Pilihan Hati Takdir Cinta

Pilihan Hati Takdir Cinta
BAB 20 : PESTA KELULUSAN DIRA


__ADS_3

Rara bersiap untuk acara pesta malam ini . Dira yang dari sore tadi sudah dirumah Rara mengambil setelan jas resmi di Mobilnya . Rara memakai gaun putih tulang senada dengan heals yang akan dia pakai . Dira berganti baju didalam kamar Rara .


" Kak Dira malam ini kamu akan menginap disini atau balik ke asrama ?? " tanya Rara yang sedang bersiap didepan cermin .


" Aku akan balik Asrama Ra, besok aku harus mengurus cutiku dulu . jadi aku bisa bersama kamu dan mengantar orangtuaku pulang ke Jogja " balas Dira .


" Maksud kak Dira, kakak akan balik Jogja gitu ? " tanya Rara yang kaget .


" Aku enggak pulang ke Jogja karena cutiku kan hanya beberapa hari. Aku ingin berkencan dan menghabiskan waktu denganmu saja " ucap Dira .


" Baiklah, aku akan buat daftar kencan kita . O ya kak, aku diterima di kampus Jogja kak " ucap Rara memberitahu .


" Wah selamat kalau begitu sayang " balas Dira .


" Kak apa kita akan LDR ?? " tanya Rara kepada Dira .


" Aku enggak tau, semoga Komandanku memberiku izin untuk tugas di Jogja juga . Soalnya kemarin ada wacana seperti itu " jawab Dira .


Rara menggantung baju Dira didalam lemarinya . Merapikan kamarnya .


Mereka turun dari lantai atas ke bawah . Keluarga mereka sedang berkumpul bersama. Duduk diruang tamu, Papa Surya memanggil Dira untuk duduk dan mengajaknya berbicara serius.


Dira lalu duduk disamping Rara . Menggenggam tangan Rara tanpa malu - malu didepan keluarga mereka.


" Nak Dira, Om mau ngomong sebentar tentang kalian berdua . Rara akan kuliah di Jogja dan Om denger dari Ayahmu kamu akan bertugas disana sebagai kepala Kodim Kota jogja . Kalau kalian meresmikan hubungan kalian sebelum pindah ke Jogja bagaimana ? ini Om lakukan agar tidak ada fitnah kelak " ucap Papa Surya .


" Ayah dan Bunda juga sepakat dengan ucapan Om surya nak " tambah Tante Fira .


" Om Tante Bunda dan Ayah tadi aku sudah berbicara dengan Rara . Aku juga ingin melamar Rara sebelum tugas kepindahanku . Aku ingin bertanya pendapat Rara bagaimana ?? " ucap Dira.


Semua keluarga memandang Rara dengan tajam menunggu jawaban Rara . Rara berkata, " Baiklah aku terima lamaran Kak Dira Pah " .


Mereka pun bahagia malam itu .


" Bunda dan Ayah akan menelephone beberapa kerabat terdekat. Dan kepulangan kami akan kami tunda beberapa hari kedepan . untuk acara EO nya kami serahkan ke pihak keluarga Rara . Soal hantaran untuk lamaran akan kami serahkan ke Dira dan Rara ya " ucap Bunda Fira yang membagi tugas sesuai kesepakatan.


" Aku akan mengurus cutiku besok, jadi siang besok kami akan membeli beberapa keperluan untuk hantaran lamaran dan cincin pertunangan kami " ucap Dira .

__ADS_1


" Jadi besok malam acaranya ya ?? aku akan carikan EO untuk menangani cateringnya dan dekorasi lainnya " ucap Mama Nisa .


" Oya nak Rara, sekarang kamu bisa panggil kami ayah dan bunda ya " ucap Om Danu .


" baik om . Eh Ayah maksud saya " jawab Rara .


" Kalau begitu kami permisi untuk acara pesta kelulusanku di Akademi malam ini Ayah Bunda Papa dan Mama kami mau izin pamit " imbuh Dira untuk izin keluar.


Rara dan Dira masuk kedalam mobil. Waktu Acara akan segera dimulai, Dira mempercepat laju mobilnya . Dira sesekali menggenggam tangan Rara dan menciumnya sambil fokus menyetir mobilnya . Rara melihat Dira dan memegang pipinya lalu mengusapnya penuh dengan kasih sayang . Mimpi buruk untuk Rara pun segera berakhir digantikan dengam mimpi indah.


Dira yang datang begitu tiba - tiba dan Rakha yang pergi juga begitu tiba - tiba membuat hidup Rara berbalik 180 derajat . Yang Rara pikir Rakha akan menjadi suaminya tapi malah Dira, orang yang pergi di masa kecilnya lalu datang secara mendadak untuk jadi masadepannya .Cinta dan Takdir itu tak bisa diprediksi .


Dan hati pun juga tak bisa berbohong. ternyata pilihan hati yang dulu kira adalah Rakha, Namun takdir cinta menuntunnya ke dalam hidup bersama Dira.


Meraka tiba di parkiran Aula acara pesta . Semua berkumpul didalam acara, untung Dira sampai tepat waktu karena dia harus memberikan sambutan untuk acara itu... Dan Rara malam ini mendampinginya sebagai seorang calon istri dari Dira Mahendra.


Tempat duduk mereka sudah dipersiapkan . Acara dinner mereka pun sangat meriah . Dira memperkenalkan Rara ke beberapa orang sahabatnya di acara tersebut. Rara mencoba untuk beradaptasi dengan lingkungan Dira sebab ia kelak akan ada banyak undangan seperti ini dalam hidupnya, karena dia sudah memilih Dira menjadi Pasangan hidupnya .


Dira membisikan kepada Rara, " sayang bila kamu enggak nyaman, jangan sungkan beritauku " . Rara mengangguk dan menikmati makan malam mereka . Mereka juga disuguhi konser musik dari teman - teman Dira .


Acara kegiatan Pesta pun telah usai, Dira mengajak Rara untuk pulang karena ini sudah cukup malam. Dira membukakan pintu untuk Rara melindungi kepalanya dari atap mobil . Rara pun tersenyum atas perlakuan Dira kepadanya yang begitu hangat dan bertanggung jawab .


" Rara sayang, kalau kamu capek tidur dimobil saja dulu.. nanti aku bangunkan " ucap Dira sambil menyetir mobilnya dijalan .


" Kamu enggak apa - apa kalau aku tidur ?? " tanya Rara .


" Enggak apa - apa selama kamu nyaman disamping aku " ucap Dira .


Rara menyandarkan kepalanya di kursi mobil . Dira fokus mengendarai mobilnya . Tak berapa lama, Dira sudah sampai dirumah Rara. Ia menatap Rara yang sedang tertidur pulas didalam mobilnya . Sengaja tak ia bangunkan karena Dira masih ingin berlama - lama dengan Rara .


Bagi Dira ini seperti mimpi untuknya . Dira pikir tak bisa meraih cinta Rara lagi, tapi ternyata salah . Jalan mereka pun begitu mudah dan orangtua mereka pun ternyata sudah sepakat menjodohkan mereka . " Terimakasih sayang karena telah memilihku menjadi takdir cintamu " ucapnya lirih .


Tak beberapa lama berselang Rara bangun dari tidurnya di mobil, melihat Dira yang tidur sambil melipat lengan tangannya di dadanya . Rara tak ingin mengganggu tidur Dira . Sebelumnya Dira menyelimuti Rara dengan jasnya saat dia masih terbangun. Lalu saat Rara bangun ia mengambil jasnya dan menyelimuti Dira balik . Namun Dira malah bangun dan menahan tangan Rara dibahunya. Rara tersenyum dan berkata, " apa aku membangunkanmu sayang ??" .


" enggak Zahraku " ucap Dira lalu mengecup bibir Rara . Rara pun tersenyum bahagia. Mereka keluar dari mobil dan masuk kedalam rumah .


" Assalamu'alaikum " ucap Rara yang akan masuk kedalam rumahnya .

__ADS_1


Dibukakanlah pintu rumah oleh Papa Surya yang asik menonton bola bareng Om Danu .


" Kalian baru pulang ?? " tanya Papa Surya langsung masuk keruang tengah . Dira bersalaman dan mencium tangan Ayahnya dan Papa Surya . Dira izin naik ke atas karena ingin berganti baju .


Rara sudah berganti baju dan melepas gaunnya . Menggunakan baju tidurnya karena sudah sedikit merasa lelah . Rakha melepaskan jasnya dan menaruhnya ketempat tidur Rara . Meliihat Rara begitu seksi membuatnya sedikit bergairah .


Rara malah memancing Dira yang tampak sedikit bernafsu melihatnya . Rara memeluk Dira membantu melepaskan kancing kemeja Dira satu demi satu dan mencium leher hingga dada dira .


Dira yang tak tahan diperlakukan Rara seperti itu ingin sekali menidurinya malam ini, tapi ia ingat akan janjinya untuk Negara dan orangtua mereka .


Dira menghempaskan tubuh Rara kedalam tempat tidurnya . Mereka berciuman dengan gairah anak muda . Dira yang sudah setengah telanjang membuat Rara juga terlihat bergairah . Membiarkan Dira menyentuh lalu meremas dadanya, mencium tubuhnya yang sudah ia bersihkan tadi .


" Kak apakah kamu akan meniduriku malam ini?? " bisik Rara ditelinganya sambil mendesah lirih .


" andaikan aku bisa menidurimu malam ini akan aku lakukan, karena aku tak bisa menahan hasratku . Tapi bukan malam ini karena tanggung jawabku pada Negara dan amanah orangtua kita " balas bisik Dira .


Rara pun tersenyum dan mengecup bibir Dira mereka pun bangun dari tempat tidur dan saling tertawa dan berpelukan satu sama lainnya .


Dira memakai kaos casual yang dia tinggalkan tadi . Rara membereskan jas Dira dan menaruhnya kedalam lemari dekat dengan kebaya yang dibelikan Dira .


Dira lalu mengajak Rara untuk turun karena ia ingin izin pamit


" Sayang aku balik ke Asrama dulu ya, besok siang mungkin aku baru bisa kesini. Aku harus mengurus beberapa dokumen cutiku besok " .


" Okey sayang, untuk hantaran lamaran bagaimana ?? " ucap Rara yang keluar bersama Dira dari kamar dan langsung turun ke bawah .


" Kamu pilih aja yang kamu suka besok, nanti aku menyusul untuk mempersingkat waktu kita. Karena kan acara kita malam jadi waktu kita juga terbatas " ucap Dira bijak sambil mengeluarka dompet dan kartu Atmnya untuk dibawa Rara berbelanja kebutuhan .


" baiklah, nanti aku akan minta Rasya menemaniku " balas Rara


Papa Surya dan Ayah Danu masih terjaga dan asik melihat siaran bola mereka. " Ayah Papa Dira izin pamit balik ke Asrama " ucap Dira .


" kamu enggak nginep sini aja Dir ? " ucap Papa Surya .


" Belom Pa, masih ada tugas apel pagi hari sama ngurus surat cuti besok Pa " ucap Dira pamit .


" Hati - hati nyetirnya ya " imbuh Ayah Danu .

__ADS_1


Rara mengantarkan Dira kedepan dan memeluknya sebelum Dira masuk ke mobilnya, " hati - hati ya , kabarin kalau sampai " .


" Iyaaa sayang " balas Dira lalu masuk kedalam mobilnya dan melambaikan tangan . Rara membalas melambaikan tangan kearah mobil Dira .


__ADS_2