
"Malam ini jalan yok, lama kayaknya lu ga nongkrong bareng kita Jack!" Leo memulai percakapan dengan Jackie
"Sibuk gw, banyak tugas kuliah. Sama Tiana aja jarang ketemu sekarang padahal tinggal sebelahan"
"Jadi lu masih sama dia, gw kira lu main-main doang sama doi."
"Lah serius dong ya ga sampe dikawinin besok juga sih!"
"Nikah kali kawin bukannya sering" ejek Leo
(Bugggghhh...) sebuah bantal mendarat tepat diwajah Leo
"Pikiran lu kan ************ mulu"
"Serius gak pernah? boong ah ga yakin gw!"
"Dih yang nyuruh percaya siapa semvak!"
tidak lama telepon Jackie berbunyi.
"Bukain pintu dong Le, si Fang didepan"
Fang Li pria keturunan tionghoa ini partnernya Leo membuat onar.
"Tumben si Vian ga ikutan kemana dia?"
"Ia dia lagi sama ciwinya, lu dari kapan disini?"
"Tadi, tapi kedepannya gw bakal stay disini sementara, motor gw mogok jadi gw mau nebeng Jack buat pergi kekampus."
"Wei kapan lu ngomong sama gw gak adapun!"
"Kudu banget gw ijin sama lu" dengan santainya Leo menaruh kakinya diatas meja sambil melanjutkan bermain game.
Jackie hanya menggelengkan kepalanya sambil memainkan telepon, berkali mengecek ada kah pesan masuk dari Tiana menimbang-nimbang apa harus dia telepon Tiana duluan.
Sementara Tiana sedang disibukan dengan seruntutan tugas yang sempat terbengkalai selama liburan kemarin.
Sesuai janji Tiana kepada Pak Agus tempo hari, ada tiga orang siswa magang yang diperkenalkan Tiana.
"Ini Sely, Rizky, dan Yoga yang akan magang di d'chef! Nah kalian ini Pak Agus yang bertanggung jawab di Kitchen" Tiana mulai memperkenalkan mereka satu persatu.
"Pagi pak" serempak mereka menyapa Pak Agus.
"Pagi, nah jadi mana duluan yang bakal incharge di Kitchen?"
"Rizky dan Yoga terlebih dulu di kitchen dan Sely saya tempatkan di pantry Pak. Lalu nanti sore akan ada anak parttime untuk bantu di steward"
"Sip sip, kalau begitu Rizky dan Yoga ikut saya masuk ke kitchen ya!"
"Ia Pak Agus saya pamit dulu mau ajak Sely ketemu Candra"
"Ia silahkan Bu Tiana."
"Bu nanti saya ditempatkan dikitchen juga gak?" Suara sely memecah keheningan Tiana.
"Kamu mau ditempatkan disana?"
"Kalau boleh sih bu!"
"Tenang nanti semua saya rolling, dari depan tengah belakang semua kalian harus menguasainya"
"Baik bu"
"Nah Sely ini mas Candra, Can kenalkan ini sely anak magang yang akan bantu kamu di pantry!"
"Ah ia saya Candra selamat bergabung dengan team d'chef."
"Ia Mas, saya Sely mohon bimbingannya"
__ADS_1
"Ok lanjut ya Candra kasih tau dia harus nagapain aja"
"Sip Bu"
"Selamat pagi Bu, ibu makin cerah ceria aja setelah liburan."
"Pagi Lisa, masa ia kamu kali. Lisa kalau ada yang cari saya telepon ya? saya ke Bank dulu"
"Ia Bu!"
...****************...
"Hai anak baru!"
"Anak baru, mereka punya nama sanah kalian ngapain nongol mulu diserving table ngalangin gada kerjaan apa." Dudiman mengusir Lisa dan Shila yang sejak kedatangan dua mahluk tampan dikitchen menjadi sok kecantikan.
"Huh orang jelek emang suka sirik!"
"Biar jelek gw udah laku ye ga kaya lu jomblo jomblo kurang kasih sayang, wei sana pindah nanti Pak Agus marahin kalian baru nyaho."
"Bang Dudiman mah gitu nyebelin. Ayo Shila kita kedepan aja!"
"Lah dasar gajelas"
Selang berepa lama resto mulai ramai terlihat beberapa tamu dari perkantoran disekitar sini berdatangan.
"Shil mereka yang booking dilantai ataskan yang mau pakai meeting room!" tanya Candra.
"Ia gw keatas dulu yes bye Lisa ku!"
"Dah belahan jiwa ku"
"Duh kalian berdua retceh banget sih" Candra merasa gelik melihat tingkah kedua temannya itu sementara Sely hanya terkekeh masih malu malu kucing.
"Happy brunch abang" jam jamnya antara breakfast dan lunch. Evandy tiba dengan style yang berbeda dari biasanya, kali ini dia memakai stelan jas berwarna navy dipadukan dengan dasi merah maroon.
"Ya Lisa, Bu Tiana dimana?"
"Tolong siapkan meja untuk 10 orang di luar saja ya yang samping sana" tunjuk Evandy kearah samping resto. Nadin dan Lisa menyiapkan meja yang dipesan oleh Evandy.
Sementara Pak Agus dan teamnya disibukan dengan permintaan menu yang diminta Evandy.
"Nadin tolong taking order minuman untuk teman teman abang dimeja luar itu ya"
"Ia bang" Lisa tengah menyusun peralatan makan untuk teman bosnya dan Shila mengantarkan minuman yang dipesan oleh tamu dimeeting room.
"Wah ramai, saya telat sorry ya!"
"Tiana, ada teman abang mampir kesini tolong ya temani dulu!"
Rupanya rekanan bos yang ramai ini, nasib yang meeting diatas baru akan memesan makanannya nanti setelah jam break makan siang.
Tiana membantu Nadin mengantarkan minuman kemeja bosnya. Sely anak baru di pantry nampak kewalahan melihat cara kerja Candra yang cepat.
"Cape yah?" tanya Candra disela sela membersihkan meja pantry
"Lumayan mas namanya juga kerja."
"Ini masih kehitung sepi biasanya bentar lagi mulai heboh" mendengar perkataan Candra seperti itu Sely melongo, wajar saja kalau dia kelelahan karna mungkin ini pertama kalinya anak sekolahan itu bekerja.
Lain dengan Rizky dan Yoga yang terlihat santai selain karna mereka lelaki dikitchen ada banyak yang membantu. Tapi masih kikuk kikuk mengingat letak alat dapur dan bahan baku yang belum terbiasa oleh keduanya.
...****************...
Kesibukan team d'chef masih berlanjut hingga jam makan siang berlalu, anak anak di shift siangpun sudah mulai berdatangan satu persatu bergantian untuk beristirahat dan digantikan oleh shift siang.
"Makanlah dulu jangan terlalu sibuk kerja begitu, nih dari mami tante Yen cerita soal kamu kerja disini dia titip makanan ini untuk kamu"
"Kamu kebandung? apa mamih ada disini?"
__ADS_1
"Tante Yen kebandung kemarin tadi pagi aku disuruh mampir kerumah dia buat bawa ini titipan"
"Thanks sampaikan salam ku buat mami. Thanks juga sama tante Yen karna sudah dibawain ini!"
"Telepon sendirilah sama mami" Tiana tau Raja masih marah dan kesal dengan Tiana tapi tidak semarah sebelumnya.
"Ada anak baru ya Bu?" tanya Melki ketika melihat ketiga anak magang sedang makan diruang makan staf.
"Anak magang dari sekolah tataboga. Yang Sely itu bisa ditarik ke Server ya kalau di Pantry ga sibuk amat"
Melki mengangguk anggukan kepalanya ketika mendengar arahan dari Tiana sebelum Tiana pulang
"Saya nanti malam balik kesini lagi Mel, kalau tidak sibuk saya mau meeting bareng kamu, sore ada anak parttime yang biasanya kan? sudah kamu hubungi?"
"Ia Bu, sudah kok!"
Selesai berbicara dengan Melki rupanya Evandy sudah menunggu Tiana diparkiran biasa.
Terdengar bunyi klakson dari mobil Evandy, Tiana menghampiri Evandy didalam mobil.
"Sudah mau pulang?"
"Ia, abang masih disini, saya pikir sudah pulang dari tadi."
"Tunggu kamu sengaja. Kamu ga cape dari pagi kerja nanti malam harus balik lagi ke resto?"
Tiana menggelengkan kepalanya seraya tersenyum manis didepan Evandy.
"Abang tidak meminta kamu harus jagain resto 24 jam loh! kan sudah berapa bulan juga sejak kamu disini, kamu boleh tukar shift dengan Melki. Lagipula ada Pak Agus Candra Raja yang bisa diandalkan untuk koordinasi.
"Saya senang berada diresto seharian, saat pulang saya akan kelelahan dan tertidur nyenyak."
"Ada masalah?"
"Tidak, kenapa nih tiba-tiba Abang mendadak melow?"
"Masa melow? Abang khawatir aja sama kesehatan kamu. Abang gak mau ya kamu nanti kenapa-kenapa!"
"I'm ok abang, santai saja!"
Jackie Leo dan Fang bersiap keluar dari pintu loby apartemen.
"Itu ciwi lu Jack!" sahut Fang.
Jackie langsung mencari kearah yang ditunjuk oleh Fang.
"Weew sam bos nya tuh, aha siap-siap deh ketikung ya gak Fang?"
"Sabar ya bro! kita cari cewe diluaran sanah nanti malam uhuy!" kata-kata Fang semakin membuat Jackie kesal. Dia menunggu sang wanita masuk ke loby.
Dari luar Tiana sudah bersiap dengan tatapan sinis Jackie. Dia segera menghampiri sang kekasih dengan wajah santainya.
"Kalian mau jalan?"
"Iyesss Tianaku!" sambar Leo cepat. sementara Jackie masih terdiam menunggu penjelasan Tiana yang keluar dari mobil bosnya.
"Cari bebeh pastikan!"
"Ui tepat sasaran, bolehkan gw ajak cowo imut lu buat beredar cari bebeh?" usil Leo
Fang cekikikan melihat tingkah Leo, Jackie masih menatap Tiana dengan sinis.
Tiana hanya mengangkat kedua bahunya dan berlalu melewati ketiga pria itu.
Niat Jack marah terhadap Tiana gugur begitu saja karna melihat Tiana yang super cuek, dia sedikit berlari mengejar Tiana.
"Jack kemana lu katanya mau ikut hang out." Fang berusaha mencegah Jack tapi tak dihiraukan.
"Udah lah bucin jangan diganggu lagi, ayok kita cari bebeh bebeh diluaran" ajak Leo kepada Fang.
__ADS_1
"Honey, hon tinggu dong" Jackie meraih tangan Tiana (greeep) tangannya berhasil menggenggam jari jemari Tiana yang lentik.