Playboy X Palaygirl

Playboy X Palaygirl
Episode 14 Anniversary


__ADS_3

Hari yang ditunggu oleh seluruh staf d'chef tiba, Tiana tidak ikut beserta rombongan staf lainnya begitu pula dengan Vandy. Sehingga muncul asumsi kalau mereka berdua pergi bersama.


"Aaah akhirnya kita ngadem dipegunungan gak sabar banget pengen cepet sampe" suara Maria memecah keheningan.


"Pokoknya nanti kalian harus siap-siap sama kejutan yang gw bikin" kini Shila mulai angkat bicara.


"Kiranya kejutan apa yang lu buat?awas lu yah kalau yang aneh-aneh!" timpal Raja.


"Lu sewot mulu Ja belakangan, PMS lu ya?" jawab Shila lagi.


Sepanjang perjalanan mereka bersorak bernyanyi saling meledek seolah lupa dengan kesibukan mereka belakangan ini.


"Abang sama Bu Tiana ya? ga asik kan padahal seru kalo rame-rame. Mereka malah ingin berduaan!" Raja melempar botol minuman kehadapan Ina yang asal bicara.


"Kok lu lempar sampah ke gw sih, kampret lu Ja!"


"Lagian, gak cape apa tuh mulut ngegosip mulu? FYI Om gw sama ceweknya gak sama Bu Tiana."


"Lah beneran? kita pikir Abang sama Bu Tiana pacaran loh!" seru nadia yang tak biasanya banyak bicara ikut menyuarakan pikirannya.


"Gw pikir Bu Tiana pacarnya elu Ja" Adzhar mengompori ditengah percakapan itu dan mendapatkan sebuah pukulan kecil dibahunya.


"Aw enak sekali lagi Ja biar seimbang kiri kanan"


"Bocah gendeng" pekik Raja.


Semua sudah sampai dipenginapan yang telah dipesan Melki, dan ternyata Vandy sudah tiba lebih dulu bersama kekasihnya.


Raja celingukan mencari seseorang tapi rupanya yang dicari belum menampakan batang hidungnya.


"Nyari Bu Tiana ya? haha, duh geli gw liat tingkah lu yang begini." Dandi mengejek Raja yang terlihat lain dari biasanya, namun tak dihiraukan oleh Raja.


"Ini kunci kamar cewe-cewe, dari sini belok kanan ya! dan ini kunci buat para cowo-cowo maco dilantai atas."


"Kalau kamar buat cewo mana Mel?"


"Cewo siapa Arga?" tanya melki penasarana.


"Si adzhar diakan setengah cewe setengah cowo,haha!" Angga diikuti anak yang lain ikut tertawa dengan banyolan Angga.


"Enak aja, gw normal ok! Sembarangan lu, mau bukti?"

__ADS_1


"Udah bubar istirahat sana 2 jam lagi kumpul ditaman belakang villa ya sambil nunggu Bu Tiana!" pendengaran Raja langsung siaga mendengar melki menyebut nama Tiana.


"Uncle!"


"Ya Raja, ada yang mau kamu sampaiakan?"


"Uncle berdua aja sama teman Uncle? emm Tiana.."


"Dia bareng Jack, kamu mau tanya soalan Tiana kan? sabarlah cari yang lain,"


"Apalah Uncle ini."


Tak lama saat Raja dan Vandy berbincang terlihat Jackie yang membukakan pintu mobil untuk Tiana, Raja yang melihatnya merasakan sesak di dadanya sehingga dia memalingkan wajahnya.


"Halo bang, apakabar?" sapa Jackie kepada Vandy diliriknya sesaat sosok yang berdiri disamping mantan bosnya itu.


"Hi bro!" lalu disapanya Raja dan hanya dapat anggukan kecil dari Raja. Tiana muncul dan memecah suasana canggung antara Jackie dan Raja.


"Yang lain sudah masuk kamar masing-masing?" "Sudah, ini tadi Melki kasih kunci kamar kamu ke abang." Vandy memberikan sebuah kunci kamar kepada Tiana.


"Kau ikut acara kami Jack?" Raja memulai percakapannya.


"Loh nginap saja nanti Tiana sendiri digodain Raja" Vandy ingin menggoda Jackie kali ini.


Sementara Jackie hanya terbahak mendengar perkataan mantan bos nya itu, dirangkulnya pundak Tiana.


"Kalau Tiana mampu tergoda oleh pesona Raja aku akan lepaskan dia untuknya!"


"Apaan sih, abang juga malah ngomporin." Tiana cemberut tanda tak suka.


"Jangan cemberut gitu aku jadi ga pengen pulang nanti" Jackie berbisik ditelinga Tiana, sambil berlalu hendak meninggalkan ketiga pria itu Tiana sempat lagi menonjok perut Jackie.


...****************...


Hampir subuh Jackie baru pulang, acara malam seluruh staf membuat barbeque dan api unggun Melki dan genk minum-minumnya menegak minuman katanya itu penghangat jadi cuma minum setegak, Jackie ikut bergabung dengan mereka tapi tidak meminum minuman beralkohol itu sebab dia harus segera pulang ke jakarta.


"Jangan dulu pulang sebelum aku tertidur, tetaplah disini!" Tiana menahan Jackie agar tetap disampingnya, tangannya melingkar dilengan Jackie. Dia terduduk dikursi samping tempat tidur Tiana, merapihkan helaian rambut Tiana yang kini terlihat agak panjang menghalangi matanya.


"Aku sayang kamu, tetaplah seperti ini aku senang kamu semanja ini sekarang." Jackie tersenyum mengenang bagaimana susahnya dia mendekati Tiana diawal, tapi lihat wanita yang katanya lebih dewasa dan matang ini tampak seperti anak kucing yang tak ingin jauh dari tuannya begitu manjanya dia. Tiana juga sangat posesif terhadap Jack kadang itu membuat dia kesal lantaran sifat Tiana yang tiba-tiba menjadi kekanakan belakangan ini.


"Aku pulang yah, tidurlah yang nyenyak nikmati liburan kamu jangan pekerjaan mulu yang dipikir. Sampai jumpa lusa honey!" dikecup pelan kening Tiana kemudian Jack keluar dari kamar Tiana.

__ADS_1


"Kau mau pulang Jack?"


"Oh kau, kenapa belum tidur gw kira udah tepar bareng anak-anak lain."


"Esok masih ada rangkaian acara yang disusun shila untuk kita semua, kau kenapa pulang tidak menginap saja!"


"Gak bisa, besok ada kelas yang wajib banget buat didatengin. Kalau gitu gw duluan ya Ja!"


"Ok bro, take care! kalau ngatuk saran gw mending lu melipir aja dulu ke rest area bahaya nyetir sambil ngantuk"


"It's ok gw udah biasa"


Raja membesarkan hatinya untuk merelakan Tiana dengan Jackie, dia lihat kedekatan Tiana dan Jackie tidak hanya sekedar main-main belaka.


Pikirnya selama Tiana nya bahagia dengan siapapun itu, sudah cukup bagi Raja.


"Andai dia kau sakiti barang setitik saja, aku pastikan untuk mengambilnya kembali dari samping mu," gumam Raja.


"Kedewasaan mu diuji saat kamu merelakan cinta mu bahagia meski tanpa dirimu."


"Pak Agus, kapan datangnya kaget loh aku!"


"Hehe, gimana rasanya patah hati Raja?"


"Nano-nano deh pak. Huh pasti mau ngejekin akukan?"


"Mana ada, Pak Agus salut sama kamu karna kamu makin kesini makin dewasa. Nanti pasti akan ada perempuan baik untuk kamu."


"Hehe ia amin yak Pak!"


"Ayo kita tidur sudah mau subuh ini, besok pagikan Bu Tiana bakal ngajakin senam"


"Masa Tiana?"


"Ia, kapan lagi liat beliau mimpin senam kan hehe


Kamu harus cepet tidur biar bisa bangun pagi"


"Tiap pagi punya ku bangun kok pak normal, hihi"


"Baguslah." Candaan keduanya benar benar absurd. Usai berbincang sejenak bersama Pak Agus yang memang orangnya penuh canda Raja merasa lebih plong hatinya dan mampu tidur nyenyak.

__ADS_1


__ADS_2