
" Raraa.. Raaraa... " teriak Naya dengan gaya khasnya memanggil Rara . Rara tersenyum bahagia melihat kedatangan sahabatnya ini . Mereka saling berpelukan .
" Aku beneran enggak nyangka. Kamu dilamar orang dari masa kecilmu. Seorang Periwira TNI pula. Secepat ini pula " ucap Naya yang masih tak percaya.
" Kita baru aja lulus SMA tapi kamu udah ada yang mau serius " imbuh Naya lagi .
Rara hanya tersenyum mendengar ocehan sahabatnya itu .
" Jodoh itu memang enggak pernah kita duga ya Nay, akupun juga enggak nyangka " jawab Rara .
" Kukira dulu... kamu sama Rakha bener - bener akan berakhir bersama . Tapi... yaa sudahlah kalian memang boleh mendapatkan yang terbaik dalam hidup masing - masing "
" Nay, pliss jangan sebut nama itu lagi yaa... aku enggak mau merusak mood bahagia hari ini " pinta Rara yang sudah selesai make up dan bersiap turun ke bawah untuk proses lamaran .
Tak berapa lama tamu undangan dirumah Rara hadir , menyusul rombongan keluarga Dira yang datang juga .
" Kak Rara, semua keluarga kak Dira udah datang " pesan WA dari Rasya .
Rara sangat berdebar dan sedikit cemas dengan acara hari ini . Rara didampingi sahabatnya dan beberapa kerabatnya keluar dari dalam rumah menuju dekorasi panggung lamaran .
Tampak terlihat wajah Dira yang bahagia melihat Rara yang tersenyum melihat Dira tampak mempesona menggunakan batik yang sama dengan bawahan Rara .
" Ra, ganteng juga calon suamimu . Aura TNI nya keliatan banget tuh " bisik Naya .
Acara pun mencapai puncak ketika Dira melamar Rara didepan keluarga mereka. Wajah Dira terlihat sangat Malu namun itu tak menghalanginya untuk berikrar melamar Rara .
" Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, Azzahra Suryawijaya binti Surya Wijaya maukah kamu menjadi calon pendamping hidupku ?? yang kelak menemaniku suka maupun duka ku ?? " ucap ikrar Lamaran Dira .
Tak berapa lama, Rara menjawab ikrar Lamaran Dira .
" Dengan mengucap Bissmillahirahmanirrahim, Dira Mahendra aku terima lamaran mu dengan ketulusanku tanpa paksaan " jawab Rara dengan tersenyum.
Mereka pun bertukar cincin couple yang tadi sore mereka pilih . lalu dilanjutkan simbolis penyerahan semua oleh - oleh hantaran dari pihak laki - laki kepada pihak perempuan yaitu ibu Dira dan ibu Rara.
Semua orang bahagia, tak lupa bukket yang Dira pesan langsung ia berikan pada Rara. Dan Rara pun bahagia menerima semua pemberian dari Dira. Lalu dilanjutkan sesi foto - foto keluarga dan kerabat mereka .
Acara pun selesai, semua tamu undangan pun pulang . Dira dan orangtuanya tinggal dirumah Rara . karena besok siang orangtua Dira akan kembali ke Jogja .
" Ra.. aku juga pamit yaa " ucap Naya dan pacarnya .
" Iya Nay, hati - hati ya . Makasih sudah suport aku " jawab Rara yang ditemaani Dira disampingnya .
" Kak Dira, tolong jaga Rara yaa... jangan ditinggalin ya " pinta Naya kepada calon suami Rara .
" Pasti " ucap Dira dengan yakin .
__ADS_1
Waktu menunjukkan sudah semakin malam dan rumah Rara sudah kembali kesemula .
Orangtua Dira dan Rara masih mengobrol diruang tamu begitu juga Rara dan Dira yang duduk bersebelahan .
" Dira, kamu nanti bisa tidur diatas ya " ucap Papa Surya .
" Iya Pa " jawab Dira yang sudah mulai terbiasa dengan orangtua Rara .
" Oh ya, Rara jadi kuliah di Jogja kan ? kalau tinggalnya dirumah kami saja bagaimana ? Sekalian Bisa kami jagain " Pinta Ayah Danu .
" Coba nanti saya pikirkan yah. Soalnya mau cari yang deket kampus biar tidak membebankan banyak pengeluaran " ucap Rara .
" Pa, Ma, Ayah dan Bunda... Aku juga mau kasih tau kalau Aku jadi tugas di Jogja tapi 2 tahun , setelah itu aku akan dipindahkan lagi " ucap Dira memberitahu keluarganya .
" Dan setelah penempatan ini, aku akan mengajukan nikah kantor dengan Rara baru setelah itu kami bisa pengajuan nikah di KUA sini " imbuhnya .
" Baiklah kami menyetujui rencanmu itu " jawab kedua orangtua mereka .
" Kamu gimana sayang ?? " balas Dira sambil memandang Rara .
" Iya Kak Dira, aku ikut keputusan kakak " sahut Rara sambil menggenggam tangan Dira dengan kedua tangannya .
" Ya sudah kalau begitu, mari kita istirahat " ucap Papa Surya .
Saat malam, semua sudah tidur . Dira yang tak bisa tidur mengirim pesan WA ke Rara .
" Sayang kamu udah tidur ?? " tanya Dira .
Tak berapa lama Rara membalas pesannya, " Belum, masih beres - beres kamar " .
" Aku enggak bisa tidur, bisa aku masuk ke kamar mu ? " tanya Dira .
" Tapi, kalau nanti orangtua kita lihaat gimana?? " tanya Rara .
Tak berapa lama saat Rara sudah bersiap di kamar tidurnya, dia memakai baju tidurnya . Dira masuk kekamar Rara pelan - pelan .
Dira mematikan lampu kamar Rara dan menyuruhnya untuk diam tidak bersuara . Lalu Dira tidur disamping Rara disebelahnya .
" Kak Dira, kok tidur disini ?? nanti kalau ada yang lihat gimana ? " tanya Rara pelan .
Dira menempelkan jarinya dibibir Rara mengisyaratkan untuk diam .
" Aku enggak akan berisik hanya akan tidur memeluk kamu " balas Dira lirih .
...----------------...
__ADS_1
Dira malam ini tidur dengan Rara, melihat tubuh Rara yang terbalut baju tidur mini membuat jantung berdetak sangat cepat seakan ingin menjamahnya dengan seluruh tangannya . Rara yang sudah tidur lelap diatas tangan Dira membuatnya merasa nyaman .
Dira hanya mencium kening calon istrinya itu lalu tidur memeluknya .
Mereka pun hanya tertidur saling berpelukan .
Jam menunjukkan pukul 04.00 pagi, Rara bangun dari tidurnya dan tersenyum melihat calon suaminya masih memeluknya . Ia mencoba membangunkannya dengan mencium bibirnya . Dira pun akhirnya terbangun dan menguap .
" Selamat pagi sayangku " ucap Dira yang masih mengantuk .
" Kak Dira ayo bangun dan pindah kamar sana " pinta Rara .
" Iya aku akan pindah lalu sholat subuh berjamaah bareng kamu ya " pinta Dira .
Tak berapa lama, adzan subuh berkumandang . Dira yang sudah kembali kekamarnya lalu bersiap untuk sholat shubuh mengimami Rara dikamarnya.
Dira mengetuk pintu kamar Dira, membuka kamarnya melihat Rars yang masih menggunakan baju tidur dan mengambil air wudhu .
Mereka sholat berjamaah bareng dikamar Rara . Setelah selesai Dira mencium kening Rara dan kembali kekamarnya .
Mama Nisa sudah bangun dan menyiapkan semua kebutuhan sarapan. Orangtua Dira diruang tengah mengemasi segala barang mereka untuk balik ke Jogja .
Ayah membantu Rasya mencuci mobil Dira , mobil Rumah Rara dan mobil orang tua Dira .
Dira juga membantu orangtuanya mengemasi barang . Rara membantu Mama Nisa menyiapkan sarapan .
Sarapan sudah tersedia di meja makan , Rara memanggil semua orang untuk sarapan di ruang makan .
" Rara sayang, kalau kamu sudah selesai acara wisudamu dan ke Jogja tolong beritau Bunda ya. Nanti Bunda jemput " ucap Bunda Fira .
" iya bunda, mungkin sekitar 1 bulan lagi ke Jogja " balas Rara .
" Semoga Dira juga bisa cuti lagi untuk menemani perjalanan kamu " harapan Bunda Fira .
" aku enggak janji bun, cuti tahunanku hampir habis kan " ucap Dira .
Setelah menyelesaikan sarapan , Mama Nisa dan Rara membersihkan dapur dan orangtua Dira meyelesaikan barang mereka yang akan dibawa pulang .
" Diraa, Bunda udah packing semua barang tolong masukan ke mobil ya " ucap Bunda Fira .
" Oke oke Bun " jawab Dira lalu memasukan semua barang milik orangtuanya .
Rara melihat Dira yang selalu siap membantu siapapun semakin meluluhkan hatinya .
Jika cinta memang seperti musim dia akan tumbuh seiringnya berjalan waktu tanpa kita sadari sudah mekar seperti musim semi
__ADS_1