
Acara Pelepasan Wisuda Dira telah usai. Ayah dan Bunda Dira menuju ke parkiran mobil . Dira yang sedari tadi menempel pada Rara tak ingin melepaskannya .
" Ra, hari ini ada pesta angkatanku malam ini aku jemput ya untuk menemaniku " ucap Dira sebelum dia melepaskan genggaman Rara untuk pulang kerumah .
" iya Kak Dira aku temenin " balas Rara yang menyanggupi permintaan Dira .
" Ya sudah kalau begitu kami pulang dulu ya nak ya !! kamu jaga diri baik - baik . Oya besok Bunda sama Ayah balik jogja karena di Bandung acaranya kan udah selesai " ucap Bunda Dira.
" Terus kamu jadi pilih kota mana Nak untuk tugas kamu besok ? Jogja apa Bandung ? " tanya Ayah Dira .
" Masih aku fikirkan yah untuk tugasku " balas Dira menjawab ayahnya .
Orangtua Dira dan Rara meninggalkan lokasi Akademi Militer TNI . Dira memeluk ke dua orangtuanya lalu dia berjalan mengarahku memelukku didepan kedua orangtuanya dan mencium keningku sambil berbisik " Aku jemput kamu jam 6 sore ya " .
Rara kaget dan sangat malu , dia hanya menganggukan kepalanya saja . Dira tersenyum melihatku . Orangtua Dira pun juga tersenyum tak ada yang menolakku dalam keluarga Dira . Tubuh Rara pun juga sama, tak pernah menolak apa yang dilakukan Dira bahkan saat dia menciumnya menghisap bibirnya dengan lembut didalam mobil waktu itu .
"Apakah aku memang menyukainya, kenapa respon tubuhku tak pernah menolak Dira ?" pikiranku mulai kacau
" Aku hanya takut kalau Dira hanya sebagai pelampiasan sakit hatiku saja dan bukan benar - benar cinta " ucap batin Rara yang sudah masuk dalam mobil . Dira melambaikan tangannya kepada mobil yang Rara naiki .
" Ra, maaf yaa kalau Dira agak kelewatan " ucap Tante Fira
Om Danu hanya tersenyum dan lebih fokus untuk menyetir mobil .
" Ehhh...eee..nggak apa - apa tant " ucap Rara terbata .
...----------------...
Saat ini Mobil Om Danu sudah sampai dirumah Rara,
" Assalamu'alaikum Mah " sapa Rara masuk kedalam rumah dengan sedikit lelah .
" Sudah pulang yaa, gimana acaranya tadi ? lancar ? " tanya Mama Nisa kepada Tante fira .
" Lancar Nis, O ya aku kekamar Dulu ya " ucap Tante Fira yang sedikit lelah dan Om Danu mengikutinya .
" Aku langsung menuju kamarku, berbaring diatas kasurku tempat paling nyaman di dunia " gumamku dalam hati . Tiba - Tiba Hp ku berdering . Naya meneleponku " Ra liat pengumuman web kampus belom " .
" Aku belum lihat Nay " ucap Rara yang sedikit lelah
" Kamu ketrima di Universitas Jogja Ra. kita sekampus lagi " ucap Naya yang memberiku selamat .
" Beneran Nay. Aku tutup dulu yaa aku cek dulu hasilnya " ucap Rara yang kaget dan bangun dari kasurnya .
__ADS_1
Rara pun mengecek hasilnya dan benar dia diterima dikampus Jogja dengan jurusan manajemen bisnis .
" Mah Mamah... ( teriak )" Rara memanggil mama Nisa dan turun dari kamarnya .
" Ada apa ?? enggak usah teriak - teriak gitu " balas Mama Nisa .
" Mah, aku akan jadi mahasiswa di Jogja mah " ucap Rara dengan gembira .
Pada saat itu pula Tante Fira keluar dari kamarnya dan bertanya, " Rara kamu kenapa kok bahagia gitu ?? " .
" Aku akan kuliah di Jogja Tante " ucap Rara yang membagi kebahagiannya itu .
" Syukurlah kalau begitu, kita jadi bisa makin deket kan " ucap Tante Fira .
Menjelang Sore, Dira sudah datang kerumah Rara. Dengan style casualnya ala seorang TNI semakin terlihat ketampanan prajuritnya.
" Assalamu'alaikum " ucap Dira dari teras .
" Ehh kak Dira, masuk kak " sapa Rasya yang membawa sekotak peralatan bengkelnya .
" Kamu suka otomotif juga Sya ?? " tanya Dira .
" Iya kak, pasti nyari kak Rara kan ? Tuh orangnya baru mandi dikamar lamaa. Tunggu aja kak " Rasya pun keluar dan berada di garasi untuk membongkar motornya. Dira yang tidak mau sendirian diruang tamu duduk menemani Rasya di garasi .
" Kak Dira jangan kesini nanti kotor " pinta Rasya .
" aku kira kak Dira enggak suka ngotak - atik motor, soalnya kelihatan bersih sih " ucap Rasya .
" Suka donk. Cuma enggak aku bawa, kan aku ke Bandung untuk sekolah sama ketemu kakak kamu jadilah pakai roda empat diluar itu " jawab Dira .
Dira pun membantu Rasya membengkel motornya . Mereka pun terlihat akrab . Dira juga bertanya tentang masalalu Rara dan pacarnya yang pindah ke Amerika . Rasya menceritakan semua yang ia tahu . Akhirnya Dira mengerti kesedihan Rara saat itu .
" Sya tolong belikan Mama gula donk " ucap Mama Nisa yang kaget melihat Dira di garasi dengan Rasya .
" Kok disini Nak Dira, ayoo masuk sana susul Rara Dikamar aja . Disini kotor " ucap Mama Nisa .
" kalau Ayahmu masih tidur, bundamu sedang mandi sepertinya " imbuh Mama Nisa .
" Iya tante " Ucap Dira
" Oya dir, Tante boleh ngomong sebentar sama kamu ? " tanya Mama Nisa .
" Sya tolong beli gula ya !!! " perintah Mama Nisa .
__ADS_1
" Iyaa Mah, aku berangkat nih " Rasya pergi dan mengambil uang ditangan Mama Nisa .
" Gini... Rara akan kuliah Di Jogja . Denger - denger kamu akan memilih tugas antara Jogja atau Bandung ya ?? Kalau misal kamu pilih untuk di Jogja bisa kah kamu menjaga Rara Dir ? " tanya Mama Nisa .
" Tante, untuk Rara pasti akan saya lindungi karena Saya benar - benar ingin serius dengannya tant " ucap Dira dengan yakin .
" Syukurlah kalau begitu, tante lega mendengarny " ucap Mama Nisa .
" Rara diatas, sana panggil dia dikamar . O ya tolong ini rahasiakan ke Rara ya dir " pinta Mama Nisa . Dira mengangguk perlahan.
Dira naik keatas dan masuk ke kamar Rara. Tak dilihatnya Rara dikamarnya. Rara yang keluar dari kamar mandi dan masih memakai handuk setengah telanjang . lalu membuka lemarinya, Rara kaget ada Dira dikamarnya memeluknya dari belakang .
" Kak Dira, kenapa kesini. aku belum siap - siap " ucap Rara perlahan .
tangan Dira menyentuh bibir Rara mengisyaratkan untuk jangan bicara .
" Aku merindukanmu Ra, padahal baru beberapa jam Kita bertemu tapi rasa rindu ini tak tertahankan Ra makanya aku kesini dua jam lebih awal dari janji kita " ucap Dira sambil mencium bahu pundak dan leher Rara .
Rara merasakan kenikmatan itu . Dira mencium Rara dilehernya. Rara mendesah nikmat. Sensasi kenikmatan yang tak ia dapatkan dari siapapun . ******* Rara membuat Dira semakin terobsesi dengan tubuh Rara .
Dibalikannya tubuh Rara dan memojokkan Rara ke lemari pakaiannya . Rara mendesah perlahan sambil memejamkan matanya .
Dira mencium bibir Rara penuh dengan nafsu yang tak tertahankan .
Rara pun balik menghisap bibir Dira . Mereka saling terbuai suasana kenikmatan itu . Dada Rara pun tersentuh oleh tangan Dira, diremasnya perlahan sampai handuk Rara hampir terlepas kebawah dan terlihat sebagian dadanya . Dira melihat itu semakin memanas dan terus mencium bagian bawah leher sedikit demi sedikit .
Dira tak ingin memaksa Rara lalu mencium dibibir Rara dan menghentikannya dengan mencium kening Rara .
Dira membisikan sesuatu, " Ra aku mencintaimu selalu dari kita masih kecil sampai sekarang cuma ada kamu dihatiku selamanya , Ayo kita pacaran atau langsung tunangan saja "
Rara yang terbuai ciuman panas Dira, lalu mengiyakan Dira . Dira membalikan badan namun Rara malah menyentuh bagian vital Dira yang terbangun karena ciuman panas tadi .
Rara menarik Dira dan mengatakan " Kak Dira, sebenarnya hatiku enggak bisa berbohong aku juga mencintaimu kak . Kalau kakak benar serius denganku ayo kita lakukan kak " ucap Rara yang tangannya menempel bagian vital Dira seakan memancing Dira .
Dira tersenyum dan mencium bibir Rara semakin panas memeras payud*** Rara dengan nafsu mencium leher dan bagian dada Rara dihisapnya payud*** Rara dengan keintimannya .
Menarik Rara dan menjatuhkannya diatas kasurnya . Mereka semakin terbuai suasana . Rara mendesah lirih . Dira yang tak melepaskan serangan ciumannya membuat Rara semakin panas .
Tiba - tiba Tante Fira memanggil dari bawah " Diraa kamu dimana Nak ?? "
Dira dan Rara pun segera melepaskan ciuman tadi dan bergegas Rara untuk mengganti bajunya dikamar mandi . Dira duduk diatas kasur Rara merapikan semuanya .
Rara dan Dira turun kebawah dengan wajah bahagia Rara merangkul Dira turun tangga kamarnya .
__ADS_1
Mama Nisa dan Tante Fira yang melihat itu sangat bahagia dan saling memandang .
" Nis, kayaknya beneran aku bakal jadi besan kamu " ucap Tante Fira dan tertawa bersama Mama Nisa .