
Rakha menepati janjinya untuk menjemput Rara dengan mengendarai motor sportnya . Bel rumah Rara berbunyi , dan Rasya membuka pintu rumahnya .
" Assalamu'alaikum... " ucap Rakha .
" Wa'alaikumsalam Bro " ucap Rasya . Kemudian mempersilakan Rakha masuk ke dalam rumah.
" Tunggu ya.. kakak gue kalo mandi agak lama " tambahnya .
Rasya menemani Rakha diruang tamu . Papa Surya sedang bekerja dikantor dan Mama Nisa sedang belanja di Pasar .
" Oke bro... " ucap Rakha . Rasya menemani Rakha sambil mengobrol diruang tamu .
" Elu kenapa mau aja sih sama kakak gue. Dia itu enggak cantik lho " tanya Rasya .
Rara yang turun dan sudah bersiap untuk pergi mendengar pembicaraan mereka , " Heii adik yang enggak tau diuntung... jangan ngomong sembarangan dan bongkar aib kakakmu ini " sentil Rara .
" Ahh... tumben enggak lama kak mandinya? " Rasya yang mengalihkan topik pembicaraan kepada Rara .
" Aku mau ke Toko buku, kamu mau nitip apa ? " tanya Rara kepada adiknya .
" Ada beberapa buku kak, tar aku WA ajah yaa jenis bukunya " ucap Rasya .
Rakha pun pamit kepada Rasya untuk mengajak kakaknya pergi, " Pergi dulu bro " .
Rara memakai helm saat akan naik motor Rakha . Rakha dengan sigap membantu memakaikan helm pada Rara . Rara melihat Rakha yang penuh cinta kepadanya membuatnya tersenyum.
Mereka pun pergi menaiki Motor sport milik Rakha . Rara memeluk Rakha dari belakang sembari menyandarkan tubuh dan kepalanya di punggungnya . Rakha tersenyum bahagia mendapat pelukan Rara.
Sampailah mereka diparkiran Grand Mall karena Toko buku yang mereka kunjungi berada di lantai atas Mall tersebut .
Rara membuka handphonenya ada pesan dari Rasya untuk membeli buku pesanan Rasya .
" Rasya... Rasya... kukira mau nitip buku pelajaran ternyata majalah otomotif lagi " omel Rara Lilirih .
" Kenapa Ra ? " tanya Rakha
" Inii.... Rasyaa nitip majalah yang enggak aku ngerti " ucapnya dengan kesal .
Rakha membantu melapas helm milik Rara dan melihat handphone Rara, " coba aku lihat ? ohh.... ini tar aku carikan " ucap Rakha .
Mereka pun masuk kedalam gedung Grand Mall . Rasya menggandeng tangan Rara dengan lembut . Mereka berjalan ke arah Toko Buku dulu .
Rakha memilih beberapa buku tentang ilmu kedokteran. Kelas 3 ini dia akan fokus dan mengikuti beberapa les untuk masuk sekolah dikedokteran .
Rara hanya melihat - lihat beberapa koleksi buku dan novel saja . Lalu dia bertanya kepada Rakha, " Kha... kamu sudah memutuskan untuk kuliah disini apa balik ke Amerika ? " .
" Aku belum tau Ra. Keluargaku ingin aku untuk balik ke Amerika dan sekolah disana, tapi aku masih bimbang karena ada kamu saat ini yang ingin aku perjuangkan " , ungkap Rakha .
" Kenapa harus begitu Kha ? aku tidak ingin menghalangi kamu meraih mimpimu " ucapnya.
Rakha mendengar itu hanya tersenyum dan masih memilih beberapa buku . Rara menghampiri sebuah rak buku yang bertingkat dan dia ingin mengambil buku dirak atas tapi tangannya tak sampai . Rakha melihat itu dan menghampirinya dari belakang dan mengambilkan buku yang dinginkan Rara . Jntung Rara berdetak keras dan membalikkan badan . " Ahh... ini Aroma Rakha " gumamnya dalam hati .
Rakha mendekat ke tubuh Rara . Lalu Rara menutup matanya . Dia pikir Rakha akan menciumnya ternyata memberikan buku yang ingin diambilnya tadi .
Rakha yang melihat ekspresi Rara hanya tersenyum dan menyentil dahi Rara .
" Auuuhhh ... sakit tau " sedikit membentak Rakha .
Rakha hanya tersenyum dan menjawab, " Rara... Rara... kamu pikir aku akan menciummu !!! " .
__ADS_1
Rara pun menutup wajahnya dengan buku yang diberikan Rakha karena malu dengan sikapnya tadi.
Sebenarnya jantung Rakha juga berdetak dengan sangat kencang, namun masih ia tutupi dengan sikapnya tadi .
...----------------...
Semua buku telah mereka dapatkan termasuk pesanan Rasya . Mereka ke kasir untuk membayar .
" Kha buku yang aku beli tadi, biar aku yang bayar " ucap Rara .
Rakha menolak dan berkata , " Enggak usah, anggep saja ini kencan kita dan aku yang bayar " .
Lalu setelah selesai memilih buku , Rakha mengajak Rara untuk cari makan di Resto Grand Mall . Mereka memesan dan membayar makanan. Lagi - Lagi Rakha yang membayar untuk makanan mereka . Akhirnya mereka duduk didekat kaca . menikmati kencan mereka sambil tertawa dan berbicara .
" Ra, setelah SMA kamu akan melanjutkan kuliah kemana ? " tanya Rakha lagi .
" Aku belum menentukan ingin menjadi apa kelak Kha " jawab Rara .
" Kalau aku pindah ke Amerika, maukah kamu juga ikut kesana Ra ?" tanya Rara dengan serius .
" Aku enggak bisa jawab Kha , karena aku belum tanya orangtuaku. Belum lagi kelak aku akan jadi apa ? aku tak ingin memberatkanmu kalaupun aku ikut dengan mu " ucapnya .
Setelah selesai makan, Rara mengajak Rakha untuk menemaninya belanja baju .
" Kha kita mampir ke Distro itu ya " dengan menunjuk sebuat toko
" Baiklah " ucap Rakha dengan sabarnya .
Rara memilih beberapa baju atasan untuknya . Tak Lupa dia memilih beberapa kaos untuk pacarnya .
" Belanjaan ini aku yang bayar " perintah Rara kepada pacarnya itu .
Tak terasa waktu sudah sore, setelah mampir di Mushola yang berada didalam Mall Rakha mengajak Rara pulang .
Rara mengiyakannya dan mereka berjalan menuju tempat parkir .
Sesampai ditempat parkir Rara membantu Rara memakaikan helmnya dan menyerahkan barang belanjaan kepada Rara .
Rakha melajukan motornya dengan hati - hati keluar dari parkiran gedung . Rara memeluk Rakha dengan erat . Menikmati waktu sore mereka sebelum pulang kerumah . Menyusuri jalanan kota dengan motor kesayangan Rakha .
Tepat pukul 06.00 sore Mereka sampai dirumah .
" Assalamu 'alaikum " ucap Rara sebelum masuk kerumahnya .
" Kha masuk dulu yuk, aku buatkan teh " ucap Rara. Rakha mengiyakan dan segera masuk keruang tamu .
Terlihat Papa dan Rasya sedang menikmati televisi dan Mama menyiapkan hidangan makan malam .
" Ehh... anak Mama sudah pulang " ucap Mama Nisa .
" Lhoh katanya pergi sama Rakha ? kok nggak ada ? " ucap Papa Surya
" Ada tuh didepan Pa " jawab Rara.
" Suruh masuk kesini saja " ucap Papa Surya .
" Iyaa... sekalian makan malam disini " tambah Mama Nissa .
" Iya Ma " jawab Rara .
__ADS_1
Rara mengambilkan teh untuk Rasya dan mengajaknnya masuk kedalam Ruang keluarga mereka .
" Kha masuk kedalam yuk disuruh Papa soalnya " pinta Rara dan menggandengnya .
Rakha tak bisa menolak ajakan Rara tadi dan mengikutinya dari belakang .
" Malam om tante " sapa Rakha kepada orangtua Rara
" Ehh... nak Rakha sekalian makan malam disini saja yaa, mumpung tante masak banyak " ucap Mama Nisa .
" Baik tante... terimakasih banyak . Sekalian mau izin untuk sholat dulu " ucap Rakha .
" Yaudah bareng aja sekalian om juga belum ini " ucap Papa Surya .
Setelah selesai sholat berjamaah, mereka melanjutkan untuk makan malam keluarga .
" Kak pesananku gimana ? " tanya Rasya ditengah tengah acara makan malam itu .
" Ada didepan tuh, dibayarin Rakha dan enggak mau diganti tuh " ucap Rara
" Wahh... harusnya tadi nitip banyak yaa " jawab Rasya sambil tertawa
" Kamu itu Sya harusnya bilang makasih malah ngelunjak " ucap Mama Nisa sedikit memarahi Rasya .
" Makasih bro, cuma bercanda doank " ungkap Rasya sambil tertawa .
Rakha pun menjawab, " Sama - sama bro " .
Setelah selesai makan malam, Rakha pun berpamitan dengan kedua orangtua Rara .
" Hati - hati ya nak Rakha " ucap Mama Nisa.
Rara mengantarkan Rakha ke depan rumah .
" Makasih ya untuk hari ini, kalau sampai apartemen jangan lupa kirim pesan ya " ucap Rara .
" Pasti Rara ku, aku pulang dulu yaa !! " ucap Rakha dan segera mengendarai sepeda motornya .
...----------------...
Di dalam kamar Rara memikirkan pembicaraannya tadi siang dengan Rakha.
Kemana dia setelah lulus nanti ? atau dia akan ikut dengan Rakha saja ?
Didalam kebimbangan itu, dia membuka Laptopnya mencari beberapa jurusan sekolah yang dia sukai .
Didalam hatinya dia ingin menjadi ibu rumah tangga yang memiliki bisnis rumahan . Membayangkan Rakha seorang dokter dan dia mengasuh anak - anak mereka bersama sambil memiliki bisnis dirumah tanpa mengacuhkan keluarganya .
Pesan WA pun masuk dari Rakha
" Maaf sayang, aku sampai rumah dari tadi lanjut mandi dan beres - beres rumah . Sekarang aku mau tidur " isi pesan singkat Rakha .
" Enggak apa - apa, ini aku juga baru mencari beberapa jurusan kuliah " ungkap Rara .
" Baiklah kalau begitu, aku tidur dulu yaa..." ucap Rakha yang sudah tak tahan dengan rasa kantuknya .
" Iya sayang, selamat malam. Terimaksih hari ini sudah mengajakku jalan " ucap Rara dalam pesan singkatnya .
" Aku tak ingin berpisah dengan Rakha . Apakah aku ikut saja dengannya kelak ? tapi bagaimana denga orantuaku. Atau aku minta saja Rakha untuk tetap disini " batin Rara yang dalam kebimbangan
__ADS_1