Playboy X Palaygirl

Playboy X Palaygirl
Episode 9 Terlalu Awal


__ADS_3

Jackie kini berada di apartemen milik Tiana, menunggu wanita berambut pixie itu untuk memulai percakapan.


Tiana hanya menatapnya dalam, tanpa mengeluarkan sepatah katapun.


"Kamu tidak berniat untuk mengatakan sesuatu?"


"Hmmm.." Tiana menarik nafas sebelum melanjutkan perkataanya, apalagi kali ini pikir Tiana.


"Aku keberatan kamu dekat dengan pria tua itu!" suara Jackie meninggi satu oktaf dari sebelumnya.


"Kenapa keberatan, tidak ada hubungannya dengan kamu bukan?" Tiana masih tenang tidak terprovokasi oleh sikap Jackie.


"Aku suka kamu Tiana, sorry maksud ku Kak Tiana. Aku tidak mudah menyerah sebelum kamu jawab ia aku akan terus meminta kamu untuk menjawb IA..."


"Begini Jack, Selama ini aku nyaman menjalankan kehidupan aku yang seperti ini tanpa terikat siapun. Aku sangat sibuk dengan pekerjaan ku, tidak ada waktu untuk berbagi kasih dan sebagainya"


"Sesibuk itukah? Kalau begitu aku bisa part time lagi agar kamu tidak terlalu sibuk kalau perlu tidak digajih sekalipun aku tidak masalah!"


"Bukan itu maksud ku Jack, usia kita latar belakang keluarga kita agama kita, itu akan menjadi permasalahan diantara kita dikemudian hari!"


"Cinta Tak mengenal usia Kak!"


"Lalu keluarga kamu? apa mereka bisa menerima aku yang usianya jauh diatas kamu? apa mereka akan menerima perbedaan agam diantara kita?"


"Terlalu jauh kita membahas itu Kak, itukan bisa kita bicarakan nanti!"


"Justru mumpung belum terlalu jauh, harusnya kamu berpikir sampai sejauh itu."


Jackie menghela nafasnya yang berat, memikirkan apa yang dikataknkan Tiana. Tapi keinginan Jackie untuk bersama Tiana seperti akan menghalalkan segala cara.


"Kita cukup nyaman menjalani ini semua bersama, aku dan kamu punya hoby yang sama percakapan kita juga hampir nyambung walaupun perbedaan usia kita beda jauh. Kadang aku tidak hanya merasa menemukan sosok teman dalam diri kamu. Kamu bisa menjadi seorang Adik Kakak bahkan terkadang menasihati aku selayaknya seorang Ayah atau kadang kamu memasakan aku seperti seorang Ibu"


panjang lebar Tiana menjelaskan kepada Jackie.


"Aku ingin menjadi seorang kekasih dalam kehidupan kamu!" sela Jackie.


"Untuk saat ini kamu akan berpikir aku adalah segalanya, hati manusia siapa yang tau?"


"Apa karna keyakinan kita berbeda? kalau begitu aku akan ikut dengan mu kelak ketika kita akan melanjutkan kejenjang yang lebih serius!"


"Aku senang kamu bicara seperti ini, tapi coba kamu bayangkan hari ini kamu mampu mengkhianati kepercayaan yang kamu anut sejak lahir hanya demi cinta kamu pada ku. Lalu bagaimana kesetian kamu terhadap ku yang hanya manusia biasa ini?"


"Seandainya kamu memang harus mengikuti apa yang aku percayai, biar Allah yang mengetuk sendiri perasaan kamu. Bukan karna aku tapi karna memang hati kami yang tergerak faham maksud ku?"

__ADS_1


Jackie menunduk lemah, direngkuhnya tubuh Tiana hatinya gamang. Tiana menepuk-nepuk punggung Jackie pelan.


"Berjanjilah, suatu hari nanti kalau kamu berubah pikiran. Larilah kepada ku, aku menunggu mu Kak!"


Tiana mengangguk, masih dengan posisi sebelumnya.


...****************...


"Morning sunshine...!"


Kok capek sih aku lama-lama, keluh Tiana sangat pelan hingga si lelaki didepan nya tidak mampu mendengar dengan jelas apa yang dia katakan.


"Kamu ngomong apa barusan?"


"Mau apa kamu disini awal pagi?"


"Jemput pacar ku lah, ayok naik nanti telat" Dituntunnya Tiana keatas motor besar yang diparkir Raja tak jauh dari pintu keluar gedung apartemen.


Jackie memperhatikan kedua pasang manusia yang katanya dulu pernah berpacaran itu, dari coffee shop yang tak jauh dari apartemen.


Mungkin mereka memang kembali menjalin hubungan, itu sebabnya Tiana enggan menerima ku.


Jackie rasa kecewa melihat adegan mesra antara Tiana dan Raja.


Raja yang membantu memasangkan helm kepada Tiana, terlihat mesra dimata Jackie.


"Lupakan! ngomongnya sih gampang, prakteknya yang susah."


"Susah karna ga dicoba, lagian hubungan kamu dengan dewi apa kabar?"


"Basi, mama tak suka aku dengannya. Kita juga sudah lama berakhir"


"Tapi dewi masih sering nanyain lo bro. Nanti malam ke club yu pasti dewi seneng kalaupun ga sama dia masih banyak stock cewe di hp gw"


Jackie mengangkat bahu, acuh tak acuh.


Malam harinya, atas paksaan Leo Jackie dan teman-teman lainnya pergi ke salah satu club malam. Leo sudah menghubungi dewi sebelumnya, mereka bertemu di club. Jackie yang mulai mabuk berat dipapah oleh dewi sementara teman jackie yang lain masih asik berjoget mengikuti hentakan musik di club ditemani dengan beberapa botol minuman.


"Jack, aku antar ke apartemen atau kamu mau ke tempat ku saja?"


"Dewi, tidak aku mau pulang ketempat ku lepasin."


Hampir Jackie tersungkur ke tanah namun dewi gerak cepat segera menarik tubuh Jackie walau dengan sempoyongan.

__ADS_1


"Ia tapi aku antar kamu ya, lagian ga biasanya kamu mabuk seperti ini. Pasti ada masalahkan?" tanya Dewi khawatir.


"Bukan urusan kamu, ayok cepat aku sudah tidak tahan kau mau antar aku atau aku pulang saja sendiri?"


Pada akhirnya Dewi mengantar Jackie ke apartemennya, Dewi yang juga kelelahan tertidur diapartemen Jackie.


"Duh berat banget kepala, Leo sialan. Dimana hp dan dompet ku, semalam aku pulang dengan siapa ya kok kunci mobil gak ada"


"Kamu aku yang antar pakai taxi. Ini kunci mobil kamu tadi Leo antarkan"


"Sekarang mana dia?"


"Leo pergi lebih dulu kekampus"


Diteguknya air mineral yang disodorkan Dewi, setelah selesai mandi Jack mengantar Dewi pulang hari sudah sangat siang dia tidak akan sempat masuk kuliah sebab itu Jackie tidak terburu-buru.


"Kemarin bilang pria lain playboy sendirinya baru kemarin setengah mati memaksa berpacaran eh sudah pulak dia menggandeng perempuan lain"


Tiana tersenyum sinis melihat Jackie keluar dengan Dewi dari apartemennya.


Tak ingin terlalu memikirkan hal receh, tanpa menyapa Tiana langsung masuk kedalam lift disusul Jackie dan Dewi.


"Kaka mau kerja?"


Tiana menatap ke arah sumber suara, ia Jackie memutuskan untuk memulai percakapn diantara kesunyian mereka. Sementara Dewi yang tak tau apa-apa hanya terdiam melihat lelaki pujaannya berbincang dengan wanita lain.


"Ya Jack, kamu tidak pergi kuliah?"


"Terlambat bangun!"


"Semalam kamu pulang larut kan? lain kali kalau besoknya kuliah jangan nongkrong sampai larut"


"Ia kak, makasih!"


Haduh Jackie cerobohnya kamu, bisa-bisanya kamu bareng cewe lain didepan gebetan sendiri. Kira-kira Tiana tau tidak kalau Jack dan Dewi bermalam bersama? walaupun mereka tidak berbuat hal senonoh tapi siapa yang tau orang berpikir apa.


"Duluan ya Jack!"


"Ia Kak. Hati-hati!"


Setelah berbasa basi Tiana yang sudah dijemputpun menghilang bersama dengan Raja, yang sudah sejak lama menunggu Tiana


"Siapa tadi?"

__ADS_1


"Kepo, bukan urusan kamu. Ayok cepet naik mau aku antar gak?"


"Ya sabar dong!"


__ADS_2