Pilihan Hati Takdir Cinta

Pilihan Hati Takdir Cinta
BAB 29 : KAMI DATANG JOGJA


__ADS_3

" Ra semua barang udah kamu cek ?" tanya Dira yang sibuk membantu packing barang bawaannya .


" udah semua, tinggal beli oleh - oleh buat ayah dan bunda aja sih Kak " sahut Rara yang memasukan semua bajunya dan baju Dira dalam 1 koper besar .


Dira tak ingin terlalu ribet membawa banyak barang, maka semua barangnya dijadikan 1 koper . Mereka menggunakan baju couple yang mereka beli dulu .


" Semua udah beres Kak. Tolong bantu aku bawa ke bawah ya " pinta Dira . Kereta mereka berangkat pukul 11 malam . Jadi mereka bersiap berangkat dari rumah lebih awal .


Dira turun membawa koper kami, aku merapikan kamar karena kami akan di Jogja satu minggu .


" ahhh seperti bulan madu aja ya " ucap Rara . Dira hanya tersenyum mendengarnya .


" Kalian udah siap?? " tanya Papa Surya .


" Udah pah. Mohon izin bawa Rara pulang yah Pa !!" pinta Dira sambil pamit kepada Papa Surya .


" Iya . Tolong jaga Rara ya nak ya " ucap Papa Surya .


" Sebentar nak Dira, ini tolong dibawakan ke keluargamu ya. Bunda mu soalnya pesan beberapa oleh - oleh. Dan hati - hati dijalan " ucap Mama Nisa sambil memberikan bingkisan oleh - oleh .


" O yaa Rasya belum siap Pa ? " tanya Rara yang sudah berpamitan dengan kedua orangtuanya .


" Udah Siap Kak !!! " sahut Rasya yang turun dari kamar atas .


" Pah Kunci mobilnya mana ?? " tanya Rasya .


" Sya biar aku aja yang nyetir sampai stasiun , nanti kamu pulangnya baru yang bawa " pinta Dira .


" oke komandan, laksanakan !! " dengan gaya candaan kepada calon kakak iparnya .


Mereka pun keluar rumah dan segera masuk ke mobil . Dira yang mengemudikan mobil, Rara duduk disampingnya dan Rasya duduk dibelakang . Barang bawaan mereka pun dimasukan ke bagasi . Dira mengemudikan sedikit pelan.


Akhirnya mereka sampai di depan stasiun.


" Sya , kamu enggak usah nunggu kami ya. Takut kemalaman pulangnya " pinta Kakaknya . Dira sibuk menurunkan koper dari bagasi .


" Kalau gitu, aku langsung pamit ya " ucap Rasya lalu membawa mobilnya pergi . Dira menggandeng Rara check in di tempat masuk serta membawa koper mereka . Mereka masih menunggu beberapa waktu sebelum kereta datang .


Dira mencium genggaman tangan Rara . Ini pertama kali mereka pergi berdua .


" Kalau kita honeymoon mau kenapa Ra ?? " tanya Dira spontan .

__ADS_1


" Ke Lombok kak, gimana ?? Apa ke Korea ya ?? " ungkapnya yang sedikit menghayal .


" Korea ?? boleh juga, aku akan menabung dulu berarti ya . " ucap Dira tersenyum .


" Canda kak Dira, dimanapun asal bersama, aku udah happy kak " ucap Rara dengan serius .


" Emang kamu enggak mau ke Korea ?? " tanya Dira lagi .


" Mau banget kak, tapi untuk kesana aja butuh banyak biaya sedangkan aku ?? belum menghasilkan uang sepeserpun " balasnya .


" Kenapa kamu harus menghasilkan ? cukup kasihkan aku anak aja itu udah sangat berarti banget . Untuk nafkah pun itu sudah menjadi kewajibanku . Dan kalaupun kamu ingin bekerja silakan asal tidak menelantarkan keluarga kita kelak " ucap Dira .


" Ahhh... calon suamiku ini kenapa so sweet banget sih " ucap Rara yang mencubit pipi Dira .


" Diih... kenapa aku dicubit " tanya Dira sambil mengelus bekas cubitan Rara tadi .


" Kak Dira tuhh bikin aku makin jatuh cinta tau gak sih !! " ucap Rara sambil merangkul kekasihnya .


Tepat jam 11 malam kereta mereka datang . Dira langsung membawa kopernya dan memegang Rara untuk segera naik . Dira dan Rara pun masuk ke kelas bisnis lalu mencari kursi duduk mereka. Lalu mereka duduk di kursi kereta .


" Sayang kamu ngantuk ya ?? " tanya Dira yang melihat Rara menguap .


" iya kak " jawab Rara .


" Kak Dira , jam berapa ini ?? " tanya Rara .


" Masih jam 4 pagi Ra... tidur lagi sanah " ucap Dira .


" Aku laper... " jawab Rara sambil berbisik .


" Sebentar ya aku belikan makanan " Dira pun berdiri dan menghampiri karyawan kereta api untuk membeli makanan dan teh panas .


" Kok enggak bawa makanan kak ?? " ucap Rara saat Dira sampai di kursinya lagi .


" Baru dimasakin, nanti mau dianter kesini " ucap Dira .


" Kak Dira, aku mau tanya ?? boleh ?? " ucap Rara yang menatap Dira .


" Ada apa sayang " jawab Dira sambil menatap kembali Rara .


" Kakak itu kenapa mau sama aku ?? padahal aku yakin banyak wanita yang mengantri untuk kakak " ucap Rara dengan manjanya .

__ADS_1


" Kenapa ya ?? aku juga enggak tau?? yang jelas dari kita kecil sampai saat ini aku sudah mantap dan yakin dengan kamu " balas Dira sambil memandang wajah cantik Rara .


" Gimana kalau seumpama dulu kita enggak ketemu lagi ?? atau kita ketemu tapi aku udah nikah dengan orang lain ? " sambil tertawa Rara mencoba memancing pertanyaan untuk Dira .


" Tapi kenyataannya kita masih jodohkan " ucap Dira mengacungkan jarinya yang terpasang cincin pertunangan mereka .


Makanan pun datang dengan beberapa menu dan segelas teh panas serta segelas coffee untuk Dira .


" Kak Dira, pesannya kenapa banyak gini?? " Rara yang bingung melihat banyak makanan di depan meja kereta itu .


" Duh kak, punya calon suami perhatiannya ya " seorang karyawan kereta sambil tersenyum menyajikan makanan mereka " Selamat menikmati makanannya kak " imbuh karyawan itu lalu pergi meninggalkan mereka .


" Enggak apa - apa, lagian ini porsi kecil - kecil . Aku enggak mau kamu kelaparan akut " goda Dira kepada Rara .


Tak terasa mereka mengobrol cukup lama dan kereta hampir sampai di pemberhentian stasiun Jogja . Mereka keluar dari kereta dan menuju pintu keluar stasiun . Sopir Dira pun sudah datang dan menunggu Dira .


" Tuan Dira, saya disuruh ibuk untuk menjemput tuan sama tunangan tuan " ucap Pak Budi sopir andalan keluarga Dira.


" Makasih ya pak Budi " ucap Dira . Rara yang masih canggung hanya diam mengikuti Dira .


Pak Budi memasukan koper dan barang bawaan Dira kedalam bagasi .


Dira membukakan pintu mobil untuk Rara " Masuk yuk sayang, kita pulang ke rumah ". Lalu Dira duduk disamping Rara, sedangkan sopirnya duduk di depan sendiri .


" Mas Dira mau langsung pulang atau mau kemana ini ?" tanya sopirnya .


" Kita pulang dulu ya pak !! Aku sedikit lelah soalnya " ucap Dira .


Sampailah Rumah yang cukup besar dengan luas yang cukup lebar dan garasi yang terparkir beberapa mobil . Rara hanya kagum dan pertama kali ke rumah calon suaminya itu . Rumah yang cukup mewah bagi Rara .


Dira pun masuk ke rumah dan hanya beberapa pembantu yang menyambut kedatangan mereka .


" Mas Dira kamar sudah saya bersihkan dan untuk Mbak Rara juga sudah kami siapkan " ucap Mbok yem, salah satu ART di rumah Dira .


" Mbok yem, Rara biar sekamar sama aku aja. Kasian dia baru pertama kesini " ucap Dira .


" Baik Mas Dira " jawab mbok Yem .


" Bunda sama Ayah kemana mbok ?? " tanya Dira yang menggandeng Rara . Sedangkan koper mereka suda dibawakan Pak Budi ke kamar Dira .


" Ayah Danu ada kegiatan keluar kota dengan Bunda Fira Mas . Jadi segala kebutuhan Mas Dira sama Mbak Rara diserahkan ke simbok, pesan dari Bunda Mas Dira . Ayah dan Bunda mungkin pulang agak malam " jawab Mbok Yem mengantarkan mereka ke Kamar .

__ADS_1


" Oh yaa mbok, aku dan Rara mau istirahat karena sedikit capek enggak tidur tadi " ucap Dira


" Baik Mas Dira " sahut mbok Yem dan segera pergi dari depan kamar Dira .


__ADS_2