
DIRA hari ini libur tugas di Kesatuan Militer nya . Dia mengambil cuti selama seminggu kedepan, Ayah dan Bundanya akan pergi ke Bandung dan saat ini sudah tiba dirumah keluarga Rara .
Sebuah mobil hitam masuk ke garasi milik Rumah Rara . Mama Nisa dan Papa Surya menyambut mereka dari teras depan rumah .
" Assalamu'alaikum Nisa " ucap Tante Fira dengan senyum ramahnya .
Mama Nisa menyambutnya dengan hangat . Mereka berpelukan dan mengajak untuk masuk kedalam Rumah . Papa Surya membantu Om Danu menurunkan beberapa koper mereka . Rencana Om Danu akan menginap dirumah keluarga Papa Surya.
Dan mobil hitam datang lagi di depan rumah Rara. " Mah ada tamu... " teriak Papa Surya memanggil istrinya.
" Ohh...itu pasti Dira, aku tadi janjian untuk langsung kesini aja . Soalnya dia ambil cuti seminggu sebelum acara Wisuda kelulusannya " ucap Tante Fira .
Dira keluar dari mobilnya dengan badan tinggi dan tegapnya, kulitnya sawo matang tapi tetap dengan kegantengannya yang tak berubah . Dira masih memakai seragam kemiliterannya .
Om Danu memeluk anaknya dan tersenyum bangga .
" Halo om " ucap Dira menyapa Papa Surya .
" Kamu Dira ya, sudah besar kamu dan terlihat gagah sekarang "sambut Papa Surya yang menyapa dan memeluknya .
" Gimana Surya ?? sudah masuk kriteria untuk jadi mantumu belom " ucap Om Danu sambil menepuk bahu Papa Surya dan mereka tertawa bersama .
Dira hanya tersenyum dengan candaan Ayahnya .
" Ayo masuk " pinta Papa Surya .
" Baik om " Balas Dira sambil membawa koper milik ayah dan bundanya .
" Dira " tanya Mama Nisa yang kaget dan tersenyum melihatnya .
" Iyaa tante... " jawab Dira dan memeluk Mama Nisa .
Dua keluarga itu duduk bersama dan mengobrol diruang tamu . Dira yang sedari tadi melihat sekitar tak melihat apa yang dia cari .
Mama Nisa pun tau maksudnya .
" Pasti cari Zahra kan ? hmmm.. ( sambil tersenyum ) Dia jam segini belum pulang . Mungkin sebentar lagi . Tadi bareng Rasya soalnya " ucap Mama Nisa
Dira pun tersenyum....
Bunyi suara motor masuk kedalam garasi . Dira pikir itu Rasya dan Zahra...
" Assalamu'alaikum " ucap Rasya masuk kedalam rumah .
" Ehh ada tamu Om Danu sekeluarga " ucapnya sambil tertawa dan menyalami semuanya .
" Lhoh Sya.... kakak kamu kemana? "
tanya Papa Surya .
" Ya salaaam... baru inget kakak enggak pakai motor. Lupa jemput Mah Pah !!! " sambil menepuk jidatnya .
__ADS_1
" Udah biar dijemput Dira pakai mobilnya aja " ucap Tante Fira .
" Emang Dira mau direpotkan menjemput Zahra ?? " ucap Mama Nisa .
" Enggak repot kok tante, biar saya yang menjemputnya " ucap Dira .
" Kamu mau ikut enggak Sya ?? " tanya Dira kepada Rasya .
" Kalau kak Dira sendiri aja gimana ? " tanya balik Rasya .
" Baiklah ... " ucapa Dira lalu berdiri dan izin untuk pamit jemput Rara.
...----------------...
Dira mengendarai mobilnya dan menunggu Rara didepan gerbang sekolahnya . Sebelumnya Rasya memeberitahu alamat sekolahnya dan foto Rara kalau Dira lupa wajah kakaknya .
Dira melaju kencang dengan mobilnya . Tepat jam pulang sekolah Dia berhenti didepan gedung sekolah Rara. Dia keluar dari mobil dan menunggu disamping mobilnya . Tapi dia malah menjadi pusat perhatian disekolah Rara, banyak wanita yang mengajaknya berkenalan .
Saat itu pula Dira langsung melihat wanita memakai hijab berjalan sendiri dan langsung tahu kalau itu Zahra, Teman masa lalunya yang dari dulu masih berada didalam hatinya .
Dira tak bisa melupakan Zahra dari dulu hingga sekarang . Dulu Dira juga berjanji akan datang untuknya sebagai Masadepannya. Mungkin saat ini adalah waktu yang tepat untuknya datang kembali kedalam masadepan Zahra.
" Ra.. aku datang untuk menepati janji kita " .
Dira berjalan menghampiri Rara dengan langkah kaki yang tegap sebagi seorang Tentara.
" Kamu Zahra kan ? " ucap Dira .
" Kamu... Kak Dira ?? " dengan wajah kaget Rara .
" Aku belahan jiwanya " ucap Dira kepada Rakha .
" Aku pacar Rara " ucap Rakha sambil memegang tangan Rara .
" Sory bro, aku yang akan jadi suaminya " mencoba melepaskan tangan Rakha dan menarik Rara ke arah mobilnya .
...----------------...
Dira membukakan pintu mobil untuk Rara, memastikan Rara untuk duduk disamping kursi sopir . Lalu menutup pintu mobilnya dan dia masuk kedalam mobilnya . Dira membawa mobilnya menyusuri jalan .
Rara masih terdiam dan tertunduk kaget dengan kedatangan Dira .
Dira mencairkan suasana didalam mobil.
" Ra mau makan diluar?? " ucap Dira
" Jangan canggung gitu donk ketemu aku " sambil tersenyum dan makin terlihat betapa kerennya Dira didepan Rara .
Rara menelan ludahnya, melihat senyum Dira yang menggoyahkan hatinya .
" Kak...Kak... Dira kapan ke sini ? bu..bu..kannya masih di Jogja " dengan terbata - bata ucap Rara sambil sesekali melihat Dira .
__ADS_1
" Aku akan tugas kerja disini sebagai Tentara . 3hari lagi aku Wisuda di akedemi ku. Ayah sama bunda juga kesini dirumah kamu " jawab Dira tersenyum yang makin membuat Rara semakin berderbar hatinya.
Dira menghentikan Mobilnya di depan McD dekat rumah Rara.
" Kita mampir kesini yukk, dulu kan kita sering jalan kesini " ucap Dira membuka sabuk pengaman kursi mobilnya.
Rara yang gugup sulit untuk melepaskan sabuk pengaman kursi mobil, Tiba - tiba Dira membantu melepaskannya . Dira menghadapkan wajahnya kedepan wajah Rara seakan mereka ingin berciuman didalam mobil .
Dira tersenyum dan mengusap hijab Rara . Rara mendapat perlakuan itu tersipu malau dan menundukkan wajahnya .
Mereka pun keluar Dari mobil, Dira menggandeng Rara untuk masuk kedalam McD . Mereka memesan beberapa makanan dan membawanya untuk duduk di kursi .
Dira menjadi pusat perhatian di tempat makan itu, Rara masih merasa malu dan hanya diam saja .
" Kamu kenapa sih Ra, kok diem aja ?? enggak suka aku datang " ucap Dira dengan wajah sedihnya .
" Bu..bu..kan seperti itu kak, Aa..aku masih kaget aja, kakak datang tiba - tiba tanpa memberitauku " ucap Rara yang sudah sedikit mencairkan suasana.
" Emang Tante Nisa enggak kasih kabar ?? kalau keluargaku datang dan aku akan tugas Dinas disini ? " ucap Dira .
" Kok kebetulan kak Dira tugas di Bandung ? Pacar kak Dira orang sini ? " tanya Rara
" Bukan pacar sih Ra, lebih tepatnya calon istri " ucap Dira sambil tersenyum dan memakan makanan mereka .
Karena jawaban Dira membuat Rara tersedak . Lalu Dira memberikan minumannya .
" Kak Dira akan nikah dengan siapa ? " tanya Rara sekaligus .
Telephone Rara berdering dari Mama Nisa .
" Assalamu'alaikum mah, kenapa telephone " ucap Rara menjawab telephone Mama Nisa .
" Ra.. tadi Dira jemput kamu, kamu udah ketemu ? kok jam segini kalian belum pulang ?? " ucap Mama Nisa yang sedikit khawatir .
" Kak Dira didepanku Mah . mungkin kita agak telat pulangnya , kami makan diluar Mah " Jawab Rara di telephone .
" Ya sudah kalau begitu, nikmati waktu kalian ya saayang" ucap mama Nisa lalu menutup telephonenya .
" Tante Nisa Ra?? " tanya Dira
" Iya... nanyain kita kak " ucap Rara .
Telephone Rara pun berbunyi lagi, saat ini dari Rakha .
Dira tau itu dari pacarnya, lalu mengambil hp Rara dan menolak panggilannya serta mematikan telephonenya .
Dira pun juga mengambil Hpnya disaku celananya dan mematikan Hpnya .
" Maaf ya Ra... tapi aku ingin mengenang moment kecil kita " ungkap Dira .
Rara pun terdiam dan mengangguk mengiyakan perintahnya. Mereka mengobrol dan tertawa bersama . Saling menceritakan moment masa lalu mereka .
__ADS_1
Tak terasa waktu sudah Sore, Dira mengajak Rara untuk pulang kerumahnya bertemu denggan keluarganya .