
“Hi, bagaimana pesta ulang tahunnya malam lalu?”
“Abang, ia ya begitulah anak muda”
"Wah saya jadi merasa sangat tua" Tiana terkekeh mendengar jawaban Vandy
“Kamu sudah siapa? Hari ini kita mau jumpa Bu Aida teman abang dari kantor imigrasi mereka mau buat acara dikantornya tapi mau pesan makanan dari tempat kita”
“Bu Aida kesini? Atau kita berjumap ditempat lain?”
“Kita ke kantor imigrasi menemui Bu Aida”
"Saya handle dulu beberapa pekerjaan, boleh?"
"Take your time"
Begitu sampai di resto sudah setumpuk kerjaan yang harus diselesalikan Tiana, sebelum beranjak pergi dengan sang bos Tiana memastikan pekerjaan teamnya terlebih dahulu.
“Bu gimana sudah baikan?”
“Hi Shilla, jauh lebih baik dari kemarin tentunya”
“Ibu sudah berbaikan dengan Jack? ibu menggila malam lalu” Shilla cekikikan.
“Lupakan lah sungguh saya malu, pasti saya sangat konyol”
“Santai saja bu saya bukan orang bocor kok, tertutup rapat semua aib ibu hihi”
“Hah senyum macam apa itu jelas kamu meledek saya”
“Tapi betul bu santai saja Shilla dapat dipercaya”
"Hm ia lah, Shilla tolong ini cuci kotak tisunya kotor sekalian refil isinya, wastafel dekat pintu masuk tugas siapa coba cek sudah dibersihkan belum, Candra stock alpukat kamu bagaimana jangan sampai ada menu yang sold out ya, kasir sudah ambil uang modal belum untuk tukaran jangan mendadak ya nanti kocar kacir pas jam ramai, kitchen nasinya sudah ready? Pak Agus suplier ikan sudah ada kabar mengenai salmonnya?" panjang kali lebar perintah yang di instruksikan Tiana dari depan hingga ke belakang hingga mereka tak sempat menjawab, sambil lalu lalang sesekali Tiana merapihkan hiasan hiasan yang ada didekatnya.
“Bu ada yang cari costumer setia ibu”
“Siapa Ina?”
“Ituloh bu bapak tentara yang biasa makan bareng temennya”
“Oh yaya sekarang mana orang nya?”
“Dia kemarin kesininya bu sendiri, kayaknya kecewa karna ibu ga ada dia pulang cuma take away saja ga sperti biasa lama stay disini makan sambil merhatiin ibu”
“Mulai kamu bergosip, sudahlah kerja baik baik ya kalian saya tinggal kalau ada apa apa hubungi saya”
“Oke buuuu” kompak jawaban seluruh staff
Toktoktok
Tiana mengetuk pintu kaca mobil sport milik bosnya
“Kenapa ayok masuk!”
“Kita pakai mobil resto saja ya, saya yang drive”
“Loh kenapa?”
“Ga enak saja abang selalu nyetir padahal saya bawahan abang aturan kan saya yang drive”
__ADS_1
“Haha ayoklah masuk, Bu Aida sudah menunggu”
Dengan berat hati Tiana memasuki mobil bos nya
“Ada apa tiba tiba, ada sesuatu yang abang tidak tahu?”
“Saya sungkan nanti orang berpikir saya genitin abang”
“Pemikiran macam apa seperti itu, sudahlah jangan terlalu dipikrkan. Toh faktanya kan abang yang genitin kamu”
“Abaaang”
“Ya Tiana” vandy tersenyum dengan manis, Sebetunyal Vandy type lelaki yang menarik dimata Tiana tapi dia terlalu terang terangan playboynya.
Hari itu Vandy pernah berkata “ Mari kita menikah Tiana, mau tidak jadi istri pertama?” Itu cukup membuat Tiana terkejut istri pertama yang dimaksud dia mau main poligami gitu? Belum apa apa Tiana sudah dibuat merinding, tidak terbayang bagaimana kalau benar benar terjadi. Tiana tidak terlalu memikirkan pernikahan, rumah tangga kedua orang tuanya membuat Tiana skeptis terhadap pernikahan.
“Selamat datang silahkan duduk”
Bu Aida menyambut kedatangan Tiana dan Vandy ketiga nya cukup lama berbincang.
“Van kamu masih asik melajang, ga ada cewek yang srek apa sampe betah melajang”
“You know me so well!” Timpal Vandy
Tiana hanya tersenyum.
“Jadi bu semua sudah fix ya mengenai menu yang akan dihidangkan”
“Ia Tiana jangan lupa nanti saya mau hidangannya di service oleh team d’chef”
“Baik Bu”
“Padahal kalau saya ke d’chef bisa saja bertemu langsung Tiana, maaf ya sudah merepotkan”
“Habis bos kamu maksa katanya dia ingin kesini biar bisa jalan sama kamu berduaan”
“Ah Bu Aida bisa saja” Aida sahabat Vandy sejak masih kuliah dulu, sehingga dia tahu betul sifat sahabatnya.
Aida yakin ada sesuatu antara Tiana dan sahabatnya Vandy.
“Kami pamit ya Aida”
“Ia Van hati hati dijalan lain kali mampir lah kerumah ajak Tiana sekalian, aku sudah punya anak remaja kamu kapan menyusul gerak cepat dong nanti keburu digaet orang ya kan Tiana”
Tiana tidak banyak bicara dia hanya tersenyum mendengarkan perkataan Bu Aida.
Sepanjang perjalanan Tiana tidak banyak bicara, Vandy mulai risau melihat Tiana yang terdiam.
“Kenapa maaf ya Aida terlalu terusterang”
“Tidak santai saja abang tidak perlu minta maaf, saya tau Bu Aida mungkin hanya bercanda”
“Aida saja bisa sadar kalau abang suka dengan Tiana, tidak kah Tiana tau itu?”
“Tau yang mana, yang abang ingin berpoligami atau”
“Hei soal poligami abang tidak serius lah itukan hanya berandai”
“Abang hal seperti itu abang buat candaan”
__ADS_1
“Ia maaf abang ga gitu lagi, tapi ngomong ngomong mumpung kita bahas soal ini tempo hari kamu betulan habis jalan dengan Syahril?”
“Abang percaya saya atau cerita dari orang lain?”
“Tidak kedua nya”
“Ya sudah saya tidak akan cerita, yakini apa yang abang yakini”
“Syahril sudah bertunangan abang percaya kalau kamu dan Syahril tidak ada apa apa”
“Thanks abang” Tiana tidak memperpanjang percakapannya lagi dia lebih tertarik melihat keluar jendela.
Tujuan Vandy sejak awal memang mendekati Tiana, sejauh ini Tiana memang sudah cukup dekat bahkan beberapa kali Vandy mengajaknya bertemu dengan ibu bapaknya, hampir semua keluarga Vandy mengenal Tiana bahkan keponakan nya pernah menjalin kasih dengan Tiana jauh sebelum Vandy mengenal Tiana, kebetulan yang sangat tidak disangka.
Tapi itu tidak menghalangi Vandy untuk mendekati Tiana.
Sesampainya di resto Tiana lebih dulu masuk sementra Vandy seperti biasa dia berlama lama diam didalam mobil kesayangannya.
“Babe” suara yang cukup familiar ditelinga Tiana, rupanya benar itu Jack.
“Ngapain kamu disini?”
“Nunggu kamu”
“Ada apa nunggu saya, saya sibuk kamu pulang duluan saja. Kamu sudah makan siang? Pesanlah dulu kalau belum, saya masih ada yang harus diselesaikan nanti saya kabari.”
Tiana nampak terburu buru dia tidak memberi Jack kesempatan untuk bicara.
"Astaga ada yang dicuekin kasihan, nampaknya kemarin malam tidak berjalan lancar ya?"
"Sorry ya lancar tuh tanpa halangan jos pokoknya jurus kamu dan Melki, yah walaupun kalian kerajinan juga sih ngajakin Raja"
"Nih mau pesan ga? makanlah dulu nanti bu Tiana ngamuk kalau kekasih hatinya pergi dengan perut kosong" Jack tengah asik memilih menu seorang diri sesekali Shilla menemani Jack berbincang ditengah pekerjaanya.
"Lama kamu baca menu cuma pesan healty juice? Hah please lah kekasih manager ku yang satu ini betul betul deh" Shilla menggerutu.
Dari arah kitchen terlihat Raja sedang memantau gerak gerik Jack.
"Raja kamu dengar saya dan pak Agus bicara tidak?"
"Ya Tiana aku eh saya dengar kok bu, lanjut deh bicaranya"
"Jadi event yang dari kantor imigrasi itu ada acara pelantikan kepala kantor baru, mereka pesan menu exclusive kita dan tamu yang hadir salah satunya ada pak mentri. Melki kamu tolong atur ya nanti anak yang kompeten untuk menjaga stall di kantor imigrasi"
"Baik bu"
"Terus tanggal itu kan ada reservasi juga acaranya Pak Tedy dimeeting room, itu buffet kan bukan ala carté belum ada invoice menunya atau belum fix?" sambung Raja bertanya.
"Jadi Raja, baca dong papan buletin dengan seksama"
"Oh ia kah Pak Agus ya mangap mata saya silep" Raja cekikikan.
"Perlu team casual ga Melki, itu weekday sih seharusnya bisa terhandle team mu kurang tidak weekday kan aturan ada 3 staf yang off."
"Sepertinya tidak bu biar yang off lembur saja"
"Oke clear ya pak agus, setelah ini saya buatkan invoicenya"
"Baik bu"
__ADS_1
"Terimakasih waktunya semua, Will sepulang kerja nanti sebelum bubar kamu briefing dengan team siang ya."
"Ia bu"