
"Jackie lengan mu tidak apa apa? bagian mana tadi yang terpukul lebam tidak?"
"Sakit tapi ga sesakit itu. Aku cukup kuat lagipula pukulan kamu tidak seberapa menyakitkan"
"Masa kok tadi teriak"
"Ya improvisasi aja biar kamu heboh"
Jackie terkekeh melihat expresi Tiana yang kesal
"Karyawan resto lagi mampir ditempat kamu? kalian ngapain aja ada siapa aja disana?"
"Kenapa ga cek sendiri, ada beberapa alat musik dikamar tadi melki bawa gitar ke resto mereka mau latihan band ya sudah sekalian aja aku ajak ke apartemen ku. Memang bising keluar ya?"
Tiana menggeleng,tentu tidak terdengar sampai luar karna memang jackie menyulap salah satu kamar di apartemennya menjadi ruang latihan bermusik.
"Terus, kenapa kamu disini?"
"Bosan aja disebelah banyak anak-anak,sebetulnya aku lebih senang tempat sepi."
"Habis itu ngapain kamu undang mereka untuk merusuh, lagian biasanya kamu ngumpul bareng temen kuliah buat tugas sama-sama"
"Gak ada tugas, bentar lagi libur semester. Kemarin kan aku ijin ga masuk kerja karna sibuk UTS"
"Mau minum apa Jack aku buatin"
"Minuman yang kamu janjiin tempo hari"
Mencoba mengingat pikiran Tiana lari ke hari dimana Tiana bilang akan mengajarkan jackie minum cantik. Dia menggedikan bahunya, waktu itu Tiana hanya sekedar berbasa-basi siapa yang tau Jackie menanggapinya dengan serius.
__ADS_1
"Kenapa lupa cara minum cantik seperti apa" Jackie sengaja mempermainkan tiana, tiana mendorong tubuh jackie yang kian mendekat.
Walau sempat gelagapan tapi Tiana mampu mengendalikan dirinya kembali.
"Nanti setelah kamu cukup dewasa, lagipula besok aku kerja pagi"
"Alasan haha lagian aku becanda ko maaf ya kak Tiana aku ganggu. Oke deh aku balik ke kamar ku,istirahat ya good night"
Wah apaan ini dia mau mainin aku gitu awas kau yah aku balas lain hari.
...****************...
"Kak Ina bilang liat mas keluar dari gedung apartemennya bu Tiana malam hari"
"Itu mana lah ada,aku dari apartemennya Jackie kebetulan tempat tinggal mereka bersebelahan"
"Erin ga percaya sama kata kata mas kali ini, Erin mau kita putus. Erin yakin bu Tiana pasti godain mas Raja soalnya Ina dan Maria bilang kalau bu Tiana deketin mas Raja"
"Terus mas Raja maunya aku percaya tapi mas raja sendiri ga bisa dikasih kepercayaan selalu aja ingkar ga cuma sama bu Tiana ada banyak cewek disekitar mas Raja ia kan"
"Oke, gini ya aku dan Tiana memang pernah pacaran jauh sebelum aku kenal kamu dan kerja disini, aku juga kaget pas Tiana kerja di d'chef. Tapi Tiana ga pernah deketin aku, memang aku ada deketin dia beberapa kali tapi Tiana selalu menghindar. Kalau memang mau putus kita putus baik baik ga gini cara menyelesaikannya"
"Apa jadi beneran, oh jadi kamu sekarang setuju mau putus terus mau balikan lagi sama bu Tiana. Mas Raja jahat tega banget sama Erin."
Erin mulai berlinang air mata menangis sesenggukan,sementara Raja merasa serbasalah ditahan ga mau dilepas Erina malah marah. Cewe itu emang ribet ga ngerti lagi lah.
Pada akhirnya Raja dan Erina sepakat untuk mengakhiri hubungan mereka, saat ini keduanya memerlukan waktu luang sendiri
Ada sedikit ke khawatiran pada diri Raja mengenai Erina, bagaimanapun keduanya sudah menjalani hubungan cukup lama. Dan yang membuat Raja semakin frustasi adalah karna dia sadar betul selama bersama Erina dia tidak benar-benar menjadi sosok kekasih yang baik.
__ADS_1
Beberap hari Erina selalu menghindari Raja di restoran, syukurnya lagi Erina tidak satu shift. Mereka saling mendiamkan diri masing-masing,berita keduanya putus sungguh sangat cepat tersebar.
Raja sedikitnya kesal juga dengan Ina dan Maria. Duo kompor ini berhasil membuat keadaan memanas.
"Kalian datang kesini kerja kan mau nyari duit bukan mau nyari bahan gosip. Jadi ini kali terakhir gw ngomong ke lu berdua, kalau dapet berita jangan asal jeplak terus disebar kemana-mana. Maria, kerjaan lu dibelakang jadi mulai sekarang gw harap lu sadar dimana posisi lo seharusnya berada"
"Loh kenap kamu marah-marah, saya habis dari toilet memng ga boleh kalo saya kesini."
Raja tau itu hanya alasan, malas berlam-lama berada didepan duo kompor, Raja memilih untuk cepat-cepat pergi ke dapur.
"Dia yang menabur dia yang menuai, tau rasa tuh diputusin Erin" Ina memulai percakapan diantara mereka
Sementara Lisa dan Candra yang saat itu juga ada disana tidak terlalu menanggapi obrolan anptara Maria dan Ina.
Candra jadi teringat Erina, dia sering memerhatikan Erina saat diam-diam menangis selepas ribut dengan Raja. Ingin sekali rasanya Candra mendekati Erina menyodorkan bahunya untuk bersandar sejenak meluahkan perasaannya. Menguatkan Erina dimasa-masa sulitnya seperti saat ini,Candra sangat tau bagaimana perasaan Erina terhadap Raja. Andai Candra lebih berani merebut Erina dari Raja,mungkin Erinanya tidak akan sesedih saat ini. "pecundang!" hanya kata itu yang mampu Candra ucapkan untuk dirinya sendiri.
"Erina, nanti pulangnya aku jemput kamu boleh?"
"Candra kan masuk pagi sebentar lagi pulangkan? apa ga cape nanti harus balik lagi kesini"
"Santai aja lagiankan pakai motor, kalau gitu sampe ketemu nanti ya" Candra mengambil langkah untuk mendekati Erina, ada sedikit keraguan untuk mendekati Erina,tapi dia yakinkan dalam hati kalau dia mampu membuat Erina melupakan sosok Raja dihidupnya.
Kisah Raja dan Erina yang berakhir kali ini sepertinya benar-benar berakhir dan tak akan kembali bersama. Tidak terlihat tanda-tanda Raja ingin membujuk Erina kembali kesisinya,begitupun sebaliknya. Erina enggan merajut kasih kembali dengan Raja, dia lelah menghadapi Raja yang terlalu casanova dimatanya.
"Jadi sekarang putus beneran lah ceritanya?"
Melki buka suara ditengah keheningan, raja tidak langsung menjawab dia hanya sedikit mengangkat bahunya acuh tak acauh. Sementara Arga mulai memetik gitar yang dipeganginya, melantunkan lagu sendu lagu patah hati.
"Haha si Arga puas banget kayaknya sama lu Raj, jangan mainin lagu melow dong kasian bro Raja" Dandi ikut heboh mengejek Raja yang sejak tadi hanya meneguk minuman beralkohol itu tanpa banyak bicara.
__ADS_1
Menjadi kebiasaan mereka menghabiskan waktu sepulang kerja untuk minum-minum dan mabar game kesukaan mereka atau sekedar bermain gitar, sempat beberapa kali mereka main musik di apartemen Jackie, tapi Jackie sekarang sudah tidak bekerja parttime lagi di d'chef dia sibuk dengan tugas kuliahnya. Sesekali Jackie menemui mereka di d'chef.