
Pagi ini adikku Rasya mengantarku ke sekolah.
" maafkan aku kak, hari ini gag bisa jemput ya !", kata Rasya kepadaku .
" Tumben amat gag bisa jemput kakak , sya ? " , tanyaku
" Iyaa.. Soalnya aku ada kegiatan OSIS pulang sekolah ini " , begitu Rasya menjawabku .
" Okey nanti aku bisa naik bis " . Aku pun langsung pergi meninggalkan adikku dan langsung menuju gerbang sekolahku .
Rara berjalan melewati pintu gerbang sekolah. Seperti biasa Rakha Aditama melewati Rara dengan motor sport merahnya . Tanpa ada sepatah kata pun .
" Pim..pimm... ( suara klakson mobil ) , hey Ra... " , suara Lukman yang membuyarkan lamunan Rara .
" Heii , kamu baru berangkat juga " , sapa balik Rara kepada Lukman.
Lukman memarkirkan mobilnya di parkiran , dan menyusul ke arah Rara.
" Sabtu sore kamu ada acara engga ? " , kata Lukman kepada Rara sesaat dia berjalan disamping Rara
Rakha melihat dua orang tersebut berjalan bersama membuat wajahnya terasa terbakar amarah . " Kenapa aku harus marah melihat mereka berjalan bersama ? . Apa ini yang dinamakan cemburu ? . Engga... engga mungkin ". Masih saja Rakha menepis perasaan suka untuk Rara .
Sejatinya Rakha sudah menyukai Rara dari sejak smp .
flashback.....
Rakha memang tidak satu sekolah dengan Rara saat masih duduk dibangku SMP tapi setiap pulang sekolah mereka naik dalam satu bus yang sama .
Rakha selalu mengamati gadis berhijab itu dari jauh . Dia ingin mendekatinya tapi enggan, karena Dia takut itu hanya sebatas rasa suka sesaat .
Tapi...
Tuhan mentakdirkan Rakha satu SMA dengan Rara . Tepat saat mereka masuk sekolah SMA pertama kali, Rakha melihat dan sengaja menabrak Rara untuk mendapatkan perhatian dari gadis berhijab tersebut .
Itulah kali Rakha mendapat perhatian dari Rara...
Hingga saat ini, Rara terbiasa menempel pada Rakha yang terlihat cuek kepadanya .
Padahal sejatinya Rakha hanya malu saat disamping Rara .
" Rakhaa..." , teriak Meta dari kejauhan yang mebuyarkan lamunan Rakha .
Meta si ular berbisa itu pun menghampiri Rakha dan merangkul lengan Rakha hingga badannya menempel dengan jelas ke lengan Rakha .
" Lepasin lenganku !!! ", teriak kasar Rakha kepada Meta .
" Okey, tapi ada syaratnya, temenin aku sabtu sore besok untuk nyari perlengkapan camping acara sekolah ya ? . Kalau gag mau, aku akan terus menempel ke kamu seperti ini !!! gimana ?? " . Ancam Meta kepada Rakha
.
Rakha tidak bisa menolaknya , karena ia takut kalau Rara menjadi salah paham terhadap dirinya dan Meta bahwa mereka memiliki hubungan lebih dari teman .
" Okey , tapi sebentar saja !! jam 4 sore, langsung ketemu di Grand Mall ". Akhirnya Rakha mengiyakan permintaan Meta .
Meta pun segera melepaskan lengan Rakha . Dia tersenyum gembira dan pergi sambil melambaikan tangannya kepada Rakha dan menyusul ke gerombolan genk temannya .
" Tau gag ladies, gue akhirnya kencan berdua sama Rakha !!! " , Meta yang memamerkan kepada temen - temannya untuk janji temu dengan Rakha .
" Gercep aja loe Met ? " . Sahut salah satu dari temannya .
...----------------...
Jam istirahat pun berbunyi...
Naya dan Rara yang sedang asik mengobrol kemudian di datangi Lukman dan dua orang temennya .
" Heiii Ra ? gimana?? sabtu sore besok bisaakan nemeni aku belanja untuk camping ? " , ajak Lukman kepada Rara .
" Gimana ya Luk ? aku udah janjian sama Naya " . jawab Rara
" iya kan Nay ? " , tanya Rara kepada Naya .
" ehhh kaaap....? " . tiba2 kaki Rara menginjak kaki Naya . Naya pun tau maksud kode Rara .
" ohh iyaaa Luk . keknya Rara gag bisa tuh... " . sahut Naya
" yaa udah , kita barengan aja . Aku sama Satria siap jemput kalian " . sahut Lukman lagi .
" emmm...emmm.... boleh tuu kalo rame rame . tar Lukman bisa jemput dirumahku . Soalnya kalau dirumah Rara, ortunya biasa tanya2 terus. " jawab Naya.
" okey kalo gitu . Jam 4 sore aku jemput dirumah Naya yaa Ra " . kata Lukman kepada Rara .
Belum sempat Rara menjawab, Lukman dan temen - temennya langsung pergi begitu saja .
" diihhh kamu kok gitu siih Nay " . kesal Rara pada Naya .
" Gag paa paa Ra, Kapan lagi ditraktir Lukman plusss ada Satria lagi " . senyum Naya bahagia, karena Naya sebenarnya menaruh hati pada Satria teman Lukman .
" Jadii ini ada udang dibalik batu gitu ? " astagfirullah Nay.. Nay ". sambil Rara menyentil jidat Naya dan pergi meninggalkannya. Karena Aku ingin pergi ke toilet sekolah .
Saat Rara masuk ke dalam toilet dari depan pintunya terdengar teman - teman Meta sedang membicarakan Meta dan Rakha
" Wah bakal jadi the best couple nih kalo emang Meta sama Rakha jadi beneran kencan . Secara kan ya ? siapa yang mau menolak pesona Meta. udah tajir dan cantik pula " .
" bener banget tuh " , salah satu teman lainnya pun menanggapi pembicaraan tersebut .
Rara yang mendengar gosip itu dibalik kamar mandi pun berlinang air mata . Tapi ia tahan karena takut suara tangisnya akan terdengar dari luar .
Teman - teman Meta semua keluar dari toilet dan Rara baru membuka toiletnya tersebut .
Rara pun keluar sembari mengusap kedua pipinya yang basah karena habis menangis.
__ADS_1
Diapun masuk kelas dengan sedikit goyah dan kedua kakinya terasa lemas .
" Rakha memang pantesnya untuk Meta, bukan aku " , gumamnya dalam hati .
Saat duduk dikursinya pun dia Hanya memandangi Rakha dari belakang dengan perasaan sedih dan mataa sayu .
" Woiii bengong aja Ra ? kenapa? kesamber apa ? " , teriak Naya mengagetkanku.
Ku balas dengan senyum dan jawab, " eee...ng..ngga paa..paaa kok Nay " .
Pak Mukhlis pun segera masuk ke kelas kami .
...----------------...
Jam pulang sekolah pun akhirnya tiba. Rara yang masih lemas dan sedih pun tak menyadari kalau Rakha sudah berjalan disampingnya .
Rara terus menghela nafas beratnya .
" Kenapa Ra ? kamu sakit ? " , kata Rakha yang mengagetkanku .
" hah ?? eng....ngga aapa - apaa . hanya sedikit pusing " , kata Rara kepada Rakha .
Segera Rakha pergi begitu saja dari Rara .
" Bukannya nanyain aku kenapa, malah ditinggal pergi begitu saja!! Dasaar laki - laki!! aku benci samaa kamu ", gerutunya perlahan agar tidak ada yang mendengar.
...----------------...
Sampai aku di Halte sekolah, karena Rasya adik dari Rara tidak bisa menjemputnya .
Rara yang masih melamun tiba - tiba datang Rakha dengan sebuah kresek hitam ditangannya .
" Ra... aku bawain kamu obat biar pusing kamu hilang . Dan jangan sakit !! " .
Ternyata Rakha meninggalkan Rara untuk pergi keruang UKS sekolah dan meminta obat paracetamol, agar pusingnya Rara segera sembuh .
" Kamu kira aku pusing karena sakit ? . Kamu salah Kha !! . Aku benci banget sama kamu ", dengan nada emosi yang tak tertahankan dan sambil meneteskan air mata Rara meninggalkan Rakha untuk masuk ke dalam bus yang dia tunggu .
Rakha terheran dan sangat kaget mendengar ucapan Rara barusan .
Dia mengejar Rara begitu bus Rara pergi menjauh
" Ra... Rara... Zahraa !!!! kamu kenapa marah sama aku ? Maafkan aku kalau aku berbuat salah . Tapi tolong jangan Marah " . Teriak Rakha tanpa rasa malu . Orang - orang pun hanya memandanginya .
Rara yang terlanjur naik bus sambil menangis terisak didalam bus .
...----------------...
Malam pun berlalu.....
Rakha yang tak bisa tidur terus menghubungi Rara . Tapi handphone Rara non aktiv begitu juga WA milik Rara . Rara memblokir kontak Rakha
Rakha menghubungi Rasya menanyakan kabar Rara yang sedari tadi tak bisa dia hubungi .
" Sya ...kakak loe dirumah ? " , tanya Rakha
" Iyaa, dari tadi murung sih habis pulang sekolah ", jawab pesan Rasya kepada Rakha .
" Dia udah makan Sya ? " , tanya Rakha lagi .
" udaah..... aman . Kalo belum makan bisa ngomel mamah gua Kha . Emang kalian lagi berantem ya ?? " , tanya Rasya kepada Rakha.
" Gue juga gag tau . Pulang sekolah dia marah sama gue . Padahal gue cuma mau ngasih obat pusing ke dia " , jawab Rakha.
" yaa udaaah biarin aja dulu, tar juga baik sendiri dia, kakak gue kalao marah itu gag akan lama kok Kha . Biarin dia tenang dulu, tar gue bantuin elu ", balas pesan Rasya ke Rakha .
" thanks ya Sya . Elu emang bisa diandelin dari dulu " . Rasya sebenarnya sudah kenal Rakha tapi mereka berteman tanpa sepengetahuan dari Rara .
Begitulah Rakha yang selalu nanyain keadan Rara lewat adiknya .
Ting... ( suara pesan WA ) handphone milik Rakha berbunyi
Pesan dari : Rara ❤️ ( name tag Rara dikontak Rakha )
" Kha, maafkan aku kalau gag angkat telfon kamu . Tolong kamu jangan ganggu aku lagi mulai sekarang . Thanks untuk semua kenangan indah dari kamu " .
Rakha yang membacanya pun tampak bingung maksud pesan dari Rara . Dia terus menghubungi tapi tak diangkat Rara .
Malam pun menjelang pagi, Rakha yang semalaman menunggu Rara mengangkat teleponnya pun tak bisa tidur nyenyak .
" Ra... pliss angkat telepon ku " . Pesan dari Rakha untuk Rara ..
Tapi Rara tak menggubrisnya dan mematikan hp nya .
...----------------...
Sabtu pagi pukul 08.00 bel rumah Rara berbunyi .
" Assalamu'alaikum om Surya " , sapa Rakha saat dibukakan pintu oleh papa Rara .
" Wa'alaikumsalam nak Rakha . Mari masuk, silakan duduk dulu . Om panggilkan Zahra di atas sebentar ya ! " , sapa lembut papa Surya kepada Rakha .
Papa Surya memang sudah mengenal Rakha karena Rakha sering mengantar Rara pulang dan membatu belajar Rara dirumah . Jadi Rara selalu di izinkan bila Rakha main dirumah Rara .
" Eh... ada nak Rakha, mau cari Rara ya ? ", sahut Mama Nissa . Sebutan Mama untuk Rara .
" Iya tante. Maaf bila mengganggu sepagi ini ", kata Rakha kepada Mama Nissa .
" Gag pa..pa.. sebentar ya Rara baru dipanggil sama om Surya. Sekalian tante bikinkan minum ya " , kata Mama Nissa .
" gag usah tante, saya cuma mampir sebentar soalny masih ada kegiatan ", sahut Rakha
__ADS_1
" gag repot kok , sebentar yaa tante buat kan minum dulu sambil nunggu Rara " , kata mama Nissa sedikit memaksa .
Mama nissa pun mengambil air teh panas untuk Rakha diruang tamu .
Rara turun dari kamarnya melihat diruang tamu ada Rakha yang menunggu .
Rakha melihat Rara dari tangga atas begitu lega atas kegelisahannya semalam .
" Ra... kamu sudah baik ? " , sapa Rakha kepada Rara
" hmmm " . Rara hanya menjawab tanpa ada kata lainnya .
Mereka cukup diam 30 menit tanpa ada yang saling bicara .
" Aku pamit, sepertinya waktuku belum tepat untuk mampir kesini " , kata Rakha yang mohon izin akan pulang .
" Sampaikan salam ku untuk kedua orangtua mu ya " , pamit Rakha .
" okey . Nanti aku sampaikan " , sahut Rara yang masih marah dengan Rakha ..
Hari pun menjelang sore ....
Tak berapa lama mobil Lukman terparkir didepan rumah Rara . Naya membunyikan bel rumah Rara bersama Lukman dan Satria .
" Assalamu'alaikum tante " , sapa Lukman kepada Mama Nissa .
" Wa'alaikumsalam. Nak ini siapa ya ? " , tanya mama Nissa yang baru pertama kali bertemu dengan Lukman .
" ohh... ini Lukman tante. Temen satu sekolah kita juga tant . o yaa.... Zahra ada tant ? ", sela Naya yang memperkenalkan Lukman sekaligus menanyakan Rara.
" Oh... ada , Mari silakan masuk ! " , jawab mama Nissa .
" Ra ... Zahra , ada temen kamu ini didepan !! " , teriak Mama Nissa .
" Iyaa.... mah . aku turun ", sahut Rara dari atas .
Rara pun kaget ternyata Lukman sudah datang kerumahnya .
Melihat Rara turun, Lukman tersenyum senang .
Akhirnya mereka izin pamit untuk pergi . Mamah Nissa pun mengizinkan asal jam 7 sudah sampai rumah . Akhirnya mereka setuju dan pergi .
Lukman pun membuka pintu mobil depan untuk Rara . Rara tersenyum dan mengucapkan terimaksih karena sudah memberi perhatian .
Mobil Lukman sudah sampai di depan Grand Mall.
" Ra.. Tar aku pinjem Naya buat nemenin aku beli jam tangan dulu yaa ", sahut Satria
" Kenapa harus tanya aku? yah tanya Naya donk Sat ", jawab Rara kepada Satria .
Akhirnya Naya pun mengizakan untuk menemani Satria .
Lukman dan Rara pun memilih barang - barang untuk camping besok lusa .
Setelah mendapat beberapa barang pun , Lukman mengajak Rara untuk cari makan .
" Cari makan yuk disana Ra ? Japanes food maukan ? kamu kan suka sushi " , tanya Lukman kepada Rara .
" kamu kok bisa tau ? ", sahut Rara yang terheran .
" Aku kan calon pacarmu, jadi harus tau semua kesukaan kamu donk !! ", jawab Lukman dengan pedenya .
" diiih mulai ngarang deh ahhh... ", ledek Rara .
Tampak dari jauh ternyata Rakha dan Meta duduk di tempat yang akan mereka pesan .
Hati Rara mulai sakit dan sedih lagi .
" Lukman !!! ", teriak Meta
" Sini duduk bareng aja !! "
Lukman menanyakan ke Rara, " kamu mau duduk atau mau pindah tempat aja ? " .
" Jadi satu pun gag paa... pa... " , jawab Rara
Lukman membukakan kursi untuk Rara . Rakha melihat itu pun menjadi sangat marah namun ia harus menahannya .
" cieee... so sweet banget sihh " , kata Meta
Tak lama pesanan mereka pun datang, Meta yang sedari tadi menempel kepada Rakha membuat Rakha risih dan semakin menatap Rara . Takut kalau Rara semakin salah faham .
" aku selesai makan, aku permisi ke toilet sebentar " . Rara pun beranjak dari kursinya .
Tak lama pun Rakha juga mau ke toilet .
Rara pun keluar dari toilet dan
Rakha yang menunggu Rara didepan pintu toilet memegang tangan Rara .
" Lepasin Kha !!! " , ketus Rara .
" kamu kenapa Ra ? aku salah apa ? tolong jelasin ke aku dan akan aku perbaiki kesalahanku " , tanya Rakha .
" kamu engga ada salah ! . Silakan pergi dengan pacar kamu Meta aku takut dia salah faham denganku " . Kata Rara
Tak berselang Lukman mendatangi Rara dan menggandeng tangan Rara untuk mengajaknya pulang .
Rakha yang belum sempat menjelaskan semuanya pun merasa kesal .
" Jadi itu sebabnya kamu marah denganku Ra ?? " , gumam Rakha dalam hatinnya . Dia hanya bisa melihat Rara dibawa pergi pria lain .
__ADS_1
...----------------...