Playboy X Palaygirl

Playboy X Palaygirl
Episode 11 Akhirnya


__ADS_3

"Apa? baik pak terimakasih!" nampak Tiana mengerutkan dahinya, tak habis pikir apa yang dia dengar dari security tempat tinggalnya.


Raja dan Jack membuat onar disana, bisanya mereka seperti itu saat aku tidak ada,bikin malu saja!


Tiana tidak segera pulang, seperti apa yang dikatakan security tadi kedua pria dewasa yang bertingkah seperti bocah itu telahpun berdamai.


Raja tiba di resto dengan bekas tonjokan yang jelas dipelipisnya, bisa dibayangkan seberapa kuatnya Jack menghajar Raja. Pria tinggi kurus itu pasti terjungkir begitu saja ketika berduel dengan Jack yang bertubuh kekar karna rutin fitnes untuk membentuk otot-otot ditubuhnya..


"Apa yang sebenarnya terjadi, sejak kapan kau dan Jack dekat?" Raja menarik lengan Tiana dengan sedikit emosi.


"Lepaskan tangan saya, kamu tidak lihat kita sedang ditempat kerja?" Tiana menepis tangan Raja dan bersuara sekecil mungkin agar tak terdengar yang lainnya.


"Aku butuh penjelasan!"


"Tak ada yang harus aku jelaskan," jawab Tiana dengan tegas.


"Lalu kemaren kita, kau dan aku. Apa arti semua itu?"


"Kita kenapa? kau yang memutuskannya sepihak. Tanggunglah sendiri aku sedang tidak ingin terlibat urusan hati"


Setelah meninggalkan Raja sendirian, Tiana kembali mencari Raja dan menyodorkan es batu yang terbalut kain.


"Ini kompreslah, kalau kamu tidak sehat sebaiknya pulang saja!"


"Aku lelaki tidak perlu begitu, luka seperti ini sudah biasa!" Raja merasa kesal seperti dipermainkan oleh Tiana, juga seperti kecolongan lantaran dia tidak tahu menau soal kedekatan Tiana dan Jackie.


"Aku seperti ini karna merasa bertanggung jawab di resto kalau ada salah satu karyawan yang kurang sehat, kalau kau rasa baik-baik saja ya sudah." tak banyak lagi bicara Tiana lagi-lagi mengabaikan Raja.


Tiana terlihat tidak fokus saat berhadapan dengan Pak Agus. Beberapa kali Pak Agus membuyarkan lamunan Tiana.


"Bu sepertinya anda sedang tidak dalam kondisi yang baik, kita bisa bahas ini besok siang bagaimana?"


"Maaf Pak Agus, sampai mana tadi pak?"


"Ibu yakin mau melanjutkannya?"


"Saya baik-baik saja Pak, tak masalah"


"Sehubung semakin ramai D'chef saya pikir di kitchen memerlukan tambahan orang begitu juga steward!"


"Begitu ya pak?"

__ADS_1


"Akan sangat berat bu terutama kalau harus prepare pagi hari saat berdua mungkin terkejar tapi kalau harus ada yang off day otomatis kita hanya sendiri, kalaupun dibuat dua orang di shift pagi saat closing di malam hari jadi satu orang itupun sama beratnya!"


"Ya ya saya faham, mulai senin depan sebetulnya akan ada anak magang Pak dari sekolah kejuruan. Kiranya apa tak masalah kitchen dibantu mereka saja?"


"Mereka dari sekolah tata boga Bu?"


"Ia SMK kejuruan tataboga, ada juga dari sekolah pariwisata.


"Ia bu bisa setidaknya mereka sudah diajarkan disekolah basic bekerja berhadapan dengan kompor seribet apa"


"Nanti kita lihat bagaimana kinerja dikitchen dengan bantuan anak-anak magang itu, kalau masih kurang efektif kita buka lowongan untuk bagian chef"


Setelah berdiskusi panjang lebar dengan Pak Agus, dan menemukan pemecahan permasalahannya akhirnya Tiana pamit untuk pulang dan overhandle kepada Melki selaku Person In Charge shift siang.


"Melki kalau ada apa-apa segera hubungi saya, sekitar pukul 8 malam mungkin saya sudah balik ke resto, satu lagi ada booking dimeja dapan untuk 5 orang acara bridal shower!"


"Siap bu laksanaken! Lalu dekorasinya bagaimana bu?"


"Sebentar lagi dari pihak dekor akan datang untuk mendekor mejanya, ingatkan mereka untuk tidak menggunakan balon helium juga tidak menempelkan paku payung dimeja atau kursi.


"Siap bu!"


Hatinya resah, ada perasaan bersalah melihat memar diwajah raja. Tiana belum tau duduk permasalahnnya, kejadiannya seperti apa.


Beberapa kali Tiana memencet bel dan mengetuk pintu itu tapi tidak ada jawaban dari dalam. Tiana yakin tidak ada siapapun didalam ruangan itu, kaliini Tiana mencoba menelpon Jackie tidak ada juga jawaban.


Akhirnya Tiana mengirim pesan singkat,


"ada yang ingin aku pastikan, kamu dimana? aku tunggu kamu di Apartemen kalau sampai pukul 7 malam nanti tidak ada mari berjumpa selepas aku bekerja."


"Itupun kalau kamu masih mau hubungan kita membaik" sambung Tiana dalam pesan singkatnya.


Jackie menatap layar hp, 3x Tiana menghubunginya, tak lama pesan singkat masuk masih dari Tiana. Jackie yang sedang berada di fitnes center nampak terburu-buru menemui Tiana. Oh sungguh Jackie tidak tau apa yang akan terjadi nanti, apa Tiana akan marah atau membelanya.


"Kamu marah? aku bisa jelaskan, tadi pagi..."


belum sempat Jackie melanjutkan perkataanya Tiana sudah menyela.


"Aku yakin bukan kamu yang memulai, yang jadi permasalahnnya kenapa kamu bilang kalau kita pacaran?"


"Aaaa... aku aku tadi" Jackie mencari alasan yang tepat.

__ADS_1


"Pagi pagi kita ketemu di lift aku kesal liat muka Raja yang seolah olah kamu itu ceweknya dia udah gitu dia sering banget antar jemput kamu kerja. Kamu bilang ga mau pacaran tapi nempel-nempel sama Raja"


"Dan tadi saat kamu berangkat Raja yang lihat aku dikamar apartemen kamu mulai emosi dia mukul aku, ya aku balas dong!" Jackie menjelaskan duduk permasalahannya kepada Tiana.


Tiana tak habis pikir dengan sikap Jackie kali ini, dia yang selalu terlihat dewasa tenyata bisa juga berfikiran seperti itu.


" Apa malah Kaka dengan Raja pacaran?"


Tiana melotot mendengar kata-kata Jackie,


"Ngelantur kamu, tidak ada yang special semua itu temen deket"


"Playgirl!" celetuk Jackie pelan.


"Apa kamu bilang? bukan aku yang playgirl tapi mereka yang playboy!"


"Berhenti meladeni pria-pria yang Kaka bilang teman dekat itu. Mari kita fokus dengan hubungan kita, Kaka maukan? pelase bilang ia please"


"Suatu hari nanti kamu akan berubah, apalaagi perbedaan diantata kita terlalu banyak dan sangat jauh. Sekarang bisa jadi kamu sangat suka cinta atau sayang kepada ku siapa yang tau dengan esok lusa dikemudian hari?"


"Aku sungguh-sungguh suka Ka Tiana. Aku harap bisa menjaga Kaka selalu berada disamping Kaka dalam suka maupun duka."


Hati Tiana dibuat melebur oleh Jackie, tanpa aba-aba Tiana mencium Jackie. Ciuman itu kian memanas Jackie yang awalnya kaget mulai mengimbangi ciuman panas dari Tiana.


Diselasela ciuman mereka sesekali keduanya menghirup oxygen kemudian melanjutkan ciuman itu.


"Sudah sangat lama aku menantikan ini semua, aku harap ini bukan mimpi. Berjanjilah untuk tetap disampingku" suara Jackie terdengar berat, dia berbisik tepat ditelinga Tiana dan membuat bulu-bulu halus ditengkuk Tiana meremang.


"Sayangnya waktu mu habis aku harus segera mandi setengah jam lagi aku balik ke resto."


"Apa? lagi on ditinggal gitu aja. Ciisssh curang, dia yang mulai tapi ga tanggung jawab" Jackie memasang waja cemberutnya.


Sementara Tiana secepatnya memasuki kamar mandi.


"Honey, aku ikut mandi" teriak Jackie


"Kau sudah gila!!" seru Tiana dari dalam kamar mandi.


Dengan paksaan Tiana berangkat diantar Jackie bahkan sampai menunggu Tiana selesai bekerja.


Tapi sebelumnya Tiana memastikan agar Jackie tidak keluar dari dalam mobilnya. Alhasil berjam-jam Jackie menunggu didalam mobil.

__ADS_1


"Demi cinta" Jackie bilang.


__ADS_2