
"Testpack punya kamu? Positif hamil maksudnya?" Tiana hanya mengangguk pelan.
Pelan pelan Tiana jelaskan semua kejadian yang dialaminya, Raja sangat kesal mendengar cerita dari Tiana.
Wanita yang dia ihklaskan untuk dimiliki lelaki lain, justru malah berakhir seperti ini.
"Bangun kamu ikut aku sekarang"
"Mau kemana Ja?" akhirnya Tiana bersuara sejak dari tadi dia hanya tertunduk memeluk bantalnya.
"Jackie tau tentang keadaan kamu?” Lagi Tiana mengelengkan kepalanya, dia tidak ingin banyak bicara.
"Kalau gitu ayok kita temuin dia, kasih tau keadaan kamu sekarang dia harus tau Ti"
"Ja sudahlah biar aku urus ini sendiri"
"Hei kamu hamil anak dia, dia harus tanggung jawab.
"Aku belum tau akan melahirkannya atau tidak"
"Gila makin makin gila kamu Ti"
"Lantas aku haru bagaimana? Memintanya untuk menikahi ku, dia masih kuliah lagi pula akan sulit untuk menikah kami sangat jauh berbeda dari segi apapun"
"Sudah tau begitu terjal jalan dihadapan kamu, masih saja kamu terabas masuk"
"Aku lelah kamu pulang saja, aku perlu waktu sendiri"
__ADS_1
"Ok aku tinggal tapi ingat jangan bertindak ceroboh kalu ada apa apa cepat kabari aku faham?"
"Ia thanks Raja"
Raja pulang dengan perasaan yang masih kesal.
Raja tidak puas sampai disitu saja, dia menemui Jack di tempatnya.
"Raja semalam ini lo datang, ada hal mendesak apa?"
Tanpa basa basi setelah pintu terbuka Raja menarik kerah baju Jackie dengan kasar.
"Lo gila datang datang main serang, ada masalah apa sama lo?"
"Lo yang bermasalah lo Jackie, manusia bodoh" Raja melayangkan tinjunya, Jackie tak puas hati karna Raja memukulnya begitu saja. Akhirnya kedua lelaki itu saling hantam, beruntung Leo yang masih terjaga berhasil melerai perkelahian itu.
"Jack sudah stop, hei kalian ada apa sih"
"Ei bro santai kita bisa bicara dengan kepala dingin oke."
"Hah kepala dingin, sedangkan hati dan pikiran temen gw lagi dibikin panas sama sahabat lo"
"Lo ada urusan apalagi sama Raja" Leo menjuruskan pertanyaan kepada sahabatnya Jack.
"Gw aja gak tau masalah dia apaan, tiba tiba aja maen serang"
"Tiana hamil dia nangis uring uringan kemarin dia pingsan di tempat kerja dan tadi dia pingsan lagi deket kampus lo, dia mergokin lo jalan bareng cewe. Nah kurang lengkap apalagi penjelasan gw, so sekarang boleh kan kalau gw ngamuk disini" Sindir Raja
__ADS_1
Deg...
Hati Jack mencelos, ibarat sedang naik lift tiba tiba terjatuh dari lantai atas merosot secepat kilat menghantam tanah, lamunan Jack tersadar bertepatan dengan bayangannya ketika lift jatuh hancur menghantam tanah"
"Lo yakin itu anak gw?"
"Apa lo bilang" Raja dibuat meradang oleh kata kata Jackie kali ini.
Bug…
Sekali lagi Raja menghantam keras pipi Jack ujung bibirnya sedikit berdarah pelipisnya pun tergores dan berdarah, Raja mengarahkan tinju terakhirnya ke arahbperut Jack beruntung tenaga Leo lebih kuat dan dia lebih sigap untuk melerai perkelahian itu, kedua nya sama sama babakbelur.
Security yang sudah tiba karna melihat keributan dari cctv akhirnya menyeret Raja keluar dari gedung apartemen.
Setelah keadaan lebih tenang Jackie langsung menghampiri Tiana, dia tidak bisa tidur dengan tenang sebelum mendapatkan kejelasan dari Tiana.
Pintu apartemen Tiana terbuka pikirnya Raja kembali.
"Raja"
"Honey"
"Jack" Tiana berhambur kepelukan Jack, sepertinya sang bayi sangat rindu dengan ayahnya.
Tiana tidak banyak berkata dia hanya menangis dipelukan Jack.
"Ti ka kamu, Tiana kamu"
__ADS_1
"Jack" mata keduanya bertemu ditengah pencahayaan ruang tv yang redup.
Terlihat jelas bagaimana Tiana menangis semalaman, dan Tiana mampu melihat waja babak belur Jack dengan jelas.