
Pagi ini Rasya sedang mencuci mobil di teras depan karena akan menemani kakaknya mencari perlengkapan lamaran. Orangtua Dira pagi - pagi sudah pergi ketempat homestay yang mereka pesan. Rencana keluarga besar Dira akan berangkat dari sana. Rumah sudah disibukan dengan beberapa tetangga yang membantu menyiapkan lamaran mereka. Dan team EO lamaran sudah datang mendekor dan memasang beberapa tenda . Papa dan Mama pun juga sibuk dengan kordinator team EO . Rara sudah mandi dan brsiap pergi pagi ini, dia akan berangkat dengan Rasya memilih beberapa hantaran lamaran . Keluarga Dira juga menyiapkan oleh - oleh yang akan dibawa. Tapi untuk kebutuhan pribadi Rara akan memilihnya sendiri .
Telephone Rara berdering bertuliskan tanpa nama . Rara mengangkatnya dan berkata, " Haloo... Assalamu'alaikum " tak ada yang menjawab salamnya akhirnya ia mematikan telephonenya . Dia pikir mungkin itu orang iseng saja. Rara hanya memberitau Naya untuk datang ke acara lamarannya malam ini.
Telephone Rara berdering lagi, kali ini adalah Dira, " Assalamu'alaikum calon istriku " sapa Dira .
" Wa'alaikum salam Kak Dira . Tumben sudah menelephone ?? tadi pagi kak Dira ngisengin aku ya ?? pakai nomor disembunyikan pula " tanya Rara.
" Aku baru ini telephone ke kamu, ini aja mau berangkat ke kantor komandan untuk ngurus ijin ku . Setelah selesai baru ketempat kamu . Ohh...ya kamu jadi diantar Rasya ?? " tanya Dira yang sibuk memakai sepatu hitamnya dan memakai seragam TNI nya .
" Kalau bukan kak Dira, mungkin orang iseng kali ya . Ahh udaahlaaah.... Aku jadi pergi sama Rasya . Nanti aku kabarin kalau kakak udah selesai " ucap Rara .
" Iya sayang, kamu hati - hati yaa . i Love you " ucap Dira yang sudah siap berangkat ke Kantor Komandan Pasukan TNI .
" hmmm.. love you sayang " balas Rara lalu menutup telephonenya .
Dira terpikirkan tentang siapa yang telephone Rara hari ini . " Mungkinkah itu Rakha ?? semoga Acara kami lancar sampai pernikahan. Dan Rara tidak goyah dengan hatinya " gumamnya dalam hati.
Rara turun dan melihat rumahnya sudah banyak orang . Dia melihat Papa dan Mama nya berada diruang tamu bersama team EO .
" Mah Pah , Rara izin pergi cari keperluan lamaran sama Rasya " ucap Rara sambil berpamitan dengan orang tuanya.
" Baiklah Ra, terus Dira bagaimana ? " tanya Papa Surya .
" Kak Dira baru pengajuan cuti nanti kalau udah selesai mau nyusul Rara " ucap Rara kepada orangtuanya .
Rasya yang sudah bersiap dan sudah selesai membersihkan mobil untuk mengantar Rara . Rara lalu masuk ke mobil dan pergi bersama Rasya .
" Kak kita mau kemana ini ?? " tanya Rasya .
" Kita ke butik dulu, untuk fitting bajuku nanti malam, habis itu kita ke Grand Mall ya " ucap Dira .
" Kak Dira baik ya kak, kakak cinta sama kak Dira kan ? " tanya Rasya tiba - tiba .
" Kok ngomong gitu sih, Kalau enggak cinta mana mungkin kakak terima Dira " ucap Rara .
" Syukurlah kak, aku ikut bahagia " balas Rasya .
Rasya sebenarnya masih sering chating dengan Rakha. Dan Rakha masih sering menanyakan Rara . Namun Rasya tak mau membicarakan tentang Rakha kepada Rara, dia tidak mau merusak kebahagian Kakaknya yang lepas dari luka masalalu ditinggal Rakha .
Sampailah mereka dibutik pesanan Rara . Mereka masuk kedalam Butik. Rasya menunggu kakaknya dikursi tunggu. Hp Rasya berbunyi bahwa ia mendapat pesan dari Rakha .
__ADS_1
" Sya terimaksih untuk semua infomu tentang kakakmu . Aku kira memang aku harus melepaskannya. Tadi aku menelephonenya, tapi aku enggak ngomong. Aku enggak mau merusak hidupnya lagi " pesan Rakha .
" Yang tabah ya Bro, mungkin cukup sampai disini jodoh kalian " balas Rasya sambil melihat kakaknya yang tengah sibuk memilih kebayanya .
Waktu menunjukkan pukul 11 siang Rasya menemani Rara lalu mereka pindah ke Grand Mall untuk melihat beberapa koleksi makeup, sepatu, tas dan lainnya kebutuhan Rara .
" Ya ampun dasar cewek, kalau belanja itu laaaamaaa banget . Terus gue harus ngapain ini..." Rasya yang mulai bosan menunggu kakaknya belanja .
Dira menelephone Rara " Sayang, aku sudah didepan Grand Mall. kamu dilantai berapa ?? "
" Aku dilantai 3 yaa, lagi nyari tas untuk hantaran sama sepatu . Aku tunggu ya... " Balas Rara lalu menutup telephonenya .
Dira pun mencari - cari Rara dan melihat Rasya yang duduk menunggu Rara .
Rasya yang mulai menguap dan mengantuk, " ahh bosennya, apa aku tinggal aja ya cari makan ?? " geming Rasya .
" Hayooo... bosen yaa !! " sentak Dira mengagetkan Rasyaa .
" Astaga... Kak Dira!!! ngagetin kan . Tapi syukurlah kak Dira datang disaat yang tepat..." ucap Rasya yang tadi dikagetkannya.
" Maaf yaa adek... " ledek Dira .
" Dihhh... sekarang manggilnya kek gitu " balas Rasya
" Noh lagi milih barang, Lamaaanyaaaa....kak . Bosen nunggunya " ucap Rasya sambil menguap .
" Ya udah sana jajan, kakakmu biar sama aku aja. nanti kita ketemu diresto bawah aja " perintah Dira sambil mengeluarakan beberapa lembar uang .
" Siap komandan, laksanakan " ledek Rasya yang berdiri memberi hormat dan menerima uang Dira lalu lari meninggalkannya .
" Dasar bocah " ucap Dira lalu ia melihat Rara dan berjalan menghampirinya . Rara yang sibuk memilih barang dikagetkan dengan pelukan dipinggang oleh Dira .
" Kak Dira... ngagetin deh !! " ucap Rara sambil tersenyum dan menerima ciuman di kening oleh Dira .
" Oh..ini calon kakak ya ??? Ganteng kak " ucap salah satu karyawan toko yang menemani Rara dan ia melihat Dira yang kagum dengan ketampanannya saat melepas topi yang dia pakai.
" dihhh... Jangan pengen ya mbak, ini cuma ada satu dan sudah distempel milik aku " sentil Rara yang sedikit cemburu .
Dira hanya tersenyum melihat percakapan Rara yang cemburu pada karyawan toko itu .
" Udah dapet semuanya sayang ?? " tanya Dira yang merangkulkan tangannya dipinggang Rara .
__ADS_1
" Tinggal nyari perhiasannya aja sih Kak . Soalnya kan yang mau ngelamar kak Dira, jadi kak Dira sendiri yang harus pilih " perintah Rara .
" Baiklah, tapi kita makan siang dulu ya, udah ditunggu Rasya dibawah " ucap Dira .
" Oh iyaa, aku melupakan bocah itu. Tapi kemana tuh anak ?? " Rara yang menengok Rasya yang tak ada ditempat tadi .
" Dia cari makan, tadi aku yang suruh. Kasian nunggu kamu " ucap Dira yang memberitahu .
" Mbak ini sudah kami kemas semua . Silakan melakukan pembayaran dikasir ya " ucap karyawan tadi .
" Baik mbak, Oya tolong nanti ditaruh di lobi bawah ya mbak. Aku ambil disana sekalian " perintah Rara .
" Baik mbak " ucap Karyawan toko .
Rara dan Dira keluar dari Toko mereka lalu menuju resto di bawah. Rara menelephone adiknya, " Sya kamu dimana ?? udah pesen tempat makan ?? "
" udah kak, buruan yaa!! " jawab Rasya .
Rara dan Dira menuju Resto yang dimaksudkan Rasya . Mereka mencari Rasya dan bertemu di resto yang sudah Rasya pesan .
Dira duduk disamping Rara, sedangkan Rasya duduk didepan Dira . " Udah dapet semua belum kak ?? " Tanya Rasya .
" Udah cuma tinggal beli cincin dan perhiasan aja " Balas Rara .
" Oyaa Sya, nanti aku minta tolong ambil box hantarannya di lobi gedung sebelum ke parkiran mobil sekalian nanti bawakan kedalam mobilku ya " perintah Dira yang menyerahkan kunci mobilnya .
" Iyaaaa... iyaa.... siap komandan, laksanakan perintah " ledek Rasya yang menghabiskan makanannya .
Dira memandang Rara dengan senyumnya . Rara yng sibuk makan tersipu malu melihat kelakuan Dira yang terus memandanginya .
" Kenapa sih kak ?? " ucap Rara yang membalas melihatnya .
Dira mengusap pipi Rara dan mengambil beberapa makanan yang menempel dimulutnya .
" Enggak... lagi ngebayangin kamu sibuk didapur rumah jadi istriku aja " balas Dira . Rara tersenyum dan meminum jus alpukatnya " .
" Woiii disini ada orang, bukan dunia milik kalian yaahh... oke aku akan pergi mengurus pekerjaanku " sewot Rasya yang merasa diabaikan kakak dan kakak iparnya .
Dira dan Rara pun juga sudah menyelesaikan makanannya . Mereka menuju ke kasir sedangkan Rasya pergi ke parkiran lobi gedung . Setelah Rara membayar makanan mereka langsung ke toko perhiasan dilantai 4 menggukan lift gedung .
" Ra, aku harap acara kita akan lancar sampai kita menikah . mungkin butuh waktu 2-3tahun depan aku akan menikahi kamu " ucap Dira kepada sang kekasihnya .
__ADS_1
" Terimakasih untuk seluruh cinta yang kamu berikan kepadaku, Aku yang pernah terluka dimasa lalu namun kami datang untuk menyembuhkannya " balas Rara .