
“Kamu yakin ingin melakukannya?” Jackie berusaha memastikan keadaan saat ini.
“Kamu tidak menginginkannya?” Tiana balik bertanya.
“Aku tidak akan berhenti, janji kamu tidak akan marah setelah ini!”
Jack terlalu banyak bertanya, Tiana menyerang Jack terlebih dahulu.
“Ah Tiana kamu benar-benar tidak akan menyesalinya kan aku tidak bisa menahannya lagi”
Sinar matahari menyusup melalui celah celah gorden dikamar Jack, Tiana menggeliat dipelukan lelaki yang beberapa hari ini membuatnya frustasi.
"Jangan terlalu banyak bergerak, nanti kamu membangunkannya lagi” bisikan Jack membuat mata Tiana terbelalak dengan sempurna.
“Good morning babe” Jack mengecup leher Tiana membawa tubuh Tiana mendekat dalam dekapannya.
“Alkohol sialan” umpat Tiana pelan meski begitu masih bisa didengar oleh Jack.
Jack hanya tersenyum tak acuh dan tetap memeluk sang kekasih.
“Kamu menyesal sekarang?”
“Kamu sedang melucu hubungan kita sudah berakhir kalau bukan karna aku mabuk semalam, ah sudahlah tidak usah dibahas lagi aku mau pulang” benar Tiana tidak bisa menyalahkan Jack, walaupun mabuk Tiana ingat dengan apa yang dia perbuat bukan kah semalam dia yang memulainya terlebih dahulu.
“Sudahlah jangan merajuk terus, lebih baik kita sarapan kamu pasti kehabisan tenaga” Jack menyeringi dengan puasnya.
Tiana melemparkan sebuah bantal ke arah Jack dan itu membut Jack semakin gemas terhadap Tiana.
Lihat betap senangnya Jack menggoda si gunung es itu.
“Seharusnya kita berbaikan, bagaiman jika anak kita tumbuh diperut mu itu kita harus memperbaiki hubungan kita bukan.”
“Ish jaga bicara kamu ya, konyol mana bisa dalam sekali langsung jadi”
“Sungguh? Yah kalau begitu ayok kita lakukan sekali lagi dengan sungguh-sungguh supaya anak kita lahir dengan sempurna”
Sekali lagi Tiana melempar bantal ke arah Jack membungkus Jack dengan selimut dan memukulinya.
Anak kecil itu bagaimana bisa dia menggoda ku dengan ingin memiliki anak kecil lain, ah sialan itu sungguh menggemaskan pikir Tiana.
“Hahaha”
Jack tertawa lepas dia senang menggoda Tiana.
__ADS_1
“Berhentilah tertawa, ini tidak lucu”
“Tapi kau sangat menggemaskan babe, wah betul juga bagaimana nanti anak kita yah pasti cantik seperti ibunya dan ganteng seperti ayahnya”
“Bicara kamu semakin melantur, berfantasilah aku mau mandi mau pulang mau makan ok bye”
Tiana beranjak menuju kamar mandi, setelah selesai mandi dia justru termangu dihadapan Jack yang masih bermalasan diatas kasurnya
“Kamu kenapa melamun disitu. Sini keringkan rambut mu nanti masuk angin”
“Lihat baju ku ew baunya tak karuan mana lecek duh kancing nya bisa lepas begini, kamu lepasnya gimana sih semalam”
“Mana aku perhatikan, aku lebih focus sama yang ada dibalik kemeja itu” lagi lagi Jack mengecup leher Tiana.
(Plak)
“Aw ko ditampar sih”
“Mulut kamu itu ga bisa dikondisikan, ini lagi tangan parkir dimana saja” tangan Jack sudah sampai dipaha Tiana.
“Berhentilah sebelum aku tendang kamu”
“Mana bisa begitu, kamu wangi dan sexy ayok aku lahap kamu sekali lagi”
Hari sudah sore kedua insan itu belum beranjak dari atas kasur, kali ini Jack terbangun lebih awal.
Dia tengah mengamati wajah Tiana sesekali dia mengecup keningnya
“Bisa gila aku lama lama begini, lihat bagaimana bisa kamu semenggoda ini.” Jack bergumam sendiri.
Dia memutuskn untuk mandi karna tidak tahan jika terus berada dismping Tiana, rasanya ingin terus melahap kekasihnya itu.
“Babe bangun sudah sore tidak kah kamu lapar, ayok mandi kita cari makanan atau kamu mau aku pesan online saja?”
“Hah terserah aku tidak ada tenaga, tunggu aku tertidur sebentar lagi saja” udara dingin dari pendingin ruangan membuat Tiana menarik diri kedalam selimut tebal dikamar Jack.
Sementara Tiana lanjut tidur Jack yang sudah segar bugar memutuskan untuk membeli bahan makanan kesukaan Tiana, Jack tahu betul Tiana lebih senang makanan sehat buatan sendiri.
Dia membuat beberapa hidangan untuk sang kekasih walaupun tidak terlalu pintar memasak, beberapa kali melihat Tiana membuat makanan kesukaanya membuat Jack dengan mudah meniru apa yang sering dilakukan sang kekasih saat memasak.
“Hah jam 5 sore, gila bener bener dibuat remuk seluruh tubuh ku”
“Kamu sudah bangun? Mandilah bersihkan diri kamu lekas kita makan”
__ADS_1
“Gendong” Tiana tampak lebih manja kali ini, Jack senang macan betinanya sedikit demi sedikit mulai luluh.
“Apa lihat ini ulah kamu ya, kamu kira ini idak menyakitkan dan melelahkan. Lagipula darimana stamina sialan itu kamu dapat”
“Semalam kita melakukannya karna alkohol, tapi setelah itu kita melakukannya lagi dengan kesadaran penuh. Bolehkah aku merasa senang ini pertanda kamu telah memaafkan aku bukan begitu?”
“Ayolah antar aku aku ke kamar mandi” Tiana masih malu mengakuinya, apa ini hatinya berdebar wajahnya memerah betapa malu dia saat ini. Tiana tidak ingin menunjukan sisi memalukannya dihadapan Jack.
“Ini enak, kok kamu bisa bikin ini?”
“Hei lihatlah kekasih kamu ini jenius dikampus tau, hanya dengan memerhatikan apa yang sering kamu buat aku bisa menduplikatnya” Jack menyeringai bangga.
“Tentu kamu jenius saking pintar menduplikat kelakuan buruk teman mu pun kamu ikuti bukan begitu pecinta janda?”
“Nah kan mulai, ayoklah jangan bahas itu lagi. Lupakan itu focus saja dengan hubungan kita kamu jangan mikirin yang lain lain oke babe?”
Apa dia bilang lupakan, konyol setelah apa yang kamu buat. Lihatlah isi hp mu isinya mebahas wanita semua.
Tiana sibuk dengan pikirannya sendiri, dia tidak bermaksud menyampaikan semua yang ada dalam hati dan pikirannya. Sementara Jack pergi tadi dia meninggalkan hp nya yang dicharge, sejujurnya Tiana tidak ingin membuka isi hp Jack tapi sebuah notice terus masuk dan itu membuat Tiana penasaran untuk mengintipnya.
“Harus kah kamu pulang? Tidak kah kamu ingin menginap disini saja? Lagian kenapa sih kamu pindah dari sini”
“Besok aku ada meeting, aku perlu memulihkan tenaga dengan benar untuk bekerja besok”
“Aku bakal bikin kamu ga kerja lagi, biar aku yang kerja kamu dirumah saja urus anak anak kita”
“Wah lihat anak kecil satu ini, dia bilang mau kerja dan memiliki anak. Sadarlah kamu semester berapa sekarang kuliah yang betul jangan bertingkah. Baiklah kaka manis dan cantik mau pulang dulu, adek dirumah baik baik ya minum susu sikat gigi cuci tangan dan kaki tidurlah lebih awal”
“Anak kecil ini sudah bisa buat anak bayi tau,
mau bukti?”
Ah perkataan Jack membut Tiana merinding
“Stop ya, aku mau pulang bye sayang” Tiana buru buru pergi, dia tidak ingin berlama lama didekat bocah playboy satu ini.
Meski Tiana memutuskan untuk berdamai, kepercayaan Tiana tidak bisa kembali.
Tiana juga terlibat dengan beberapa prianlain, anggaplah itu setimpal dengan yang dilakukan Jack.
Tiana tidak lagi mempermasalahkan kelakuan Jack dan temannya, Tiana sudah bosan dengan hubungan percintaan.
Orang tuanya berpisah karna perselingkuhan, dia dan cinta pertamanya (Raja) kandas karna perselingkuhan.
__ADS_1
Tiama hanya mengikuti apa yang terjadi saat ini, persetan dengan perasaannya.