
Pagi hari Rakha sudah bangun dan sudah bersiap dengan setelan baju . Dia membawa koper dan bersiap keluar dari apatemennya . Dia duduk termenung diatas sofa depan ruang televisi melihat paspor dan tiket dimeja depannya . Menelephone Rara tapi tak diangkatnya, lalu dia mengirim pesan kepadanya.
" Ra maafkan aku yang mungkin menyakitimu. Aku pamit aku akan kembali ke Negara asalku yang entah kapan aku kembali kesini lagi. Sesuatu mendesak dan menuntutku untuk aku kembali lebih cepat kesana . Aku ingin mengajakmu untuk ke Amerika, kalau pun kamu mau aku akan menunggumu dibandara pada penerbangan pertama hari ini . Atau setidaknya kita bertemu sebelum aku pamit."
Setelah beberapa waktu, tak ada balasan Rakha berdiri dari sofa yang ia duduki tadi. Ia keluar membawa kopernya menutup pintu apartemennya. Dia berjalan keluar gedung dan sudah ditunggu taksi yang dia pesan sebelumnya .
Rakha menitihkan air mata dalam perjalannya ke bandara begitu banyak penyesalannya karena hubungannya dengan Rara seperti tanpa ada penjelasan akhir . Bukan ini yang dia inginkan, bukan ini yang dia mau. Penyesalan yang akan menghantuinya seumur hidupnya.
Rara melihat Hpnya dan banyak pesan masuk dari Rakha. Dia menitihkan airmata melihat kekasihnya yang begitu ia cintai akan pamit ke Amerika.
" Maafkan aku Rakha, aku enggak ingin kamu menyerah mengejar cita - citamu untuk menjadi dokter . Aku takut kalau aku mengejarmu ke Bandara kamu tidak akan sukses dan malah akan membebaniku seumur hidupku . Aku hanya tak ingin menjadi penghalangbke suksesanmu kelak . Cukup sampai disini aku menahanmu Kha, Selamat tinggal kekasihku " ucapnya dalam hati sambil menangis terisak - isak.
Rara membalas pesan Rakha " Maaf jangan menungguku lagi, aku sudah tidak mengharapkanmu " begitulah pesan Rara yang berbeda dengan isi hatinya saat ini.
Rara semakin menangis sejadi - jadinya didalam kamarnya. Dia harus merelakan Rakha mengejar mimpinya .
Rakha membaca pesan Rara dan semakin terisak menangis saat menunggu pesawatnya .
" Benarkah ini Ra?? benarkah ini kamu Ra?? seseorang yang aku harapkan untuk masadepanku harus ku relakan begitu saja ?? " gumam dalam hati Rakha yang berlinang airmata .
...----------------...
Mama Nisa masuk mengetuk pintu kamar Rara ingin mengajaknya berbelanja, Karena besok Dira akan wisuda dan Tante Fira ingin mengajak Rara ke Wisudanya Dira .
" Ra.. kamu didalam ?? " ucap Mama Nisa yang tak mendengar suara Rara . Mama Nisa mencoba masuk kedalam kamar Rara .
" Ra... Mama masuk yaa !! " ucap Mamanya membuka pintu .
" Ma... Rakha Ma... " ucap Rara yang duduk dibawah lantai disamping kamar tidurnya sambil menangis sesenggukan.
" Rakhaa kenapa sayang ?? kamu kenapa ? " ucap Mama Nisa sambil memeluk anaknya yang menangis .
Rara memeluk Mamanya dan menangis sejadi - jadinya .
Tak beberapa lama Rara sudah sedikit merasa tenang . Lalu menceritakan kepada Mamanya bahwa ia baru saja putus dengan Rakha. Dan Rakha sudah kembali ke Negaranya .
Mamanya mulai mengerti permasalahan yang dihadapi oleh anak kesayangannya itu . Mama Nisa menenangkan Rara sambil memeluknya yang duduk dibawah lantai kamarnya .
__ADS_1
" Ma..tau kamu sedih sayang, dan biarkan kesedihan itu memudar dengan sendirinya ya. Sekarang sudahi tangismu ini karena itu sudah jadi pilihan hidupmu untuk melepas Rakha " ucap Mama Nisa kepada Rara .
" Sekarang kamu mandi, ayo ikut Mama dan Tante Fira berbelanja saja ya . Sekarang kamu siap - siap dan kami akan menunggumu dibawah " imbuh Mama Nisa sambil menyeka tangis anaknya.
Rara turun dari kamarnya. Terlihat Mama Nisa dan Tante Fira sudah menunggu Rara di ruang tamu . Mereka bertiga ditemani Om Danu karena Rasya masih sekolah dan Papa Surya berangkat kerja. Om Danu memebawa mobil keluar. Rara dan Mama Nisa duduk dibelakang sedangkan Tante Fira dan Om Danu duduk didepan .
" Pah, Tadi sudah bilang Dira untuk pergi ke butik yang kita pesan ? " tanya Tante Fira kepada Suaminya itu .
" Sudah... katanya mau menyusul kita kalau acara gladinya sudah selesai " ucap Om Danu .
Rara yang tampak murung hanya melihat ke arah jalan sepanjang perjalanan Mereka . Sesekali menjawab pertanyaan dari orangtua Dira dan Mamanya dengan singkat . Rara banyak terdiam dan melamun didalam mobil.
Sampailah Mobil mereka diparkiran sebuah butik ternama di Bandung .
Rara tak begitu banyak bertanya hanya terlintas dibenaknya, mungkin Tante Fira akan membeli beberapa kebaya karena ini acara anak laki - kali satu - satunya.
Setelah memarkir mobil mereka, Mereka masuk ke butik itu dan disambut oleh salah satu seorang karyawan. Rara mengikutinya dari belakang melihat lihat beberapa gaun kebaya .
Om Danu duduk dan memainkan Hp nya sembari menunggu Dira didalam Butik . Mama Nisa dan Tante Fira sibuk mengobrol dengan salah satu karyawan Butik itu . Rara melihat beberapa Kebaya cantik berwarna Hijau Daun dan Kebaya warna cream gading .
Dira masih menggunakan seragam resmi Kemiliterannya karena dia tadi ada acara gladi bersih langsung menuju ke Butik tanpa ganti dengan kaos casual.
" Pasti cantik Ra.. kalau kamu pakai " ucap Dira mengagetkan Rara yang sedari tadi berdiri dibelakangnya .
" Kak Diraa.... Ngagetiin saja kaan " dengan wajah kaget dan langsung mencubit lengan Dira .
" Auhhh..sakit tauk " ucap Dira sambil mengusap lengan yang habis dicubit Rara tadi.
" Ihhhh bohongan yaaa....masa Anak Tentara dicubit kecil gituh ajaa sakit " senyum kecil Rara pun terlihat yang dari tadi murung .
Mama Nisa melihat tingkah Dira yang membuat Rara tersenyum merasa sedikit Lega .
Dira melihat ayahnya sedang sibuk dengan Hpnya lalu menyapa dan menyalaminya. Ia juga melihat Mamanya dan Mama Rara yang sedang sibuk memilih kebaya hanya menyapa sesekali . Dira lalu menghampiri Rara kembali . Mengambil Gaun hijau yang dipegang Rara tadi .
" Raa... cobain yukk " pinta Dira sambil menggandeng Rara untuk diserahkan ke karyawan Butik .
Rara diajak untuk berganti baju dan di make over sedikit . Rara berdiri dibalik tirai dengan kebaya yang dipilih Dira tadi.
__ADS_1
Salah satu karyawan bilang, " Wah kak... kamu beruntung sekali punya tunangan yang begitu perhatian ditambah lagi kebaya yang dipilihnya juga pas untuk kakak " .
Rara hanya tersenyum dengan ucapan Karyawan butik itu .
Dira Duduk di depan tirai kamar pas yang dibelakang tirai itu adalah Rara .
" Kak, kami akan membuka tirainya ya... " ucap seorang karyawan kepada Rara .
Rara tersipu malu saat dibuka dan melihat Dira yang berada didepannya duduk melihatnya kagum dan terpana . Dira pun berdiri dan menghampiri Rara .
" Cantik sekali Ra " ucap Dira yang terpana melihat Rara memakai gaun yang dipilihnya .
" Benarkah kak ??" Rara terseenyum bahagia.
" Mari kak kami fotokan dengan tunangannya " ucap karyawan Butik itu .
Lalu Dira menyerahkan Hpnya kepada karyawan itu .
" Silakan lebih dekat ya kak ya " ucap Karyawan butik .
Dira menggenggam tangan Rara dan menyilangkan tangan Rara ke tangannya, lalu tangan Dira masuk kedalam saku celana .
" Cantik dan ganteng sekali " ucap Tante Fira yang melihat anak mereka seperti foto untuk prewedding .
" Kita ambil ini sekalian ajah ya Pah, untuk Rara besok " ucap Tante Fira.
Mama Nisa tersenyum melihat Rara dan Dira . Dan Om Danu mengiyakan permintaan istrinya .
" Enggak usah Om Tante, ini terlalu mahal untukku. Saya pilih yang biasa saja " ucap Rara yang ingin segera melepaskan kebaya yang ia pakai .
" Iyaa Mah.. enggak usah " Sambung Dira . " Ini biar aku yang bayar " ucap Dira sambil menyerahkan Kartu pemabyaran kepada Karyawan butik .
" Tolong yaa mbak ini dibungkus pisah " ucap Dira .
" Bahagianya Kakak ini dapat mertua dan calon suami yang begitu perhatian " ucap Karyawan itu dan menerima Kartu pembayaran milik Dira .
Rara tersenyum malu, dan semua pun tertawa bahagia .
__ADS_1