Playboy X Palaygirl

Playboy X Palaygirl
Episode 34


__ADS_3

"Uncle patah hati nih ceritanya sama Tiana, Uncle punya banyak stock cewek kenapa juga segini nya kehilangan Tiana fuh sayangnya model-model sexy itu kalau dianggurin" Raja menggoda pamannya yang kini tengah murung sudah seminggu ini Vandy mengurung diri dirumahnya.


Semua pekerjaan dihandle asistennya sementara urusan restoran ada Melki dan Pak Agus dibantu Raja.


"Dulu waktu aku sama Tiana masih pacaran tau gak Tiana itu paling gak suka sama cowo playboy, dia tuh nyebelin bisa bisanya dia selingkuh balik pas tau aku selingkuhin dia, sama temen aku sendiri lagi, jahat betul kan Tiana."


Vandy tak bereaksi, tapi bukan nerarti dia tidak penasaran tentang Tiana. Sejauh apa keponakannya ini dekat dengan Tiana dulu, kenapa juga mereka bisa putus.


"Tiana itu playgirl tapi ya gitu kalau dia dihadapin sama cowo playboy juga, dia punya trust issue soal hubungan percintaan, mami papinya cerai karna orang ketiga"


"Kamu tau rumah orangtua Tiana Ja?" Vandy membetulkan posisinya yang tadi hanya berbaring tak berdaya kini dia duduk menunggu jawaban dari Raja.


"Tau"


"Ayok kita jemput kakek nenek kita bawa mereka meminang Tiana"


"Kakek nenek, kok bukan mama papa ku uncle?"


"Apa hubungannya sama mereka?"


"Uncle mau ngelamar Tiana untuk aku kan?"


"Cis percaya diri, tentu untuk uncle lah"


"Huft uncle kok bersaing sama ponakan sendiri!"


"Uncle gak bisa hidup tanpa Tiana sepertinya, pokoknya Uncle harus dapetin Tiana! O yah apakabar Tiana dengan cowonya?"


deg...


Raja bingung bagaimana menjelaskannya, apa Unclenya masih mau mengejar Tiana yang sedang hamil, apa Unclenya mau menerima Tiana dan anaknya?


"Uncle, kalau Tiana punya anak uncle masih mau terima?"


"Tiana janda?"


"Siapa bilang janda?"

__ADS_1


"Terus punya anak maksudnya gimana?"


"Tau ah Uncle telepon lah sendiri Tiana nya, gimana kabar dia gimana kalau uncle datang meminang. Tar udah ngajak rombongan kesana taunya uncle di tolak kan sesek malu sekeluarga"


"Itu masalahnya kamu kayak gak tau aja hp Tiana kan ga aktif, atau jangan-jangan kamu punya no Tiana yang lain?"


"Manalah, aku aja gak tau kabar tu anak gimana"


"Cowoknya Tiana tau ga?"


"Dia aja kemarin nyariin ke resto"


"Udah ah Raja mau pergi kerja, uncle jangan gini dong lemah amat. Heran deh kenapa pada galau sama Tiana. Di resto juga temen uncle, pak Wafi ituloh dia bolak balik ke resto nyari Tiana, uncle Syahril juga. Dahsyat memang mantan aku!" ada perasaan bangga sedikit pada diri Raja karna bergelar mantan kekasih Tiana.


Sepeninggalan Raja Vandy kembali termenung.


Sementara di tempat lain Tiana yang duduk berhadapan dengan Jack dia masih tidak bersuara hanya menangis, tangan Jack menggenggam erat jemari Tiana.


"Sayang please"


Tertohok dengan perkataan Tiana Jack kini terdiam.


"Ayok kita menikah"


"Jangan gila kamu, menikah bukan perkara mudah. Saya juga tidak meminta pertanggung jawaban kamu."


"Bagaiaman nanti anak kita, apa yang akan kamu katakan kalau dia menanyakan tentang ayahnya?"


"Jangan bahas ini seolah olah kamu perduli, saya tau kamu sedang dekat dengan seorang perempuan. Lebih baik kamu jalani saja kehidupan kamu dengan dia."


"Keluarga kamu lebih senang kalau kamu dan dia bisa bersama dia cantik baik sudah cocok banget sama keluarga kamu, keluarga dia dan keluarga kamu punya hubungan baik jalan kalian akan terasa mulus tanpa hambatan yang berarti"


"Aku tuh datang jauh-jauh kesini mau ngajakin diskusi kita cari solusinya sama-sama, bukan minta kamu untuk berspekulasi dengan pikiran mu sendiri."


"Kakak kamu yang memulai berspekulasi sendiri, keluarga kamu yang pikirannya udah traveling duluan. Mereka mojokin saya nuduh saya ini itu, kamu berubah lah, kamu beginilah, kamu begitulah saya dituduh jadi biang kerok dikehidupan kamu"


"Selain itu saya juga tidak bisa mentoleri lagi kelakuan kamu dan sahabat-sahabat kamu yang tiap hari party tiap hari bahas cewe janda lah perawan lah apa-apaan sih kalian jadi cowo. Kalian pikir kalian lahir dari batu, kamu juga punya kakak cewe bisa-bisanya bertingkah seperti ini"

__ADS_1


"Saya lagi hamil dan kamu malah sempet-sempetnya jalan dengan teman wanita kamu kan?"


"Kamu pikir sehebat itu kamu, dan kamu kira sebodoh apa saya ini? Saya diam selama ini bukan saya tidak tahu apa yang kamu perbuat diluaran"


Kini Jack bungkam mendengar penjelasan Tiana, mencerna perkataan kekasihnya.


"Tunggu Kakak, maksud kamu kak Cecil?"


Tiana memalingkan wajahnya, dia tak lagi menatap wajah Jack yang sangat dirindukannya.


Hatinya tak siap bertemu dengan Jack, dia tak sanggup harus berpisah lagi, air mata Tiana terus menetes perlahan, nafasnya masih tersengal setelah meluahkan semua isi hatinya terhadap Jack yang selama ini dia pendam.


"Aku gak tau apa yang kak Cecil bilang sama kamu, aku minta maaf jika perkataan kaka menyinggung kamu. Dan untuk permasalahan lain masalah janda atau apalah itu, itu namanya juga cowo omongkosong saja isinya. Lagipula aku jalan dengan temen temen mereka cuma temen doang toh kamu juga sering jalan sama cowo lain kan? Apa jaminannya kalau kamu tidak melakukan hal yang tidak-tidak dengan para lelaki itu"


Plak...


Tamparan Tiana dipipi kiri Jack meninggalkan tanda kemerahan, perih tapi hati Tiana jauh lebih perih disudutkan seperti itu oleh Jack.


"Bro apa aman ajah kalau kita biarin mereka begitu?" Fang hawatir melihat sahabatnya di tampar seperti itu.


"Biarlah kita liatin aja dari sini, biar mereka selesaikan urusan mereka kita tidak berhak ikut campur"


"Kalau kamu tidak mau menerima anak ini it's ok, memang sejak awal dia hanya anak saya. Ingat saya tidak pernah meminta pertanggung jawaban dari kamu. Saya sadar saya melakukannya dengan kesadaran penuh tanpa dipaksa."


"Ingat dulu yang memaksa hubungan ini siapa? Yang ngotot mau hubungan ini berjalan siapa? Yang bolak balik nyamperin saya kamu duluan kan? Ingat kamu pernah bilang kalau kamu rela mengikuti saya menyeimbangi saya kamu tidak bisa hidup tanpa saya dan sebagainya hah bulshi!"


atiana Arsyadi si manusia ga berperasaan"


Lagi-lagi Jack terdiam, emosinya terpancing sehingga dia mengeluarkan kata-kata menyakitkan itu.


Ah Tiana ku sayang Tiana ku malang, kenapa jadi seperti ini.


"Sekarang sudah jelas kan kenapa saya anggap ini sudah selesai? Karna sia-sia dan buang waktu juga tenaga. Pesanan taxi saya sudah didepan saya harus pulang selamat sore semoga hari anda menyenangkan"


Sebelum kakinya melangkah tubuh Tiana limbung dan jatuh pingsan.


"Tiana" teriak Jack Fang dan Vian hampir bersamaan.

__ADS_1


__ADS_2