Pilihan Hati Takdir Cinta

Pilihan Hati Takdir Cinta
BAB 17 : DATANG DAN PERGI SEPERTI CINTA DAN LUKA


__ADS_3

Dira melihat jam ditangannya menunjukkan pukul 10 malam. Dira meminta izin untuk kembali ke asrama militer .


" Ayah Bunda Om Tante, saya mau izin pulang ke asrama dulu " ucap Dira sambil menyalami tangan orang tuanya dan orang tua Rara.


" Aku kira Dira mau menginap disini ? " ucap Om surya.


" Maunya gitu om, tapi yaa karena tugas jadi enggak bisa ditinggal om " ucap Dira .


" Ya sudah sana balik sebelum apel malammu " balas Om Danu .


" Mah Pah Rara izin mengantar Kak Dira kedepan ya " ucap Rara menyela .


Dira dan Rara pun keluar rumah menuju garasi mobil depan . Saat akan masuk kedalam mobil Dira menggenggam kedua tangan Rara dan mencium tangannya.


" Maaf yaa, hanya sampai waktu ini aku menemani kamu " ucap Dira yang sedikit berat meninggalkan Rara .


" Enggak apa - apa kak, aku juga mau berterimakasih untuk semua malam ini . Termaksih sudah membuat aku tersenyum " ucap Rara .


" Besok jangan lupa ya datang sebelum acaraku . aku ingin ketemu kamu sebelum memimpin pleton upacara " pinta Dira lalu masuk kedalam mobilnya .


Dira lalu membuka kaca mobilnya menyuruh Rara untuk dekat dijendela kaca mobilnya itu . Rara mendekat ke arah jendela mobil Dira.


" Mimpiin aku malam ini ya Ra, bukan orang lain " bisik Dira ditelinganya lalu mencium pipi Rara .


Rara tersenyum mengangguk sedikit dan berkata, " Kak Dira, ayoo cepetan balik.... " ucap Manja Rara .


" Iyaa. iyaaa... bawel " balas Dira lalu menyalakan mobilnya dan mengendarainya keluar dari garasi rumah Rara.


Rara melambaikan tangannya ke arah mobil, Dirs melihatnya darinkaca sepion mobilnya .


Dalam perjalanan ke asramanya Dira senyum senyum bahagia sambil memegang bibirnya dan membayangkan ciumannya bersama Rara didalam mobilnya . Tak ia sangka bahwa Rara pun menerima ciumannya tadi .


Rara masik ke dalam rumah dan menutup rumahnya. Sudah terlihat sepi dirumahnya karena masing - masing kembali ke kamarnya .


...----------------...


Dikamar Orangtua Rara terlihat Papa Surya sedang berbicara dengan Mama Nisa .


" Pah, apa kita jodohkan saja Rara dan Dira. Papa lihat tadi sepertinya Dira sangat menjaga Rara dan memperlakukan Rara dengan baik lhoo Pah " ucap Mama Nisa .


" Iya sih Ma, Rara juga tersenyum bahagia disamping Dira, kalau maunya Mama gitu... Papa Nurut saja " ucap Papa Surya .


Didalam kamar orangtua Dira.Om Danu terheran dengan sikap istrinya yang tersenyum bahagia seperti itu .


" Bunda kenapa dari tadi senyum gitu ? " tanya Om Danu .


" Ahh... Ayah tuh dari dulu enggak peka . lihat Rara dan Dira menempel satu sama lain tuh Bunda bahagia Yah. Ini yang Bunda harapkan . Ternyata kita menginap disini enggak sia - sia " ucap Tante Fira ..

__ADS_1


" Iyaa... padahal bisa aja kita menginap di hotel dekat Asramanya Dira " balas Om Danu .


" udaaah ahh yah, Bunda mau tidur besok harus bangun pagi ke salon " ucap Tante Fira .


Rara pun kembali kekamarnya dan melihat barang belanjaannyaa mengambil gantungan baju untuk menggantung kebaya yang dipersiapkan untuk acara Dira besok. ia tersenyum dengan kegiatannya hari ini ditambah bayangan Dira saat menciumnya didalam mobil serta pelukan hangatnya dikamarnya malam ini . Semua perlakuan Dira seakan menutupi lukanya hari ini karena ditinggalkan Rakha .


Rakha masih terlintas di pikiran Rara malam ini .


" Kha, mungkin ini sudah menjadi jalan takdir kita untuk menyudahi hubungan kita . Aku enggak akan menangis terlalu lama karen cinta kita yang harus berakhir . Aku harap kamu dan aku menemukan kebahagian masing - masing dengan jalan masing - masing. Terimaksih telah hadir didalam hidup aku " ucap Rara dalam hatinya .


Tengah malam Rara belum bisa tidur, tiba - tiba ada pesan masuk dari Dira . Rara yang tak bisa tidur membuka pesannya ..


" Hey calon istri, kamu sudah tidur ?? " pesan dari Dira


Rara membacanya dan tersenyum dengan kata - kata Dira didalam pesannya .


" Belum kak, masih belum tidur " balas pesan Rara.


Tak berapa lama, Dira melakukan panggilan telephone untuk Rara . Rara mengangkatnya.


" Assalamu'alaikum kak Dira . kok belum tidur kak ??" tanya Rara membuka obrolan via telephone .


" Wa'alaikumsalam calon istri, bagaimana aku bisa tidur kalau aku merindukanmu seperti ini . ubah ke vidio call aja ya Ra " pinta Dira .


Mereka pun melakukan vidio call bersama.


" Kamu kok belum tidur Ra? jangan - jangan nungguin aku selesai apel malam ya " tanya Dira dengan suasana malam di depan Asramanya.


" Ya udah mari kita tidur bersama . kamu disitu aku disini " kata Dira yang masuk kedalam asrama dan bersiap - siap untuk tidur .


Mereka pun mengobrol sejam . terlihat Rara yang sudah mulai mengantuk .


" Udah ngantuk sekarang, ya udah tidur sana. Jangan lupa mimpiin aku ya Ra. Terimaksih untuk ciuman dan pelukanmu malam ini ya " ucap Dira yang juga sudah mulai mengantuk .


" Terimaksih juga Kak Dira hadir disaat yang tepat aku membutuhkanmu dan memenuhi janji kita dimasa lalu " balas Rara dan mengakhiri vidio call mereka .


...----------------...


Pagi buta Mama Nisa membangunkan Rara untuk segera mandi. Ternyata Rara sudah ditunggu team salon yang sudah dipesan Mama Nisa sebelum berangkat ke Akademi Militernya Dira .


" Kenapa harus nyalon sih Mah ?? " tanya Rara yang masih sedikit mengantuk.


" Ra ini tuh acara spesial keluarga Om Danu, masak iya kamu cuma make up biasa. Apalagi kamu akan dikenalkan banyak orang disana. Kamu enggak tau, kalau Dira menjadi siswa militer terbaik dan akan memimpin langsung kegiatan upacara wisudanya hari ini " ucap Mama Nisa .


Rara membuka matanya kaget, " Kok Mama enggak bilang sih dari kemarin. aku enggak ada persiapan kan " ucap Rara segera mandi .


" Mama kira kamu itu tau, untung aja mama gerak cepet boking MUA langganan Mama " keluh Mama .

__ADS_1


Mama memang memilik langganan salon cukup bagus di Bandung .


" Cepetan mandi, sholat dan langsung ke bawah ya " ucap Mama Nisa .


Mama Nisa menyiapkan makanan dan sarapan untuk tamu dan keluarga . Tante Fira sedang di make up oleh Karyawan salon . Sedangkan Om Danu dan Papa Surya asik ngobrol diteras depan . Rasya hari ini kesekolah seperti biasanya .


Semua sibuk dengan masing - masing urusan . Rara pun turun dari atas kamar melihat tamu mama dari salon .


" Udah bangun kamu sayang ?? " ucap Tante Fira yang sedang di make up .


" Iyaa tante.. " ucap Fira sambil melihat beberapa peralatan make up . Sambil menunggu selesai Tante Fira, Mama Nisa meminta Rara untuk sarapan dahulu. Rara menuju Meja makan untuk sarapan.


Setelah menunggu beberapa lama. Tante Fira pun telah selesai make up nya kemudian gantian Rara yang bersiap .


Tante Fira meminta stylish make up untuk membuat Rara menjadi tercantik dengan warna - warna segar .


Setelah selesai make up Rara memakai gaun kebaya yang dibelikan Dira waktu itu. Memakai hijab yang lebih cerah dan senada dari kebayanya . Para stylish make up membantu Rara memakaikan semua baju dan hijabnya .


" Ya ampun kak, jadi cantik kan coba cek dicermin kakak " ucap salah satu karyawan salon .


Rara juga heran dengannya, " ternyata aku bisa secantik ini ya ?? " ucap Rara dalam hatinya.


Rara dan team salon turun dari kamar Rara . semua orang melihat ke arah Rara yang begitu cantik denga warna kebaya hijau daunnya dan makeup nya yang membuat dia tampak cerah .


" Gimana mah ?? aku ?? malu - maluin enggak nanti ? " bisik ditelinga Mama Nisa .


" Cantik banget kamu sayang " balas bisik Mama Nisa .


Om Danu dan Tante Fira pun memuji Rara kalau cantik .


Papa Surya pun juga memuji anak gadisnya itu tumbuh dengan cantik .


Rasya yang sibuk sarapan pun bilang, " mbak Salon, kakakku kalian apain ?? apa kalian sulap ?? " ledek Rasya.


" Assalamu'alaikum permisi " ucap seseorang tamu diteras depan .


Rara keluar dan membayar pesanannya .


" Terimakasih ya " ucap Rara lalu masuk kedalam ruang tamu .


" siapa Ra?? " tanya Mama Nisa .


" Nganter pesananku Ma " ucap Rara .


" Ini bunga untuk siapa sayang ?? " tanya Tante Fira .


Rara menjawab, " untuk Kak Dira Tante.. "

__ADS_1


" wah cantik sekali, pasti Dira bahagia banget ini. Tante malah enggak pernah tuu dapat bungaa seperti ini " ucap Tante Fira sambil melirik suaminya .


" Ehmm... berangkat sekarang atau nanti ini ?? " tanya Om Danu yang mengalihkan pembicaraan .


__ADS_2