
Beberapa hari Rara menonaktifkan Hp nya . Dira yang tak bisa menghubungi Rara membuatnya ia frustasi, lalu ia mencoba menelepon adik Rara " Assalamu'alaikum Sya, kakak mu ada ? " .
" Wa'alaikumsalam kak Dira. Ada kak di kamarnya . Kenapa emang ?? tanya Rasya .
" Aku enggak bisa menelepon kakakmu beberapa hari ini " jawab Dira yang sedikit lega mendengar kekasihnya di rumah .
" Ohh iyaa, emang katanya dia Hp nya lagi rusak " jawab Rasya . " Mau aku panggilkan kak ? " tanyanya lagi .
" Boleh, kalau enggak merepotkan " balas Rasya , lalu ia pergi ke kamar Rara tak beberapa lama " tok tok" suara ketukan Rasya di kamar kakaknya .
" Ada apa Sya " jawab Rara yang sebenarnya sedang dalam kesedihan namun tak ada yang tau . Ia menyimpan lukanya sendirian, bahkan Rara terpaksa berbohong kalau Hp nya mati karena rusak padahal ia hanya ingin menyendiri sebentar .
" Kak Dira telepon " ucap Rasya dari luar karena pintu kamar Rara sengaja dikunci dari dalam . Rara pun segera bangkit dari tempat tidurnya dan menemui Rasya .
" Baiklah sebentar " ucap Rara yang merapikan wajahnya takut kalau Rasya tau bahwa Rara baru saja menangis. Rara pun membuka pintu kamarnya. Rasya kaget melihat keadan kakaknya yang tampak kurang sehat.
" Kak... Kakak sakit ? " tangan Rasya lalu menyentuh dahi Rara.
" Enggak, cuma enggak enak badan dikit " ucapnya lalu menerima Hp Rasya dan berbicara dengan Dira .
Dira yang mendengar suara Rasya kalau Rara sedang kurang sehat membuatnya makin gelisah .
" Halo sayang " ucap Rara dengan suara agak berat .
" Kami sakit Ra?? udah ke dokter?? Apa perlu aku kesitu ?? Trus Hp kamu kenapa ?? Sudah makan belum ?? " Dira pun memberondong pertanyaan kepada Rara .
Rara lalu meneteskan air matanya semakin banyak dan sesenggukan saat ia menyadari begitu bersyukurnya ia memilik kekasih yang sangat perhatian walaupun ia sedang bertugas menjadi prajurit Negara .
" Kak, tanyanya satu - satu ya... Aku enggak apa - apa hanya sedikit pusing saja , tadi Mama udah masakin bubur kok . Dan untuk Hp maaf ya... memang baru rusak, nanti udah jadi kok " ucapnya setelah ia selesai menangis tersedu .
" Terus kenapa kamu menangis, sayang ??? " tanya Dira dengan lembut kepada Rara.
" Aku baru menyadari bahwa calon suamiku ini betapa perhatiannya. Bahkan ia pun menyempatkan untuk mencari tau keadaanku saat ini . Maafkan aku sayang, kalau aku kurang bersyukur memilikimu " ucap Rara .
" Aku ingin sekali memelukmu sayang, betapa aku merindukanmu saat ini " ucap Dira dengan suara lirihnya .
" Sayang, kita kan bakal ketemu beberapa bulan lagi. Jadi saat kita bertemu peluk aku sebanyak yang kamu mau ya !! " balas Rara kepada kekasihnya .
" Baiklah kalau begitu, Miss U..." Dira lalu menutup teleponnya .
Rara pun pergi ke kamar Rasya dan mengembalikkan Hp nya .
" Udah kak ? " tanya Rasya .
" Iyaa udah, makasih ya " jawab Rara .
" kakak mau aku antarkan ke rumah sakit ? " tanya Rasya .
" Enggak usah Sya, tolong belikan obat penurun panas aja di apotik " jawab Rara .
" Baiklah, aku berangkat sekarang " Rasya pun bersiap ke toko Apotik untuk membeli obat .
__ADS_1
Rara di kamarnya merenungkan semua kebaikan Dira yang dengan tulus mencintainya . Dan untuk Rakha, ia harus melupakannya lalu bangkit dari masa lalunya itu .
Tak beberapa lama Rasya balik dari toko Apotik dan memberikan obat pesanan kakaknya itu .
" Kak, ini yaa obatnya " jawab Rasya yang menaruh obat disamping tempat tidurnya .
" Okey makasih ya " balas Rara singkat . Rara pun minum obatnya lalu tidur malam ini karena besok pagi dia akan ada acara wisuda sekolahnya .
...----------------...
Pagi pun datang, Mama Nisa menyiapkan sarapan seperti biasa sedangkan Papa Surya membaca koran dan bersiap untuk ke kantor .
" Oh ya Mah, Rara usah sehat ?? " tanya Papa Surya .
" Semalam demamnya udah reda kok Pa " jawab Mama Nisya .
" Pagi Pah Mah " sapa Rasya kepada orangtuanya .
" Kakakmu gimana Sya ? jadi ikut wisuda atau izin katanya ? " tanya Mama Nisa yang menyiapkan sarapan .
" Aku udah sehat Mah, Ini mau ke salon dulu " jawab Rara yang sudah segar seperti sedia kala .
" Baiklah, mau Mama anterin ? " tanya Mama Nisa .
" Enggak Usah Ma . O ya Mama nanti jadi ke acara ku kan ?? " tanya Rara yang duduk di meja makan .
" Jadi sayang . Papa yang enggak ikut, karena enggak bisa izin " ucap Mama Nisa .
" Mah, aku selesai makan. Aku pergi ke salon ya " ucap Rara yang sudah membawa perlengkapannya .
" Kak , aku anter aja. Kita sejalan kan " ucap Rasya .
" baiklah kalau gitu " ucap Rara
Rasya pun mengantarkan kakaknya ke Salon untuk make up wisudanya hari ini . Setelah sampai ke ke salon , Rasya meninggalkan kakaknya untuk pergi ke sekolah .
Tepat jam 7.30 Rara masuk Salon sesuai janjiannya . Setelah ia selesai make up dan memakai gaun kebaya, ia memesan ojek online untuk ke sekolah karena pulangnya ia akan bareng dengan Mama Nisa .
Rara pun sampai ke acara wisuda SMA nya ia bertemu teman - temannya dan sudah melihat Mamanya juga sudah hadir di acara nya .
Tak beberapa lama, banyak teman wanitanya keluar untuk melihat seorang pria ganteng yang membawa buket bunga hari itu. Ia pun mendengar temannya berbicara dan berlarian keluar sedangkan ia duduk dengan tenang dan melihat ponselnya yang sudah ia hidupkan . Banyak pesan yang masuk dari Dira . Ia membuka pesannya dan tersenyum membacanya .
Saat asik membaca pria yang membawa buket bunga itu tiba - tiba datang menghampirinya . Ternyata Dira datang ke sekolahnya memakai kaca mata hitam dan menggunakan seragam lorengnya .
Semua mata tertuju ke Dira yang menghampiri Rara . Dan Rara pun kaget melihat kehadiran Dira yang tak ia sangka sebagai kejutan . Rara yang sedikit Malu menundukkan pandangannya .
" Selamat ya sayang " ucap Dira yang menyerahkan buket bunga di tangannya yang membuat murid wanita di sekolah Rara sedikit kecewa ternyata pria yang membawa buket itu adalah pacar Rara .
Rara pun menerimanya dan langsung memeluk Dira dengan bahagia .
" Sayang aku merindukanmu " ucap Rara dengan gembira .
__ADS_1
" Aku juga sayang, kami udah sehat ?? " tanya Dira .
" udah. Kamu kok bisa keluar Asrama dan kesini " tanya Rara
Dira pun menceritakan bahwa ia ada tugas di luar kesatuannya . Makanya ia mampir ke sekolah Rara dan menemuinya disini tapi ia hanya mendapat izin 3jam saja dan ia harus kembali ke Pangkalannya lagi.
Acara pun di mulai. Dira menemani Rara sampai selesai dan mengikuti acara sesi foto keluarga . Rara bahagia melihat Dira datang dan mengajaknya berfoto berdua .
" Rara sayang, karena udah ada Dira. Mama izin pulang dulu ya.. Mama ada acara arisan soalnya " pinta Mama Nisa yang pulang dulu .
" iya Mah " jawab Rara .
" Baik Mah, nanti saya antarkan pulang " jawab Dira .
Tak beberapa lama Rara pun izin pulang juga .
" Cie yang mau kencan " sorak teman - temannya pada Rara .
" Iya dong, aku pamit dulu ya " balas Rara dan mengayunkan tangannya pamit .
" Rara, kita cari makan dulu mau ? " tanya Dira .
" Engak!! kita ke rumah langsung aja, tar pesan makan online saja " jawab Rara .
Mereka pun tiba di rumah dan rumah Rara begitu sepi . Lalu mengajak Dira naik ke kamarnya dan menutup rumahnya .
" Rara.. jangan menggodaku ya!!! aku baru tugas ini " jawab Dira dengan senyumnya .
Rara pun melampiaskan kerinduannya beberapa waktu sebagai permintaan maaf ke Dira karena hampir saja hatinya goyah dengan Rakha .
Rara mencium seluruh tubuh Dira menghempaskan tubuh Dira diatas kasur dan melakukan hubungan badan lagi dengannya . Dira pun tak mau kalah dengan kerinduannya lalu ia membalas perlakuan Rara . Setelah selesai melampiaskan kerinduannya Rara pun segera mandi dan bergantian dengan Dira yang masih sedikit lelah .
" Kak Dira, mandi gih, aku pesan makan siang ya " ucap Rara yang keluar dari kamar mandi dan hanya memakai handuk .
Dira mencium badan Rara yang sudah wangi " aku mandi ya, pesan yang enak ya.. uangnya di dompet aku ambil aja " ucap Dira yang masuk ke kamar mandi setelah mencium badan Rara .
Pesanan makan mereka pun tiba . " Dira juga sudah memakai seragamnya lagi . Mereka duduk di meja makan dan makan bersama .
" Oyaa sayang , hadiahnya ada di dalam mobil. Tadi lua ngasih tau habisnya kamu ngajak cepat - cepat pulang " ucap Dira dan menikmati makannya .
" Benarkah?? " ucap Rara langsung lari ke mobil Dira dan mengambil kotak hadiahnya .
" Buka sekarang ?? " ucap Dira melihat ekspresi Rara yang begitu bahagia dengan kedatangannya .
Rara membuka dan bahagia sekali " Sayang, tapi ini hadiahnya mahal " ucap Rara sambil memegang Hp keluaran terbawa yang setipe milik Hp Dira .
" Buat kamu, apapun akan aku berikan " begitulah Dira yang memanjakan Rara dengan kasih sayang dan perhatian .
" Terima Kasih . Aku akan lebih mencintaimu " ucapnya kepada Dira lalu memeluknya dengan mesra .
Dira pun mencium kening Rara dan memeluknya kembali.
__ADS_1