Pilihan Hati Takdir Cinta

Pilihan Hati Takdir Cinta
BAB 6 : AKU PULANG


__ADS_3

" Pah, udah sampai mana Rara ? " Tanya Mama Nisa .


" Ini baru aku WA mah . Tapi belum dibalas sama Zahra " ucap Papa Surya .


Diruang tengah Papa Surya dan Mama Nisa menunggu pesan Rara . Rasya membuka pintu kamarnya dan mau izin untuk pergi bersama teman - temannya .


" Pah Mah Rasya pergi dulu, biasa mau nongkrong sama temen - temen klub " pamit Rasya .


Rasya memiliki hobi sama dengan Rakha yaitu Otomotif motor . Mereka pun juga bergabung dengan satu klub .


" Baiklah, hati - hati !! " jawab Papa Surya .


" Sya , kakakmu udah kirim pesan belum ? " tanya Mamah Nisa .


" Mamah tu nggak usah khawatir nanti juga pulang sendiri . lagian kak Zahra juga sudah besar ditambah lagi ada kak Rakha juga kan " jawab Rasya .


" Tapi kan Mamah udah kangen sama kakakmu Sya " ucap Mamah Nisa .


" MaMa.. MaMa baru juga ditinggal 3hari kakak udah kangen " ucap Papah Surya yang sebenarnya juga merindukan Rara , Tapi Beliau simpan .


Papa Surya dan Mama Nisa tidak memberitauhu Rara kalau akan menjemputnya disekolah .


Tak berapa lama Bus sekolah Rara sampai di sekolah dengan aman .


Papah Surya mencari anaknya dirombongan siswa


" Zahra " teriak Papah Surya dan melambaikan tangannya .


Naya pun pamit dengan Rara


" Ra duluan yaa !! aku dianter Satria pulangnya , Papa mu juga udah datang tuh " .


" Rakha yang masih sibuk membawakan koper Rara membantunya untuk menghampiri Papa Surya " .


" PaaPah " ucap Rara sambil berjalan bersama Rakha menghampiri Papa Surya .


Terlihat senyum Papa Surya melihat anak perempuan satu - satunya .


Sambil memeluknya dengan hangat .


" Kenapa repot jemput Rara Pah ? " tanya Rara


" Papa enggak repot sayang . Pas Papa ada waktu juga . Tuh ada Mama juga di dalam mobil" jawab Papa Surya .


" Eh nak Rakha , terimaksih sudah menjaga Rara anak om ya " sambil bersalaman dengan Rakha.


" Sudah jadi tugas saya om untuk menjaga Rara " jawab Rakha dan berjalan bersama Rara dan Papa Surya .


Rakha pun membantu Papa Surya memasukkan koper dalam bagasi .


" Sayang gimana liburannya ? " tanya Mama Nisa sambil memeluk dan merangkul punggung anak kesayangannya .


" Seneng Mah , Rakha juga jagain aku dengan baik " ungkap Rara kepada Mama Nisa .


Mama Nisa dan Rara pun menghampiri Papa Surya dan Rakha didepan dibagasi mobil .


" Nak Rakha terimakasih telah menjaga Rara dengan baik ya pas disana " ucap Mama Nisa .


" Oyaa... Nak Rakha pulang dengan siapa ? " tanya Papah Surya . " Kalau belum ada barengan, bareng Om saja gimana? " .


" Saya naik ojek online saja om " jawab Rakha .


" Udah bareng kita saja " ucap Mama Nisa sambil sedikit memaksa Rakha .


" Iyaa Kha,yukk bareng keluargaku saja " .


Akhirnya Rakha menaiki mobil keluarga Rara . Mama Nisa mempersilakan Rakha untuk duduk disamping Papa Surya karena Mama Nisa ingin bersama Rara di kursi belakang .


" Gimana perjalanan kamu sayang ?? " tanya Mama Nisa ke Rara .


" Alhamdulillah seru Ma, aku bawain Mama sama Papa oleh - oleh juga . Tuuh aku taruh di tas belakang " ucap Rara kepada Mama Nisa .


" Terimakasih sayang tetep ingat keluarga aja kamu Nak " ucap Mama Nisa sambil mengelus hijab anaknya .


" O ya sebelum pulang, kita cari makan siang dulu yaa " ucap Papa Surya .


" Setujuuuuu " ucap Rara sedikit manja dengan Papa Surya .


" Enggak apa - apa ya nak Rakha ? " tanya Mama Nisa .

__ADS_1


" Saya ikut saja tante.... " ucap Rakha tersipu malu.


Rakha yang akan menjadi bagian dari keluarga Rara membuatnya membayangkan masa depan . Benar - benar terasa mimpi yang indah untuknya .


Papa Surya berhenti disebuah Resto disekitar apartemen Rakha . sebelum mengantarkan Rakha pulang .


Papa Surya memarkirkan mobilnya dan keluar bersama - sama .


Mama Surya memesan tempat dan mereka duduk bersama .


Rakha duduk disamping Rara . Mama Nisa duduk disamping Papa Surya . Rara pun menceritakan kegiatan di Camping sekolah . Mereka berbaagi cerita bersama layaknya keluarga .


Rara melihat Rakha yang sedikit canggung dengan keluarganya menggenggam tangannya sembunyi - sembunyi dari orangtuanya .


" Enggak perlu gerogi Kha, anggep aja kamu bagian dari keluargaku dan kelak juga akan seperti ini kan " , ucap Rara lirih .


" Iya Ra... aku cuma enggak terbiasa aja " jawab Rakha .


" Hanya kamu saja Kha yang teman sekolahku yang diperlakukan seperti ini " ungkap Rara dengan senyum manjanya.


Mama Nisa sedang memesan beberapa makanan dan membayar tagihan makanan sedangkan Papa Surya sedang berada di toilet Resto .


Mama Nisa pun segera kembali ketempat duduk mereka, begitu juga dengan Papa Surya .


Tiba - tiba handphone Rakha berbunyi panggilan dari Mama Ratna, mama dari Rakha .


" Maaf Om surya, saya mohon izin untuk mengangkat telepon dari Mama saya " , ucap Rakha .


" Silakan Nak Rakha " ucap Papa Surya .


Rakha pun mengangkat telepon Mama Ratna


" Assalamu'alikum Ma.... " ucap Rakha kepada Mama Ratna . Rakha mengobrol dengan Mama Ratna sebentar dan tiba - tiba memberikan Hp nya kepada Mama Nisa .


" Maaf tante, Mamaku ingin berbicara sedikit dengan Tante . Apa boleh ? " ucap Rakha dengan sopan .


Ini pertama kali Mama Ratna dan Mama Nisa bertemu melalui telephone .


" Ohh... baiklah " jawab Mama Nisa lalu mengambil handphone milik Rakha .


" Assalamu'alaikum Mamanya Rara ya ? perkenalkan saya Ratna jenk, Mamanya Rakha " ucap Mama Ratna yang sedikit terdengar pembicaraan mereka dari telephone .


Mama Nisa menutup telephone dan mengembalikannya ke Rakha .


" Mama kamu baik Nak Rakha , persis seperti kamu " ucap Mama Nisa sambil tersenyum .


Rakha mengangguk dan tersenyum sambil menerima handphonenya .


" Mamanya Rakha bilang apa Ma ? " tanya Pap Surya yang membuat semua orang juga penasaran .


" Ituhh cuma bilang terimakasih karena sudah membantu Rakha selama disini dan menitipkan Rakha ke kita kalau ada apa2 , karena Mamanya Rakha kan jauh nggak bisa mantau Rakha " ucap Mama Nisa .


" Jadi Rakha nggak usah sungkan kalau meminta bantuan apapun ke kami ya, anggap saja seperti keluargamu ? atau nak Rakha mau jadi mantunya Tante" ucap Mama Nisa dengan candaanya .


" Huss... Mama itu bicaranya, Nak Rakha itu pintar mana mungkin sama Rara yang manja ini " ucap Papa Surya yang membalas


" Ahhhh.... Papa git, masa anaknya yang cantik ini dibilang gitu" ucap Rara sambil sedikit mengerutkan dahi .


" Iyaa, enggak anak Papa ini adalah anak perempuan Papa yang paling Papa sayangi " balas Papa Surya kepada Rara .


Rakha yang mendengar itu tersenyum dan hanyut dalam candaan keluarga Rara .


Mereka telah selesai makan siang dan menuju parkiran untuk mengantarkan Rakha pulang . Apartemen Raka satu arah dengan rumah Rara dan tidak jauh dari rumahnya, hanya memakan waktu 10menit saja .


Tepat sampai digedung apartemen yang cukup mewah. Mobil Papa Surya berhenti untuk menurunkan Rakha . Rakha mengambil kopernya dibagasi dan segera pamit kepada kedua orangtua Rara .


" Om Tante terimakasih untuk hari ini ya, mohon maaf bila saya merepotkan kalian " ucap Rakha dengan lembut .


" Pokoknya jangan sungkang kalau ada apa - apa hubungi kami. Mamamu juga tadi sudah minta nomor telephone tante " ucap Mama Nisa kepada Rakha .


Mereka akhirnya melanjutkan perjalanan pulang . Mama Nisa duduk didepan bersama suaminya . Rara duduk kursi belakang sendiri .


Akhirnya sampailah dirumah Rara .


Koper Rara dibagasi dibawakan Papa Surya . Mama Nisa membuka pintu rumah


" Assalamu'alaikum Rumahku yang aku rindukan " ucap Rara sambil melemarkan tubuhnya disofa ruang tamu .


Mama dan Papa hanya tersenyum melihat tingkah gadis kesayangannya .

__ADS_1


" Sana sholat dhuhur dulu baru istirahat " ucap Mama Nisa .


" Okey Mamaku sayang " sambil berdiri dan menuju kamarnya untuk sholat dhuhur .


Rara pun tidur didalam kamarnya karena merasa lelah perjalanan hari ini .


Hari pun menjelang sore, Rara pun keluar kamar yang sudah mandi .


Mama sibuk untuk memasak makan malam, sedangkan Papanya menyiram tananman didepan rumah .


Rara tak melihat adiknya sedari tadi


" Mah, Rasya kemana ?? tak terlihat pun dari aku pulang sampai sekarang ? " tanya Rara kepada ibunya .


" Rasya main sama temen klubnya Ra , mungkin makan malam.baru pulang " sahut mamanya didapur .


" Ohh... Mah aku bantuin ya kalau gitu ? " ucap Rara .


Mama pun mengiyakan bantuan Rara .


Rara juga membawa oleh - oleh strowberi dan beberapa camilan yang dia beli bersama Rakha .


...----------------...


Makan malam pun sudah siap dimeja makan . Rasya juga sudah pulang habis magrib tadi .


Keluarga Rara pun makan bersama dan saling menceritakan hari - hari mereka . Begitulah keluarga Rara berkumpul .


Ditempat lain Rakha mengirim pesan kepada Rara


" Terimaksih yaa Zahraku , sudah mengizinkanku masuk menjadi bagian dari keluargamu " pesan Rakha .


Rakha yang sedari tadi makan sendiri di apartemennya dan menunggu balasan Rara .


Tepat jam 10.00 malam pun Rara juga belum membalas pesan Rakha .


" Maaf yaa Kha , baru sempat aku balas tadi sama keluarga dibawah nonton tv sampai lupa " balas pesan Rara .


" Aku kangen sama kamu Ra. besok siang mau nggak anter aku ke toko buku ? " balas Rakha .


" Okey " ucap Rara singkat .


Rakha pun mengucapkan selamat malam kepada Rara lewat pesan singkatnya.


Rara pun terus tersenyum membalas pesan dari Rakha.


Tepat pukul 07.00 pagi apartemen Rakha terdengar suara orang yang sedang memasak dan membereskan rumahnya .


Rakha yang sudah bangun jam 5.00 pagi untuk sholat subuh lalu tertidur lagi sampai ada ARTnya datang .


Rakha membuka pintu kamar, " Bude tadi datang jam berapa ? " ucap Rakha menyapa ART nya yang sudah dianggapnya keluarga .


" Jam 06.30 den Rakha " ucap Bude Minah seorang ART yang mengurusi apartemen Rakha .


" Oh yaa den, Bude lupa tadi Mama den Rakha telephone Bude . Katanya sebulan lagi akan ke Indonesia ya ? " ucap Bude Minah .


" Rencananya sih gitu Bude, tapi kurang tau kalau Papa ada acara dadakan lagi apa enggak " balas Rakha.


Papa Rakha sering menjadi Dosen tamu di Indonesia jadi kadang bolak - balik Amerika - Indonesia . Beliau cukup banyak tawaran untuk menjadi ahli bedah di Rumah Sakit besar namun masih ditolaknya .


" Bude hari ini masak apa ? nggak usah banyak - banyak karena hari ini aku mau keluar " ucap Rakha dengan sopan .


" Baik den " ucap Bude Minah .


Rakha pun mandi dan melanjutkan aktivitasnya di apartemennya .


Rara dan Mama Nisa membersihkan Rumah karena Rara libur semester akhir dan akan masuk sekolah kembali minggu depan .


" Mah hari ini Rara izin mau keluar ke toko buku nganter Rakha sama membeli beberapa perlengkapan sekolah " ucapnya kepada Mama Nisa .


" Mau kencan tuh Mah " ucap Rasya meledek yang sedari tadi ngemil oleh - oleh Rara didepan Televisi .


Rara memang tak memperkenalkan Rakha sebagai kekasihnya kepada keluarganya . Kalau Rasya memang sudah tau karena Rasya berteman dengan Rakha .


" Boleh sayang, tapi inget !! jangan pulang malam atau ajak sekalian Rakha makan malam disini... " ucap Mama Nisa .


" Coba nanti aku tanyain ke dia kalau mau ya Mah " balas Rara .


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2