
Rara bangun dari tidurnya melihat Dira yang masih memeluknya . " Syukurlah kamu masih disini sayang " Dira terbangun dan sedikit membuka matanya . Ia hanya menggunakan celana pendek tanpa baju sedang memeluk Rara " ini jam berapa sayang ?? " . Rara menciumnya dan mengatakan pukul 7 pagi dan hari ini Dira libur untuk menemani Rara jalan - jalan dan memberi beberapa oleh - oleh . Karena besok pagi Rara dan orang tua Dira akan balik ke Indonesia.
" Mau aku bawakan sarapan kesini atau kita akan turun ?? " tanya Rara perlahan .
" Bawa kesini aja, aku tak ingin banyak orang mengganggu waktu kita " jawab Dira yang sudah mulai membuka matanya .
Rara pun menuju kamar mandi setelah selesai bersih - bersih ia menelepon pelayan untuk membawakan sarapan ke kamarnya . Dira masih berada diatas ranjang karena sedikit lelah. " Kak, kalau kamu masih lelah apa kita didalam hotel saja ?? " ucap Rara pelan .
" Mari kita membeli beberapa oleh - oleh untuk Papa dan Mama serta Rasya ya!! Setelah itu kita dikamar saja " pinta Dira yang sudah terbangun dan menuju kamar mandi untuk mandi .
Setelah selesai mandi dan bersiap . Rara memberikan sebuah kotak kado untuk Dira yang belum sempat ia berikan kemarin .
" Sayang, aku berharap waktu bisa membawamu segera pulang dan kamu akan mengingatku terus " Rara memakaikan jam tangan yang ia beli saat di Indonesia .
" Aku pikir aku hanya akan mengirimkan dan bukan memberikannya langsung kepadamu, tapi akhirnya aku bisa memberikannya langsung " imbuh Rara .
" Makasih ya sayangku " Dira mencium kening Rara lalu memeluknya erat .
......................
Dira dan Rara keluar dari hotel lalu mereka mencari beberapa oleh - oleh di toko terdekat. Mereka pergi dari toko satu ke toko lainnya, menikmati romantisme di Negara Mesir. " Sayang, bulan depan aku akan praktik kerja di sebuah Rumah Sakit mungkin aku akan sedikit lebih sibuk dan tahun depan aku akan menyelesaikan kuliahku " ucap Rara kepada kekasihnya .
" Baiklah kalau begitu, asal kamu tetep denganku . Dan setelah kamu selesai kuliah kita akan menikah, karna tahun depan masa tugasku akan berakhir disini " Dira pun menyampaikan rencana masa depan yang ia susun .
__ADS_1
Rara yang mendengar itu, mengangguk bahagia mendengar apa yang Dira sampaikan . Mereka pun juga sudah selesai membeli beberapa oleh - oleh untuk keluarga Rara di Bandung . " Ra... Kita balik hotel atau cari makan diluar ?? "
Dira selalu perhatian dengan Rara bahkan orang tua Dira juga sudah menganggap Rara sebagai anak nya . Rara yang sudah menambatkan hatinya untuk Dira hampir saja tergoyah saat Rakha muncul kembali didalam hidupnya . Tapi ia sudah memilih Dira untuk menjadi pelabuhan hatinya .
" Sayang, kita makan siang di hotel saja ya !! " pinta Rara yang ingin banyak menghabiskan waktu dengan Dira .
" baiklah, apapun yang membuatmu nyaman akan aku berikan " Dira memang sangat memanjakan Rara. Dan akhirnya mereka pergi ke hotel dan mampir di resto Hotel yang mereka tempati .
Saat makan siang Dira mendapat telepon dari basecamp untuk segera kembali karena ada kunjungan dari pihak PBB. Dira yang tak bisa mengelak pun akhirnya harus merelakan kekasihnya untuk waktu bersama mereka .
" Ra, sepertinya aku harus balik ke basecamp karena ada urusan yang harus aku lakukan, kamu aku tinggal di Hotel bagaimana ?? " tanyanya dengan perasaan sedih . " Sayang, enggak apa - apa, aku akan balik ke kamar nanti . Tapi besok pagi - pagi sekali aku akan pulang ke Indonesia " ujar Rara .
" Iya aku sudah tau penerbanganmu jam 10 pagi. Bunda sama ayah sudah memberitahuku jadwal pesawatnya . Semoga sebelum tengah malam aku bisa balik ke hotel lagi ya !! " ucap Dira lalu mengantarkan kekasihnya kembali ke kamar dan membawakan beberapa belanjaan mereka .
Rara yang ditinggal pergi Dira tak bisa berbuat banyak . Inilah konsekuensi calon istri seorang prajurit bahkan kalau mati dalam medan tugas, para istri harus siap menerimanya .
" Aku memang tak akan bisa menahan untuk kewajibanmu, tapi Doaku akan selalu bersamamu. Jangan khawatir karna aku akan mendampingi mu. Berat memang menjalaninya tapi aku akan berusaha semampuku " ucap Rara didalam hatinya .
Rara pun menyibukkan diri untuk berkemas barangnya yang akan dibawa pulang besok pagi . Ia juga masih menunggu Dira didalam kamar berharap Dira akan segera kembali tapi waktu menunjukkan pukul 10.30 malam dan Dira juga tak kunjung datang akhirnya ia tertidur di tempat tidur sendirian .
Tepat jam 12 malam pintu kamar hotel Rara terbuka ternyata Dira sedikit terlambat dan melihat kekasihnya tidur pulas. Ia tak berani mengganggunya hanya menyelimuti pelan - pelan lalu mencium kening Rara. Dira mengambil selimut lalu tidur di sofa depan tv .
Tepat pukul 5.30 pagi Rara terbangun dan melihat sekitar tak ada Dira disampingnya. Raut wajah kecewa nampak terlihat tapi ia menyadari beban tugas Dira . Sebelum mandi ia melihat bantal dan selimut yang ada di sofa, raut wajahnya kembali terlihat bahagia ia tahu Dira semalam datang tapi tak membangunkannya .
__ADS_1
Pintu kamar hotel milik Rara tiba - tiba terbuka Dira yang datang dengan seragam lengkapnya karena hari ini hari terakhir Para petinggi TNI akan pulang termasuk ayah Dira .
" Sayang... Sayang... Kamu sudah siap kah ?? " panggil Dira . Rara yang sudah berganti baju dan siap berlari ke arah suara itu " Kak Dira!!! Kemana saja sih !! " rajuk Rara yang menumpahkan kekesalannya karena tak dibangunkan semalam.
" Maafkan aku yaa... Kulihat tidurmu tang pulas jadi aku tak membangunkan mu " sapa Dira lalu memeluk kekasihnya yang sedang merajuk kepadanya .
" Ayo sarapan kebawah dan ku ajak kamu ke acara perpisahan hari ini, aku ingin memperkenalkan mu sebagai calon pasangan hidup ku " senyum Rara terlihat bahagia . Dira pun juga tersenyum kepadanya .
Mereka pun turun ke bawah untuk sarapan . Dira mencari orang tuanya terlihat ayah dan bundanya sedang sarapan bersama para relasi mereka .
" Ayah.. Bunda " saa Dira kepada kedua orang tuanya .
" Kalian.. Ayo sarapan " ucap Bunda Fira .
" Oh yaa kenalkan ini putra ku Dira Mahendra dan calon istrinya Azzahra Suryawijaya " Ayah Dira mengenalkan mereka kepada ara relasi ayahnya .
Acara ramah tamah pun dimulai dia acara tersebut . Rara hanya menyimak percakapan mereka, namun sesekali Dira berbisik dan tersenyum kepada Rara . Ia mengerti Rara tak nyaman tapi ia ingin Rara terbiasa di dalam acara tersebut .
" Dira, hari ini ayah dan bunda pulang ya... " ucap Bunda Fira .
" iya Bunda , titip Rara di rumah ya.. Tahun depan aku pulang " ucap Dira .
......................
__ADS_1