Pilihan Hati Takdir Cinta

Pilihan Hati Takdir Cinta
BAB 13 : PERGI UNTUK KEMBALI


__ADS_3

DIRA hari ini libur tugas di Kesatuan Militer nya . Dia mengambil cuti selama seminggu kedepan, Ayah dan Bundanya akan pergi ke Bandung dan saat ini sudah tiba dirumah keluarga Rara .


Sebuah mobil hitam masuk ke garasi milik Rumah Rara . Mama Nisa dan Papa Surya menyambut mereka dari teras depan rumah .


" Assalamu'alaikum Nisa " ucap Tante Fira dengan senyum ramahnya .


Mama Nisa menyambutnya dengan hangat . Mereka berpelukan dan mengajak untuk masuk kedalam Rumah . Papa Surya membantu Om Danu menurunkan beberapa koper mereka . Rencana Om Danu akan menginap dirumah keluarga Papa Surya.


Dan mobil hitam datang lagi di depan rumah Rara. " Mah ada tamu... " teriak Papa Surya memanggil istrinya.


" Ohh...itu pasti Dira, aku tadi janjian untuk langsung kesini aja . Soalnya dia ambil cuti seminggu sebelum acara Wisuda kelulusannya " ucap Tante Fira .


Dira keluar dari mobilnya dengan badan tinggi dan tegapnya, kulitnya sawo matang tapi tetap dengan kegantengannya yang tak berubah . Dira masih memakai seragam kemiliterannya .


Om Danu memeluk anaknya dan tersenyum bangga .


" Halo om " ucap Dira menyapa Papa Surya .


" Kamu Dira ya, sudah besar kamu dan terlihat gagah sekarang "sambut Papa Surya yang menyapa dan memeluknya .


" Gimana Surya ?? sudah masuk kriteria untuk jadi mantumu belom " ucap Om Danu sambil menepuk bahu Papa Surya dan mereka tertawa bersama .


Dira hanya tersenyum dengan candaan Ayahnya .


" Ayo masuk " pinta Papa Surya .


" Baik om " Balas Dira sambil membawa koper milik ayah dan bundanya .


" Dira " tanya Mama Nisa yang kaget dan tersenyum melihatnya .


" Iyaa tante... " jawab Dira dan memeluk Mama Nisa .


Dua keluarga itu duduk bersama dan mengobrol diruang tamu . Dira yang sedari tadi melihat sekitar tak melihat apa yang dia cari .


Mama Nisa pun tau maksudnya .


" Pasti cari Zahra kan ? hmmm.. ( sambil tersenyum ) Dia jam segini belum pulang . Mungkin sebentar lagi . Tadi bareng Rasya soalnya " ucap Mama Nisa


Dira pun tersenyum....


Bunyi suara motor masuk kedalam garasi . Dira pikir itu Rasya dan Zahra...


" Assalamu'alaikum " ucap Rasya masuk kedalam rumah .


" Ehh ada tamu Om Danu sekeluarga " ucapnya sambil tertawa dan menyalami semuanya .


" Lhoh Sya.... kakak kamu kemana? "


tanya Papa Surya .


" Ya salaaam... baru inget kakak enggak pakai motor. Lupa jemput Mah Pah !!! " sambil menepuk jidatnya .

__ADS_1


" Udah biar dijemput Dira pakai mobilnya aja " ucap Tante Fira .


" Emang Dira mau direpotkan menjemput Zahra ?? " ucap Mama Nisa .


" Enggak repot kok tante, biar saya yang menjemputnya " ucap Dira .


" Kamu mau ikut enggak Sya ?? " tanya Dira kepada Rasya .


" Kalau kak Dira sendiri aja gimana ? " tanya balik Rasya .


" Baiklah ... " ucapa Dira lalu berdiri dan izin untuk pamit jemput Rara.


...----------------...


Dira mengendarai mobilnya dan menunggu Rara didepan gerbang sekolahnya . Sebelumnya Rasya memeberitahu alamat sekolahnya dan foto Rara kalau Dira lupa wajah kakaknya .


Dira melaju kencang dengan mobilnya . Tepat jam pulang sekolah Dia berhenti didepan gedung sekolah Rara. Dia keluar dari mobil dan menunggu disamping mobilnya . Tapi dia malah menjadi pusat perhatian disekolah Rara, banyak wanita yang mengajaknya berkenalan .


Saat itu pula Dira langsung melihat wanita memakai hijab berjalan sendiri dan langsung tahu kalau itu Zahra, Teman masa lalunya yang dari dulu masih berada didalam hatinya .


Dira tak bisa melupakan Zahra dari dulu hingga sekarang . Dulu Dira juga berjanji akan datang untuknya sebagai Masadepannya. Mungkin saat ini adalah waktu yang tepat untuknya datang kembali kedalam masadepan Zahra.


" Ra.. aku datang untuk menepati janji kita " .


Dira berjalan menghampiri Rara dengan langkah kaki yang tegap sebagi seorang Tentara.


" Kamu Zahra kan ? " ucap Dira .


" Kamu... Kak Dira ?? " dengan wajah kaget Rara .


" Aku belahan jiwanya " ucap Dira kepada Rakha .


" Aku pacar Rara " ucap Rakha sambil memegang tangan Rara .


" Sory bro, aku yang akan jadi suaminya " mencoba melepaskan tangan Rakha dan menarik Rara ke arah mobilnya .


...----------------...


Dira membukakan pintu mobil untuk Rara, memastikan Rara untuk duduk disamping kursi sopir . Lalu menutup pintu mobilnya dan dia masuk kedalam mobilnya . Dira membawa mobilnya menyusuri jalan .


Rara masih terdiam dan tertunduk kaget dengan kedatangan Dira .


Dira mencairkan suasana didalam mobil.


" Ra mau makan diluar?? " ucap Dira


" Jangan canggung gitu donk ketemu aku " sambil tersenyum dan makin terlihat betapa kerennya Dira didepan Rara .


Rara menelan ludahnya, melihat senyum Dira yang menggoyahkan hatinya .


" Kak...Kak... Dira kapan ke sini ? bu..bu..kannya masih di Jogja " dengan terbata - bata ucap Rara sambil sesekali melihat Dira .

__ADS_1


" Aku akan tugas kerja disini sebagai Tentara . 3hari lagi aku Wisuda di akedemi ku. Ayah sama bunda juga kesini dirumah kamu " jawab Dira tersenyum yang makin membuat Rara semakin berderbar hatinya.


Dira menghentikan Mobilnya di depan McD dekat rumah Rara.


" Kita mampir kesini yukk, dulu kan kita sering jalan kesini " ucap Dira membuka sabuk pengaman kursi mobilnya.


Rara yang gugup sulit untuk melepaskan sabuk pengaman kursi mobil, Tiba - tiba Dira membantu melepaskannya . Dira menghadapkan wajahnya kedepan wajah Rara seakan mereka ingin berciuman didalam mobil .


Dira tersenyum dan mengusap hijab Rara . Rara mendapat perlakuan itu tersipu malau dan menundukkan wajahnya .


Mereka pun keluar Dari mobil, Dira menggandeng Rara untuk masuk kedalam McD . Mereka memesan beberapa makanan dan membawanya untuk duduk di kursi .


Dira menjadi pusat perhatian di tempat makan itu, Rara masih merasa malu dan hanya diam saja .


" Kamu kenapa sih Ra, kok diem aja ?? enggak suka aku datang " ucap Dira dengan wajah sedihnya .


" Bu..bu..kan seperti itu kak, Aa..aku masih kaget aja, kakak datang tiba - tiba tanpa memberitauku " ucap Rara yang sudah sedikit mencairkan suasana.


" Emang Tante Nisa enggak kasih kabar ?? kalau keluargaku datang dan aku akan tugas Dinas disini ? " ucap Dira .


" Kok kebetulan kak Dira tugas di Bandung ? Pacar kak Dira orang sini ? " tanya Rara


" Bukan pacar sih Ra, lebih tepatnya calon istri " ucap Dira sambil tersenyum dan memakan makanan mereka .


Karena jawaban Dira membuat Rara tersedak . Lalu Dira memberikan minumannya .


" Kak Dira akan nikah dengan siapa ? " tanya Rara sekaligus .


Telephone Rara berdering dari Mama Nisa .


" Assalamu'alaikum mah, kenapa telephone " ucap Rara menjawab telephone Mama Nisa .


" Ra.. tadi Dira jemput kamu, kamu udah ketemu ? kok jam segini kalian belum pulang ?? " ucap Mama Nisa yang sedikit khawatir .


" Kak Dira didepanku Mah . mungkin kita agak telat pulangnya , kami makan diluar Mah " Jawab Rara di telephone .


" Ya sudah kalau begitu, nikmati waktu kalian ya saayang" ucap mama Nisa lalu menutup telephonenya .


" Tante Nisa Ra?? " tanya Dira


" Iya... nanyain kita kak " ucap Rara .


Telephone Rara pun berbunyi lagi, saat ini dari Rakha .


Dira tau itu dari pacarnya, lalu mengambil hp Rara dan menolak panggilannya serta mematikan telephonenya .


Dira pun juga mengambil Hpnya disaku celananya dan mematikan Hpnya .


" Maaf ya Ra... tapi aku ingin mengenang moment kecil kita " ungkap Dira .


Rara pun terdiam dan mengangguk mengiyakan perintahnya. Mereka mengobrol dan tertawa bersama . Saling menceritakan moment masa lalu mereka .

__ADS_1


Tak terasa waktu sudah Sore, Dira mengajak Rara untuk pulang kerumahnya bertemu denggan keluarganya .


__ADS_2