
"Kriiiiing..... kriiing" suara alarm Rara di pagi hari . Hari ini Rara harus pergi ke SMA nya untuk menandatangani ijasahnya sebelum dibagikan ke acara wisudanya besok . Seperti biasa Dira mengirim pesan kepada Rara untuk membangunkannya .
" Sayang, selamat pagi. Aku merindukanmu " Rara membuka pesannya dengan senyuman lalu menelepon melalui panggilan vidio .
" Assalamu'alaikum Kak Dira, tidurnya nyenyak semalam?? sapa Rara dengan wajah bangun tidurnya .
" Wa'alaikumussalam , alhamdulillah nyenyak donk kan ditemani kamu semalam " Dira yang melihat Rara melalui ponselnya .
" Maaf ya, semalam aku tidur lebih cepat . Kak Dira mau apel pagi yaa?? kok sudah Rapi ?? balas Rara yang masih mencoba membuka matanya .
" Iya. Oh yaa hari ini jadi ke sekolah ? " tanya Dira yang sudah memakai sepatu PDH nya .
" Jadi, nanti jam 8an mungkin kak . Aku naik motor sendiri " ucap Rara yang sudah bangun dari temat tidurnya .
" Baiklah kalau begitu, kamu ati - ati ya. Aku udah siap mau apel , aku matikan ya sayang.... wassalamu'alaikum " pamit Dira yang sudah berseragam lengkap .
" Wa'alaikumussalam " balas Rara lalu mematikan teleponnya .
Rara pun beranjak ke kamar mandi lalu bersiap ke sekolah . Saat akan keluar kamar, Rasya pun juga akan turun untuk sarapan mereka .
Mama Nisa menyiapkan sarapan , sedangkan Papa masih sibuk dengan koran paginya .
" Ra kamu jadi ke sekolah hari ini ? " tanya Mama Nisa yang sibuk menata meja makan .
" Jadi Mah , tapi agak siang kok " balas Rara yang asik memakan roti selai panggangnya .
" Kalau gitu, tolong nanti cuci piring dulu ya , mama mau ke pasar bareng Papa berangkat kerja " pinta Mama Nisa sembari ikut sarapan pagi .
" Kalau gitu, habis ini mama siap - siap ya, papa tunggu didepan " balas Papa Surya menyambung obrolan pagi ini .
" Mah Pah, Rasya berangkat sekolah dulu ya " jawab adik Rara yang sudah mengambil tasnya dan berdiri
__ADS_1
Rasya pun pamit tak berapa lama Mama dan Papa pun juga pergi . Rara beranjak dari kursi makannya lalu membawa piring kotor untuk ditaruh ketempat cuci . Rara pun menyelesaikan tugas dari Mama Nisa setelah itu naik ke kamarnya untuk bersiap - siap ke sekolah .
" Apa hari ini Rakha ke sekolah ya " gumamnya dalam hati . " Bagaimana kalau aku bertemu dia ?? apakah akan seperti sedia kala ?" banyak pertanyaan terlintas dalam benaknya saat ini .
" ahh... kenapa aku berfikiran seperti itu, perjalan cintaku dengannya sudah ku tutup rapat " hati kecilnya pun menampik kehadiran Rakha .
" Mungkin aku masih sedikit rindu dengannya, tapi Dira jauh lebih baik darinya . Dira adalah sosok laki - laki yang bertanggung jawab padaku, bahkan dia memberiku banyak kenyamanan dalam hidup " ucapnya dalam hati . Rara pun mengambil tas sekolahnya dan bersiap keluar rumah.
Rara menutup pintu rumahnya dan menstater motor maticnya . Ia pun keluar rumah mengendarai sepeda motornya . Tak lama ia berhenti didepan gerbang sekolah, mengingat masa lalunya masuk sekolah pertama kali . Tiba - tiba " brukkk... " suara sebuah sepeda yang menabrak motornya hingga ia hampir terjatuh .
" ma...maaf ya kak " ucap seorang adik kelas yang menabrak motornya . Perasaan itu seperti de javu . Ia pikir tadi yang menabrak motornya adalah Rakha tapi adik kelas yang ia sendiri tak tau namanya.
" Oh iyaa enggak apa - apa . Silakan duluan aja " balas Rara sambil tersenyum dan mengingatkannya pada masa lalu saat bertemu Rakha .
" Raa... Raaraa... " panggil Naya dari depan loby sekolahnya. Rara buru - buru tersadar dari lamunannya dan melihat Naya yang memanggilnya tadi . Rara tersenyum dan langsung melambaikan tangannya .
Buru - buru ia memarkirkan motornya ke area parkir sekolah . Lalu menyusul Naya yang sudah menunggunya .
Rara masuk dan melihat kericuhan kelasnya. Dia tersenyum saat membuka pintu, berharap laki - laki yang ia rindukan sedikit hadir didalam kelas . Tapi saat ia membuka kelas, ia tak menemukan sosok laki - laki itu. Rakha memang tak hadir di acara tanda tangan ijasah hari ini .
" Ra, kamu beneran udah dilamar orang " kata salah satu teman SMA nya saat menghampiri bangkunya . Rara melirik ke arah Naya, Naya pun mengayunkan tangannya memberi isyarat bukan dia yang membocorkan informasi pertunangan Rara .
" Iyaa bener, katanya seorang perwira yaa ?? " Tanya salah satu temen SMA lainnya .
" eehhmmm..." Rara yang terbata - bata ketika akan menjawabnya, namun ia terselamatkan karena wali kelasnya sudah hadir dikelas . Dan semua siswa kembali ke tempat duduknya .
Rara merasa sedikit lega. Namun ia melihat bangku Rasya yang nampak kosong .
" Anak - anak, nanti yang ibu panggil tolong maju ke depan ya untuk tandatangan ijasah kalian " ucap Wali kelas. Dan wali kelas mulai memanggil satu persatu nama murid . Dan di bagian Rakha Aditama, wali kelas melompati nama itu .
" Acara hari ini sudah selesai ya, silakan kalian siap - siap untuk acara wisuda besok ya " ucap Wali kelas . Semua murid sudah keluar dari kelas, sedangkan Rara pulang terakhir. Ia mendekati Wali kelasnya melihatnya sibuk membereskan semua ijasah muridnya .
__ADS_1
Rara mendekati wali kelasnya.
" Ada apa Ra?? " tanya Wali kelasnya . " emmm... emmm " dengan nada bicara yang agak bimbang ingin bertanya " Rakha.. apa rakha enggak hadir bu " tanya Rara dengan sopan .
" Oh... Rakha, dia kemarin datang ke Indonesia Ra, beberapa minggu lalu " jawab wali kelasnya . Rara kaget mendengar itu . " Jadi... dia datang tapi tak menemui ku " gumamnya dalam hati .
" Ra.. ayoo pulang " ucap Naya yang memanggilku " kenapa masih dikelas? " tanya Naya .
" Saya permisi izin dulu bu kalau begitu " Rara pun meninggalkan kelas dan menemui Naya yang sudah menunggunya diluar pintu kelas .
" Kamu tanya soal Rakha ya Ra " tanya sahabatnya itu tiba - tiba .
" ihh...ihhyaa Nay " jawab Rara terbata - bata .
" Sebenarnya aku tau Ra, kemarin Rakha datang ke rumah ku sehari sebelum lamaran kamu . Dia tanya kenapa ada tenda di rumahmu dan aku jelaskan semuanya tentang kamu dan Dira . Dia ingin sekali menemui kamu tapi dia enggak mau merusak kebahagian kamu. Makanya dia enggak nemuin kamu " ucap Naya dan seketika kaki Rara menjadi lemah tak bergerak . Rakha datang dan melihatku bersama pria lain yang melamar ku .
Saat itu pula Rara minta izin untuk pulang ke Naya, Naya pun mengiyakan dan tau maksud Rara bahwa hatinya sedang sedih .
Rara mengambil motornya di parkiran dia melaju motornya dan tanpa ia sadari air matanya jatuh membasahi pipinya . Dipinggir jalan ia memarkirkan motornya dan ia menangis sejadi - jadinya . Sambil jongkok dan masih menggunakan helmnya dia terus menangis sejadi - - jadinya selama 30 menit .
Setelah selesai, dia berjanji untuk ini terakhir kalinya menangis karena Rakha . Ia juga tak ingin menyakiti hati Dira bahwa didalam hatinya masih tersimpan sedikit untuk Rakha .
Rara pun pulang kerumahnya dengan hati yang sedih...
" Assalamu'alaikum Mah, Rara mau tidur ya . Hari ini sedikit capek mah " ucap Rara yang menutupi kesedihan hatinya . Ia lalu masuk kamar dan mengunci kamarnya .
Mama yang sibuk dengan cucian baju kotor sampai ia tak memperhatikan Rara pulang dan hanya mengiyakannya saja .
Didalam kamarnya, Rara hanya mengunci pintu dan berbaring didalam kasurnya .
" Aku hanya sedikit rindu denganmu, apa itu salah?? saat cinta lain telah mengisi kehidupanku . Aku juga tak ingin menduakan hati dan hanya 1 yang akan mengisi hati ini yaitu Dira, sosok laki - laki pilihan kedua orangtuaku . Orang yang bertanggung jawab dan memberiku kenyamanan yang tak aku dapatkan dari sosok Rakha " ucap Rara didalam hati kecilnya.
__ADS_1