Playboy X Palaygirl

Playboy X Palaygirl
Episode 36


__ADS_3

Semua orang di ruangan itu berwajah masam, kecuali gracelyn keponakan kecil Jack yang memang masih belum mengerti dengan situasi yang terjadi disekitarnya saat ini.


Setelah di beri tahu bahwa Jack akan pulang malam itu, semua keluarga Jack berkumpul.


Fang dan Vian tidak ikut turun, mereka tau didalam akan ada perdebatan hebat. Sehingga mereka lebih memilih pergi meninggalkan Jack disana.


"Akhirnya kamu pulang Jack, duduklah" perintah kak Cecil .


"Kamu tau kenapa kamu disuruh pulang sesegera mungkin?" Kak Cecil kembali bersuara, dia menyodorkan hasil USG milik Tiana yang di simpan Jack didalam tasnya, sepertiny hasil USG itu terjatuh dan Jack tidak menyadarinya.


Nyonya Nita mama Jack tak bergeming, matanya seperti menahan air mata dan emosi.


Nathan dan Anastasya pun tidak ikut bicara, hanya Kak Cecil yang aktif bersuara disana.


"Cewe Jack hamil, itu hasil USG nya"


"Mama maafkan Jack, karna telah melukai mama. Jack tidak bermaksud seperti ini mam, Jack"


"Berapa bulan sekarang?" Akhirnya sang mama bersuara


"5 mam"


"Gila, pasti tu cewe udah jebak kamu kan. Dia sengaja begitu biar kamu jauh dari keluarga kamu" tuduh Kak Cecil


"Kak, kaka keterlaluan. Kakak juga udah semena-mena sama cewe Jack, karna kaka kirim pesan ke Tiana dia jadi stres dan nutupin fakta kalau dia hamil dari Jack tau."


"Tiana sekarang dirawat, kehamilannya tidak dalam keadaan baik"


"Baguslah, mungkin anak itu sadar kalau tidak dikehendaki."


"CECIL" suara nyonya Nita meninggi, dia menegur anak tertuanya.


"Mam, gara-gara tu cewek Jack kita jadi jarang pulang dan jauh dari kita, dia bawa pengaruh buruk untuk Jack mam. Lagi pula dia seorang…" Cecil tidak melanjutkan kata-katanya.


"Dia bukan bagian dari kita mam, dia lebih tua dari Jack"


"Kaka kenapa sih mojokin Tiana terus"


"Kamu yng kenapa, bukanny akhir-akhir ini kamu sama Anya. Apa kata keluarga Anya nanti kalau calon menantunya punya anak sama wanita lain"


"Jack gak bisa sma Anya, orang tua Tiana minta Jack untuk menikahi Tiana"


"Kamu serius mau menikah dengan Tiana?" Tanya Mama Nita.

__ADS_1


"Ga ada cara lain, Jack harus bertanggung jawab Jack akan menikahi Tiana. Itulah kenapa Jack datang kesini, Jack ga minta restu ini hanya pemberitahuan. Kalau kalian semua gak setuju biar Jack kelur dari rumah ini sekalian."


"JACK kamu sadar dengan kata-kata kamu" kak Cecil dibuat emosi oleh Jack


"Kamu yakin orang tua Tiana mengijinkan kalian menikah dengan perbedaan kalian? Rasanya tidak mungkin pasti kamu dipaksa mengikuti Tiana" jelas nyonya Nita


"Kamu mau mengkhianati Tuhan kamu, yang sejak lahir kamu imani? Apalah Tiana yang hanya sekedar manusia, Tuhan saja kamu Khianati" Cecil lagi-lagi mematahkan kata-kata Jack.


"Jacob bawa masuk istri kamu" perintah Nyonya Nita kepada menantu tertuanya alias suami dari kak Cecilia.


"Kakak kamu sebentar lagi menikah, kita tanggung jawab dengan merawat anak itu biiar Anastasya yang merawatnya kamu tidak perlu menikahi perempuan itu."


"Mam, teganya mama bicara seperti itu" Jack tak habis pikir dengan ucapan mamanya.


"Kak Ana tidak bisa memiliki anak, ada masalah dengan rahim kak Ana, biar lah anak mu jadi anak kak Ana kelak, mungkin ini jawaban Tuhan dari doa kak Ana selama ini, Chris pasti akan senang mendengar kabar ini, begitu juga keluarga Chris."


Anastasya memang tidak bisa memiliki anak akan tetapi kekasihnya yang berkebangsaan Australia itu tetap ingin menikahinya.


Beruntungya Ana karna sang kekasih dan keluarganya tidak mempermasalahkan hal itu.


"Mama tidak akan menerima Tiana masuk dalam keluarga kita, kalau kamu mau bertanggung jawab bawalah anak itu tapi tidak dengan ibunya"


"Mama tega misahin ibu dan anak? Mama kan juga seorang ibu."


"Betul kata Cecil, perempuan itu sudah bawa pengaruh buruk sama kamu Jack"


"Maaa Tiana tidak pernah mengubah Jack dia tidak memberikan pengaruh apapun terhadap Jack, kalian semua tidak tau bagaimana kejadian yang sebetulnya"


"Sudahlah Jack darah tinggi mama naik rasanya sama kelakuan kamu ini, mama tidak akan terima ibunya tapi kalau anakny mau kau bawa bawalah, tidak ada nego apapun lagi keputusan mama sudah final" Nyonya Nita pergi meninggalkan ketiga anaknya dikursi ruang tamu.


"Sabar bro, mama masih syock sama kejadian ini. Bahkan kita semua syock gak cuma mama" Nathan menyemangati kaka lelakinya itu.


"Biar kak Ana samperin mama nanti kak anak bicarakan lagi dengan mama"


"Kak ana merestui aku dan Tiana kan kak"


"Sorry Jack, i can’t" begitupun dengan Anastasya yang biasany paling dekat dengan Jack, dia tidak bisa menerima hubungan Jack dan Tiana.


Nathan masih setia menemani Jack, dia masih SMA kelas 2 terhitung masih anak dibawah umur, tapi bukan berarti dia tidak memahami apa yang terjadi dikeluarganya ini.


.


.

__ADS_1


.


Di rumah sakit Ibu dan Anak tempat Tiana dirawat, Tiana masih lemas terbaring dengan jarum infus yang masih menancap, hanya selamg oxygen yang tak lagi dikenakannya.


"Pih, kapan Tiana bisa pulang? Aku bosan"


"Sabar ya sayang, keadaan kamu belum memungkinkan untuk pulang sekarang"


"Kamu mau makan? Kamu ngidam gak? Dulu waktu mami hamil kamu, mami ngidam loh mana ngidamnya aneh-aneh lagi"


"Huhu,aku nyusahin sejak dari kandungan dong ya pih"


"Ssttt manalah ada hal seperti itu, papi sama mami kamu seneng banget waktu tau kamu ada di perut mami." Tuan Adnan mulai mengenang mantan istrinya, mengingat kenangan-kenangan manis saat istrinya masih mengandung buah hati mereka yaitu Tiana.


"Sudahlah pih, jangan melow-melow. Nanti Tiana ikut sedih lagi"


"Jadi kamu ngidam gak sekarang?"


"Mmm apa ya, Tiana gak mau apa-apa"


"Baiknya anak kamu pengertian sekali"


"Ia dia pengertian, dia sadar dia akan tumbuh tanpa ayah. Dia sudah faham memposisikan diri sejak dari kandungan karna dia gak mau kakeknya kerepotan."


"Nah katanya jangan melow-melow sendirinya malah bahas yang bikin sedih"


Flashback


"Pokoknya Tiana gak mau nikah sama Jack pih, Tiana bisa kok besarkan anak Tiana sendirian"


"Papih besarin kamu aja berdua sama mami kamu gak mampu Tiana, lihat kecolongan kan"


Ah kata-kata Tuan Adnan menusuk hingga relung jiwa Tiana yang paling dalam.


"Keluarga Jack tidak senang dengan Tiana, Jack bukan seorang muslim pih, kakanya tempo hari pernah ultimatum Tiana mengenai hubungan Tiana dengan Jack, lalu dia masih kuliah pih"


"Kamu menjalin hubungan dengan pria seperti itu?"


Tiana mengangguk, papihnya tak habis pikir dengan apa yang ada didalam pikiran anaknya itu.


"Tapi kalau Jack memang mau bertanggung jawab harusnya kamu terima saja"


"Pih berat tidak mungkin itu terjadi kalaupun dipaksa Tiana takut pernikahan Tiana akan bernasib seperti pernikahan papi mami"

__ADS_1


Meskipun papi maminya berpisah saat Tiana sudah cukup umur dan cukup dewas untuk memahami perpisahan yang terjadi diantara kedua orang tuanya, meskipun Tiana yang selalu memaksa orang tuanya untuk berceri saja, akan tetapi itu tetap berdampak pada dirinya


__ADS_2