
" kamu mau makan apa Ra ?? Mau cake vanila stroberi ?? " ucap Rakha yang membuat kaget Rara
" Ah kamu masih ingat kesukaanku? " jawab Rara yang tersenyum dan sudah sedikit tidak kaku .
" Mana mungkin aku melupakannya " senyum Rakha yang masih saja menawan .
Rara pun sedikit membuka percakapan dengan Rakha , " Kamu sudah hebat Kha sekarang sudah menjadi dokter muda yang mengisi beberapa artikel kesehatan " .
" Kamu tau Ra?? " tanya Rakha yang merasa bahwa Rara masih mencari tau tentangnya .
" iyaa. Karena aku mengambil ilmu perawat Kha. Jadi semua artikel kesehatan aku baca " ucap Rara yang hanya memberi alasan saja .
" Oh iya, gimana kabar keluargamu ? " tanya Rakha sambil meminum kopinya. " Semua baik kha, kamu bagaimana kabar ?? " tanya balik Rara yang sebenarnya penasaran dengan 2.5 tahun ini tak melihat dan mendengar kabar Rakha .
" Aku?? Baik semuanya, dan semuanya masih seperti dulu Ra . Kamu juga gimana?? Ku dengar kamu sudah memiliki kekasih ?? " tanya Dira yang langsung membuat Rara terbelalak kaget bahwa ia mendengar kalau dia memiliki kekasih setelah berakhir dengan Rakha .
......................
Dira yang saat ini sudah selesai kegiatan lalu membuka Hp nya dan mendapat kabar dari ajudannya bahwa Rara bertemu dengan seorang laki - laki . Ia tau sosok laki - laki itu lalu menelepon ajudannya untuk mencari tau lokasi mereka .
Dira pun berhenti di sebuah Resto lalu ia masuk kedalam dan mencari Rara. Ia tak ingin Rara bertemu dengan Rakha . Ia takut Rara akan pindah ke lain hati lagi setelah perjuangannya selama ini .
" Kamu benar Ra sudah memiliki penggantiku ?? " tanya Rakha yang nampak sedih . Rara yang tak tega melihat raut wajah Rakha hanya diam sesaat . Tepat saat itu, Dira datang menyentuh pundak Rara dari belakang . " Sayang, aku mencari mu di Hotel tadi, ini siapa sayang ?? " tanya Dira dengan lembut .
" Kenalkan, aku cinta pertamanya Rara di SMA,Rakha Aditama " Rakha menyodorkan tangannya kepada Dira dengan berani .
" Oh , aku yang akan jadi suaminya Rara besok, Dira Mahendra " Dira membalas tangan Rakha . Dua pria yang mengisi hati Rara dulu dan saat ini pun bertemu di tempat yang tak pernah ia bayangkan . Dua sosok laki - laki itu saling bertatapan dengan amarah .
Rara merangkul lengan Dira, ia hanya ingin tak ada perselisihan diantara mereka . Dira mengerti maksud Rara lalu menggenggam tangannya. Lalu ia mengambil minuman milik Rara dan tersenyum kepada Rara bahwa ia yakin Rara tak akan berpaling dari dirinya saat ini .
" Sayang, aku ingin mengajakmu pergi sekarang " ucap Dira sambil mengelus hijab Rara .
" Baiklah '' Rara pun berpamitan kepada Rakha .
" Kha, maafkan aku sepertinya tunanganku ingin mengajakku pergi . Semoga kamu selalu sehat dan bahagia ya " Dira lalu menggandeng tangan Rara dan pergi meninggalkan Rakha .
__ADS_1
Rakha yang tak bisa berbuat banyak hanya bisa mengikhlaskan cintanya pergi dengan pria lain saat ini .
" Ra... Harusnya ku perjuangkan kamu dulu jadi kita tak akan seperti ini " tak terasa air mata Rakha jatuh begitu saja melihat Rara pergi dengan pria lain . Ia menyesalinya dan hanya bisa melihat seseorang yang ia cintai pergi.
......................
Rara menatap kekasihnya yang sedari tadi tak melepas genggamannya . " Apa Dira akan marah kepadaku ? " pertanyaan itu terus menghantui dalam pikirannya . Dira membukakan pintu mobil dinas milik pangkalan TNI. Ia hanya diam saja tanpa berkata sepatah kata pun . Suasana didalam mobil menjadi amat sangat hening .
" Sayang... " Rara memanggil pelan Dira . Tapi ia hanya diam saja tak bergeming . " Kamu marah ?? " tanya Rara pelan lagi .
Dira memarkirkan mobilnya dipinggir jalanan dan menatap Rara . " Ra... Kalau aku enggak marah dan cemburu itu artinya aku enggak cinta sama kamu . Aku marah aku frustasi dengan diriku sendiri . Saat kamu sendirian aku tak ada disamping kamu . Aku mencoba meluangkan waktuku sebisaku, agar kamu tak merasa kesepian. Rasa cintaku ke kamu itu sangat dalam sampai rasa khawatirku muncul. " Rara yang mendengar itu menitihkan air mata. " Bagaimana bisa aku menyakiti perasaannya yang begitu lembut ini. Bodohnya aku !! " Dira yang melihat kekasihnya menangis tak tega dan langsung memeluknya .
" Kak Dira sayang, Maafkan aku... Maafkan aku... Karena membuatmu marah !! " tangisnya mulai pecah dalam pelukan kekasihnya itu .
Dira mengusap airmata di pipi Rara lalu mencium lembut di keningnya " aku juga minta maaf karena tak menemanimu hari ini. Sudah yaa nangisnya... " kata Dira yang sudah meredakan emosi cemburunya.
Rara menangguk mendengarkan perkataan Dira . " Sayang, aku laper... " ucap Rara dengan polosnya . Dira pun tersenyum lalu menyalakan mobilnya kembali dan segera membawa Rara mencari Resto terdekat .
Sembari makan siang, Dira ingin mengajak Rara ketempat kerjanya Barak TNI yang sedikit agak jauh dr hotel Rara tinggal. Daerah yang jauh dari perkotaan. Rara mengikuti kemana langkah kaki Dira dan menggenggam kuat tangannya .
Tiba - tiba Dira mendapat panggilan telepon dari kantornya karena ada beberapa kegiatan yang harus ia tangani . " Sayang, aku tinggal kamu disini sebentar ya.. Setelah itu aku akan membawamu ke hotel lagi. Aku harus menangani beberapa agenda " ucap Dira yang sedikit menyesal .
" Enggak apa - apa " dengan wajah sedikit lelah ia harus merelakan kekasihnya untuk bertugas kembali .
" Kalau kamu lelah, di sana ada kamar istirahat tempatku tidur setiap malam " sambil menunjukkan sebuah ruangan yang Dira pakai untuk istirahat . Rara mengangguk mengerti . " Kalau kamu lapar bisa minta ke chef TNI di sana ya... " imbuh Dira yang sedikit khawatir .
" Sayang, aku akan menelepon mu sesegera mungkin ya !! " ucap Dira . " kamu enggak usah khawatir, disini banyak kawanmu kan !! " Rara menenangkan Dira yang terlihat khawatir berlebih .
" Baiklah, aku pergi ke kantor ya !!! " Rara menangguk mengerti . setelah Dira pergi ia melihat - lihat Barak yang Dira tempati . Ia merasa sedih dengan fasilitas yang jauh dari apa yang ia bayangkan. Betapa berat ia pikul sendiri sebagai Kapten perwakilan dari Tentara Indonesia . Ia menuju kamar yang biasa Dira pakai untuk tidur. didalamnya hanya ada ranjang milik Tentara yang jauh dari nyaman dan 1 almari baju serta meja dan kursi saja . Jauh dari layak seperti Rumah Dira .
Sambil melihat ruangan itu, ia tersenyum saat berada di depan meja kerja Dira. Banyak Foto mereka yang ia pajang sebagai hiasan di meja . Serta barang - barang ia kirimkan, selalu Dira simpan dengan sangat baik.
Tak terasa Rara sedikit lelah dan mulai mengantuk, dan ia tertidur di tempat tidur milik Dira.
......................
__ADS_1
Waktu sudah menjelang sore, Dira duduk didepan Rara . Ia memandangi wajah kekasihnya yang sedang tertidur. Ia tak ingin mengganggu tidur kekasihnya yang cukup lama. " Maafkan aku hari ini yaa Ra, aku masih banyak kekurangan apalagi soal waktu denganmu " . Rara yang mendengar itu, tersenyum lalu membuka matanya.
" Aku maafin sayang, aku sudah memilihmu jadi ini sudah resiko ku menjadi pendampingmu " . Dira tersenyum mendengar itu dari mulut Rara . " Terimakasih sayang, karena masih bertahan dengan ku, Aku mencintaimu " .
Dira pun mengajak Rara keluar dari kamarnya tapi dibalik pintu luar ternyata banyak rekan Dira yang mengupingnya. Dira dan Rara yang keluar dengan sedikit malu " Kenapa kalian kumpul disini ?? lari keliling 10x " ucap Dira dengan tegas . Serentak rekan Dira menjawab, " siap kapten " dan mereka pun segera melaksanakan perintah Kapten mereka .
Rara masih menahan malu nya lalu mencubit pinggang Dira . Lalu Dira mengajak Rara untuk menikmati malam hari di Kota sebelum Rara pulang ke Indonesia .
" Bro, aku titip basecamp sementara aku mengambil libur 1 hari . Kalau ada apa - apa langsung kabari " perintah Dira kepada salah satu rekan anggotanya .
" baik lah, dan nikmati waktu libur kalian ya " ucap Rekan Anggotanya .
Dira dan Rara pun akhirnya menuju ke Kota menggunakan mobil dinas kesatuan . " Selamat berlibur Kapten " ucap para rekan Dira saat berlari karena perintah Dira tadi .
" Sayang... Aku malu tadi " ucap Rara yang begitu manja dengan Dira . " Maaf ya sayang, kalau membuatmu tidak nyaman " Dira pun mengusap lembut pipi Rara.
Dira menghentikan mobilnya dulu ke sebuah Resto yang cukup mewah. " Kita ngapain kesini ?? " tanya Rara yang begitu heran . " Oh iya aku belum memberi tahu kalau kita akan makan malam bersama dengan Ayah dan Bunda, aku terlalu fokus dengan kamu tadi Ra.... " goda Dira dengan senyumannya .
" Tapi aku belum mandi, Kak !! " Rara melihat wajahnya di dashboard mobil. Wajah yang masih berantakan buru - buru ia rapikan " . Mereka pun turun dari mobil dan mencari orang tua Dira yang sudah menunggu kedatangan mereka .
" Gimana Ra ?? happy hari ini ?? " tanya sang Bunda . Rara tersenyum dan tak melepaskan genggaman tangan Dira padahal mereka hanya duduk berdampingan .
" Terimakasih ya Bunda dan Ayah.. Untuk Kado ulang tahunku tahun ini " sambil menatap Rara yang sedari tadi menatap Dira . Dan tak beberapa lama, kue ulang tahun Dira datang dari para pelayan. Mereka merayakan pesta ulang tahun Dira malam ini dengan banyak kebahagian.
......................
Setelah selesai makan, Dira mengantarkan kedua orangtuanya kedalam mobil sedangkan Rara berjalan disamping Dira seakan tak ingin melepaskannya .
" Dira, tolong jaga Rara . Ayah dan Bunda balik ke hotel dulu " , Ucap Bunda Fira.
" Bunda, Rara ini sudah jadi tanggung jawabku . Nanti kami balik ke Hotel tapi kita mau ada acara sendiri dulu ya " balas Dira.
" Baiklah kalau begitu, kami pamit dulu ya anak - anak " ucap Ayah Danu .
Dira dan Rara melambaikan kedua tangan mereka lalu menaiki mobil mereka. " Kita mau kemana kak ? Tanya Rara . " Jalan - jalan sebentar saja habis itu kita pulang ke Hotel " balas Dira . Dira ingin menikmati malam mereka di jalanan hanya berdua lalu istirahat ke hotel setelahnya .
__ADS_1