
Pagi hari Rakha mengajak Rara untuk jalan - jalan disekitar penginapan mereka . Disuguhkan panorama pemandangan alam yang dibalut kabut pagi tipis membuat udara sedikit dingin dan cukup romantis .
Rakha mengulurkan tangannya dan menggandeng Rara dengan hati - hati memasukkan tangan Rara yang dingin ke dalam saku jaket Rakha .
" kamu kedinginan Ra ? mau pakai jaketku ? " tanyanya kepada Rara .
Rara memeluk lengan Rakha dan menggenggam jari Rakha .
" kamu disampingku pun, aku sudah merasa hangat sekali " , ucap Rara dengan tersenyum kepadanya .
Rakha membalas senyumnya dan mencubit pipi Rara.
Dari kejauhan didalam mobil, Lukman melihat mereka tampak bahagia bersama. Dengan perasaan sedih Lukman menutup jendela mobilnya dan melaju pergi bersama sopirnya . " Semoga kamu bahagia Ra... dengan pilihan kamu. Aku akan mendoakanmu selalu " , Lukman yang bekata dalam hatinya .
Handphone Rara berdering. Naya menelepon Rara dan menanyakan dimana .
" Ra...kamu dimana ? pagi - pagi udah gag kelihatan batang hidungmu ? "
Rakha mengambil hanphone Rara dan menjawab Naya , " Dia bersamaku, kamu engga usah khawatir Nay !!! " . Rakha menutup teleponnya tiba - tiba .
Naya pun tercengang kaget " Ya salam.. tuh anak emang bener ya !! tapi syukurlah kalau mereka sudah bersama " gumamnya dalam hati sambil tersenyum kecil dari bibirnya.
" kenapa yank ? " tanya Satria yang bingung sendiri . " ohh ya yank , Pagi tadi Lukman pergi ke Bandara dijemput sopirnya " .
Dengan wajah kaget Naya berkata , " Hah ?? memang kenapa ? apa karena Rara dia pergi seperti itu ? " .
Satria menjelaskan, " aku kurang tau pasti . Tadi dia titip salam buat Rara, yang jelas dia pergi untuk melanjutkan sekolah di Perancis . tau kan ayah Lukman seorang pembisnis hebat . Jadi dia akan meneruskan pekerjaan ayahnya kelak . Lukman masih bertahan disini karena Rara, tapi kayaknya Rara mencampakkannya " .
Naya mengerti dan berkata , " Rara sudah jadi pacar Rakha . jadi mungkin itu alasan Lukman pergi . Dan mungkin itu jalan terbaiknya . Melupakan Rara disana " .
Satria mengangguk dan mengajaknya untuk sarapan pagi .
Akhirnya Mereka pergi bersama dengan bergandengan tangan .
Rara dan Rakha sudah kembali dan pergi ketempat sarapan di hotel . mereka mencari tempat duduk didekat jendela dipojokan dengan kursi yang berhadapan sambil menikmati pemandangan hotel dari balik kaca .
" Seneng ngeliat makanmu, Ra...." sambil tersenyum dan memberikan sepotong daging kepada Rara .
Rara tersedak karena malu . Rakha secepatnya mengambilkan air putih .
" aku malu - maluin ya makannya " , tanya Rara .
" engga Rara " . sambil mengusap bibir Rara menggunkan tissu karena terlihat beberapa makanan menempel dimulutnya .
Rara melihat Naya bersama satria yang membawa makanan . Rara kemudian melambaikan tangannya kepada Naya , " Nay, sinih !!! " panggilnya sambil menunjukkan kursi yang masih kosong disebelahnya .
" Hey... hey... ciehh pasangan baru . Sibuk sendiri sampai kalian melupakanku . Ohh teganyaa kamu Ra... " sambil mengusap mata seakan - akan menangis .
" Cup... cup... jangan nangis lagi yaa ! nanti aku kasih sepotong dessertku ini " Rara yang menepuk punggung Naya .
Akhirnya mereka tertawa bersama . Rakha dengan lagak yang masih cuek namun dia tersenyum tipis melihat tingkah Naya dan Rara .
" Hey broo " kata Satria menyapa Rakha .
" Hey juga bro " , jawab Rakha sambil menggeser kursinya sedikit agar Satria bisa duduk .
" Ra.. kamu tadi ketemu Lukman ? " tanya Satria .
Rakha yang mendengar itu, sedikit menampakkan wajah kesalnya .
" Engga , aku dari tadi sama Rakha soalnya. Memang kenapa Sat ? " tanya Rara .
" Ahh... gag papa kok Ra " , jawab Satria .
Akhirnya mereka menyelesaikan sarapan. Dan seluruh siswa segera berkumpul di depan Hotel untuk menunggu bus sekolah karena agenda sekolah hari ini study di Kebun Strowberi .
Naya duduk dengan Rara didalam bus " Ra , hari ini Satria cerita sama aku tentang Lukamn . Tadi pagi Lukman pergi ke Bandara untuk pindah ke Perancis " , kata Naya .
" Aku sudah tau itu, semalam dia pamit dan melepaskanku pergi dan aku memlih untuk bersama Rakha. Makanya aku sekarang dengan Rakha . Tapi pagi ini Lukman gag pamit sama aku kalau dia pergi hari ini " jelas Rara kepada sahabatnya .
__ADS_1
Hanphone Rara berbunyi ada pesan Wa baru .
" Ra... aku pamit sekarang, aku pergi ke Perancis dan menetap disana . Semoga kamu bahagia ya sama Rakha . Kalau kamu sudah putus dengannya hubungi aku, aku akan datang secepatnya " pamit Lukman memalui pesan Wa .
" Hati - hati ya Luk, semoga kamu mendpatkan wanita yang baik kelak . Aku dan Rakha akan terus bahagia disini " jawab Rara melalui pesan singkat Wa .
" Siapa yang kirim pesan Ra ? " tanya Naya pada Rara .
" Lukman . Dia pamit barusan " jawab Rara .
Bus sekolah sampai ditempat wisata Kebun Strowberi . Dan para pembimbing memberikan beberapa keranjang kepada siswa untuk memetik strowberi dan mencatat kegiatan disana .
" Anak - anak tolong kalian catat kegiatan hari ini dan minggu depan kalian kumpulkan catatan kalian ke meja saya " perintah dari seorang guru .
Para siswa ngiyakan perintah guru dan meraka pun segera mengambil keranjang dan membawa catatan mereka untuk masuk kedalam kebun .
Rakha mengambilkan keranjang untuk pujaaan hatinya dan menyerahkan keranjang buah tersebut .
" Yaelaah...bakal jadi manja nih Rara " sentil sahabatnya . Satria juga datang membawakan keranjang buah milik Naya .
" Ehh... gag kebalik tuh " jawab Rara . Naya yang pergi merangkul lengan Satria meninggalkan Rara dan Rakha berdua . sambil menjulurkan lidah mengejek Rara .
" Hati - hati kalian ya !! " teriak Rara .
Rakha mengajak Rara untuk masuk kedalam kawasan kebun .
Para siswa sibuk mencatat dan memfoto beberapa momen dikebun itu .
Rara menghampiri Rakha yang sibuk sedari tadi mencatat .
" Kha , tadi Lukman nge WA aku untuk pamit . dan dia mendoakan kita untuk bahagia " .
" iya.. aku juga gag akan buat kamu sedih dan menyesal memilihku Ra. Sebentar lagi kita kelas 3 dan Kuliah . Setelah kuliah aku pun akan cari pekerjaaan dan aku akan datang menjemput kamu dirumahmu untuk jadi istriku " , ucap Rakha dengan penuh keyakinan.
" Jangan berjanji Kha !!" , balas Rara .
" Aku ga mau berjanji Ra, aku mau membuktikannya kalau kamu itu cinta pertama ku dan akan jadi terakhir untukku " . Ucap Rakha dengan menatap Rara sambil mengelus pipi Rara dengan lembut .
Mereka melanjutkan kegiatan mereka untuk mencatat kegiatan sekolah mereka .
...----------------...
Jam makan siang pun mereka lewati bersama . Ini adalah kencan pertama Rara dan Rakha .
Rara yang begitu bahagia bisa mendapatkan kekasih impiannya itu terus menatapnya .
" Kenapa Ra ? natap aku kayak gitu terus? ada yang aneh sama mukaku " tanya Rakha sambil mengusap wajahnya .
Rara pun tersenyum dan menggelengkan wajahnya. " engga . Cuma masih mikir aja ? ternyata Rakha itu suka sama aku udah lama banget " .
" Aku kira cintaku akan bertepuk sebelah, karena dulu kamu seringnya ngomel kalau aku gangguin . Kadang gag meresponku malah ", ucap Rara yang sedikit heran dengan sikap Rakha dulu .
Rakha tersenyum mesra dan menjelaskan kepada sang kekasih , " iya aku memang cuek tapi bukan aku gag perhatian sama kamu. aku cuma sedikit gerogi harus berbuat apa kaau disamping kamu " .
" Ra... aku berharap kamu itu akan jadi masa depan aku dan aku akan memperjuangkan kamu karena kamu bagian dari mimpiku " , ucap Rakha .
Rara yang mendengar itu merasa terharu bahagia sekali .
Setelah makan siang didekat resto Kebun strowberi agenda sekolah selanjutnya adalah outbond .
Seluruh siswa sangat senang dan bermain outbond bersama - sama . Mereka basah dan juga kotor karena bermain diatas sungai yang begitu jernih dan permainan lumpur .
Mereka semua menikmati kegiatan outbond permainan yang berada di Kebun strowberi.
Sebelum kembali ke hotel mereka membersihkan badan mereka dan menyerahkan keranjang strowberi yang telah mereka petik .
" Iddiiih Nay, kamu mau jualan nyampek rumah ya ? " ledek Rara melihat temennya itu .
" Yaelah Ra mumpung geratisss... tisss... " ucap Naya membalas .
__ADS_1
" Udah bikin laporan belum kamu Ra ? " tanya sahabatnya itu .
" Tengan Nay, aku kan punya pacar pinter dan rajin ", sambil memeluk Rakha yang berada disebelahnya .
Rakha hanya tersenyum melihat tingkah mereka .
...----------------...
Bus jemputan sekolah pun datang . Seluruh siswa naik kedalam Bus masing - masing .
Naya yang lelah ingin duduk dekat dengan Satria dibelakang . Dan Rara duduk sendiri di bagian tengah bus .
Rakha menghampiri Rara , " Naya kemana ? " .
" Tuhh dibelakang sama Satria " Rara menunjuk sahabatnya yang asik dengan pacarnya .
" Ohh " , jawab Rakha kemudian dia berlalu kebelakang .
" hah ?? cuma jawab gitu doank ? apa kek ? nemenin kek disini " , kesal Rara pada Rakha yang berbicara lirih .
Tak Lama Bus berangkat .
Dan Rara masih duduk sendirian di dalam bus . Menikmati pemandangan sendiri dibalik kaca bus Rara semakin mengantuk dan akhirnya tidur didalam bus .
Rakha menyadari kalau Rara sedang tidur dan lelah akhirnya dia pindah untuk duduk di samping Rara .
Tiba - tiba Rara menyandarkan kepalanya diatas bahu Rakha tanpa disadarinya .
Rakha membenarkan kepalanya agar tidak jatuh ke depan sambil menggenggam tangan Rara dan mencium tangannya .
" Tangan ini gag akan pernah aku lepaskan " gumamnya dalam hati.
Rakha pun akhirnya juga tertidur bersama dengan Rara sambil berpegangan tangan .
Bus sekolah pun telah sampai ke hotel yang mereka inap .
Dan hari menjelang sore, kegiatan pun telah berakhir. Esok pagi mereka akan kembali ke rumah masing - masing .
Rara terbangun dari tidurnya . Dia tersenyum karena dia kira Rakha tidak duduk bersamanya didalam bus . Ternyata Rakha sudah memberi kenyamanan di dalam bus saat dia tidur
" Kenapa kamu senyum - senyum ? " tanya Rakha sambil menurunkan tas mereka .
" Aku kira kamu akan membiarkanau duduk sendiri tadi, ternyata kamu sudah ada disamping aku " jawab Rara dengan bahagia .
" Gag mungkin lah Ra !! " jawab Rakha balik.
Mereka pun turun bersama dan kembali kedalam kamar hotel masing - masing .
Rakha dan Rara berjalan bersama dibelakang Naya dan Satria . akhirnya Mereka sampai kedalam kamar hotel Naya dan Rara .
Satria mencium bibir Naya dan mengucapkan selamat tinggal karena akan kembali ke kamarnya .
" Aku balik kamar ya sayang, jangan lupa nanti malam !! '" , ucap Satria kepada Naya.
Rara melihat itu langsung ditutup matanya oleh Rakha .
Rakha yang melihatnya malah yang kadi kepanasan hatinya bergejolak seperti menginginkan jugaa dengan Rara , tapi dia tahan karena komitmennya untuk menjaga Rara .
" Okey sayang " jawab Naya kemudian masuk ke kamarnya .
Rakha mengembalikan tas Rara dan mengucapkan selamat tinggal untuk kembali kekamarnya .
" Ra aku balik ke kamar dulu ya " ucapnya .
" Nanti aku jemput untuk makan malam jam 7 ya disini " .
Rara mengangguk dan mengiyakan ucapan Rakha .
" Daah Rakha, ati - ati ya " jawabnya
__ADS_1
...----------------...