Pilihan Hati Takdir Cinta

Pilihan Hati Takdir Cinta
BAB 5 : MALAM TERAKHIR


__ADS_3

Udara malam menyelimuti langit malam ini . Mendung menutupi bintang yang ingin menampakkan kilauannya diatas langit .


" Ra kayaknya malam ini aku akan menginap di kamar Satria ya .. kamu nggak apa - apa kan aku tinggal sendiri disini ? " ucap Naya.


" Wahh paraah kamu Nay?? udah kamu tidur sini ajaa, tar bisa hamil kamu !! " saran Rara .


" Aman Ra , aku kan pakai pengaman..." Jawab Naya . Kemudian dia langsung pergi meninggalkan Rara dikamar .


Tak beberapa lama , Rakha membunyikan bel kamarnya dan menunggu di luar kamar . Rara sedang bersiap - siap untuk acara malam terakhir mereka menginap di Hotel .


Sambil membuka pintu , terlihat senyum Rakha yang membuat jantung Rara berdetak kencang .


" Tunggu bentar ya Kha ya.. aku ambil tas dulu " kata Rara .


" Aku akan menunggu mu Ra . Nggak usah terburu - buru, gunakan waktu terbaikmu ya " jawab Rakha .


Rara mengambil tas dan mengunci pintu kamarnya dari luar .


" Rakha terlihat heran " Kok kamarmu sepi ra ? Naya kemana ? " .


" Ohh.. Dia mau menginap ditempat kamar Satria, tapi jangan bilang pembimbing kita ya " ucap Rara lirih .


" Jadi kamu akan tidur sendiri ? tanya Rakha lagi .


" Iya " jawabanya sambil mengangguk perlahan .


" Emang kamu berani Ra ? " tanya Rakha lagi .


" Berani sedikit sih Kha ? atau kamu mau menemani ku malam ini ?" ucapannya dengan gurau . Sambil melihat ekspresi Rakha yang tampak aneh .


" Eehh... bercanda Kha " jawab Rara sambil tertawa .


Rakha yang memperhatikan Rara sedikit bingung dan hanya tersenyum tanpa menjawab apapun.


Rakha menggandeng tangan Rara dan mengajak ke aula untuk makan malam dan menikmati pesona malam di Hotel .


Semua siswa sedang makan malam . Rara mencari Naya yang tak terlihat di ruangan itu .


" Apa dia benar - benar melakukan malam yang panas bersama Satria ? " gumamnya dalam hati sambil membayangkan apa yang terjadi .


Rakha mengagetkan dan membuyarkan pikiran Rara .


" Sedang mikirin apa sih ? Ayo kita duduk disana yang agak sepi " , Rakha mengajak Rara dan membawa beberapa piring makanan mereka .


" Aku tuuh heran sama Naya , kok bisa dia mau aja gitu diajak bermalam dikamar Satria . Emang nggak mikirin tar kalau sampai hamil gimana ? " omel Rara sedikit kesal .


Rakha yang sedari memperhatikan Rara hanya tersenyum dan tidak menanggapi omongan Rara tentang sahabatnya itu, karena merasa itu bukan hak nya .


" Kamu cantik kalau lagi ngomel gitu Ra " goda Rakha sampil mencubit hidungnya .


Rara yang sedari tadi ngomel langsung luluh seketika dan tersipu malu pada Rakha .


" Mulai dehh ahh.. ngegombal gitu !! Awas kalau ngomong kayak gitu sama wanita lain !! " ucap ketus Rara .


" Tapi bener kan Kha ?? yang aku omongin ke Naya tadi " mengungkapkan kekesalan Rara terhadap sahabatnya itu .


" Ra.. biarin itu jadi urusan mereka, kalau kamu udah ngerasa memberi saran yaa sudah . Semua kembali jadi urusan mereka lagi kan .Kita enggak boleh mencampurinya " ucap Rakha yang begitu bijak .


Rara yang mendengar itu menjadi luluh seketika. " ahh pacarku kenapa kamu so sweet banget sih " gumamnya dalam hati.


Tiba - tiba kilatan petir menyambar, Rara kaget lalu menutup mata dan telinganya .


Hujan pun mulai turun membasahi atap Hotel .


Rakha yang melihat itu pun memegang tangan Rara untuk mengurangi rasa takut Rara .


" Kita tunggu disini dulu yaa sebelum kembali ke kamar , kamu juga takut kan " ucap Rakha pada Rara .

__ADS_1


Rara pun menangguk mengiyakan ucapan Rakha .


Tak terasa waktu menunjukkan pukul 09.00 malam dan rintik hujan mulai reda .


Rakha pun mengajak Rara untuk menikmati malam bersama di sekitaran Hotel yang mereka tempati.


" Ra jalan keluar yuk, besok kita udah libur semester akhir dan akan ketemu lagi dikelas 3 . Kamu dan aku juga akan semakin disibukkan ujian dan mencari jurusan kuliah, jadi kita nikmati waktu kita malam ini . Kamu mau ?? " ucap Rakha yang sedikit dewasa .


Rara mengiyakan dan segera berdiri untuk menerima uluran tangan Rakha .


...----------------...


Rakha mengambil payung yang disediakan di lobi hotel . Payung berwarna kuning itu membawa Rakha dan Rara menikmati waktu malam mereka . Ditemani rintik hujan yang tidak terlalu tebal . Rakha memegang payung ditengah dan sedikit mencondongkan ke Rara agar dia tak kena hujan . Rara merangkulnya dengan mesra tanpa sepatah kata hanya berjalan mendampingi Rakha .


" Ra , setelah SMA ini kamu akan kemana ? " tanya Rakha .


Rara diam sebentar dan belum memiliki akan kuliah atau kerja saja kelak .


" Aku ? aku belum memikirkan apapun Kha . Aku masih menikmati waktu denganmu " jawabnya .


" Kalau kamu Kha ? " tanya balik


" Aku akan kuliah mengambil jurusan kedokteran Ra " jawabnya lirih


" Kamu akan ke Amerika kah ? Bersama kedua orangtuamu ? tanya Rara kembali .


" Aku belum memutuskan Ra " jawabnya singkat .


Ayah Rakha adalah orang Indonesia yang berkebangsaan Amerika. Beliau adalah seorang Dokter di Amerika . Ibunya juga orang Indonesia dan adik laki - lakinya masih SD juga tinggal di Amerika bersama ke dua orangtuanya .


Rakha tinggal di apartemen sendirian hanya dibantu ART kalau siang hari .


Rakha menetap disini karena dia ingin hidup mandiri .


Orangtuanya akan datang ke Indonesia bila ada kepentingan saja .


" Apakah Rakha akan kembali ke Amerika ? " tanyanya didalam hati . " Apakah kita akan menjalani LDR ? ahh... masih ada waktu untuk memikirkannya " .


" Ayo kita kembali ke kamar Ra, besok kita akan pulang " ucapnya .


Namun sesampai depan pintu kamar Rara , Petir menyambar dengan keras dan hujan datang dengan lebatnya . Dan angin kencang pun datang menerobos malam ini .


Rara langsung memeluk Rakha dengan ketakutan . Rakha memeluknya dan menepuk punggung Rara .


" Aku akan disini menemanimu sampai kamu tertidur " ucapknya sambil berbisik ditelinganya .


Rakha membantu membuka pintu kamar Rara . Dan menyuruhnya untuk istirahat sementara dia akan duduk disampingnya .


" Ra sholat Isya' dulu yukk, aku akan jadi imamnya " ucapnya .


Rara mendengar itu merasa bahagia, karena itu pertama kali dia di Imami teman laki - lakinya .


" Baiklah Kha " ucapnya


Setelah selesai Rara msih menggunakan hijabnya dan akan bersiap tidur .


Petir masih terus menyambar dan membuat Rara ketakutan.


Rakha duduk disamping tempat tidur Rara dan mengusap lembut tangannya agar Rara sedikit tenang .


Tak berapa lama Rara tertidur sambil memegang tangan Rakha dengan kuat .


Rakha yang tak bisa melepaskan genggaman Rara akhirnya duduk dan tertidur disamping Rara .


...----------------...


Waktu Shubuh pun hampir datang menunjukan pukul 04.00 pagi .

__ADS_1


Hujan dan petir pun sudah tak ada lagi .


Rara terbangun melihat Raka duduk sambil tertidur disampingnya membuatnya tersenyum .


" Terimakasih telah menjagaku malam ini Kha " bisik ditelinga Rakha .


Rakha mendengar itupun langsung terbangun dan mengusap matanya .


" Kamu sudah bangun Ra ? aku pamit ke kamarku ya " jawab Rakha .


Saat akan keluar kamar, Rara pun berlari ke arah Rakha memeluknya dari belakang seakan tak ingin dia pergi dari kamar itu .


Rakha membalikkan badannya dan memeluk Rara sambil mencium kening Rara .


" Ahh... terasa mimpi saja kalau hati dan tubuhnya dalam pelukanku " gumam Rara dalam hatinya .


Tepat saat itu Naya masuk membuka pintu kamarny .


" Ya Saalam ( dengan ekspresi kaget ) ... Rara ?? Rakha?? " sontak Naya .


Segera mereka melepaskan pelukan mereka .


" Na...na....ya... kamu udah balik ?? " tanya Rara dengan ekspresi canggung .


Rakha buru - buru meninggalkan kamar mereka .


" Ra ?? kamu sekamar sama Rakha ?? trusss gitu.... gitu... ? " tanya Naya yang ingin tau .


" Ngaco deh kamu Nay , dia semalam tidur dikursi aku diatas . Kami hanya tidur aja . Udaah gitu aja " jawab Rara dengan malu - malu dan pergi ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu .


" Kamu juga sama Satria kenapa melakukan itu ? pulang ke kamar udah kayak kena badai rambut kamu " Hardik Rara kepada Naya .


Naya hanya tersenyum dan segera mengemasi barang - barang mereka .


Waktu menunjukkan pukul 06.00 pagi, Rara dan Naya sudah mengemasi barang bawaan mereka . Segera mereka untuk mengeluarkan koper dan tas mereka .


Satria dan Rakha yang sudah datang di depan kamar mereka . Segera membantu membawakan koper dari pacar mereka .


Mereka sampai didepan hotel dan memata barang mereka di bagasi bus . Rakha dengan sigap membantu Rara, begitupun Naya .


Sebelum berangkat, seluruh siswa di izinkan sarapan di hotel .


" Halo anak - anak, Silakan bagi yang belum sarapan untuk sarapan . Dan jam 8.00 tepat kita akan segera berangkat menuju sekolah " perintah dari salah satu guru pembimbing mereka .


Rakha sudah menata barangnya dan juga milik Rara .


" Nay sarapan yuk, jangan mojok terus !! perintah sahabatnya itu .


Rara berjalan berdampingan dengan Rakha .


Mereka sampai di resto hotel untuk sarapan .


Seluruh siswa sibuk untuk mengambil makan pagi mereka .


Naya dan Satria yang sudah mendapatkan tempat duduk melambaikan tangan kepada Rara untuk segera duduk disamping sahabatnya .


Mereka menikmati makan pagi mereka sebelum pulang kerumah masing - masing .


Tepat jam 8.00 pagi seluruh siswa selesai sarapan dan kembali kedalam bus mereka .


Naya pun duduk disamping Rara .


" Ra beneran kalian cuma tidur aja gitu ? " tanya Naya yang masih penasaran .


" sssssstthhh ( sambil mengacungkan jari telunjuk ke bibirnya, mengisyaratkan untuk tidak berbicara ) diem Nay !!! Beneran Nay, aku tidur diatas Rakha itu tidur disampingku dikursi . Jangan mikir aneh - aneh deh !! Emang kamu sama Satria !! " ucap Rara pelan .


" Tenang aja Ra, aku sudah pakai pengaman tauk !!" sahut Naya .

__ADS_1


" Bener - bener kamu Nay kelewat bebas . Dah yakin aman tuh!!? " tanya Rara kepada sahabatnya.


...--------------...


__ADS_2