Pilihan Hati Takdir Cinta

Pilihan Hati Takdir Cinta
BAB 25 : BALIK ASRAMA


__ADS_3

Setelah selesai makan malam di Hotel, Dira mengajak Rara pulang kerumah . Mereka keluar dari hotel dan Rara tak melepaskan rangkulannya sambil membawa bukket bunganya . Mobil Dira juga sudah siap didepan Loby hotel


" Sayang, terimakasih yaa malam ini untuk makan malam romantis kita dan siang tadi " ucap Dira dengan bahagianya .


" sssttt !!! ( Rara menempelkan jari telunjuknya ke bibir Dira ) jangan ucap itu lagi ya, karena cinta tidak ada kata terimakasih " balas Rara .


Dira pun membukakan pintu mobilnya untuk Rara . Lalu ia menutup pintu mobilnya dan masuk kembali ke kursi setirnya .


" Ra, besok sore aku sudah balik ke asrama . Dan mungkin kita ketemu lagi baru 2bulan kedepan karena jadwalku cukup banyak " Dira memberitau semua kegiatannya kepada Rara .


" Terus... Kak Dira enggak akan datang ke acara Wisuda SMA ku?? kan acaranya 2minggu lagi ? " ucap Rara dengan sedih dan sedikit ngambek ke Dira .


" Mungkin iya sayang, maaf yaa kamu jadi no.2 setelah Negara kita " ucap Dira lalu mencium tangan Rara . Di sepanjang perjalanan pulang Rara hanya terdiam menatap bahu jalan dari jendela mobil.


Dira sudah sampai dirumah Rara, malam ini dia masih menginap dirumah Rara baru esoknya dia akan kembali ke Asrama Militernya .


Dira memarkirkan mobilnya di garasi . Rara membuka pintu mobilnya tanpa mengucapkan sepatah katapun ke Dira.


" Assalamu'alaikum " ucap Rara membuka pintu rumahnya . terlihat Papa dan Mamanya sedang menonton tv .


" Wa'alaikumsalam " ucap orangtua Rara dan melihat putrinya langsung masuk kekamarnya. Mereka heran dengan sikap Rara yang baru saja pulang. Lalu disusul Dira masuk kedalam rumah . Dira menyapa kedua orangtua Rara .


" Assalamu'alaikum Pah, Mah kami pulang " ucap Dira .


" Dira, itu Rara kenapa kok ngambek gitu ?? " tanya Papa Surya .


" kalian ada masalah ?? " tambah Mama Nisa .


" Iya Pa Ma cuma masalah kecil, tentang wisuda Rara yang kemungkinan aku enggak bisa hadir Pa Ma . Soalny cutiku hampir habis dan kalau cuti lagi, kemungkinan belum bisa " jawab Dira kepada orangtua Rara .


Papa Surya pun tertawa melihat tingkah Rara tadi .


" Kamu yang sabar ya Nak Dira. Rara itu manja dan suka ngambek, tapi tar juga baik sendiri enggak butuh sehari kok " ucap Mama Nisa yang tau sifat Rara kalau sedang marah .


" Iya Ma Pa " jawab Dira .


" Yaa sudah sana susul dikamarnya . sejam nanti juga udah baik kok. Rara itu kalau udah sayang yaa gitu suka ngambek " perintah Papa Surya .


" Kalau begitu Dira nyusul Rara dulu ya Ma Pa " balas Dira lalu naik tangga masuk kedalam kamar Rara.


Dira mengetuk pintu kamar Rara. " Boleh aku masuk Ra ?? " tanya Dira namun tak mendengar jawaban Rara. Lalu Dira membuka pintu kamar Rara dan masuk kekamarnya . Ia lalu menutup pintu kamar Rara kembali dan menghampiri Rara ditempat tidur .


Rara pura - pura tidur diranjangnya tapi sebenarnya sedang menangis sesenggukan . Dira pun menghampirinya dan memeluknya erat .


" Sayang, kamu kenapa menangis ?? Maafkan aku yaa kalau aku belum tentu bisa hadir . Inipun juga bukan keinginanku, tapi karena sudah menjadi tugasku sebagai seorang prajurit negara " ucap Dira yang tak tega melihat kekasihnya menangis itu .


" Kak Dira, terus kalau aku kangen Kak Dira gimana ?? terus kalau aku ingin dipeluk Kakak gimana ?? " tanya Rara sambil menangis sesenggukan dipelukan Dira .


Terdengar suara tangisan Rara dari luar kamarnya dan membuat orangtuanya tertawa pelan


" Dasar Rara manjanya kelewatan tuh Mah " ucap Papa Surya yang menertawakan Rara dari ruang bawah .


Dira mengusap airmata Rara dan menepuk punggungnya . Membelai wajahnya yang lucu saat menangis .

__ADS_1


" Sayang.. kita kan masih bisa vidio call tiap malam kan ?? kalau aku libur kamu bisa mampir ke Asramaku walaupun jam kunjungnya cuma 2 jam . Kita juga masih satu kota dan jarak rumah dengan Asramaku cukup dekat " ucap Dira sambil tersenyum menenangkan kekasihnya .


" Tapi beneran yaa bisa ya " balas Rara yang sudah berhenti menangis .


" Iya, sekarang kamu cuci muka dan kita turun ke bawah ya . Enggak enak sama Papa dan Mama tadi " pinta Dira . Mereka pun turun dari kamar dan bergabung dengan orangtua Rara diruang tv .


Rara mendapat ejekan dari Papa Surya " udah berhenti nangisnya tuh . Rara... Rara.... masih sekota aja udah kayak gitu, gimana kalau Dira tugas diluar kota ?? "


" Ahh Papa tuhh mah... ngejek Rara. Papa sih enggak ngerasain LDR sama mama " balas Rara langsung memeluk lengan Dira yang dari tadi tersenyum melihat pertengkaran Rara dan Papa Surya .


" Iya.. iyaa... Papa emang enggak ngerti tuhh jauh - jauhan ya kan Ma " tegas Papa Surya lalu tersenyum melihat istrinya .


" Udah ahh masa Papa dan anak sama aja enggak mau ngalah. Malu tuh sama calon mantu " ucap Mama Nisa lalu menunjuk ke Dira .


" Oyaa tadi kalian kemana ? kok agak malam pulangnya " tanya Papa Surya .


" Kami ke Grand Mall nonton bioskop Pah, lanjut cari makan di Hotel " jawab Dira memjelaskan kegiatan mereka .


" Oyaa... Pa Ma Dira izin ke atas mau packing barang dulu terus tidur " pinta Dira yang izin duluan .


" Akuu ikut... " rengek Rara yang mengikuti Dira dari belakang. Papa dan Mama pun juga ingin istirahat lalu mereka masuk kamar dan mematikan tv .


Dira membawa koper masuk kedalam kamar Rara dan mengemas barang - barangnya .


" Kak Dira baju couple ini ditinggal disini aja ya... kalau pas Kak Dira kesini kan bisa dipakai bersama " pinta Rara lalu mengambil pakaian Dira dari dalam lemarinya .


Tok.. tok... ( suara ketuk pintu ) " Assalamu' alaikum Kak Rara aku pulang , bukain pintu dong " panggil Rasya dari teras depan .


" he em sayang , aku aja yang packing bajunya dikoper " balas Rara lalu duduk menggantikan Dira yang berjalan keluar kamar untuk membuka pintu rumah .


" Baru pulang Sya ?? " tanya Dira saat membuka pintu .


" iya kak . Biasa anak motor . kok Kak Dira belum tidur?? " Rasya bertanya balik dan langsung naik ke atas bareng Dira .


" Tuh baru menyelesaikan isi koper " Dira menunjuk kamar Rara yang sedikit terbuka .


" Jadi besok kak Dira udah balik ? wah bakal sepi nih rumah " ucap Rasya .


Dira hanya tersenyum mendengar ucapan Rasya . Sedangkan Rara masih sibuk menata koper Dira .


" Sya, Kakak minta tolong untuk jagain Rara ya selama kakak bertugas " pinta Dira.


" Siap Komandan " ucap Rasya lalu pergi menuju kamar tidurnya .


Dira menemani Rara yang tengah membereskan kopernya . Ia memandangi Rara dengan tersenyum .


" Ddiihhhh... ngapain sih Kak menatapku seperti itu " lirik Rara yang masih sibuk dengan koper Dira .


" Lagi mikirin kalau aku kangen kamu nanti gimana ?? " sambil tersenyum Dira masih terus menatap Rara .


" Katanya bisa izin jenguk sama vidio call tiap malam " balas Rara yang sudah selesai packing baju Dira .


" Udahh ahh tidur yukk Kak !! " pinta Rara .

__ADS_1


" Baiklah, tidur dikamar ini ya !! aku mau memeluk kamu Ra " pinta Dira yang duduk di ranjang Rara .


" Iyaa boleh " sambil tersenyum Rara berdiri didepan Dira dan duduk diatasnya .


" Mau lagi malam ini ?? " tanya Dira .


" Enggak ahh, nanti kak Dira capek . Peluk aja yaa ?? " balas Rara smabil memeluk Dira diranjang .


...----------------...


Pagi Ini Rara bangun lebih awal setelah sholat subuh dia pergi ke dapur menyiapkan sarapan untuk semua orang . Mama Nisa yang baru keluar kamar melihat Rara di dapur dan bertanya, " wiihhh pagi bener anak Mama masak " .


" Iya Mah, nyiapin bekal kak Dira sama buat nasigoreng untuk sarapan kan " ucap Rara yang terlihat sibuk mengupas bawang merah .


" Baiklah Mama bantu ya " ucap Mama Nisa .


Dira yang dikamar pun bangun dan tak melihat Rara disamping tidurnya, ia kemudian mengambil air wudhu untuk sholat subuh lalu turun ke bawah .


Papa Surya juga sudah siap ke Kantor dan Rasya baru selesai mandi untuk ke sekolah . Sedangkan Rara tinggal acara Wisuda SMA nya saja.


" Nak Dira... sarapan yuk !! " ucap Mama Nisa yang sibuk menata meja makan . " Ini semua Rara yang masak sama nyiapin bekal mu nanti " imbuhnya .


Dira sambil tersenyum melihat kearah Rara yang sibuk menggoreng ayam " makasih ya Mah, Dira disini malah jadi merepotkan " jawabnya .


" Dira hari ini balik ke asrama jam berapa ? " tanya Papa Surya .


" Sekitar jam 11an siang Pah " balas Dira yang sedang makan sarapannya . kemudian Rara menyusul Dira duduk disampingnya membawakan ayam goreng .


" Kak pakai ini ya... " ucap Rara sambil mengambilkan lauk yang ia bawa tadi .


Rasya pun turun dari kamarnya menuju meja makan " tumben masak kak ?? " tanya Rasya sambil mengambil ayam goreng .


" Yaah, namanya juga belajar jadi istri " balas Rara kepada Rasya .


" Papa berangkat dulu ya Mah !! " izin Papa Surya untuk berkerja .


" Tunggu Pah, Rasya juga sekalian pamit mau sekolah " ucap Rasya yang terburu - buru sarapan dam berpamitan.


" Ra, sebelum balik ke Asrama kita ke supermarket depan ya. Aku lupa beli beberapa perlengkapan mandi " pinta Dira yang telah selesai sarapan .


" baik Kak Dira, setelah aku menyelesaikan cuci piring ya " jawabnya yang belum selesai sarapan .


" Gak usah diberesin Ra, nanti mama aja . O ya Mama nanti mau ke Pasar juga jadi misal rumah terkunci, nanti mama taruh kuncinya ditempat biasa ya " ucap Mama Nisa .


" Ya udah kalau gitu, aku siap - siap dulu " Rara langsung menyelesaikan sarapannya dan naik ke atas kamar .


" Ra, kita pakai motor rumah aja ya " imbuh Dira .


Dira dan Rara pun pergi keluar menggunakan motor matic milik Rara . Sampailah mereka di supermarket dan membeli beberapa kebutuhan Dira di asramanya . Setelah itu mereka pulang ke rumah . Dira memarkirkan motornya di garasi . Rumah Rara pun terasa sepi karena semua orang sedang pergi keluar .


Rara mengambil kunci rumah dan masuk kedalam rumah . Tak berapa lama Dira pun menyusul Rara . Mereka masuk kedalam rumah mengambil koper Dira dan memasukan perlengkapan Dira didalam koper .


" Sayang, semua sudah ku masukan kedalam koper . Baju lorengnya udah aku siapin didepan lemari ya " ucap Rara membereskan semuanya.

__ADS_1


__ADS_2