Pilihan Hati Takdir Cinta

Pilihan Hati Takdir Cinta
BAB 12 DATANG DARI MASA LALU


__ADS_3

Mama Nisa dan Papa Surya hari ini menghadiri pernikahan di rumah Bude Ina dan Pakde Aryo mereka adalah kakak dari Mama Nisa . Sudah banyak makanan untuk persiapan acara pesta pernikah anak mereka . Acara pun sudah dimulai . Papa dan Mama Rara menjadi Among tamu untuk keluarga Bude Ina, sedangkan Rakha sibuk bertemu saudara dan sepupunya .


" Nisa ?? " sapa seorang ibu - ibu dengan gaya yang cukup elegant dan suaminya .


" Ya ampun Safira !! kamu makin cantik saja " ucap Mama Nisa .


" Halo Surya " sapa seorang laki - laki yang tak lain adalah Danu Mahendra teman lama Mama dan Papa Rara .


Om Danu adalah seorang perwira di kesatuan TNI, beliau dulu tinggal disebelah rumah kami . Jadi karena Tugas Negara mereka harus berpindah kota . Rara waktu kecil sering memanggilnya Bunda Fira dan Ayah Danu . Keluarga kami cukup dekat dengan keluarga Ayah Danu sudah seperti keluarga sendiri walapun kami hanya tetangga .


" Mana anakmu Fir ? " tanya Mama Nisa .


" Dia enggak ikut, biasalah tugas negara. Terus Zahra dan Rasya kemana?? mereka sudah besarkan pastinya " ucap Tante Fira .


" Rasya itu sedang kumpul dengan sepupunya, Kalau Rara enggak ikut karena mau ujian sekolah dan memepersiapkan kuliahnya" jawab Mama Nisa.


" Yah sayang sekali, padahal aku kangen sekali dengan Zahra. dulu kalau main kerumah udah kayak anakku sendiri selalu bareng sama Dira. Oh yaa... kamu masih di Bandung ? " tanya Tante Fira .


" Masih lah, masih dikomplek kita dulu " jawab Mama Nisa .


" Kalau gitu, aku rencana mau ke Bandung. Dira kan ada acara kelulusan dari Akademinya, jadi mungkin aku bisa mampir ketempat kami Nis " Ucap tante Fira .


" Pintu rumahku selalu terbuka untuk kamu dan keluarga kamu Fir " kata Mama Nisa .


Om Danu pun juga sedang asik berbicara dengan Papa Surya . Mereka seperti reoni keluarga yang sudah bertahun - tahun terpisahkan .


" Sebelum pulang ke Bandung, Kita makan - makan dulu ya di Jogja . Nanti aku sempatkan untuk ngajak kalian jalan dulu " ucap Tante Fira sebelum mereka pamit untuk pulang dari acara pernikahan ditempat Bude Ina .


" Baiklah Fira . Jangan Lupa save kontakku ya " ucap Mama Nisa sebelum Om Danu dan Tante Fira pulang .


Acara Pesta Pernikahan pun hampir usai . Mama Nisa membuat Pesan kepada Tante Fira untuk janjian bertemu .


...----------------...


Rakh masih saja belum bisa mengatakan kepindahannya untuk sekolah di Amerika .


Rara sedang asik bercerita tentang Naya yang akan pindah Jogja untuk sekolah disana .


Tiba - tiba Rakha bertanya, " Ra gimana dengan keputusanmu untuk aku ajak kamu ke Amerika. Apakah kamu sudah memikirkanny Ra ? "


Rara yang sedari tadi memakan camilan didepan televisi rumahnya langsung berhenti .


" Kamu jadi sekolah di Amerika Kha ? " tanyanya balik

__ADS_1


" Aku belum tanya kepada orangtuaku Kha, tapi sepertinya aku enggak bisa ikut dengan mu " Rara yang perlahan menyeka airmatanya yang jatuh . Rakha pun mendekatinya dan memeluknya . Menyeka airmata Rara yang membasahi pipinya .


Rakha pun mengantarkannya tidur dikamarnya . Menemaninya dan memeluknya dari belakang .


Dia sadar akan hubungan ini akan terasa berat untuk mereka . Kesibukan apa yang telah menanti Rakha untuk menjadi seorang dokter . Namun ia juga tak bisa mengubur mimpinya itu .


Didalam pelukan kekasihnya Rara hanya pura - pura tidur saja . Hatinya yang begitu sedih mengetahui bahwa kekasih yang dia cintai akan meninggalkan dirinya karena sebuah cita - cita .


...----------------...


Hari ini Orangtua Rara pulang ke Bandung . Mobil orangtuanya pun sudah sampai didepan pintu gerbang . Rara yang sudah memasak dan membersihkan rumah keluar untuk menyambut kedatangan mereka .


Mama Nisa turun dari mobil . Rara yang melihat orangtuanya langsung menyambut dan memeluk mereka .


" Gimana sayang ditinggal kami ke Jogja " ucap Papa Surya .


" Aku enggak mau ditinggal Papa sama Mama lagi " tiba - tiba airmatanya jatuh .


" Ya ampun, anak mama kenapa cengeng sih !! " Mama Nisa langsung menyeka dan mengajak Rara masuk kedalam rumah .


Rasya sibuk menurunkan beberapa barang bawaan mereka . Papa Surya pun membantunya .


" Anak mama masak apa sih ?? " tanya Mama Nisa .


" Rakha menemani kamu kan Ra selama kami dijogja ?? " tanya Papa Surya yang baru saja masuk kerumah .


" Dia datang kok pa, sesekali menemaniku disini dan tidur diruangannya Rasya " ucap Rara .


Papa Surya sangat percaya dengan Rakha bahwa mereka tidak melakukan hal aneh - aneh layaknya pasangan menikah .


" Kak Rara bantuin gue donk, nih Mama borong oleh - oleh dan dikasih banyak oleh - oleh juga tuh dari Tante Fira " teriak Rasya dari luar .


Rara memikirkan kata Tante Fira .


" Mah Tante Fira itu... Bunda Fira yang dulu tinggal samping rumah kita ?? Ayah Danu yang Tentara itu bukan ? " tanya Rara penasaran dan serius .


" Iya sayang . Dan ternyata anaknya itu juga baru lulus di Akademi Angkatan Darat. Tante Fira sama Om Danu kangen kamu katanya. Mereka juga titip salam dan bawain oleh - oleh buat kamu yang dianggap anak gadis mereka dulu . Dira juga di kota ini katanya, dia tugas disini " ucap Mama Nisa yang sibuk didapur membereskan oleh - oleh .


" Jaaaa....di bener yang aku lihat itu adalah Kak DIRA, seseorang yang pernah singgah dihatiku begitu lama " gumam Rara dalam hatinya .


" Ra...nanti tolong antarkan beberapa oleh - oleh ini ke Rakha ya . Sebagai ucapan terimaksih udah menjaga kamu selama kami pergi" sahut Mama Nisa .


" Iya Ma" ucapnya singkat .

__ADS_1


Hubungan Rara dan Rakha mulai renggang karena kesibukan mereka untuk ujian kelulusan sekolah .


Rara mengirim pesan menanyakannya , " Kamu dimana ? aku mau mengantarkan oleh - oleh untukmu " .


Rara menelephone Rakha tapi tak diangkatnya .


Saat menuju gedung apartemennya dia melihat Meta dan Rakha saling berpelukan di taman gedung.


Sontak membuat Rara menangis pilu, menjatuhkan semua barang bawaannya dan meninggalkan mereka .


" Rakha maafkan aku dan aku akan melepaskanmu " , ucap Meta dan memeluk Rakha .


" Maaf Met, hatiku sudah milik seseorang dan aku tak ingin dia berprasangka buruk tentangku " ucap Rakha dan meninggalkan Meta yang menangis .


Rakha masuk kedalam gedung apartemennya . Dia melihat beberapa makanan berserakan di depan gedung tapi tak terlalu memperdulikannya .


...----------------...


Ujian Kelulusan pun sudah berakhir . Rara semakin jauh dengan Rakha . Rakha juga terlihat sibuk dengan urusan kepindahannya .


Rara akan pulang dari sekolah, tiba - tiba dia melihat Mobil hitam diparkir didepan gedung sekolahnya memakai seragam militer dan atribut lengkap seorang Komandan Tentara . Dia dikerubungi wanita - wanita disekolahnya .


Rara berjalan keluar dan Rakha menghampirinya, " Ra.. kamu kenapa ngejauhin aku tiba - tiba ? kita udah selesai ujian sekolah saatnya untuk kita ke jenjang yang lebih serius Ra . aku enggak mau kita seperti ini " .


Dira melihat Rara dan menghampirinya dengan langkah kaki yang tegap .


" Kamu Zahra kan ? " ucap Dira .


" Hey loe siapa, berani menyentuh tangan wanitaku ? " tanya Rakha dengan sedikit kasar .


" Kamu... Kak Dira ?? " dengan wajah kaget Rara .


" Aku belahan jiwanya " ucap Dira kepada Rakha .


" Aku pacar Rara " ucap Rakha sambil memegang tangan Rara .


" Sory bro, aku yang akan jadi suaminya " mencoba melepaskan tangan Rakha dan menarik Rara ke arah mobilnya .


Rara pun tak menjelaskan apapun karena masih terlihat kaget dengan kedatangan Dira dalam hidupnya lagi . Rara hanya mengikuti kemana langakah Dira membawa tanpa sepatah katapun .


Dengan wajah kesalnya Rakha sedikit emosi dan menendang motornya .


Rara masih syok dengan tatapan kosongnya, " Kenapa kamu kembali Kak Dira ??? ucapnya dalam hati.....

__ADS_1


__ADS_2