysia dan memeberitahunya, kalau dia tidak setua itu, maka panggil Kakak!


"Baiklah seterahmu saja." Dia benar-benar pasrah dengan gadis kecil ini. "Kemari aku akan menyembuhkan luka lecetmu dulu."


[Flower Heal]


Bunga yang muncul ditanah setelah formasi sihir menghilang sungguh memukau. Bunga itu mengeluarkan bubuk emas lalu menyelimuti tubuh Elysia. Bubuk itu bercahaya disaat proses penyembuhan berlangsung.


Xiang Yu kembali lagi dengan tas terisi penuh oleh daging manticore


"Ayoo pulang!"

__ADS_1


Berjalan pulang, Xiang Yu melirik Alice yang masih penasaran tentang Elysia. Tampaknya gadis itu masih berusaha memecahkan misteri tak berujung.


"Kau ingin tahu siapa dia?"


Mendengar Xiang Yu berbicara Alice secara tidak sadar melirik Pria itu.


"Dia adalah titisan Ratu Es, Absolut Zero." Katanya. "Dia yang sekarang masih tidak mengerti kekuatannya, dimasa depan dia akan membekukan udara dengan hanya melepaskan mananya."


"Absolut Zero?" Alice memiringkan kepala, dia tidak tahu apa itu lagi pula tidak ada catatan yang mendeskripsikan tentang kekuatan itu


"Kau tidak akan mengerti." Xiang Yu melambaikan tangannya, dia terlalu malas untuk menjelaskan masalah hal ini. "Ayo cepat, kita juga harus istirahat."


"Apa kau menyembunyikan sesuatu?" Alice menyipitkan matanya seolah-olah mengintrogasin Xiang Yu. "Cepat beri tahu!


"Tidak, aku lupa deteil tentang kekuatan itu." Xiang Yu menggelegkan kepalanya sambil mengangkat bahu. "Kalau saja ada Ibuku, mungkin dia akan memberitahumu secara rinci."


"Aku tidak percaya itu,"


"Ye, Ibuku itu perpustakaan berjalan dengan IQnya yang tinggi."


"Memangnya siapa Ibumu? Kau tampak membanggakannya sangat tinggi."


"Duke Zhou Yufei."


"Pffft! Hahaha." Alice menyemburkan tawa kencang sambil memukul punggu Pria disampingnya. "Sebaiknya kau tidak bercanda tentang ini. Aku mendengar cerita kalau anak dari Duke Nie Yan dan Dukess Yufei telah mati karena penyimpangan mana."


Xiang Yu sedikit mengerutkan dahinya.


"Cecunguk tua ini... aku ingin sekali menghancurkannya sekarang."


"Haa baiklah kalau tidak percaya, aku tidak memaksa." Xiang Yu menghela nafas panjang seakan nada pasrahnya untuk menyakinkan Gadis itu.


Catatan Author :


Cieeee GA JADI DOUBLE UP~


baiklah turun sampe 15 Like bakalan ada double up


Xiang : Kerja ***! nnti presentasi ke bos soal taman.


Fa : cot Loe! gue dah kirim sketchnya tinggal jelasin doang, mau lu ga muncul lagi di novel gue!?


Xiang : Maap bang

__ADS_1


DUKUNG TERUS DENGAN KLIK LIKE, COMMENT, VOTE, AND LOVEEEEE


__ADS_2