Pilihan Hati Takdir Cinta

Pilihan Hati Takdir Cinta
BAB 40 : HATI HATI DI JALAN


__ADS_3

Dira pagi ini mengantarkan Rara dan keluarganya ke Bandara didampingi para ajudan Negara .


Didalam ruang tunggu Dira menggenggam tangan Rara mengisyaratkan bahwa ia tak ingin melepaskan Rara " Ra... Kamu di sana baik - baik ya... Aku Tahun depan pulang dan tunggu aku di rumah" Rara meneteskan airmata karena secepat ini harus berpisah lagi dengan kekasihnya.


" Aku mencintaimu Kak Dira, aku pasti menunggumu pulang " ucap Rara dengan airmata yang terus mengalir di wajahnya .


" Rara sayang, ayo... Penerbangan kita sudah siap " pinta Bunda Fira lalu merangkul Rara . Sebelum pergi Rara memeluk Dira dengan erat, Dira pun mencium keningnya dengan lembut.


" Hati - hati ya sayang " ucap Dira lalu mengusap airmata Rara .


......................


1 tahun berlalu...


Sejak kepulangan Rara ke Indonesia komunikasi mereka semakin intens . Sedangkan Rara akan segera selesai kuliahnya. Ia sibuk menyiapkan beberapa keperluan untuk wisuda besok .


" Tok... Tok... " suara ketuk pintu dari luar kamar Rara . " Masuk... Enggak dikunci kok bun " ia tau bunda Fira yang mengetuk pintu kamarnya .


" Gimana sayang ?? Udah beres semua ?? " tanya mama mertuanya itu .


Rara sibuk mempersiapkan baju untuk wisudanya besok " sudah bunda, Oya Papa dan Mama baru tiba nanti jam 4 pagi bun " .


" Ia bunda tau sayang, Dira gimana?? Jadi pulang hari ini ?? Atau diundur lagi ? " tanya sang Mertua .


Wajah Rara terlihat sedih ketika membicarakan Dira " entahlah bun, seminggu yang lalu Kak Dira bilang kalau ia mundur lagi kepulangannya. Padahal semua sudah kami persiapkan ketika kak Dira akan pulang ". Bunda hanya menahan senyum sedikit dan berpura - pura tak tahu apa - apa " yaa... Sudah apa mau dikata sayang, kamu harus kuat yaa sayang " pinta sang calon mertua . Kalau begitu, Bunda keluar ya.. Selamat istirahat sayang. Nanti kalau orang tua mu datang, aku akan memanggilmu .

__ADS_1


Rara masih menunggu telepon Dira tapi tak ada panggilan telepon darinya . Akhirnya ia tertidur sambil menunggu Dira menelepon .


......................


Tepat jam 3.40 pagi suara ketuk pintu kamar Rara membangunkannya " Rara sayang, Mama sama Papa sudah datang nak " ucap Bunda Fira dari pintu kamar luar . Rara lalu membuka matanya yang sedikit masih mengantuk " Iyaa bun... Rara akan datang " sahutnya dari dalam kamar . Ia lalu mengecek Hp nya tak ada panggilan telepon dari Dira. Rara pun terlihat kecewa karena kekasihnya tak meneleponnya dihari pentingnya saat ini .


" Papa, Mama, Rasya... " Keluarganya pun terlihat bahagia melihat anak yang mereka rindukan. Mereka berbincang - bincang sambil menumpahkan kerinduan . " Gimana kak?? Sekarang udah jadi sarjana nih " ejek Rasya yang selalu mengganggu kakaknya .


" Ra.. Dimana Dira ? Katanya sudah pulang ?? " tanya Papa Surya.


" Iyaa.. Kok tak terlihat sayang ?? " imbuh Mama Nisa .


Wajah Rara pun semakin terlihat sedih dengan pertanyaan kedua orang tuanya itu . " Kak Dira pulangnya baru bulan depan Ma.. Pa... " ungkap Rara yang tak bisa menyembunyikan kesedihannya itu.


Papa Surya yang asik ngobrol dengan Ayah Danu melirik anaknya yang sedikit muram, ia mendekatinya dan berkata " Rara sayang, menjadi istri Abdi Negara itu tidak mudah kadang hal - hal seperti ini terjadi bahkan bisa saja mati dalam medan perang. Jadi apapun yang terjadi kamu sudah harus siap " kata - kata Papa Surya menjadi tamparan keras untuk Rara yang tak pernah ia bayangkan . Ia mulai menelepon kekasihnya kembali, tapi lagi - lagi ia tak mendapat jawaban .


" Assalamu'alaikum... Permisi kami karyawan Salon pesanan Ibu Safira Anggraini " suara para staf salon pesanan bunda sudah datang. Lalu mereka dibagi tugas untuk makeup Rara, Bunda Fira dan Mama Nisa .


Tepat pukul 6.00 pagi pesawat Dira sampai di Bandara Halim Perdana Kusuma. Ia sengaja tak memberitahu Rara hanya orangtuanya saja yang tau tapi Ia tak ingin mereka hadir dalam acara pelepasannya pagi ini . Ia sengaja merencanakannya agar bisa langsung ke tempat acara Wisuda Rara. Tepat jam 8 pagi acara Pelepasan Pasukan TNI selesai, Dira langsung terbang ke Jogja menggunakan pesawat dari Jakarta " Sayang, aku datang tunggu sebentar lagi yaa... " gumam hati Dira yang masih memakai seragam lengkap Dinasnya .


Ayah Danu mengirim pesan ke Dira bahwa ia sudah mengirim supir untuk menjemputnya di Bandara Adi Sucipto sedangkan acara Wisuda Rara berada di Hotel yang tak jauh dari Bandara itu .


" Ayo semua kita berangkat " pinta Bunda Fira " Ya ampun, anak Bunda cantik sekali ini . Gimana kalau pas nikah besok ya ?? " sindir Rara yang terlihat murung sedari tadi .


" Kak Rara jelek tante, manyun aja dari tadi " sindir Rasya yang makin buat Rara tambah sedih .

__ADS_1


" Rasya... Jangan ganggu kakakmu !! " perintah Mama Nisa yang merangkul anak perempuannya itu .


Rara mengecek setiap menit Hp nya kalau Dira menghubunginya. Tapi tak ada tanda - tanda ia menghubungi Rara . Tepat jam 9 pagi acara Rara dimulai didalam ballroom Hotel .


Semua keluarga menunggu diluar kecuali Mama Nisa dan Bunda Fira yang masuk mendampingi Rara sebagai wali mahasiswa .


Dira akhirnya tiba tepat di Hotel, ia mencari keluarganya " Kak Dira, sini!!! " teriak Rasya yang memanggil Dira . Dira tersenyum dan menyapa semua keluarga " Loh katanya balik 1bulan lagi, kok sekarang sudah disini ?? " tanya Papa Surya . Kemudian Dira menjelaskan kepada Papa Surya bahwa ini sebagai rencana kejutan untuk Rara . " ahh pantesan Kak Rara manyun dari tadi pagi " ejek Rasya sambil tertawa .


" Sejelek itu kah dek ?? " tanya Dira dengan senyum bahagianya . " Ahh pokoknya jelek " imbuh Rasya lagi .


" Bunganya bagus Ra?? Untuk Rara kah ?? " tanya Papa Surya iseng .


" Iya Pa... " ucap Rara yang sudah gelisah menunggu kekasihnya didalam ruangan.


Akhirnya acara inti Wisuda pun selesai. Semua Keluarga Mahasiswa di izinkan masuk untuk acara ramah tamah . Papa Surya dan Papa Danu masuk ke dalam dahulu . Sedangkan Rasya berjalan dibelakang mereka . Dira pun izin ke toilet sebentar dan akan menyusul.


Semua orang terlihat bahagia kecuali Rara yang belum juga mendapat telepon dari Dira . " Kak ayo Foto dulu " pinta Rasya yang membawa kamera untuk memfoto mereka .


Tiba - tiba Dira disamping Rara untuk difoto tapi ia belum menyadari ada Dira disamping belakangnya . Rasya menunjukkan hasil jepretan kameranya tadi, Rara kaget melihat Dira didalam hasil gambar fotonya . Ia melihat kebelakang dan benar Dira sudah berada disampingnya membawa buket mawar yang cantik untuknya dengan pakaian TNI nya yang masih komplit .


" Kak Dira... " wajah haru dan bahagia menyelimutinya ia langsung memeluk kekasihnya saat itu juga. Keluarga mereka tampak bahagia, Rasya tak lupa mengabadikan moment itu melalui hasil jepretan fotonya .


" Jangan nangis donk, make up nya jadi luntur nanti " ucap Dira yang memeluk Rara dengan erat " Kamu bahagia sayang ?? " bisiknya pada Rara . Rara pun mengangguk mengiyakannya .


Dira pun menyapa Bunda dan Mama Nisa. Mereka pun mengabadikan moment itu bersama .

__ADS_1


__ADS_2