
Jam menunjukkan pukul 5 pagi Rara bangun dari tidurnya yang lelap dalam dekapan Rakha . Dia bangun dari ranjang kamar tidur milik Rakha dan menuju kekamar mandi . Tapi Rakha membuka matanya dan menarik tangannya sehingga membuat tubuh Rara jatuh kedalam pelukannya lagi . Rakha menutup matanya dan bibirnya tersenyum " Biarkan seperti ini 10 menit saja . Jangan bangunkan aku dari mimpi indah ini Ra " .
Rara pun memeluknya selama 10menit dan tersenyum bahagia diwajahnya . Lalu melepaskan pelukan Rakha dan bersiap untuk sholat shubuh, Rakha mengikutinya dari belakang .
Rakha membereskan tempat tidur yang mereka pakai semalam. Rara membuka pintu kamar tidur menuju ke dapur . Dia membuat 2 cangkir teh panas dan nasi goreng untuk sarapan mereka .
Tak beberapa lama pintu masuk rumah Rakha terbuka sendiri. Rara kaget ada orang yang datang .
" Ohh ada non Rara dirumah " tanya Bude Minah dengan membawa beberapa belanjaan di tangannya.
" Selamat pagi bude, mohon maaf aku berantakin dapurnya " ucap Rara sambil tersenyum .
" Enggak apa - apa non " ucap Bude Minah .
Rakha membuka pintu kamarnya dan menyapa Bude Minah .
Bude Minah yang hanya ART tidak banyak bertanya tentang Rara yang menginap semalam .
" hmmm...bau harum apa ini ?" tanya Rakha dengan memegang perutnya yang sedikit lapar .
" Aku bikin Nasi goreng Kha " ucap Rara yang membawakan 2porsi Nasi goreng ke depan meja makan .
Rakha mengelus pipi Rara, " makasih ya sayang untuk sarapannya " .
Terlihat Bude Minah membersihkan Ruang televisi dan Kamar mandi serta mencuci baju kotor .
" Bude Minah enggak ikut makan bareng Kha ? " tanya Rara dengan suara lirih .
" Bude itu enggak pernah makan disini. Hanya menyiapkan kebutuhanku membersihkan rumah dan mencuci baju, seperti itu . Jadi enggak usah canggung " ucap Rakha yang sedang menikmati nasi gorengnya .
" Oh yaa.. tadi mamaku kirim pesan kalau sudah sampai Jogja pagi ini, semalam di tol katanya cukup macet jadi agak terlambat " Rara menjelaskan kepada Rakha .
" Syukurlah kalau mereka sudah sampai . Ra, maaf ya hari ini aku ada Les tambahan jadi mungkin sampai malam. Dan aku akan mengurus beberapa dokumen untuk kampusku " ucap Rakha .
" Bulan depan orang tuaku mungkin juga akan balik indo Ra " ucap Rakha yang belum memberitaunya kalau dia akan kuliah di Amerika .
Rakha tak ingin merusak pagi ini dengan kabar yang akan membuat Rara menangis .
" Iya aku faham kesibukan kamu . Hari ini aku juga akan mendaftar dibeberapa kampus Kha, sekalian cari Les tambahan untuk persiapan ujian kelulusan " jawab Rara.
" Kamu sendiri atau ada Naya yang akan menemani ? " tanya Rakha .
" Sepertinya sendiri, tapi nanti aku janjian untuk bertemu dia sebentar " Rara yang memberitau Rakha jadwalnya pagi ini .
...----------------...
Rakha sudah bersiap begitu juga dengan Rara dan mengantarkan Rara pulang kerumahnya .
__ADS_1
Mereka pun tiba dirumah Rara, namun Rakha tidak masuk kerumah karena sudah ada jadwal lain .
" maaf yaa Raraku, aku enggak masuk kerumah. Aku pamit pergi " sambil mencium hijab Rara .
Rara melambaikan tangan kepada Rakha . Lalu masuk ke dalam rumah .
Sebelum pergi, Rara membereskan rumahnya sendiri . Siang hari setelah selesai, Rara membuka laptopnya untuk mendaftar ke kampus di bandung dan pilihan ke duanya di Jogja . Karena di Jogja keluarga besar dari Ibunya juga disana .
Pesan masuk dari Naya
" Ra.. enggak lupa kan nanti ketemuan di kafe yang biasa kita nongkrong "
" Iya " balas pesan Rara
Hari menjelang sore. Pesan Baru masuk dari Rakha
" Ra...lagi apa ? udah makan siang belum ? aku kangen sama kamu "
Rara membalas pesan Rakha, " Udaah . aku baru keluar rumah mau ambil Les yang kemarin aku cerita, terus ketemu Naya ditempat biasa . Kamu mau jemput aku ? "
" Setelah aku selesai, aku jemput kamu " Balas Rakha.
...----------------...
Rara berada di tempat Les untuk menjadwalkan kegiatan tambahan belajarnya disana . Setelah itu dia akan bertemu Naya di Kafe yang sering mereka kunjungi . Hari ini Rara naik bus karena pulangnya akan dijemput Rakha .
Rara menunggu Naya sambil memesan Kopi vanilaa latte. Cukup lama dia menunggu Naya datang di pojok kursi kafe .
" Bukankah itu.... tapi kenapa dia memakai seragam TNI ? bukankah dia tinggal di Jogja ? sedang apa disini ? " banyak pertanyaan terbesit dipikiran Rara yang sedkit kacau . Hatinya pun sedikit ada getaran kebimbangan .
Laki - laki itu meninggalkan kasir membawa sebotol kopi ditangannya dan melihat handphonenya sambil membuka pintu keluar kafe. Rara ingin mengejarnya namun sebelum terkejar Naya melambaikan tangan yang berpapasan dengan laki - laki itu.
" Zahraa...Zahraa " Naya memanggil Rara dengan senyum sumringahnya.
Laki - laki itu menengok kebelakang
" Mungkin hanya nama yang mirip " gumamnya dalam hati, lanjut melangkahkan kakinya untuk bertemu dengan temannya .
Rara bersembunyi dibalik dinding kafe tak berani menengoknya . Naya menghampiri heran " Ada apa sih ? kok sembunyi dariku ?? " .
" ehh...ehh..enggak Nay, hanya melihat seseorang yang aku kenal dulu " ucapnya terbata - bata .
Mereka duduk bersama di kursi yang sudah Rara pesan sebelumnya . Naya pun membeli secangkir kopi latte dan membawa beberapa kue itu ke meja yang sudah dipesan Rara.
Naya pun masih bingung " Siapa ? Mantan kamu ? atau selingkuhan kamu ? " sambil tertawa meledek Rara .
" Huss.. ngomong sembarangan deh, adalah pokoknya " ucapnya santai .
__ADS_1
" Gimana udah nemuin Les dan udah mendaftar ke kampus ? " tanya Naya .
" Udah sihh...tinggal tunggu pengumuman aja. Kok kamu sendiri Nay ? Satria kemana ? " tanya Rara .
Naya mengulurkan secarik kertas kepada temannya .
" Apa ini ? " tanya Rara kemudian membaca seksama kertas yang diberikan Naya tadi, " Selamat Nay, tapi kita bakal berpisah donk " ucap Rara dengan wajah sedih bercampur bahagia
" Iya Ra, Satria juga sudah diterima di Surabaya " ucapnya sedih .
" LDR donk.. " Rara tersenyum meledek .
" Oh yaa, denger - denger Rakha diterima beasiswa di Amerika Ra ? aku dapat bocoran dari kantor Guru kemarin Ra ? " tanya Naya .
" Rakha belum memberitauku Nay , tapi kemarin sempet bilang agar aku ikut dengannya ke Amerika kalau dia pindah kesana. Tapi masih kupertimbangkan " ucapnya lirih dan sedih .
" Aahhh sudah... enggak boleh sedih, mari merayakan diterimanya aku di kampus baru Raa... " ucap Naya menghibur .
Mereka pun mengobrol banyak hal, sampai waktu menjelang malam .
Handphone Naya berbunyi, Satria menelephone dan sudah datang untuk menjemput Naya dengan mobilnya didepan kafe .
" Ra kayaknya aku udah dijemput, aku izin pergi dulu ya . Kamu aku tinggal enggak apa - apa kan ? " tanya Naya dengan perasaan tidak enak yang meninggalkan sahabatnya sendirian .
" Enggak apa - apa Nay, sebentar lagi Rakha juga mau jemput. Dia sudah dijalan tadi " ucap Rara dengan tersenyum .
Naya pun meninggalkan Rara di kafe sendirian . Melambaikan tangan pada sahabatnya itu dan masuk kedalam mobil Satria .
Rara menelephone Rakha .
" Kha kamu jadi jemput aku atau aku pulang sendiri ? " tanyanya di telephone .
" Aku sudah dijalan ini, tunggu aku sebentar ya " ucap Rakha .
" Baiklah " ucap Rara .
Tak berapa lama Rakha menjempunya didepan Kafe dengan motornya . Rara pun keluar dari kafe itu. Diapun melihat sosok sekilas laki - laki berpakaian seragam TNI itu lagi namun sedang berjalan dengan temannya yang berseragam sama.
Hatinya berubah tak karuan. Dia menutup helmnya dan memeluk Rakha dengan erat . Rakha tersenyum dan memegang pelukan Rara sesekali.
...----------------...
Rara menyuruh Rakha untuk masuk kedalam Rumahnya . Membuatkannya secangkir teh panas dan duduk diruang tengah .
Rara naik ke atas untuk mandi dan membersihkan diri .
Rakha menunggunya didepan sofa diruang tengah sambil melihat televisi .
__ADS_1
Rakha didalam kebimbangan untuk mengatakan sesuatu kepada Rara . Dia hanya tak ingin kekasihnya sedih .
Dia masih memikirkan bagaimana dia akan jujur padanya ???