
Dira menggandeng Rara lalu tangan Dira dirangkul Rara . Sampailah mereka di toko perhiasan . Mereka memilih beberapa design cincin pertunanangan .
" Gimana sayang menurutmu ini ?? cantik enggak ?? " ucap Dira yang menyodorkan set cincin mereka .
" Bagus Kak, aku suka simpel designnya " ucap Rara yang melihat cincin itu .
Tak lupa Dira juga memilihkan kalung gelang dan sepasang anting untuk Rara .
" Sekalian ambil ini ya mbak ya " ucap Dira yang memilih perhiasan itu .
Rara melihat Dira memilih perhiasan yang akan diambilnya dan bertanya, " Kak enggak usah banyak - banyak, apalagi tambah anting itu. Nanti biayanya kan besar. Aku enggak mau merepotkan soal itu " .
" Kata siapa merepotkan, aku ingin bertanggung jawab padamu. Lelak aku akan menanggung nafkah untukmu jadi aku hanya ingin memberikan yang terbaik aja " jawab Dira .
" Tapi ini terlalu banyak sayang !! " ucap Rara .
" Udah mbak langsung bungkus dengan box hantarannya sekalian ya " pesan Dira kepada Karyawan toko .
Dira melihat Rara dan memegang ke dua tangannya lalu berkata, " Sayang... tau enggak aku menunggu kamu dari SMP hingga aku berani melamar kamu dan kita berjodoh sampai detik ini. Buatku ini tu enggak mudah, menahan perasaanku ke kamu selama ini. Jadi uang segini itu enggak akan ada artinya. Ini cuma sebagai simbolis aja betapa seriusnya aku ke kamu " .
Mendengar penjelasan Dira membuat hati Rara bahagia.
" Terimakasih untuk segala perjuanganmu sampai saat ini " ucap Rara membalas .Dira lalu mencium kening Rara .
" Wah mbak, beruntungnya punya calon suami seromantis ini ?? " ucap seorang karyawan toko perhiasan itu .
" Iya mbak... sangat beruntung " ucap Rara yang tak melepaskan pandangannya pada Dira .
Dira membayar semua tagihan perhiasan dengan Kartu ATM lainnya .
" Kenapa enggak pakai yang aku pegang ini?? bukannya ini juga milikmu ?? " tanya Rara penasaran .
" Enggak, itu kamu yang pegang dulu aja ya " jawab Dira sambil mengusap pipi Rara.
Rara mengiyakan permintaan Dira.
Mereka selesai memilih semua hantaran sore itu . Kemudian mereka menyusul Rasya yang sudah menunggu di mobil Dira . Rasya yang tengah sibuk memainkan Hp nya tak menyadari bahwa kakaknya sudah sampai .
" Rasya , udah kamu masukin semua ? " tanya Dira .
" Beres Bang " ucap Rasya dan memberi hormat . Dira dan Rara tersenyum melihat tingkah konyol adiknya itu .
" Rasya, Kakakmu bareng semobil denganku aja ya " Perintah Dira .
Rasya pun mengiyakan permintaan Dira . Rara masuk kedalam mobil Dira . Dan Rasya kembali ke mobilnya .
__ADS_1
Mama Nisa menelephone Rara , " Nak udah ditunggu team makeup nya ya ! kamu pulang jam berapa ?? "
" Mah ini aku udah perjalanan pulang bareng Kak Dira " Jawab Rara.
" Syukurlah kalau begitu " ucap Mama Nisa lalu menutupnya.
" Mama telephone ya ?? " tanya Dira .
" Iyaa... soalany khawatir sudah sore kan ini " jawab Rara .
Dira melajukan mobilnya dengan sedikit cepat . Rasya pun mengikuti mereka dari belakang dengan mobil rumahnya .
Tiba dirumah, Rara mengambil barang yang akan dia pakai dimobil Rasya yang juga sudah tiba dirumah .
" Sayang aku ambil kebaya ku dulu ya di mobil Rasya " izin Rara lalu keluar dari mobil Dira .
" iya sayangku " jawab Dira yang juga mengambil setelan batik senada dengan kebaya Rara untuk ia kenakan nanti malam .
Rara menghampiri Rasya dan meminta tolong untuk membawakan hantaran box di mobil Rasya untuk dibawa ke tempat tetangganya didepan rumah .
" Sya nanti tolong bawain hantaran kakak ditempat Bude Dina didepan ya, karena transit keluarga Kak Dira itu disana " perintah kakaknya .
" Baik kak " ucap Rasya yang bisa diandalkan kakaknya .
Dira memberikan kunci mobilnya kepada Rasya , Melihat Rara yang kesulitan membawa beberapa barang masuk kerumah, Dira pun langsung membantu Rara membawakannya.
" Kenalkan ini calon mantuku " ucap Papa Surya . Dia memberi salam dan meminta izin utk masuk kedalam . Begitu pula saat ia dikenalkan Mama Nisa .
Dira masuk kekamar Rara . Dan melihat Rara sedang merapikan seluruh barang yang ia bawa tadi . Dira pun bermanja - manja dengan Rara , ia melingkarkan tangannya ke pinggang dan leher Rara .
" Sayang kok tadi ninggalin sih, aku malu tau " ucap Dira sedikit manja .
Rara mengusap rambut Dira dan berbalik badan lalu memegang pipi Rasya dan mencium pipi dan keningnya
" Enggak apa - apa cuma sehari ini aja kan ? " balas Rara . Tak mau kalah Dira pun mencium bibir Rara .
Rasya tiba - tiba mengetuk pintu dan melihat kakak mereka berciuman di bibir.
" Eeheeem...eheemmm Dasaar kalian " ucap Rasya mengagetkan mereka .
" Rasyaaa !!! " teriak Rara
" Ketuk pintu dulu kenapa ahh " imbuhnya .
" udah aku ketuk kakakku sayang, kalian aja yang enggak dengar " oceh Rasya lalu masuk kekamar Rara dan mengembalikan kunci mobil Dira .
__ADS_1
Dira hanya tersenyum dengan tingkah adik kakak itu . " Makasih yaa adekku " ucap Dira kepada Rasya dan menerima kunci mobilnya .
" Jangan lupa kasih aku uang jajan buat nutupin aib kalian ini " ancam Rasya sambil tertawa .
" Beres adekk " sahut Dira .
" Kak Dira !! kok malah ditanggepin sih " kesal Rara . Rasya pun keluar dari kamar mereka dan menutup pintu kamar . Rasya turun kebawah dan tersenyum dengan kejadian barusan .
" Syukurlah kak Dira bisa membawa kebahagian untuk kak Rara " gumamnya dalam hati .
Rara sudah mandi dan melihat Dira yang sudah keluar dari kamarnya untuk membantu acara diluar .
Rara pun turun ke bawah dan bertemu dengan Stylish makeup yang akan membantu mendandani Rara. Lalu ia mengajaknya ke ruang atas .
" Mbak kita makeupnya diruang atas aja ya . Disini soalnya banyak orang " perintah Rara .
" Baik mbak " ucap salah satu karyawan salon .
Di Luar, Dira bertemu orang yang mengantarkan bunga untuk ia bawa nanti malam . Lalu dia serahkan ke Rasya untuk menaruhnya bersama dengan hantarannya tadi, " Sya , ini tolong simpankan bersama barang - barang yang tadi ya " .
" Oke kak " jawab Rasya dan segera menaruhnya dirumah tetangga mereka .
Dira masuk ke dalam rumah Rara dan bersiap Mandi. Saat akan masuk dia melihat Rara yang hampir selesai menggunakan kebaya yang dibantu para karyawan salon .
" Betapa cantiknya kamu sayang " ucap Dira mendekat .
" makasih sayang, gih mandi udah mau magrib " pinta Rara .
Setelah selesai . Rara menunggu diruang tengah atas dan Dira telah selesai mandi dan memakai batiknya .
" Ra aku keluar yaa, nunggu keluarga aku " pamit Dira .
" Iya " jawab Rara yang hampir selesai memakai lipstiknya .
Dira pun keluar dan bertemu Rasya yang sedari tadi menunggunya didepan . Ia mengantarkan Dira kerumah Bude Dina, tetangga mereka .
Tak berapa lama Naya dan Satria datang dan melihat Rasya didepan gang masuk .
" Rasya ?? Rara dirumah kan " tanya Naya .
" Eh kak Naya. iya kak , langsung masuk saja kerumah ada kak Rara " jawab Rasya .
" Baiklah. eh teruss calonnya Rara mana?? udah datang ?? " tanya Naya .
" Udah kak, tuhh didalam rumah Bude Dina . Kan transit keluarga pria disini nanti " jawab Rasya .
__ADS_1
Naya melihat ke arah calon tunangan Rara tapi hanya terlihat dari belakang karena Dira sedang menelephone . " Oh jadi itu orangnya. Badannya keren juga " gumam Naya .