
Cuaca yang cerah membawaku menaiki sebuah mobil hitam milik orangtua Dira . om Danu duduk didepan sedangkan disampingnya adalah Tante Fira . Mama Nisa tidak bisa ikut karena undangan hanya berlaku 3 orang sedangkan Papa Surya harus berangkat kerja . Jadi hanya Rara saja yang ikut karena permintaan khusus dari Dira.
Om Danu memakai seragam militernya, beliau terlihat cukup berwibawa dengan seragamnya sedangkan Tante Fira dengan balutan kebaya warna dusty pink membuatnya terlihat awet muda.
Rara memakai warna hijau segar dibalut hijab yang senada . tak lupa sebuah bukket bunga mawar yang berada dipangkuannya untuk Kak Dira sebagai ucapan selamatnya . Rara terus melamun dijalan masih terpintas Rakha didalam benaknya .
" Sedang apa kamu Kha disana ?? Apakah kamu merindukanku seperti halnya hatiku yang sedang merindukanmu saat ini " ucapnya dalam hati. Dan Rara hanya melamun melihat jalanan yang ia susuri.
Sampailah mobil Om Danu diparkiran Akademi Dira . Dira menelephone bundanya, " Sampai mana Bun ? enggak lupa bawa pesananku kan bun ? " ucap Dira sambil tertawa .
" Enggak... sudah ditaruh belakang aman. Dir...Bunda sama Ayah sudah sampai di parkiran " ucap candaan Tante Fira.
" Baiklah aku susul kesana " ucap Dira dan mengakhiri panggilan telephonenya .
Kami semua turun dari Mobil dan Dira menghampiri Ayah dan Bundanya menyalami serta memeluk mereka.
" Bun...mana pesananku ?? " Dira yang sudah tak sabar ingin melihat Rara .
" Itu ada di mobil kursi belakang " ucap Bundanya .
Rara segera turun dari mobil, Dira yang melihatnya tersenyum bahagia. Kebahagian Dira tak bisa ia tutupi lalu mendekati Rara .
" Ra...kamu cantik banget hari ini, makasih ya sudah datang " ucap Dira dan mencium tangan Rara .
Rara memberikan bukket mawar untuk Dira " Selamat ya kak Dira atas kelulusannya, dan semoga amanah dalam mengemban tugas negara " Rara pun tersenyum kepada Dira .
Dira melihat Ayah dan Bundanya sedang sibuk bertemu dan menyapa relasinya. Dira mengajak Rara ke depan Aula lalu merangkulkan tangan Rara kedalam siku lengannya .
" Ra , ikut aku bentar yuk !! nanti ketemu Ayah sama Bunda di Aula aja. Tuh mereka sibuk dengan Kolega Ayahku " ucap Dira dan membawanya pergi ke aula utama .
Rara mengiyakan permintaan Dira. Mereka berjalan beriringan bak pasangan kekasih. Dira menyapa temannya satu persatu saat menuju ruang Aula.
" Ini pacarmu Dir?? cantik banget Dir... " ucap beberapa teman seangkatannya .
" Jelas donk, ini calon istriku " ucap Dira kepada teman angkatannya .
Rara kaget dan hanya menunduk tak bisa berkata apapun karena dia tak mengenal siapapun di acara itu . Rara juga tak bisa menolak saat dia diperkenalkan sebagai calon istri Dira .
__ADS_1
Kami menunggu kedatangan Ayah dan Bunda Dira didepan pintu aula utama .
Rara mencubit lengan Dira dan berbisik, " Kak Dira... kenapa aku yang kamu perkenalkan sebagai calon istri kamu. Hubungan kita kan belum sampai dan mengarah kesana kak ".
" Enggak apa - apa, siapa tahu kamu langsung menerimaku sebagai kekasihmu saat ini " balas Dira lirih .
" Hey Dir, kenalkan ini calon istriku " ucap salah satu teman seangkatan Dira sambil memamerkan cincin pertunangan mereka.
" Widddih... gerak cepet juga loe bro. Iya kenalkan Ini Rara calon istriku " ucap Dira sambil memamerkanku didepan sahabatnya .
" Gue kira elo enggak suka perempuan, ternyata langsung ngenalin calon bini loe " sambil tertawa mengejek Dira .
" Yaa enggaklah. Gue cuma nunggu waktu yang tepat aja bro " sahut Dira membela diri .
temannya lain pun datang dan menyapa Dira , " jadi ini cewek yang eloe sering ceritain bro " .
" tau aja sih bro " jawab Dira yang penuh senyum.
" Cantik bro " ucap sahabatnya itu .
" Gue juga carikan yang model gini boleh bro atau ada sodaranya cewek loe gitu " balas sahabat yang lainnya .
Didalam obrolan mereka, Rara hanya diam dan senyum sesekali . Dira tak melepaskan genggaman tangannya sekalipun kepada Rara . Sesekali melihat Rara, takut kalau Rara merasa tak nyaman dengan teman - teman seangkatannya .
" kamu nyaman enggak?? apa mau kita pindah " bisik Dira kepada Rara ditengah obrolan Dira dengan para sahabatnya.
" Pindah aja Kak, kita duduk disana ya " jawab Rara sambil menunjuk kursi yang kosong .
Dira pamit dan menggenggam jari Rara untuk pindah ke kursi yang masih kosong didepan Aula.
" Kalau kamu enggak nyaman, kamu langsung bilang ya?? " ucap Dira kepada Rara . " kamu tunggu disini sebentar aku carikan minum untuk kamu " imbuhnya .
Dira memang orang yang bertanggung jawab. Serta sifatnya yang penyayang dan humoris membuat Rara menyukainya dari dulu dan selalu merasa nyaman disampingnya . Begitulah sifat Dira yang mengisi kekosongan hatinya karena ditinggalkan Rakha saat ini .
Tante Fira datang dengan Om Danu
" Rara, kamu kok sendiri ??? Dira kemana ?? " tanya Om Danu .
__ADS_1
" Iya mana Dira, kenapa membiarkan kamu sendirian sih !! " tambah Tante Fira yang sedikit kesal .
" Kak Dira baru ambil minum Tant, itu dia tant... jangan dimarahin ya tante " pinta Rara kepada orangtua Dira .
Dira berjalan menuju ke arah Rara dan orangtuanya . Membawa beberapa botol minum untuk mereka .
Rara melihat Dira yang berjalan ke arahnya membuat ia sedikit terpesona dengan gagahnya saat ia berjalan membuat ia kagum .
" Laki - Laki itu yang malah menemaniku di hari - hari tersulitku . Bahkan setia dan membuktikan janjinya di masalalu yang ku anggap sebagai candaan anak kecil " ucapnya didalam hati .
Dengan senyum yang menawan dari Dira membuat hati Rara sedikit goyah . Jantungnya berdetak agak cepat wajah Rara tersipu malu . Dira yang semakin mendekat membuat Rara semakin bergejolak dalam hatinya .
" Ra... kenapa senyum gitu ?? keren yaa aku ?? " ucap Dira yang sudah didepanku dan membuyarkan lamunanku .
" Inih minum dulu, duduk disampingku " imbuh Dira mengajak Rara duduk . Orangtua Dira sedang menyapa Relasinya tidak jauh dari tempat Rara dan Dira duduk .
Rara melihat keringat yang menetes di kening Dira dan mengambil tisu yang ada didalam tas kecilnya . Ia mengelapnya dengan lembut, Dira yang merasakan itu , lalu menyentuh tangan Rara dan menghadapkan wajahnya kedepan Rara .
" Jangan membuatku untuk menciummu sekarang ya " ucap Dira sambil memegang tangan Rara .
Rara tersenyum dan menjawab, " Kak Dira ahhh gitu... "
Orangtua Dira memanggil Rara dan Dira yang sedang asik berbicara berdua .
" Dira sini nak " panggil Tante Fira .
Dira menggandeng dan mengajak Rara untuk mendekati orangtuanya . Mereka dikenalkan Kolega dari Om Danu .
" Ini anakku dan ini tunangannya " ucap Tante Fira mengenalkan Rara dan Dira sebagai sepasang kekasih .
Tak berapa lama, Dira dipanggil oleh komandannya untuk persiapan memimpin Upacara Wisuda . Seluruh tamu undangan masuk kedalam Aula Utama.
Rara duduk disamping Tante Fira dan menikmati proses acara . Matanya pun tak lepas dari Dira, melihatnya memimpin acara membuatnya semakin terpesona kekagumannya . Dira juga mendapat penghargaan menjadi Angkatan terbaik . Rara semakin terpesona dibuatnya .
Acara inti pun sudah selesai dilanjutkan untuk acara makan siang bersama keluarga yang telah disiapkan di Akademi militernya .
Sebelum Acara makan, Dira menghampiri Rara dan kedua orangtuanya . Dia membawa bukket yang aku siapkan dari tadi . Dira pun juga menggenggam jemariku seakan tak ingin melepaskanku .
__ADS_1
Orang tua Dira sibuk dengan ucapan selamat dari banyak orang. Dira pun juga sama . Rara hanya mengikuti alur saja, dan diperkenalkannya sebagai calon istri Dira .