
Setelah melakukan pembayaran semua .
Om Danu mengajak mereka untuk ke Grand Mall yang tidak jauh dari lokasi butik yang mereka kunjungi.
" Ma...kita ke resto japanese food aja ya di Grand Mall itu " pinta Om Danu .
Rara dan Dira mengikuti orangtua mereka dibelakang. Dira membawakan belanjaan Rara dan menggandeng tangan Rara.
" Dira... kita mampir makan dulu ya " ucap Mamanya yang senang melihat Rara digandeng Dira.
" iya Ma. Rara ikut dengan mobilku saja ya tapi " ucap Dira kepada Orangtuanya .
" Tantee... mohon izin bawa Rara yaa " imbuh Dira kepada Mama Nisa .
" Silakan, dan tolong jaga dia ya " ucap Mama Nisa kepada Dira dengan lembut.
" Pasti donk tante " ucap Dira membawa Rara ke mobilnya .
Dira membuat Hati Rara menjadi nyaman dengan tingkahnya yang kadang bikin tertawa.
Mereka semua masuk kedalam mobil masing - masing . Dan masuk kedalam Gedung Mall disebelahnya .
" Kak Diraa.... aku lupa sesuatu ??" ucap Rara kaget .
" Apa Ra ?? " tanya Dira menghentikan langkahnya yang sudah keluar dari parkiran mobil dan akan masuk kedalam gedung .
" Aku Lupa belum beli sepatu untuk gaun yang kakak belikan itu tadi "
ucap Rara dengan rengekannya .
" Dasar wanita " ucap Dira sambil tersenyum . " kita ke lantai atas dulu nanti kamu bisa pilih beberapa sepatu untuk kamu " imbuh Dira
" Terus janjiaan dengan orangtua kita gimana kak ? " tanya Rara .
" Nanti aku telephone mereka yah, udah jangan khawatir gitu ahh kan nanti jadi jelek " ucap Dira menghibur Rara .
...----------------...
Dira menggandeng Rara dan masuk kedalam gedung ke lantai atas .
Sesampainya di toko sepatu Rara memilih beberapa pasang yang akan dia gunakan untuk menghadiri acara Wisuda Dira . Dira menyempatkan telephone ke orangtuanya untuk pergi ke lantai atas sebentar .
" Mah... kalian makan dulu saja, kami dilantai atas nganter Rara untuk memilih beberapa pasang sepatunya " ucap Dira ditelephone .
Rara sudah selesai memilih beberapa pasang sepatu dan mengajak Dira ke kasir . saat akan membayar Dira langsung mengambil kartu pembayarannya lagi .
" Ini aku yang bayar " ucap Dira dengan senyumannya .
" Kok kak Dira lagi sih " ucap Rara .
__ADS_1
" Kamu datang ke acaraku besok aja, aku anggap itu udah impas " ucap Dira .
Rara mengiyakan dan memberi ucapan terimaksih.
Setelah mereka selesai berbelanja, Dira menggandeng Rara dan mereka menikmati waktu mereka di gedung Mall.
" Ra kita nyusul ke Resto yang sudah dipesan orangtua kita atau kamu makan lainny ? " tanya Dira .
Rara pun menjawab, " Kita ke Resto yang udah dipesan Om Danu aja kak ".
Dira mengiyakan permintaan Rara . Mereka tiba didepan pintu Resto tapi tak melihat orantua mereka .
Dira pun melakukan pesanan ulang utk makan di Resto itu sambil menelephone orangtuanya. Tak ada satu pun telephone yang dijawab, Lalu menelephone Mama Nisa .
" Maaf tante, aku sama Rara sudah didepan Resto " ucap Dira .
" Duh... maaf Nak Dira, kita sudah pulang barusan " jawab Mama Nisa ditelephone .
" Ohh begitu, berarti kami akan maka diluar yaa tante. Mohon izin untuk bawa Rara" ucap Dira yang akan menutup telephonenya .
" Silakan Nak Dira. Oyaa Tante juga mau minta kamu untuk menjaga Rara dan tolong sembuhkan lukanya . Hari ini dia baru Putus dengan teman sekolahnya dan tolong rahasiakan ini " ucap Mama Nisa yang memberitaukan keadan Rara tadi pagi .
" Begitukah Tante, baik Tante... Saya akan menjaga Rara dengan baik " ucap Dira dengan penuh semangat kalau dia akan ada peluang untuk mengambil hati Rara lagi .
Dira melangkah menuju Rara dan mereka berbicara tentang masalalu mereka yang cukup lucu . Saat ini Rara tersenyum dan tertawa seakan - akan dia melupakan yang baru ia alami tadi pagi .
...----------------...
" Kak Dira... " ucap Rara sebelum keluar pintu mobilnya .
" hmmm... ada apa ? " ucap Dira perlahan memperhatikan gadis cantik disampingnya itu .
" Terimakasih kak Dira, telah membuatku tertawa malam ini dan melupakan kesedihan yang aku rasakan malam ini " . ucap Rara lalu mencium Dira di pipinya dan akan keluar dari mobilnya . Namun Dira tahaan tangan Rara dan wajahnya ia hadapkan ke arah wajah Rara. Menutupi wajah Rara dari kaca depan mobilnya.
Karena terbawa suasana, Dira mencium bibir Rara, tanpa penolakan Rara pun seakan mengizinkan Dira untuk menciumnya . Mereka berciuman didalam mobil Dira. Bibir Dira menghisap bibir Rara sekali lagi tanpa ada penolakan dari Rara.
Seakan - akan tubuh Rara menyetujui apa yang telah Dira lakukan malam ini padanya . Mereka saling memejamkan mata saling membalas ciuman itu . Setelah beberapa waktu Dira lalu mencium Rara dikeningnya. Membisikkan sesuatu pada Rara.
" Ra... dari Dulu, sekarang dan sampai saat ini hanya kamu yang ada didalam hatiku. Aku datang karena ini adalah pembuktian cinta yang selama ini aku pendam belasan tahun untuk membuktikan kesiapan aku menjadi masadepan kamu " ucap Dira .
" Tapi kak.... aku baru saja selesai dalam sebuah hubungan dengan temanku . Aku hanya takut perasaan ini tidak tulus, aku takut hanya pelampiasan saja yang aku rasakan. Jika kakak benar - benar mencintaiku tolong tunggu aku dan beri aku waktu untuk memastikan apakah benar hati ini memang cinta untuk kakak atau bukan. Beri aku waktu untuk menyembuhkan lukakku ini " ucap Dira sambil menitihkan airmatanya .
" Ra... jangan pernah menangis, karena aku hanya ingin membuatmu tersenyum bukan menangis seperti ini . Aku akan membuat lukamu sembuh dan akan aku tanamkan lagi perasaan cinta ini kepada kamu. Mari kita sembuhkan dulu lukamu ini, aku akan menunggu dan menemanimu Ra... " ucap Dira sambil membelai hijab Rara dan mencium keningnya lagi .
Mendengar itu...senyum Rara mulai mengembang tampak terlihat ada harapan bukan sebuah keputusasaan . Mereka keluar dari Mobil . Dira membukakan pintu mobil dan membawa barang belanjaan mereka, tak lupa menggenggam jemari Rara yang tampak bahagia itu .
" Assalamu'alaikum... " ucap Dira masuk kedalam rumah. Ternyata orangtua mereka sudah menunggu diruang tamu . Melihat Dira dan Rara saling bergandengan membuat Mama Nisa bahagia apalagi tampak jelas senyum Rara .
" Wa'alaikumsalam " ucap seluruh anggota didalam rumah.
__ADS_1
" udah selesai belanjanya?? enggak ada yang kurang kan untuk acara besok " kata Tante Fira .
" Sudah kebeli semua Bun " ucap Dira dengan yakin .
" Oya...tadi mama juga udah booking photografer sekalian untuk menemani acara kamu Nak, kamu malam ini kembali ke Asrama kan Nak " jelas Tante Fira .
" Iya...aku kembali ke asrama, malam ini aku harus memimpin apel Bun " ucap Dira .
Mereka mengobrol diruang tengah, Rara ingin masuk kedalam kamarnya membawa barang belanjaannya.
" Ra.. biar aku bantu membawakannya " ucap Dira menawarkan bantuannya.
Mama Nisa pun menyela, " iya tolong ya nak Dira bantuin Rara bawa tas belanjaannya ini, Rasya sibuk dikamar main game online tuh " .
" Baiklah Kak " jawab Rara .
Merekapun permisi untuk pergi dari obrolan orangtua mereka . Rara naik keatas dan Dira mengikutinya dari belakang membawa barang belanjaannya tadi . Rara membuka kamarnya yang sudah terlihat rapi karena Mama Nisa sudah membantu memberekan kamarnya .
" Hmm...jadi seperti ini kamar calon pacara aku, ehh salah... aku ralat calon istri aku kelak " ucap Dira membawa tas belanjaannya diatas kasur Rara. Lalu Dira duduk diatas kasur Rara.
" ahhh.. apaan sih Kak Dira " ucap Rara sambil tersipu malu .
Dira berdiri dihadapan Rara melihat wajah Rara menyentuh pipi Rara dan memeluknya sebentar .
" Ra...bolehkan seperti ini, padahal kamu disini tapi aku sudah merindukanmu . Bagaimana ini ya?? apakah aku enggak usah balik ke Asrama dan tidur satu ranjang denganmu?? " ucap Dira sedih .
" Tugas tetaplah tugas jangan sampai Kakak enggak melaksanakannya " kata Rara sambil membalas pelukan Dira.
" Tapi aku enggak ingin melepaskan pelukan ini Ra " ucap Dira perlahan di telinga Rara .
Tiba - tiba panggil Mama Nisa dari depan pintu kamar Rara yang sedikit terbuka
" Zahraa... ajak Dira turun untuk makan " ucap Mama Nisa dan melihat Dira memeluk Rara sedikit terkejut namun membuatnya bahagia.
" Ayoo kalian makan dulu, pelukannya nanti lagi " tambah Mama Nisa sambil tersenyum melihat mereka .
" Ehh...tan...te Nisa. Ba..ba..ik Tante..." Ucap Dira yang terbata bata kaget .
" Mamah... Ngagetin kan !!! " ucap Rara yang sedikit kesal .
Mereka semua pun turun dan makan malam bersama . menikmati 2 keluarga lengkap makan malam.
...----------------...
Setelah selesai makan malam, semua berkumpul diruang tengah. Para wanita saling mebantu membereskan meja makan dan dapur, setelah selesai mereka berkumpul diruang tengah .
Dira yang duduk sendiri memberikan sinyal menepuk kursi disebelahnya dan melihat Rara . Rara mengerti maksud Dira dan duduk disampingnya . Mereka saling berbisik dan tertawa berdua
Tante Fira melihat tingkah Rara dan Dira membuatnya tersenyum dan menyenggol suaminya memberi isyarat tentang kedekatan anak mereka.
__ADS_1