Pilihan Hati Takdir Cinta

Pilihan Hati Takdir Cinta
BAB 37 : BERTEMU SEBENTAR


__ADS_3

l" Ra, udah siap semuanya?? Pasport kamu?? " pinta Bunda Fira .


" Udah Bun, ini...( sambil memberikan pasport miliknya ) . Sebenarnya untuk apa bun ? Kan kita masih dalam negeri " dengan wajah bingung Rara dan Bunda Fira hanya tersenyum lalu pergi ke dalam mobil .


Persiapan untuk ke Bandara pun sudah beres . Akhirnya Ayah Danu ikut bersama mereka dan beberapa pengawal pribadi . " Bun, tolong hubungi Dira ya " pinta sang Ayah .


" Udah aku hubungi dari tadi yah, tapi kak Dira enggak angkat. Apa mungkin masih Jaga?? " celetuk Rara sambil memainkan Hp nya untuk menghubungi Dira .


Bunda mencubit Ayah Dira sambil berbisik, " Ayah lupa ini itu kejutan untuk Rara " . Ayah Danu pun menggelengkan kepala sambil menepuk jidatnya, " maafkan Bun, aku kira sudah tau " .


" Ya sudah Ra, kita langsung berangkat ya " pinta Ayah Danu, walaupun beliau seorang militer tapi Ayah Danu seorang yang bisa diajak bercanda .


Dalam perjalanan ke bandara pun Rara masih sibuk dengan HP nya . Ia merasa khawatir dengan Dira yang dari semalam tidak menghubunginya . " Kemana kamu sayang!! " gumamnya dalam hati.


Sampailah Keluarga Dira ke Bandara Soekarno - Hatta . Rara mengikuti langkah Keluarga Dira, namun ia bingung dengan tujuan penerbangan ke Luar Negeri .


" Bun, kita mau ke Luar Negeri ?? Kemana ??? " tanya Rara penasaran.


" Nanti kamu juga tau " sambil tersenyum Bunda Fira langsung menuju chek-in dan bersiap masuk kedalam pesawat di ikuti Rara dibelakangnya . Rara masih bingung dengan tujuan Negara mana . Pesawat mereka pun lepas landas dari bandara .


" Bunda... kita liburan kemana?? Tanya Rara yang masih penasaran . Tapi Bunda Fira tak merespon dan hanya tersenyum .


Setelah penerbangan cukup lama dan lelah Keluarga Dira dan Rara turun dari pesawat . Lalu ia kaget dengan suasana Negara itu . " Mesir!! " dengan wajah kaget Rara yang sekaligus bahagia .


" Bunda!!! Kak Dira?? Apakah kita bisa bertemu dengannya?? " dengan rengekan Rara lalu ia keluar dari bandara di Mesir . Tak beberapa jauh seorang ia kenal berada di depannya . Yang ia rindukan selama 2 tahun ini, Rara pun berlari . Dan sosok laki - laki itu adalah Dira yang menjemputnya langsung di Bandara bersama beberapa Kedutaan Indonesia. Ia menangis dan memeluk erat kekasihnya . Dira pun tersenyum bahagia


" Kenapa menangis??" tanya Dira


" aku enggak mimpi kan kak?? Ini beneran kamu kan ??" tanyanya sekali lagi .

__ADS_1


" Enggak sayang, Ayo ketemu Ayah sama Bunda dulu " Dira pun menggandeng tangan Rara dan mengusap air mata Rara .


Bunda dan Ayah pun ikut bahagia melihat kedua anaknya bertemu. Dira tak lupa memberi hormat kepada orangtuanya.


Mereka pun masuk kedalam mobil jemputan Negara . Dira menyetir sendiri dengan mobil Dinas Militer sedangkan ayah dan bundanya dengan mobil satunya milik kedutaan dan sopirnya .


" Kamu bahagia sayang?? " tanya Dira yang menggenggam tangan Rara sambil mencium tangannya sesekali .


" Bahagia banget. Kamu tau betapa aku merindukan kamu . Dari kemarin juga enggak memberi kabar sama sekali " dengan Raut wajah ngambeknya .


" Maafkan aku yaa... Aku mempersiapkan kedatangan kalian jadi sedikit menyita waktu. Tapi sekarang kita udah ketemu kan " balas Dira lalu mengusap hijab Rara .


Sampailah Mobil mereka di kedutaan Indonesia di Negara Mesir . Prosesi ramah tamah negara itu membuat jadwal mereka sibuk . Apalagi Ayah Dira seorang komandan Militer yang cukup disegani oleh beberapa Negara .


Dira dan Rara duduk bersama mereka belum juga menumpahkan kerinduan mereka karena jadwal ramah tamah itu . Tapi Tangan Dira selalu menggenggam kekasihnya itu.


Hari pun menjelang sore, Dira mengantarkan Rara kembali ke hotel tempat ia menginap . Rara akan tidur beda kamar dengan orang tua Dira. Orang tua Dira masih tinggal dengan beberapa pegawai pemerintahan . " Ra, aku antar ke kamar yuk " ucap Dira .


Rara tiba - tiba memeluk Dira dari belakang dan berkata " Selamat Ulang Tahun Sayang... Aku mencintaimu dengan sangat tulus " .


Dira pun membalikkan tubuhnya dan mencium bibir Rara, lalu berbisik " Terimakasih sudah mau menungguku sampai detik ini " . Mereka pun saling berciuman dan tubuh Rara dihempaskan ke ranjang tidur. Mereka memadu kasih dengan sangat panas.


................


Rara terbangun dari tidurnya yang cukup lelap, tapi tak dilihatnya sosok pria yang menemaninya tidur . " Kemana kak Dira sepagi ini ? " gumamnya dalam hati . Ia lalu mengambil hp nya untuk menelpon kekasihnya setelah ia selesai membersihkan badannya . Tepat saat itu, suara kamar hotelnya diketuk seseorang .


Ia membuka pintu kamar hotelnya lalu seseorang dengan seragam TNI persis dengan Dira menyapanya " Selamat Pagi?? Lapor saya diutus Kapten Dira untuk menjemput kak Rara untuk mengantar kakak sarapan, Laporan selesai " .


Rara hanya tersenyum dan berkata ," Sebentar ya, saya siap - siap dulu " .

__ADS_1


Rara yang tak terbiasa dengan perlakuan seperti itu mencoba menelepon Bunda Fira . Tapi tak ada jawaban juga . Dira pun juga tak ada jawaban saat ia telepon.


Dira menghadiri sarapan bersama para menteri luar negeri berserta kunjungan dari TNI lainnya . Acara yang begitu formal membuat ia tak bisa mengangkat panggilan dari Rara . Begitu pula dengan Bunda dan Ayahnya yang satu tempat dengan Dira .


Rara pun turun ke lobby hotel ditemani prajurit utusan Dira . Ia makan sendiri di meja makan hotel sedangkan Dira dan keluarganya berada dia ruang ballroom berbeda .


Ajudan yang menemani Rara tak banyak bicara, Rara pun merasa kesepian di negara asing yang baru pertama ia kunjungi .


" Begini Kah Rasanya ditinggal Tugas ? " ia menghela nafas panjang . Dan karena rasa bosannya didalam hotel, sembari menunggu Dira dan keluarganya ia memutuskan untuk jalan - jalan disekitar hotel yang cukup dekat dengan sebuah musium sejarah piramida .


Ajudannya pun menemani Rara dari belakang dan melaporkan setiap kegiatan Rara . Dira yang belum bisa menyentuh hp nya hanya merasa khawatir dengan kekasihnya, tapi ia tak bisa berbuat apa - apa karena tugasnya saat ini .


" Rara ?? " seseorang laki - laki menyapanya dari belakang . Rara hanya terdiam, ia tiba - tiba mematung sebentar. Ia tau bahwa suara itu adalah laki - laki yang ia yakini . Rasanya ia tak ingin memalingkan wajah kebelakang dan ia ingin berlari saja tanpa menoleh ke sumber suara itu .


" Ra... itu benar kamu kan ?? " sekali lagi suara itu memaksa Rara untuk menoleh kebelakang . Ia menyapanya dengan senyuman . " Ra.. Kamu sendiri disini ?? " ucap suara laki - laki itu .


" Haii.. Rakha . Sudah lama tak bertemu !!! " balas Rara dengan sedikit kaku .


" iya aku sendiri Ra, Aku baru mengisi seminar tentang kedokteran sebagai perwakilan Kampus ku di Amerika . Kamu sendiri ?? " Rakha tak melihat siapapun disamping Rara .


" Enggak , aku bersama ajudanku dari TNI "


" Oh.. Kamu udah makan ?? aku ingin mentraktir mu makan siang kalau kamu ada waktu " Rakha yang merasa canggung ingin mencairkan suasana kekakuan itu . Ia tau kalau Rara akan menikah dengan seorang Kapten dari TNI tapi ia juga merindukan cinta pertamanya itu . Sejujurnya Rakha masih mengharapkan Rara saat ini, ia masih mencintai Rara seperti dulu tak berubah sedikitpun .


" emmm... Aku hanya jalan - jalan sebentar Kha . Dan tak bisa lama - lama " ucap Rara yang masih sedikit kaku dengan pertemuannya saat ini .


" Enggak lama , minum kopi dan beberapa camilan pun enggak apa - apa Ra. Aku tau tempat yang nyaman untuk kita berbicara, Sebentar saja ya??? mumpung kita bertemu disini " ucap Rakha yang sebenarnya menawarkan kopi hanya untuk melihat Rara.


" Baiklah Kha !! " ucap Rara yang menerima ajakan Rakha .

__ADS_1


" Bodohnya aku, kenapa aku mau menerima ajakannya !! Ingat Dira... Rara !!! " hati kecil Rara pun memberontak sepertinya . Tapi ia juga tak bisa menolak ajakan Rakha .


......................


__ADS_2