Pilihan Hati Takdir Cinta

Pilihan Hati Takdir Cinta
BAB 9 : RUMAH


__ADS_3

Rakha sampai di apartemennya bersama Rara . Gedung yang tinggi dan mewah dengan fasilitas yang cukup komplit .


Dia memencet tombol lift untuk naik ke nomor apartemennya .


Ini pertama kali Rara diajak Rakha untuk ke rumahnya dan kali pertama pula Rakha mengajak temannya .


Rakha membuka pintu tempat tinggalnya . Rara dibuat kaget dengan ruangan yang cukup mewah yang jauh berbeda dengan rumahnya .


" Selamat siang den Rakha " ucap Bude Minah, ART yang menjalankan semua tugas di apartemennya .


Rara mengangguk dan tersenyum canggung .


" Ohh yaa... makanan sudah siap Bude ? " tanya Rakha dengan sopan .


" Sudah den, Bude izin dulu ya, kalau ada apa - apa bisa hubungi saya kembali " Bude Minah pamit pergi meninggalkan kami berdua di rumah .


Tak Lupa Rara mengirim pesan kepada mamanya agar tak usah khawatir karena dia ada tugas tambahan disekolah .


" Ayo Ra masuk " ucap Rakha dan menggandeng Rara .


Rara masih kagum dengan interior disemua ruangan milik Rakha .


" Kha, kamu tinggal sendiri disini ? " tanya Rara .


" Iya , kecuali kalau Papa dan Mama balik Indo " ucap Rakha singkat dan menaruh tas sekolahnya ke dalam kamar .


" Ra, ini baru pertama kali dan kamu satu - satunya orang yang aku ajak kerumah " ucap Rakha sambil mempersilakan duduk Rara diruang tengah dan menyalakan televisi .


" Kamu enggak kesepian Kha " tanya Rara .


" Sekarang enggak, karena ada kamu kan . Ohh yaa...kamu mau minum apa Ra ? " tanya Rakha yang sibuk membuatkan minuman dingin dari dalam kulkas .


Rara menghampiri Rakha yang sedang didapur. Dia memeluknya dari belakang dan menyandarkan kepalanya di punggung Rakha . Sesekali Rara mencium bahu Rakha .


Rakha tersenyum dan menikmati sentuhan lembut Rara .


" Kenapa Ra ? kok tiba - tiba kamu manja gini ? " ucap Rakha yang menyiapkan camilan untuk mereka .


" Enggak apa - apa, aku hanya merindukanmu saja " ucapnya lirih .


Rara memikirkan ketika benar - benar Rakha harus balik ke Amerika untuk kuliahnya .


" Kan aku disini, enggak pergi kemana - mana ? dan kamu adalah tujuanku !! " ucapnya.


Mendengar itu Rara semakin terbebani kalau kelak dia yang akan menjadi penghalang keberhasilannya. Rara tau kalau Rakha akan kuliah ke Amerika dengan program jurusan ke dokteran . Tapi dia simpan agar Rakha memberitaunya sendiri .


" Kha , aku enggak mau jadi penghalang keberhasilanmu . Dan aku sudah memikirkan semuanya tentang kita " ucap Rara dengan sedikit perasaan sedih dan menitihkan air matanya .


Rakha berbalik ke arah Rara mencium bibirnya dan mengusap airmatanya, " aku enggak mau kamu sedih Ra !! kalaupun kamu meminta aku untuk tetap disini akan aku lakukan " .


" Kha kejarlah mimpi kamu, kalaupun kelak kita akan jodoh pasti bertemu " .

__ADS_1


Rakha memeluk Rara di ruang dapur menciumnya dengan penuh keintiman dan membawanya masuk kedalam kamarnya . Rara terbawa suasana itu dan hanya mengikuti kemana Rakha membawanya .


Rakha menahan untuk tidak menyentuh Rara layaknya pasangan menikah . Tubuh Rara dihempaskan kedalam kamar tidurnya dan Rakha mencium Rara dan sedikit meremas pay*d***nya. Memeluk Rara dengan penuh keintiman .


...----------------...


Rasya menanyakan Mama Nisa dimana kakaknya yang sedari tadi tak dia lihat .


" Ma.. kak Rara belum balik ya ?" .


" Belum, katanya ada yang mau dia kerjakan. Ohh ya Sya , lusa Bude Ina mau ngunduh mantu di jogja . pas kalian libur sekolah . Jadi kita akan balik ke Jogja " ucap Mama Nisa .


" Kak Rara udah tau Ma ? ikut juga enggak ? " Tanya Rasya .


" Belum mama kasih tau, yang jelas kamu ikut soalnya gantikan papamu untuk nyetir . Kasian kalau Papa nyetir sendirikan " jawab Mama Nisa .


Rasya pun mengiyakan perintah Mamanya .


Didalam kamar Rakha , Rara tertidur sangat pulas sambil memeluk Rakha . Sebelumnya mreka saling berciuman penuh keintiman dan tidur bersama saja, tidak melakukan hubungan layaknya pasangan menikah .


Rakha masih menjaga kesucian Rara yang sangat dia cintai . Dia melihat Rara yang tertidur di bahunya tak ingin mengganggunya . Hanya mengamati wajah cantiknya yang tertidur pulas salmbil sesekali mengusap rambutnya. Memikirkan masa depan yang akan ia jalani kelak bersama Rara .


" Kamu sudah bangun Ra ? " ucapnya sambil tersenyum .


" ini jam berapa Kha ?? suara lirih Rara yang baru bangun tidur .


" Masih pukul 3 sore sayang . Yuk kita makan dulu, kamu pasti lapar kan ? " tanya Rakha dan menggandengnya dari tempat tidur .


" Maaf ya sayang untuk kemarin - kemarin karena kesibukanku disekolah . Kamu merasa aku acuhkan, Tapi sudah aku ganti hari ini yaa !! " ucap Rakha sambil mencubit pipi Rara .


Rara tersenyum bahagia dan mengangguk saja .


" Kha aku sudah memikirkan tentang kelanjutan study ku . Aku akan mengambil jurusan bisnis . Kelak aku akan mengurus keluarga kita, anak - anak kita dirumah sambil mengerjakan bisnisku dari rumah . Jadi aku akan bekerja tanpa harus mengurangi waktu keluarga . Itu cita - cita ku " ucap Rara disela - sela makannya dengan Rakha .


Rakha tersenyum dengan cita - cita Rara yang membiarkan dia menjadi salah satu impiannya.


" Aku menyukainya Ra " ucapnya .


Setelah selesai makan, Rara mencuci semua piring kotor dan Rakha membantunya didapur memberekan meja diruang makan .


...----------------...


Tepat pukul 4.00 sore Rara pulang diantar Rakha, karena tak tega melihatnya pulang sendirian .


Mama Nisa melihat Rakha mengantarkan Rara pulang dan berkata , " Kalian sudah selesai mengerjakan tugas sekolahnya "


" Su...su..dah.. mah " Jawab Rara terbata - bata .


Rakha yang bingung hanya diam saja . Tak tau maksud mamanya Rara .


" Ayo nak Rakha mampir dulu, Tante hanis bikin Roti masih anget dari oven " ucap Mama Nisa .

__ADS_1


" Iya tante " ucap ramah Rakha .


Rakha duduk diruang tamu . Mama Nisa mengambil beberapa Roti dan teh untuk Rakha sembari menunggu Rara ganti baju dikamar .


" Rasya kemana tante ? " tanya Rakha membuka obrolan .


" Oh...dia ke supermarket depan, tadi tante suruh beli gula " ucap Mama Nisa .


Tak berselang Rasya balik kerumah dan menyerahkan belanjaannya kepada mamanya .


" Nih ma.. sesuai permintaan " ucap Rasya .


Mama Nisa izin pamit kedapur untuk menyiapkan makan malam Rasya menemani Rakha diruang tamu .


" Loe tadi pacaran kan sama kakak gue , bilangnya ada tugas lagi tuhh kak Rara " ucapnya sambil meledek Rakha .


" Pantesan Tante Nisa tadi tanya tugas " jawab Rakha yang akhirnya sadar .


Rasya dan Rakha pun mengobrol, tak lama Rara sudah turun dan berganti baju untuk menemui Rakha .


Rasya meninggalkan mereka berdua diruang tamu .


" Gimana roti buatan mamaku " tanya Rara basa - basi .


" Enak Ra, tapi aku pulang ya sudah mau magrib soalnya " ucap Rakha .


" Mah , Rakha mau pulang nih " teriak Rara memanggil mamanya .


" Hati - hati ya nak Rakha , terimakasih sudah menjaga Rara " ucap Mama Nisa dan bersalaman dengan Rakha .


" Aku anter Rakha kedepan ya Ma " ucap Rara .


" iya, mama balik ke dapur ya " ucap Mama Nisa .


Rakha memakai helmnya dan menyalakan motornya untuk pulang .


" Aku pulang ya sayang, nanti aku WA kalau sampai " pamit Rakha .


" iyaaah, sanah ati - ati " ucap Rara sambil melambaikan tangannya .


Rara balik kemar dan mau mandi. Dia membayangkan sikap Rakha tadi siang mencium bibir dan tubuhnya . Didepan cermin dia hanya tersenyum dan terngiang didalam pikirannya.


Rakha yang sudah sampai dirumah pun juga sama . Dia menyandarkan tubuhnya kedalam sofa di ruang televisi . Betapa nikmatnya hari ini mencium Rara dengan puas . menyentuh seluruh tubuh Rara yang hanya miliknya saat ini .


Semakin tak ingin mereka untuk saling melepaskan . Tapi Rakha sudah mendaftar kuliah untuk jurusan kedokteran di Amerika, bayangan itu membuyarkan lamunan tadi bersama Rara .


Ia tak ingin melepas Rara dan juga tak ingin melepaskan pendidikan kedokterannya di Amerika .


" Apa aku ajak saja Rara untuk pindah ke Amerika bersamaku ? " gumamnya dalam hati .


" kalau dia tidak mau pergi bagaimana ? akankah kita bisa pacaran jarak jauh ? "

__ADS_1


__ADS_2