
" Nisa kok mereka belum pulang ya " tanya Tante Fira yang merindukan Rara, gadis kecil yang selalu dia anggap sebagai anaknya sendiri .
" Sabar dong Fir... " ucap Mama Nisa dengan senyum ramahnya .
" Inget enggak ? Dulu kan Rara ngambek minta mainan terus enggak kamu turutin, akhirnya lari kerumah aku. Nginep dirumahku, Rasanya seperti punya anak gadis gitu lhoo Nis " cerita Tante Fira
" Iya aku inget, karena aku sibuk ngurusin Rasya dulu, taunya pulang kerumah kamu udah belikan mainan yang dia mau " balas Mama Nisa saat menceritakan moment masalalu itu .
" O ya Fir, kalau mau tidur istirahat aku udah nyiapin kamu untuk kamar tidur didepan lhoo.... " ucap Mama Nisa .
Tante Fira memjawab, " Nanti dulu deh, aku mau ketemu gadis kecilku " sambil berlalu kedepan teras .
Mama Nisa hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum dan melanjutkan pekerjaannya di Dapur .
Tak berapa lama terlihat mobil Dira sudah datang dan berhenti di depan rumah Rara . " Kak Dira, itu Bunda ? Bunda Fira kan ? " tanya Rara sambil melihat ke arah teras rumahnya .
Rara membuka mobilnya dan berjalan. Ia memeluk Tante Fira yang juga sering ia sebut Bunda Fira, karena Rara selalu menganggapTante Fira ibundanya setelah Mama Nisa. Saking dekatnya mereka sudah seperti ibu dan anak kandung .
Rara memeluk dan menyalami Tante Fira sedangkan Dira mengikutinya dari belakangnya .
" Bundaa.... Rara kangen " ucap Rara dan memeluknya .
" Anak Bunda sekarang sudah besar, Bunda bawain oleh - oleh banyak buat kamu sayang " ucap Tante Fira mengacuhkan Dira, anaknya sendiri .
" Bun, yang anaknya Bunda ituu aku kan ??" ucap Dira yang meledek Bundanya .
" Kalau kamu kan bisa kapan - kapan " balas acuh Bunda Fira dan berjalan bersama Rara masuk ke rumah .
" Om Danu juga ikut ya ? " ucap Rara sambil bersalaman dan mencium tangan ayah dari Dira .
" Iyaa... kan 2 hari lagi Dira Wisuda acara Kemiliteran . Yah karena belum ada istri, jadi orangtuanya yang diundang untuk mendampingi " jawab Om Danu.
Dua keluarga besar itu pun kumpul bersama dan sedang makan malam . Mereka saling menceritakan moment masalalu mereka . Terasa seperti acara lamaran saat itu . Mereka bahagia satu dengan lainnya .
Setelah selesai makan malam .
Om Danu, Papa Surya, Rasya dan Kak Dira duduk diruang tengah menikmati tv pertandingan bola bersama .
Rara, Mama Nisa dan Tante Fira membersihkan dapur bersama .
Dira menerima telephone dari Kesatuan Militernya untuk segera kembali karena ada beberapa hal yang harus ia persiapkan. Dira meminta izin ke teras untuk menerima panggilan telephone tersebut .
Rara mengikut Dira dari belakang . Tanter Fira melihatnya pun merasa senang dan menyenggol Mama Nisa .
__ADS_1
" Nis, aku kesini tuh mau meminta sesuatu sebenarnya sama kamu " ucap Tante Fira .
" Mau minta apa sih Fir ? kok kayanya serius banget " jawab Mama Nisa .
" Sebenarnya aku kesini tuh selain untuk menghadiri wisuda Dira aku mau meminta Rara untuk jadi masadepannya Dira, Calon istri Dira . Kita dulu pernah obrolin ini sebelum aku sama Mas Danu pindah ke Jogja " ucap Tante Fira .
" Tapi Fir, apakah ini udah kalian tanyakan ke Dira . Dira kan seorang Komandan kelak. Sedangkan Rara baru mau lulus SMA " ucap Mama Nisa .
" Yah karena itu, Dira sendiri yang bilang ingin menepati sebuah janji masakecilnya . Dia tidak bisa melupakan Rara sejak dulu. Makanya aku meminta izinmu kelak Rara yang akan ku jadikan istri untuk Dira " jawa Tante Fira .
" kalau aku setuju saja Fira. karena aku sudah mengenalmu dan bagaimana kamu memperlakukan Rara sebagaimana kamu memperlakukan Dira seperti anak kandung kamu. Tapi ini akan aku bicarakan Dulu dengan Papanya Rara dan Rara dulu Fir " ucap Mama Nisa .
Diteras depan Rara menguping pembicaraan seorang Tentara dengan atasannya . Dia tersenyum kecil melihat itu begitu berwibawanya Kak Dira dengan seragamnya itu dan juga bertanggung jawab dengan kata - katanya .
Dira menutup telephonenya . Saat berbalik dia melihat Rara sedang tersenyum melihatnya .
" Kenapa tersenyum gitu " ucap Dira sambil memasukkan Hp kedalam saku celananya .
" Enggak apa - apa kak cuma masih berfikiran Kak Dira itu enggak berubah sama sekali " ucap Rara sambil keluar dari pintu rumahnya dan duduk disamping Dira di teras Depan .
Dira tersenyum dan mengusap rambut Rara, " Kenapa harus berubah sih. Dulu sekarang dan sampai saat ini akan seperti itu " ucap Dira .
" Maksud Kak Dira apah ?? enggak ngerti deh " tanya Rara dengan polosnya .
" Enggak apa - apa kok " ucap Dira sambil mencubit pipi Rara .
" Aku enggak mau punya adik kayak kamu !! aku juga enggak pernah nganggep kamu adik tauk Ra !!! ucap Dira dan berdiri karena harus balik ke Asrama menyiapkan beberapa agendanya .
" Terusss Kak Dira anggep aku apa ?? " tanya Rara kesal .
"..... ( tanpa menjawab dan mengalihkan topik ) Aku pulang dulu ya Ra, 2hari lagi kita ketemu ya ?? " ucap Dira langsung masuk ke dalam rumah .
" Tuuu kan selalu merubah topik pembicaraan, lagian mau ketemu dimana sih Kak?? " ucap Rara kesal.
Belum sempat menjawab obrolannya dengan Rara, Dira pamit dengan orang tua mereka untuk balik ke Asrama Militer .
" Lhoooo... Tante fikir kamu akan nginep disini . Udah aku siapkan tempat tidur dengan Rasya padahal " tanya Mama Nisa .
" Maunya gitu sih tant, Tapi ditelpon Komandan untuk balik ke Akademi Tant " balas Dira .
" Ya sudah segera balik sana " ucap Om Danu yang mengizinkan anaknya pulang ke Asrama.
" Baiklah Dir.. Namanya TNI ya, yaa harus siap dipanggil kapanpun ya " balas Mama Nisa .
__ADS_1
" Hati - hati Kak Dira " pesan semua orang .
Rara meminta izin mengantarkan Dira untuk ke depan rumah . kemudian Rara dan Dira bersamaan pergi ke depan rumah .
" Hati - hati Kak Dira , Selamat untuk kelulusan kamu ya kak.. udah Resmi sekarang jadi Tentara " ucap Rara dengan mengacungkan tangan memberi selamat .
" Terimakasih ya Ra " ucap Dira menerima uluran tangan ucapan selamat Rara, lalu Dira menarik tangan Rara yang hampir jatuh kedalam pelukannya dan membisikkan sesuatu ditelinganya .
" Ra... datang ke Acara Wisudaku ya, aku tunggu dan kamu adalah alasanku sampai saat ini " bisik Dira perlahan ditelinganya . Lalu mencium pipi Rara dengan lembut .
Jantung Rara derdetak dengan cepat, dia hanya mematung tanpa ada penolakan saat Dira membisikkan kalimat itu ditelinganya seperti terhipnotis sesaat .
" i...i..iyaa Kak " jawab Rara dengan terpaku dan terbata - bata .
Dira melihat itu hanya tersenyum lalu mengusap rambut Rara dengan pelan .
" Aku pamit ya Ra... nanti aku kirim pesan ya..." ucap Dira .
Rara mengangguk dan mssih terpaku karena sikap Dira . Rara melambaikan tangannya melihat Dira masuk ke dalam mobilnya .
...----------------...
Didalam mobilnya Dira sebenarnya sangat gerogi dan terenyum bahagia melihat sikapnya tadi kepada Rara .
" Bisa enggak yaa, aku buat Rara jatuh cinta lagi denganku " ucap Dira dalam hatinya .
Rara masuk kedalam kamarnya dan menyalakan HPnya yang sedari tadi dimatikan Dira .
Banyak pesan masuk dari Rakha . Rara baca satu persatu pesan Rakha . Dia tak membalasnya sama sekali .
Rakha melihat pesannya yang sudah terbaca langsung menelephone Rara . Tapi masih tetap tak diangkatnya . Rakha saat frustasi dan bimbang, dia hanya takut hubungannya dengan Rara akan berakhir tanpa ada penjelasan .
Rakha mendapat telephone dari ibunya
" Kha, besok kamu pulang ke Amerika mama sudah pesankan tiketmu, Kakekmu sakit Kha . Dia nyariin kamu cucu kesayangannya " ucap Mama Ratna .
" Apa Ma ??? kakek masuk Rumah Sakit ? " ucap Rakha dengan rasa khawatir.
Rakha dan kakeknya begitu dekat. Beliau adalah orang yang Rakha sayangi karena masakecilnya dia habiskan bersama kakeknya .
Rakha pun tak bisa berbuat apa - apa selain mengiyakan permintaan Mamanya .
" Mama akan mengurus kelulusan kamu Kha. Yang penting kamu temuin kakekmu dulu " ucap Mama Ratna .
__ADS_1
Malam itu, Rakha mengemasi seluruh barangnya dan dokumennya karena selain untuk pulang dia akan kuliah disana juga . Dan entah kapan dia akan balik ke Indonesia lagi . Kekhawatirannya pun bertambah kalau dia tak bisa lagi hadir menemani Rara . Sedangkan dia dan Rara sedang dalam masalah yang belum terselesaikan .
Rakha takut kehilangan Rara namun ia tak bisa berbuat apa - apa dengan kondisi kakeknya saat ini yang sedang jatuh sakit.