Pilihan Hati Takdir Cinta

Pilihan Hati Takdir Cinta
BAB 30 : RUMAH CALON MERTUA


__ADS_3

Dira menutup pintu kamarnya


" gimana sayang rumahku ?? semoga kamu nyaman tinggal disini . Oh iyaa supir tadi namanya Pak Budi , dan ART yang paling tua tadi Mbok Yem , dan yang satunya bibi Ijah . Mereka akan membantu kamu kapanpun. Dan kalau butuh apapun kamu bisa bilang " ucap Dira sambil menaruh koper dan membuka bajunya untuk mandi .


" Sayang, rumahmu besar dan tertata rapi . Kamarmu saja 2ruang kamar tidurku . Tapi terima kasih untuk semuanya " ucap Rara yang duduk diatas ranjang Dira .


" Kalau begitu aku mandi dulu ya " pinta Dira yang mengenakan celana boxer saja .


" Baiklah, aku akan menunggu kamu " ucap Rara yang menyandarkan kepalanya di bantal Dira yang wangi .


Tak berapa lama, Dira pun keluar dari kamar mandi dan melihat Rara yang ternyata tertidur pulas di ranjangnya . Ia pun tak membangunkannya hanya mengecup keningnya lalu membuka pintu keluar kamar .


" Mbok yem... simbokk " teriak Dira yang menuju ruang dapur .


" Ada apa Mas Dira, tolong siapkan makan siang untuk kami ya... Aku mau istirahat dikamar " pinta Dira .


" baik Mas Dira " ucap Mbok Yem lalu melanjutkan kegiatan di dapurnya . Dira lalu meninggalkan ARTnya .


" Wah Mas Dira tu ya Mbok, baru ngajak pertama kali cewek langsung dilamar ehh sekarang udah sekamar " ucap Bik Ijah yang sedang membantu Mbok Yem memasak .


" husss kamu itu lhoo... enggak usah ngurusin anak majikan, tar dipecat baru tau " ucap Mbok Yem .


Dira masuk kedalam kamarnya lalu tidur disamping Rara sambil memeluknya . Rara yang tertidur pulas pun tidak terganggu saat Dira memeluknya .


Tak berapa lama ada sebuah mobil masuk kedalam rumah Dira , mobil milik Ayah dan Bunda Dira .


Bunda Fira yang sudah tak sabar ingin bertemu Rara segera masuk ke rumah dan tidak memperdulikan suaminya ..


" Dasar Bunda.... " ucap lirih Ayah Danu lalu keluar dari mobil dinasnya .


" Dira.. Rara... Bunda pulang " teriak Bunda Fira yang sudah masuk kedalam rumahnya .


" Ibuk kok sudah pulang ?? bukannya sampai malam ya buk ya... " ucap Bibi ijah menyambut majikannya .


" Iya tadi aku bolos acaranya keburu kangen anak - anak bik . Oyaa Dira sama Rara kemana bik ? " tanya Bunda Fira. .


" Aaa...nu....aanuuu Buk" bik Ijah yang terbata - bata menjelaskan " Mereka sedang tidur dikamar Mas Dira buk, katanya enggak boleh diganggu . Itu pesan Mas Dira buk " ucap Bik Ijah .


Bunda Fira hanya tersenyum kecil, tau maksud Dira untuk tidak mengganggunya . ," Ya sudah bik, biarkan mereka istirahat " ucap Bunda Fira.


Waktu memunjukkan jelang sore , Rara bangun dari tidurnya dan melihat Dira yang tertidur disampingnya . Ia mencium keningnya membelai rambutnya .

__ADS_1


" Sayang, kamu udah bangun " ucap Dira yang sedikit membuka matanya karena sentuhan Rara .


" Sudah sayang, aku mandi ya . Kamu kalau masih ngantuk, tidur lagi aja " ucap Rara .


" Enggak.. aku juga mau bangun " balas Dira lalu membuka matanya .


Rara pun menuju kamar mandi . Dira masih bermalas - malasan di ranjangnya . Lalu ia keluar dari kamarnya untuk melihat makan siangnya yang sedikit terlambat.


" Mbok... mbok yem " Dira memanggil asisten rumah tangganya ( ART ) .


" Halo sayang, sudah bangun ?? " tanya Bunda Dira


" Lho Bunda ? Kapan sampai rumah ? " ucap Dira yang kaget melihat ibunya " aku kira Bunda pulangnya malam ?? " imbuhnya lagi .


" Rencananya sih gitu Nak, cuma Bunda udah kangen sama kalian . Jadi ngajak ayah untuk izin pulang " ucap Bunda Fira " oh yaa, Zahra calon mantu Bunda kemana?? kata Bunda Fira .


" Masih di kamarku bu baru mandi " ucap Dira .


" Habis ngapain sih kok mandi segala " ledek Bunda Fira sambil tersenyum .


" Ahh bunda... enggak ngapa-ngapain bun cuma tidur aja kok " balas Dira


" Bunda !! jangan ngeledek lagi deh.... O ya ayah kemana?? " tanya Dira yang melihat kiri kanannya tidak melihat ayahnya.


" Oh ayah, ada tambahan jadwal tadi di Kodim " jawab Bunda Fira " Ayo ajak Rara makan sana Nak. kasian kan belum makan !! " pinta Bunda Fira .


" Baik Bund " aku ke kamar dulu ya . Dira pun pergi ke kamarnya sedangkan Bunda Fira kembali ke dapur menunggu anak - anaknya di ruang makan .


Saat masuk ke dalam kamarnya , Dira melihat Rara yang tampak menggoda menggunakan balutan handuk saja di tubuhnya .


" Sayang kamu udah selesai " buru - buru Dira memeluk Rara dan mencium tubuh Rara hingga rara sedikit mendesah .


" Kamu mau itu ?? " tanya Rara yang hampir tergoda dengan belaian Dira .


" Dira... Dira... " teriakan suara Bunda Fira dari luar .


" Ahh.. bunda ganggu aja !! " kesal Dira yang masih menempelkan tubuhnya di tubuh Rara . " Kita tunda aja, kasian kamu belum makan juga kan " ucap Dira lalu mencium kening Rara .


Rara hanya tersenyum dengan tingkah laku calon suaminya itu. Hatinya benar - benar sudah terisi Dira saat ini .


" Ya udah mandi gih sayang, aku siap - siap dan kita keluar bareng aja " pinta Rara pada Dira . Lalu Dira melepaskan pelukannya dan pergi untuk mandi.

__ADS_1


Setelah selesai semua, Dira melingkarkan tangannya ke pinggang calon istrinya itu . Terlihat dari jauh Bunda Fira tersenyum menyambut mereka .


"Anak mantunya Bunda udah datang?? gimana perjalanannya " tanya Bunda Fira lalu memeluk dan mencium pipi Rara .


" Lumayan melelahkan bun, tapi perjalanannya sangat menyenangkan " balas Rara setelah membalas pelukan dan mencium tangan mertuanya .


" Semoga betah ya Ra yaa.... Kalau Dira ganggu bilang sama bunda ya !! oyaa... oleh - oleh dari mama kamu makasih yaa... bunda udah buka tadi " seramah itulah Bunda Fira kepada Rara yang baru sebagai calon menantunya .


" Bun, kapan makannya?? " ucap Dira yang menyela pembicaraan Bundanya dengan calon istrinya itu .


" Ohh... iya sampai lupa, Ayo makan anak - anak bunda " ucap Bunda Fira.


Mereka pun akhirnya makan bersama dan menikmati obrolan mereka .


" Ra... rumah ini kan besar, kamu enggak usah nyari kost diluar . Tinggal disini aja selama kamu di Jogja ya . Biar Bunda itu ada temennya kalau kesepian. Soalnya Ayahnya Dira tu kalau udah ada kegiatan di Militer pasti lama, dan kadang menginap " pinta Bunda Fira .


" Emmm... coba nanti saya diskusikan dengan Kak Dira dan keluarga saya dulu bun " balas Rara sambil menikmati makanannya .


Bunda Fira pun mengiyakan, lalu ia bertanya dengan Dira, " Nak, terus kamu kapan pindah Jogja?? katanya tugas pertama kamu disini? " .


" Entah lah bun, mungkin masih 6 bulan lagi . Soalnya aku masih disibukkan jadwal di sana untuk melatih juniorku " jawab Dira setelah menyelesaikan makanannya .


" Ya sudah, nanti bakal pulang pergi Jogja - Bandung ya ?? " tanya Bunda Fira .


" Iya Bund !! " balas Dira .


Setelah selesai, Rara pun mengangkat piring kotor lalu membawanya ke tempat cucian piring.


" Duh Non Rara jangan bawa itu !! ini sudah tugas mbok yem " ucap Mbok yem langsung mengambil piring itu ditangan Rara yang sudah berdiri .


Bunda Fira tersenyum dengan tingkah mbok Yem . " kamu duduk aja sayang !! " pinta Bunda Fira pada Rara .


Dira lalu menarik tangan Rara untuk duduk disampingnya lagi .


" Kok gitu sih Kak ?? kan aku cuma bantu hal kecil " bisik Rara .


" Sayang, kamu itu mantu di rumah ini. Enggak akan ada yang izinkan kamu pergi ke dapur " balas bisik Dira .


" Tapi kan sayang, suatu saat aku ingin melayani kamu " balas bisik Rara.


Dira pun tersenyum pada Rara....

__ADS_1


__ADS_2