
Kenapa akhirnya Jack memutuskan untuk bangkit memulai kembali kehidupannya dan bertunangan dengan Anya?
Karna Anya selama ini tidak pernah meninggalkan Jack, dia selalu menemani Jack dengan sabar padahal Anya menyukai Jack tapi Anya mau menemani Jack mengantarnya mencari keberadaan sang anak dan kekasih hatinya.
Bersama Anya hati Jack kembali menemui ketenangannya. Walau sesekali Jack berharap akan bertemu lagi dengan Tiana dan anaknya, tapi dia menepis perasaanya untuk Tiana.
Seandainya pun mereka bertemu kembali Jack hanya ingin tau bagaimana kabar Tiana dan anaknya. Jack ingin sekali menemui anaknya jika di ijinkan Tiana.
"Aku pamit ya, nanti kalau kamu tidak sibuk mau menyusul kabari saja"
"Ia Jack, kamu hati-hati disana"
Anya mengantarkan Jack sampai bandara, sebetulnya dia sangat ingin ikut tapi pasti Jack sangat sibuk di hari pertamanya.
“Aku tau belum bisa sepenuhnya menduduki singgasanah dihati mu, tapi aku yakin dengan kesungguhan yang aku punya lambat laun hati mu pasti luluh."
"Terimakasih Anya karna mau bertahan"
"Sampai jumpa lagi, tunggu aku kesana ya?"
Setelah perpisahan kedua sejoli itu tak sengaja seorang anak kecil menabrak Anya.
"Auch" ucap anak itu berbarengan dengan Anya.
"Kau tidak apa-apa?" Tanya Anya kepada anak kecil yang tak sengaja menabraknya.
"Non aduh nona kenapa sih lari-lari"
"Maafkan saya tante"
"Tak mengapa sayang! Lebih hati-hati lagi ya"
"Maaf mbak nona kecil saya sudah menabrak mbak"
"Tidak apa-apa"
"Non mika, ayok non mami pasti sudah turun dari pesawat."
"Nama mu mika, baiklah mika hati-hati ya bye!" Pamit Anya
"Bye tante cantik"
Anak yang manis, apakah nanti aku dan Jack akan memiliki anak semanis itu.
Anya buru-buru menepis pikirannya itu, dia melangkah ke arah parkiran bandara.
"Mamiiiih" sorak sorai mika saat melihat sosok mamih tercintanya diantara para penumpang yang tengah antri menuju pintu kelur.
Seorang perempuan dengam rambut panjang berwarna coklat tergerai bebas, menghampiri gadis kecil itu.
"Baby, oh my lill girl! Mamih kangen kamu nak"
"Mika juga kangen banget sama mami. Kok omah gak ikut?"
"Omah nunggu dihotel"
__ADS_1
"Ooh ok, let's go!"
\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-
"Berapa lama kamu akan stay di Jakarta?" Tanya Raja
"Besok aku sudah harus balik ke Bandung"
"Secepat itu?"
"My darliiing bu Tiana ku tersayang, kita masih kangen kok udah mau balik ke Bandung sih, ibu balik kesini dong kerja disini lagi" Shilla memotong percakapan antara Tiana dan Raja
"Next time saya mampir ke sini lagi buat ajak kamu jalan-jalan ok Shila? Yang lain udah pada keluar yah kamu bener-bener juru kunci disini?"
"Begitulah bu"
Tiana tadinya hanya akan mampir sebentar ke d'chef, ternyata Raja menahannya lama.
"Uncle ingin sekali bertemu dengan kamu, tunggu lah sebentar lagi uncle hampir dekat"
"Beliau masih melajang?"
"Dia belum menyerah terhadap bu Tiana"
"Haha apa yang diharapkan dari seorang wanita yang telah memiliki anak"
"Tapi serius ibu ga kelihatan udah punya anak, kok malah kelihatan makin muda sih bu?"
"Aih basi ni si kunyuk sono lu jangan ganggu kita lagi ngobrol nih, balik kerja gw aduin uncle nanti ya?"
"Bye Shilla, selamat bekerja"
"Kamu jahat baru ngabarin sekarang, kemana aja kamu selama ini? Gimana keadaan kamu? sama siapa kamu disana?"
"Aku bingung jawab yang mana dulu, bagaimana Vita dan anak kalian?"
"Dia malah balik nanya, mampirlah ke rumah Vita pasti senang bisa ketemu sama sahabat kecilnya. Ajak mika kerumah, Alma pasti senang ada temen."
"Kapan-kapan deh aku mampir ke rumah mu, bos masih lama nih?"
"Hi long time no see?"
"Nah yang ditunggu muncul juga"
"Apa kabar?"
"Akhirnya kabar abang baik setelah melihat Tiana"
"Hm masih saja gombal"
"Kok gak pesen makanan?"
"Aduh jadi nyamuk deh, cabs dulu ah ke kitchen. Puas-puasin deh uncle temu kangen sama Tiana"
Setelah ditinggal Raja keduanya menghabiskan waktu bersama, ada banyak yang di tanyakan oleh mantan bos Tiana itu.
__ADS_1
"Sungguh tak pernah dibayangkan hari ini akan datang, abang harap jangan lose contact lagi ya"
"Mudah-mudahan ya”
"Aih kenapa begitu, Tiana akan menetap di Bandung?"
"Maybe saya belum tau bagaimana kedepannya, tapi sejauh ini saya akan stay di Bandung karna harus menyelesaikan urusan di perushaan yang alm papah tinggalkan."
"Tiana mau jalankan perusahaan alm papah Tiana?"
"Begitulah"
"Semoga semu lancar, abang doakan semua yang terbaik untuk Tiana dan kelurga"
"Terimakasih abang, Tiana berharap hal yang sama untuk abang dan keluarga"
"Usia anak Tiana berapa tahun sekarang? Siapa nama dia, abang dengar dia anak perempuan yang manis seperti ibu nya"
"Haha ia dia sangat manis seperti mama nya, alhamdulillah mika tumbuh menjadi anak yang cerdas sehat dan sangat manis"
"Lain waktu abang ingin menemui mika boleh?"
"Tentu kapan-kapan mari bertemu kembali, Tiana akan ajak mika. Sepertinya pertemuan kita harus berakhir mika pasti ngomel karna saya keluar terlalu lama"
"Tiana kemari bawa kendaraan? Mau abang antar kah?"
"Tidak perlu saya sudah pesan taxi online jangan repot-repot"
"Baiklah hati-hati kabari abang kapan pun Tiana perlu bantuan"
Tiana hanya tersenyum menanggapi perkataan Vandy.
Dulu Tiana tampil dengan gaya casual sedikit tomboy dengan potongan rambut pixie tubuhnya juga lebih atletis karna Tiana rutin gym, penampilan seperti itu sungguh sexy dimata para lelaki.
Siapa sangka setelah menjadi ibu dia justru memanjangkan surai indahnya itu penampilan kalemnya kali ini justru lebih-lebih menarik, memang daya pikat dia tidak pernah ada matinya.
Dia beneran sudah punya anak kan? apa dia sudah bersuami? atau kah dia sudah memiliki kekasih?
Vandy terus bermonolog meningat penampilan Tiana dan sekarang sungguh berbeda satu-satunya yang sama hanya kecantikannya bahkan lebih, “ah andai Tiana mau menikah dengan uncle rasany paket lengkap kalau mendapatkannya wife material banget ya kan Ja?”
Vandy menatap kepergian Tiana dari halaman resto bersama keponakanny Raja, entah kapan lagi mereka akan berjumpa tapi paling tidak kali ini Tiana bisa disusul ke Bandung tidak seperti sebelumnya yang entah berantah keberadaanya.
"Kapan-kapan kamu harus temani uncle menemui Tiana ke rumahnya"
"Lah mau ngapel ko ditemani"
"Takut ada fitnah, nanti apa kata orang kalau uncle bertamu ke kediaman seorang single mom"
"Uncle yakin Tiana masih single?"
"Dari ceritanya sih uncle yakin dia masih single, ah selama janur kuning belum melengkung uncle maiah bisa mepet"
"Mepet-mepet yang udah-udah keburu kepepet sama yang nyimpen saham"
"Wuih jahat omongannya, sudah ah sanah balik kerja uncle mau pergi dulu"
__ADS_1